Anda di halaman 1dari 3

Nama : Ria Novita Indriani

Npm : 15130210388 / Keuangan 3


Tugas : Resum, Paragraf yang baik

Paragraf Yang Baik

Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki kepaduan antara unsur-unsurnya, baik itu antara
gagasan utama dengan gagasan penjelasnya ataupun antara kalimat-kalimatnya. Dalam hal ini,
paragraf yang baik harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut (Arikunto,2008) paragraf yang baik harus memenuhi tiga kriteria, yaitu kepaduan
paragraf, kesatuan paragraf, dan kelengkapan paragraf. Kepaduan paragraf dapat ditempuh dengan
kemampuan merangkai kalimat sehingga bertalian secara logis dan padu.

Menurut (Arikunto,2008) setiap paragraf yang baik memperhatikan kesatuan, keefektifan kalimat
dan kejelasan.

o Kesatuan
Tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi paragraf adalah
mengembangkan topik tersebut.

o Keefektifan kalimat
Kalimat-kalimat harus disusun secara logis dan mengikuti rencana tertentu untuk
pengembangannya. Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki unsur subjek dan predikat yang
jelas. Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Kesepadanan, yaitu keseimbangan antara pikiran dan struktur bahasa yang dipakai.

2. Keparalelan, yaitu kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu.

3. Ketegasan, yaitu suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok untuk membentuk

penekanan dalam kalimat.


4. Kehematan, yaitu hemat dalam menggunakan kata, frase atau bentuk lain yang dianggap

tidak perlu.

5. Kecermatan, yaitu kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pemilihan

kata.

6. Kepaduan, yaitu padu dalam pernyataan kalimat itu sehingga informasi yang diperoleh

tidak terpecah-pecah.

7. Kejelasan

Fungsi Paragraf.

Penulisan paragraf mempunyai beberapa fungsi. Menurut (Wiyanto,2011) fungsi


paragraph dapat dilihat dari sudut penulis dan pembaca.

Dari Sudut Penulis

1) Paragraf menjadi wabah untuk mengungkapkan sebuah pikiran penulis. Pikiran


penulis disampaikan secara bertahap, yaitu setiap pokok pikiran ditulis dalam
paragraf. Bila berpindah ke pokok pikiran lain penulis menyampaikan melalui
paragraf baru.
2) Penulis dapat menyampaikan buah pikirannya secara teratur dan runtu. Dengan
‘Wadah’ berupa paragraf-paragraf itu, penulis dapat memisahkan tiap-tiap unit
pikirannya dan tidak akan campur aduk dengan unit pikirannya yang lain. Dengan
demikian, alur jalan pikirannya akan semakin jelas.
3) Penuis dapat berhenti sejenak pada akhir paragraf, lalu dapat melanjutkan menulis
pokok pikiran selanjutnya.
4) Dalam keseluruhan tulisan/karangan, paragraf dapat dimanfaatkan sebagai
pengantar, transisi, atau kesimpulan. Sebagai pengantar, paragraf dapat
mengarahkan pikiran pembaca ke masalah yang akan dibahas. Sebagai transisi,
paragraf berfungsi membelokan pikiran pembaca dari satu masalah ke masalah
lainya. Selanjutnya, paragraf juga sering digunakan untuk menyimpulkan pokok-
pokok pikiran yang telah di uraikan.
Daftar Rujukan

Arikunto, 2008. SyaratParagrafYangBaik. https://www.scribd.com/doc/213466334/Syarat-Paragraf-


Yang-Baik. Di akses 7 april 2018
Wiyanto,2011. Makalah1. https://www.scribd.com/document/356582869/makalah-1. Di akses 7 april
2018