Anda di halaman 1dari 9

Skip to content

"NEW PARADIGM FOR PUBLIC HEALTH"

BAB V. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN

Posted on April 26, 2007 by Ridwan Amiruddin

3 Votes

BAB V

IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN PRIORITAS

A. PENDAHULUAN

Untuk meningkatkan kinerja dan mutu perencanaan program kesehatan, diperlukan suatu proses
perencanaan yang akan menghasilkan suatu rencana yang menyeluruh (komprehensif dan holistik).
Perencanaan kesehatan adalah kegiatan yang perlu dilakukan di masa yang akan datang, yang jelas
tujuannya. Langkah-langkah perencanaan sebetulnya bersifat generik, yaitu sama dengan alur pikir siklus
pemecahan masalah, langkah-langkah pokok yang perlu dilakukan adalah :

Analisis situasi

Identifikasi masalah dan menetapkan prioritas

Menetapkan tujuan

Melakukan analisis untuk memilih alternatif kegiatan terbaik

Menyusun rencana operasional.

Kelima langkah pokok di atas harus dilaksanakan secara berurutan (sistematis). Setiap langkah yang
dilakukan memiliki tujuan sendiri. Analisis situasi sebagai langkah awal dalam perencanaan harus
dilakukan sebaik mungkin, sehingga dapat diperoleh gambaran tentang masalah kesehatan yang ada
serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan tersebut, yang merupakan tujuan dari
analisis ini, pada akhirnya akan diperoleh hasil dari analisis ini yang merupakan titik tolak perencanaan
kesehatan terpadu dan dalam langkah selanjutnya diikuti oleh kegiatan untuk merumuskan masalah
secara jelas, sekaligus menentukan prioritas masalah-masalah tersebut. Yang dimaksud dengan
masalah dalam perencanaan kesehatan tidak terbatas pada masalah gangguan kesehatan saja, akan
tetapi meliputi semua faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk (lingkungan, perilaku,
kependudukan dan pelayanan kesehatan). Menurut definisi, masalah adalah terdapatnya
kesenjangan (gap) antara harapan dengan kenyataan. Oleh sebab itu, cara perumusan masalah yang baik
adalah kalau rumusan tersebut jelas menyatakan adanya kesenjangan. Kesenjangan tersebut
dikemukakan secara kualitatif dan dapat pula secara kuantitatif. Identifikasi dan prioritas masalah
kesehatan merupakan bagian dari proses perencanaan harus dilaksanakan dengan baik dan melibatkan
seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat. Sehingga masalah yang ditetapkan untuk ditanggulangi
betul-betul merupakan masalah dari masyarakat, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan untuk
menanggulangi masalah kesehatan yang ada, masyarakat dapat berperan aktif didalamnya. B.
PEMBAHASAN

Identifikasi

Perencanaan pada hakikatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu
langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan.
Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain : a. Laporan-
laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang adab. Survailans epidemiologi atau
pemantauan penyebaran penyakitc. Survai kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh
masukan perencanaan kesehatand. Hasil kunjungan lapangan supervisi.

Dalam menemukan masalah kesehatan diperlukan ukuran-ukuran. Ukuran-ukuran yang paling lazim
dipakai adalah angka kematian (mortalitas) dan angka kesakitan (morbiditas). Masalah kesehatan harus
diukur karena terbatasnya sumber daya yang tersedia sehingga sumber daya yang ada betul-betul
dipergunakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang penting dan memang bisa diatasi.

Ada 3 cara pendekatan yang dilakukan dalam mengidentifikasi masalah kesehatan, yakni :1.
Pendekatan logisSecara logis, identifikasi masalah kesehatan dilakukan dengan mengukur mortalitas,
morbiditas dan cacat yang timbul dari penyakit-penyakit yang ada dalam masyarakat.2. Pendekatan
PragmatisPada umumnya setiap orang ingin bebas dari rasa sakit dan rasa tidak aman yang ditimbulkan
penyakit/kecelakaan. Dengan demikian ukuran pragmatis suatu masalah gangguan kesehatan adalah
gambaran upaya masyarakat untuk memperoleh pengobatan, misalnya jumlah orangyang datang
berobat ke suatu fasilitas kesehatan.3. Pendekatan PolitisDalam pendekatan ini, masalah kesehatan
diukur atas dasar pendapat orang-orang penting dalam suatu msyarakat (pemerintah atau tokoh-tokoh
masyarakat).

Prioritas masalah kesehatan

Penetapan prioritas dinilai oleh sebagian besar manager kesehatan sebagai inti proses
perencanaan. Langkah yang mengarah pada titik ini, dapat dikatakan sebagai suatu persiapan untuk
keputusan penting dalam penetapan prioritas. Sekali prioritas ditetapkan,langkah berikutnya dapat
dikatakan merupakan gerakan progresif menuju pelaksanaan. Dalam penentuan prioritas, aspek
penilaian dan kebijaksanaan banyak diperlukan bersama-sama dengan kecakapan unik untuk
mensintesis berbagai rincian yang relevan. Hal ini merupakan bagian dari proses perencanaan yang
biasanya dikatakan paling naluriah. Namun, penetapan prioritas mungkin dapat jauh lebih bermanfaat
dibandingkan dengan langkah-langkah lain bila dibuat eksplisit dan menjadi tindakan yang ditentukan
secara jelas. Ketrampilan utama yang diperlukan dalam penentuan prioritas dalah menyeimbangkan
variabel-variabel yang memiliki hubungan kuantitatif yang sangat berbeda dan dalam kenyataannya
terletak dalam skala dimensional yang berbeda pula. Terlalu sering kesalahan timbul akibat memberikan
penekanan terlalu banyak pada satu dimensi. Seorang ahli epidemiologi cenderung untuk menilai
penetapan prioritas terutama sebagai suatu masalah penentuan mortalitas dan mortabiditas relatif dari
masalah-masalah kesehatan tertentu. Pendekatan ini dipakai secara berlebihan dalam versi pertama
“Metode Amerika Latin” dalam perencanaan kesehatan. Ilmuwan sosial, politikus, dan masyarakat umum
cenderung memandang penetapan prioritas sebagai suatu tanggapan atas perasaan populer mengenai
hal-hal yang penting. Bagi mereka pertimbangan-pertimbangan yang penting adalah : Pertama, apa yang
diinginkan masyarakat untuk dilakukan dan yang kedua adalah program kesehatan yang dapat diterima.
Para administrator cenderung mengkaji prioritas terutama dalam hubungannya dengan yang disebut
oleh metode perencanaan kesehatan Amerika Latin sebagai “kerawanan” masalah-masalah kesehatan
tertentu. Perhatiannya ada pada ketersediaan metode teknis untuk mengendalikan penyakit-penyakit
atau kondisi-kondisi yang memerlukan perhatian. Keterbatasan paling serius di Negara berkembang yang
bahkan mungkin seringkali lebih berat dari pada kerangka kerja administratif untuk menyediakan
pelayanan dan personil yang diperlukan. Para ekonom memberi penekanan khusus pada biaya. Hal
inibiasanya merupakan kendala akhir yang menentukan apa yang akan dilakukan, ongkos-ongkos relatif
berbagai program pengendalian harus diseimbangkan. Kebijakan penting dalam menyeimbangkan
ongkos perencanaan kesehatan umumnya adalah menyediakan pelayanan kesehatan ke masyarakat
secara maksimum dari pada memberikan pelayanan dengan mutu tertinggi kepada sekelompok kecil
masyarakat. Perencanaan kesehatan harus mengembangkan ketrampilan dalam semua disiplin ilmu
yang diperlukan agar dapat melakukan pendekatan perencanaan yang seimbang. Yang terutama
diperlukan adalah indeks-indeks tertentu yang valid di dalam informasi baik kualitatif maupun kuantitatif
yang digunakan dalam penilaian ini. Tanpa mengindahkan semua usaha pada pengukuran dan
pengelompokkan khusus, si perencana pada akhirnya harus bersandar pada elemen-elemen
kebijaksanaan yang tak pasti berdasarkan pengalaman atau evaluasi rencana-rencana sebelumnya dalam
membuat keputusan akhir. Untuk dapat menetapkan prioritas masalah ini, ada beberapa hal yang
harus dilakukan, yakni :a. Melakukan pengumpulan dataUntuk dapat menetapkan prioritas masalah
kesehatan, perlu tersedia data yang cukup. Untuk itu perlulah dilakukan pengumpulan data. Data yang
perlu dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan lingkungan, perilaku, keturunan, dan pelayanan
kesehatan, termasuk keadaan geografis, keadan pemerintahan, kependudukan, pendidikan, pekerjaan,
mata pencaharian, sosial budaya, dan keadaan kesehatan.b. Pengolahan DataApabila data yang telah
berhasil dikumpulkan, maka data tersebut harus diolah, maksudnya adalah menyusun data yang tersedia
sedemikian rupa sehingga jelas sifat-sifat yang dimiliki oleh masing-masing data tersebut. Cara
pengolahan data yang dikenal ada tiga macam, secara manual, elektrikal dan mekanik.c. Penyajian
DataData yang telah diolah perlu disajikan, ada tiga macam penyajian data yang lazim dipergunakan
yakni secara tekstular, tabular dan grafikal.d. Pemilihan Prioritas MasalahHasil penyajian data akan
memunculkan pelbagai masalah. Tidak semua masalah dapat diselesaikan. Karena itu diperlukan
pemilihan prioritas masalah, dalam arti masalah yang paling penting untuk diselesaikan. Penentuan
prioritas masalah kesehatan adalah suatu proses yang dilkukan oleh sekelompok orang dengan
menggunakan metode tertentu untuk menentukan urutan masalah dari yang paling penting sampai
dengan kurang penting. Penetapan prioritas memerlukan perumusan masalah yang baik, yakni spesifik,
jelas ada kesenjangan yang dinyatakan secara kualitatif dan kuantitatif, serta dirumuskan secara
sistematis. Dalam menetapkan prioritas masalah ada beberapa pertimbangan yang harus
diperhatikan, yakni :1. Besarnya masalah yang terjadi2. Pertimbangan politik3. Persepsi
masyarakat4. Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan. Cara pemilihan prioritas masalah
banyak macamnya. Secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :a. Scoring
TechniquePada cara ini pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai) untuk pelbagai
parameter tertentu yang telah ditetapkan. Parameter yang dimaksud adalah :1. Besarnya masalah2.
Berat ringannya akibat yang ditimbulkan3. Kenaikan prevalensi masalah4. Keinginan masyarakat
untuk menyelesaikan masalah tersebut5. Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah
tersebut terselesaikan.6. Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah7. Sumber daya yang tersedia
yang dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah.Secara terperinci cara-cara tersebut antara lain :1.
Cara BryantCara ini telah dipergunakan di beberapa negara yaitu di Afrika dan Thailand. Cara ini
menggunakan 4 macam kriteria, yaitu :a. Community Concern, yakni sejauh mana masyarakat
menganggap masalah tersebut pentingb. Prevalensi, yakni berapa banyak penduduk yang terkena
penyakit tersebutc. Seriousness, yakni sejauh mana dampak yang ditimbulkakn penyakit tersebutd.
Manageability, yakni sejauh mana kita memiliki kemampuan untuk mengatasinya. Menurut cara ini
masing-masing kriteria tersebut diberi scoring, kemudian masing-masing skor dikalikan. Hasil perkalian
ini dibandingkan antara masalah-masalah yang dinilai.Masalah-masalah dengan skor tertinggi, akan
mendapat prioritas yang Tinggi pula. 2. Cara EkonometrikCara ini dipergunakan di Amerika Latin.
Kriteria yang dipakai adalah :a. Magnitude (M), yakni kriteria yang menunjukkan besarnya masalahb.
Importance (I), yakni ditentukan oleh jenis kelompok penduduk yang terkena masalahc. Vulnerability
(V), yaitu ada tidaknya metode atau cara penanggulangan yang efektifd. Cost (C) , yaitu biaya yang
diperlukan untuk penanggulangan masalah tersebut.Hubungan keempat kriteria dalam menentukan
prioritas masalah (P) adalah sebagai berikut:

P = M.I.V

C 3. Metode Hanlon & Delbecqa. Metode delbecq

Proses penetuan kriteria diawali dengan pembentukan kelompok yang akan mendiskusikan,
merumuskan dan menetapkan kriteria.
Sumber informasi yang dipergunakan dapat berasal dari :· Pengetahuan dan pengalaman individual
para anggota· Saran dan pendapat nara sumber· Peraturan pemerintah yang relevan· Hasil
rumusan analisa keadaan dan masalah kesehatan.Langkah selanjutnya adalah :1. Menginventarisir
kriteria2. Menginventalisir dan mengevaluasi kriteriab. Metode HanlonDalam metode Hanlon
dibagi dalam 4 kelompok kriteria, masing-masing adalah :1. Kelompok kriteria A = besarnya
masalah2. Kelompok kriteria B = tingkat kegawatan masalah3. Kelompok kriteria C = kemudahan
penanggulangan masalah4. Kelompok kriteria D = Pearl faktor, dimana :P = KesesuaianE =
Secara ekonomi murahA = dapat diterimaR = Tersedianya sumber

L = Legalitas terjamin

2. Non Scoring Technique Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan berbagai


parameter, dilakukan bila tersedia data yang lengkap. Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan
prioritas masalah yang lazim digunakan adalah :1. Delphin TechniqueYaitu penetapan prioritas
masalah tersebut dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya. Pemilihan
prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus. Setiap peserta yang sama keahliannya
dimintakan untuk mengemukakan beberapa masalah pokok, masalah yang paling banyak dikemukakan
adalah prioritas masalah yang dicari.2. Delbech TechniquePenetapan prioritas masalah dilakukan
melalui kesepakatan sekelompok orang yang tidak sama keahliannya. Sehingga diperlukan penjelasan
terlebih dahulu untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta.
Lalu diminta untuk mengemukakan beberapa masalah. Masalah yang banyak dikemukakan adalah
prioritas. C. KESIMPULANIdentifikasi dan priorita masalah kesehatan merupakan salah satu bagian dari
proses perencanaan. Dalam melakukan identifikasi masalah kesehatan, ada beberapa cara pendekatan
yang perlu diperhatikan, sehingga masalah yang dikemukakan merupakan masalah yang benar-benar
penting dan memang harus segera diselesaikan. Selain itu diperlukan ukuran-ukuran dan data untuk
menemukan masalah kesehatan yang ada. Penentuan prioritas masalah merupakan hal yang sangat
penting, setelah masalah-maslah kesehatan teridentifikasi. Penentuan prioritas masalah harus
memperhatikan beberapa faktor antara lain : besarnya masalah, pertimbangan politik, persepsi
masyarakat, dan bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan. Cara memilih prioritas masalah dibedakan
atas dua yaitu secara Scoring dan Non Scoring. Kedua cara tersebut pelaksanaannya berbeda-beda.
Pemilihan kedua cara tersebut berdasarkan ada tidaknya data yang tersedia.

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Azrul, DR. MPH. Administrasi Kesehatan ; JakartaBina Rupa Aksara, 1988Maidin, Alimin,dr.MPH,
Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan
Ujung Pandang, FKM Unhas jilid 2

_____________________ Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan

Ujung Pandang , FKM Unhas, 1993 jilid 1

Reinke A, William, Perencanaan Kesehatan Untuk Meningkatkan Efektifitas Manajemen, Yogyakarta,


Gadjah Mada University ,Press 1994Notoatmojo Sockidjo Prof, DR, Ilmu Kesehatan Masyarakat,Jakarta,
Rineka Cipta , 1997

Advertisements

Report this ad

Report this ad

Related

Bagian I : Epidemiologi dalam proses perencanaan

In "epid perencanaan"

Bagian II : Siklus Perencanaan Kesehatan

In "epid perencanaan"

BAB IISIKLUS PERENCANAAN KESEHATAN Oleh…

In "epid perencanaan"

Posted in epid perencanaan, Uncategorized3 Comments

Post navigation

STRATEGI PERENCANAAN KESEHATANsoal mid inferensi kausal epidemiologirt

3 thoughts on “BAB V. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN”


phibee says:

March 23, 2008 at 12:34 pm

Assalammu’alaikum..

wah, pak Ridwan, ini artikel yang sedang saya cari…

saya mhs fkm ui..dan memang lagi mencari tentang kebijakan kesehatan..

terimakasih,sangat membantu..

arifinrtgblog says:

February 6, 2009 at 9:42 am

pokok bahasan 3, 4 dan 5 nya mana belum ada lagi

agar ditambah jugalah sehingga informasinya lengkap

Devina 'depe' Agustin says:

February 7, 2013 at 5:29 am

Mau tanya..untuk scoring technique itu ada di text book apa y?terima kasih

Leave a Reply

Enter your comment here...

BERGANTINYA SIANG DAN MALAM ADALAH TANDA KEBESARAN ILAHI

APRIL 2007

M T W T F S S

May »

2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15

16 17 18 19 20 21 22

23 24 25 26 27 28 29

30

TULISAN TERATAS

BAB V. IDENTIFIKASI MASALAH KESEHATAN

Bagian II : Siklus Perencanaan Kesehatan

HUBUNGAN SEBAB DAN AKIBAT DALAM ILMU EPIDEMIOLOGI

surveilans HIV dan AIDS

Hipertensi dan faktor risikonya dalam kajian epidemiologi

Epidemiologi dalam proses perencanaan

PERANAN EPIDEMIOLOGI DALAM PERENCANAAN KESEHATAN

Bagian I : Epidemiologi dalam proses perencanaan

KOMENTAR KAMU

Agus Samsudrajat S on PROFESIONALISME SARJANA KESEHA…

Ridwan Amiruddin on Transisi penyakit dan JKN

Nurun Mujahidah Alex… on PROFESIONALISME SARJANA KESEHA…

Devina 'depe' Agusti… on BAB V. IDENTIFIKASI MASALAH…

Little L on Tujuan Kehidupan

Little L on Evidence base Epidemiologi ane…

VISITOR

890,812 HITS

“BERI KOMENTAR”

Salam sahabat

Teluk Youtefa Jayapara Tercemar Plumbun


Advertisements

Report this ad

Blog at WordPress.com.

:)