Anda di halaman 1dari 18

YAYASAN ANANTA BHAKTI

SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA THERESIA


TERAKREDITASI A
Jl. Haji Agus Salim No. 75 Jakarta  021. 3142593 – Fax.021.
3142593
http://www.sttheresia-jkt.sch.id e-mail : ka_smatheresia@yahoo.co.id

MODUL SEJARAH INDONESIA KELAS X


SEMESTER 2

BAB V

TEORI MASUKNYA HINDU-BUDHA KE


INDONESIA

Drs. Agustinus Suhardi, M.Pd


BAB V
TEORI MASUKNYA HINDU-BUDHA KE INDONESIA

I. Standar Kompetensi : Memahami, menerapkan, dan menganalisis


pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

II. Kompetensi Dasar : Menganalisis berbagai teori tentang proses


masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan
Hindu-Buddha di Indonesia
III. Indikator :
1. Menunjukkan berbagai aspek kehidupan dari adanya
pengaruh masuknya agama dan kebudayaan Hindu
Budha di Indonesia pada masa lampau
2. Menunjukkan perbedaan dua pendapat tentang teori
masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang
dikemukakan para ahli sejarah .
3. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Brahmana
4. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Ksatria
5. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Waisya
6. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Arus Balik
7. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Sudra
IV. Tujuan Pembelajaran

Melalui diskusi siswa mampu:


1. Mengembangkan sikap dan perilaku terbuka dalam menunjukkan berbagai
aspek kehidupan dari adanya pengaruh masuknya agama dan kebudayaan
Hindu Budha di Indonesia pada masa lampau
2. Menunjukkan sikap kerja keras dan berdaya juang tinggi dalam menunjukkan
perbedaan dua pendapat tentang teori masuknya Hindu Budha ke
Indonesia yang dikemukakan para ahli sejarah .
3. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia berdasarkan teori
Brahmana dengan sikap dan perilaku mandiri
4. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia berdasarkan teori
Ksatria dengan penuh keberanian
5. Memelihara kekeluargaan, persatuan dan solidaritas dalam menganalisis
masuknya Hindu Budha ke Indonesia berdasarkan teori Waisya
6. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia berdasarkan teori
Arus Balik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
7. Menganalisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia berdasarkan teori
Sudra dengan sikap tegas, jelas dan mandiri
V. Peta Konsep
VI. Penjabaran Materi

BAB V
TEORI MASUKNYA HINDU-BUDHA KE INDONESIA

5 Teori masuknya Hindu-Budha ke Indonesia-Bukti-buktinya


Masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia pada masa
lampau telah banyak mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat
nusantara. Kendati demikian, kisah tentang bagaimana proses masuknya
agama dan kebudayaan ini di masa lampau masih menjadi misteri. Dugaan-
dugaan yang diutarakan para ahli tentang teori masuknya Hindu Budha ke
Indonesia berdasarkan bukti-bukti yang ditemukannya masing-masing juga
ada banyak sekali.
Teori Masuknya Hindu Budha Ke Indonesia
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli
sejarah umumnya terbagi menjadi 2 pendapat.
 Pendapat pertama menyebutkan bahwa dalam proses masuknya
kedua agama ini, bangsa Indonesia hanya berperan pasif. Bangsa
Indonesia dianggap hanya sekedar menerima budaya dan agama dari
India. Ada 3 teori yang menyokong pendapat ini yaitu teori
Brahmana, teori Waisya, dan teori Ksatria.
 Pendapat kedua menyebutkan bahwa bangsa Indonesia juga bersifat
aktif dalam proses penerimaan agama dan kebudayaan Hindu-Budha.
Dua teori yang menyokong pendapat ini adalah teori Arus Balik dan
teori Sudra.
1. Teori Brahmana oleh Jc.Van Leur
Teori Brahmana adalah teori yang menyatakan bahwa masuknya Hindu-
Budha ke Indonesia dibawa oleh para Brahmana atau golongan pemuka
agama di India. Teori ini dilandaskan pada prasasti-prasasti peninggalan
kerajaan Hindu-Budha di Indonesia pada masa lampau yang hampir
semuanya menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Di India,
aksara dan bahasa ini hanya dikuasai oleh golongan Brahmana.
Selain itu, teori masuknya Hindu-Budha ke Indonesia karena peran serta
golongan Brahmana juga didukung oleh kebiasaan ajaran Hindu. Seperti
diketahui bahwa ajaran Hindu yang utuh dan benar hanya boleh dipahami
oleh para Brahmana. Pada masa itu, hanya orang-orang golongan
Brahmana-lah yang dianggap berhak menyebarkan ajaran Hindu. Para
Brahmana diundang ke Nusantara oleh para kepala suku untuk
menyebarkan ajarannya pada masyarakatnya yang masih memiliki
kepercayaan animisme dan dinamisme.

2. Teori Waisya oleh NJ. Krom


Teori Waisya menyatakan bahwa terjadinya penyebaran agama Hindu
Budha di Indonesia adalah berkat peran serta golongan Waisya (pedagang)
yang merupakan golongan terbesar masyarakat India yang berinteraksi
dengan masyarakat Nusantara. Dalam teori ini, para pedagang India
dianggap telah memperkenalkan kebudayaan Hindu dan Budha pada
masyarakat lokal ketika mereka melakukan aktivitas perdagangan. Karena
pada saat itu pelayaran sangat bergantung pada musim angin, maka dalam
beberapa waktu mereka akan menetap di kepulauan Nusantara hingga
angin laut yang akan membawa mereka kembali ke India berhembus.
Selama menetap, para pedagang India ini juga melakukan dakwahnya
pada masyarakat lokal Indonesia.

3. Teori Ksatria oleh C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens


Dalam teori Ksatria, penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di
Indonesia pada masa lalu dilakukan oleh golongan ksatria. Menurut teori
masuknya Hindu-Budha ke Indonesia satu ini, sejarah penyebaran Hindu-
Budha di kepulauan Nusantara tidak bisa dilepaskan dari sejarah
kebudayaan India pada periode yang sama. Seperti diketahui bahwa di
awal abad ke 2 Masehi, kerajaan-kerajaan di India mengalami keruntuhan
karena perebutan kekuasaan. Penguasa-penguasa dari golongan ksatria di
kerajaan-kerajaan yang kalah perang pada masa itu dianggap melarikan
diri ke Nusantara. Di Indonesia mereka kemudian mendirikan koloni dan
kerajaan-kerajaan barunya yang bercorak Hindu dan Budha. Dalam
perkembangannya, mereka pun kemudian menyebarkan ajaran dan
kebudayaan kedua agama tersebut pada masyarakat lokal di Nusantara.

4. Teori Arus Balik (Nasional) oleh F.D.K. Bosch


Teori arus balik menjelaskan bahwa penyebaran Hindu Budha di
Indonesia terjadi karena peran aktif masyarakat Indonesia di masa silam.
Menurut Bosch, pengenalan Hindu-Budha pertama kali memang dibawa
oleh orang-orang India. Mereka menyebarkan ajaran ini pada segelintir
orang, hingga pada akhirnya orang-orang tersebut tertarik untuk
mempelajari kedua agama ini secara langsung dari negeri asalnya, India.
Mereka berangkat dan menimba ilmu di sana dan sekembalinya ke
Indonesia, mereka kemudian mengajarkan apa yang diperolehnya pada
masyarakat Nusantara lainnya.

5. Teori Sudra oleh van Faber


Teori Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan
Hindu-Budha di Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau budak yang
bermigrasi ke wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan
ajaran agama mereka pada masyarakat pribumi hingga terjadilah
perkembangan yang signifikan terhadap arah kepercayaan mereka yang
awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya pada ajaran Hindu
dan Budha.
Dari kelima teori tersebut, teori Brahmana yang dikemukakan oleh Jc.Van
Leur dianggap sebagai teori terkuat karena ditunjang oleh bukti-bukti
yang nyata.
IV. Latihan Soal dan Penyelesaiannya

1. Jelaskan bahwa teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang


dikemukakan para ahli sejarah umumnya terbagi menjadi 2 pendapat!
Jawab:
Pendapat pertama menyebutkan bahwa dalam proses masuknya
kedua agama ini, bangsa Indonesia hanya berperan pasif. Bangsa
Indonesia dianggap hanya sekedar menerima budaya dan agama dari
India. Ada 3 teori yang menyokong pendapat ini yaitu teori
Brahmana, teori Waisya, dan teori Ksatria.
Pendapat kedua menyebutkan bahwa bangsa Indonesia juga bersifat
aktif dalam proses penerimaan agama dan kebudayaan Hindu-Budha.
Dua teori yang menyokong pendapat ini adalah teori Arus Balik dan
teori Sudra.

2. Jelaskan bahwa teori masuknya Hindu-Budha ke Indonesia karena


peran serta golongan Brahmana juga didukung oleh kebiasaan ajaran
Hindu!
Jawab:
Ajaran Hindu yang utuh dan benar hanya boleh dipahami oleh para
Brahmana. Pada masa itu, hanya orang-orang golongan Brahmana-
lah yang dianggap berhak menyebarkan ajaran Hindu. Para Brahmana
diundang ke Nusantara oleh para kepala suku untuk menyebarkan
ajarannya pada masyarakatnya yang masih memiliki kepercayaan
animisme dan dinamisme

3. Jelaskan bahwa dalam teori Waisya, para pedagang India dianggap


telah memperkenalkan kebudayaan Hindu dan Budha pada
masyarakat lokal ketika mereka melakukan aktivitas perdagangan!
Jawab:
Pelayaran pada saat itu sangat bergantung pada musim angin, maka
dalam beberapa waktu mereka akan menetap di kepulauan Nusantara
hingga angin laut yang akan membawa mereka kembali ke India
berhembus. Selama menetap, para pedagang India ini juga melakukan
dakwahnya pada masyarakat lokal Indonesia.

4. Jelaskan bahwa sejarah penyebaran Hindu-Budha di kepulauan


Nusantara tidak bisa dilepaskan dari sejarah kebudayaan India!
Jawab:
Pada awal abad ke 2 Masehi, kerajaan-kerajaan di India mengalami
keruntuhan karena perebutan kekuasaan. Penguasa-penguasa dari
golongan ksatria di kerajaan-kerajaan yang kalah perang pada masa
itu melarikan diri ke Nusantara. Di Indonesia mereka kemudian
mendirikan koloni dan kerajaan-kerajaan barunya yang bercorak
Hindu dan Budha. Dalam perkembangannya, mereka pun kemudian
menyebarkan ajaran dan kebudayaan kedua agama tersebut pada
masyarakat lokal di Nusantara.

5. Jelaskan bahwa penyebaran Hindu Budha di Indonesia terjadi karena


peran aktif masyarakat Indonesia di masa silam!
Jawab:
Menurut Bosch, pengenalan Hindu-Budha pertama kali memang
dibawa oleh orang-orang India. Mereka menyebarkan ajaran ini pada
segelintir orang, hingga pada akhirnya orang-orang tersebut tertarik
untuk mempelajari kedua agama ini secara langsung dari negeri
asalnya, India. Mereka berangkat dan menimba ilmu di sana dan
sekembalinya ke Indonesia, mereka kemudian mengajarkan apa yang
diperolehnya pada masyarakat Nusantara lainnya.

V. Soal Latihan dan Pengayaan

Soal Uraian:

1. Tunjukkan berbagai aspek kehidupan dari adanya pengaruh


masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia pada
masa lampau!
2. Tunjukkan perbedaan dua pendapat tentang teori masuknya Hindu
Budha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli sejarah!
3. Buatlah analisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Brahmana!
4. Buatlah analisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Ksatria!
5. Buatlah analisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Waisya!
6. Buatlah analisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Arus Balik!
7. Buatlah analisis masuknya Hindu Budha ke Indonesia
berdasarkan teori Sudra!

Soal Pilihan Ganda:

1. Kebudayaan Hindu-Budha dapat masuk ke Indonesia dikarenakan


adanya perkawinan antara pedagang dengan wanita di Indonesia.
Hal tersebut dikemukakan sebagai salah satu teori masuknya
agama Hindu di Indonesia, teori yang dimaksud tersebut adalah....
A. teori Sudra
B. teori Waisya
C. teori Brahmana
D. teori Arus Balik
E. teori Ksatria

2. Masuknya agama Hindu di Indonesia telah membawa banyak


pengaruh diantaranya pada susunan masyarakat Indonesia. Salah
satunya berkaitan dengan kemasyarakatan. Pengaruh tersebut
adalah....
A. Masyarakat dibedaskan berdasarkan kasta
B. Mulai dikenalnya sistem gotong royong
C. Masyarakat dibedakan berdasarkan profesi
D. Masyarakat dipimpin oleh sunan
E. Sistem pemerintahan menjadi ketat

3. Pengaruh Hindu di Indonesia pertama kali diketahui dari....


A. Kerajaan Sriwijaya
B. Kerajaan Kutai
C. Kerajaan Melayu
D. Kerajaan Tarumanegara
E. Kerajaan Mataram Kuno

4. Pada saat Gajah Mada diangkat menjadi patih Mangkubumi


Majapahit, ia telah mengucapkan sumpah yaitu....
A. Sumpah Majapahit
B. Sumpah Mangkubumi
C. Sumpah Pemuda
D. Sumpah Tan Amukti Palapa
E. Sumpah Patih Majapahit

5. Seorang pendeta Budha yang terkenal dari kerajaan Sriwijaya


adalah...
A. Sakyakirti
B. Dharmawangsa
C. Dharmasetu
D. Balaputra Dewa
E. Jayabaya
6. Peristiwa yang menyebabkan retaknya hubungan antara majapahit
dan pajajaran adalah...
A. perang Paregreg
B. pemberontakan Nambi
C. pemberontakan Ranggawale
D. perang Bubat
E. datangnya utusan dari Cina

7. Kerajaan Islam tertua di Indonesia adalah...


A. Kerajaan Aceh
B. Kerajaan Demak
C. Kerajaan Pajang
D. kerajaan Mataram Islam
E. Kerajaan Samudera Pasai

8. Di bawah ini yang bukan merupakan bukti-bukti awal masuknya


Islam di Indonesia, adalah....
A. Berita dari pedagang Persia
B. Berita dari Mah Huan, musafir Cina
C. Adanya makam Sultan Malik Al Saleh
D. Berita dari Ibnu Batutah

9. Pola bangunan menjadi tradisional menampakkan adanya


toleransi dan perpaduan antara unsur-unsur asli budaya lokal
Indonesia, Hindu Budha dan Islam yaitu....
A. Atap masjid berwujud kubah
B. Beratap susun tiga atau lima
C. Berbentuk rumah panggung
D. Selalu ada bangunan menara yang menjulang tinggi
E. Serambi masjid bertingkat

10. Bangunan masjid, keraton, dan kuburan di Indonesia umumnya


memperlihatkan hasil perwujudan akulturasi dengan kebudayaan
asli Indonesia pada zaman megalitikum, yaitu....
A. kubur peti batu
B. menhir
C. punden berundak
D. dolmen
E. sarkofagus

11. Persebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia


diduga untuk pertama kalinya berlangsung di kalangan ....
A. pedesaan
B. rakyat biasa
C. petani
D. nelayan
E. kerajaan

12. Hubungan dagang antara India dan Indonesia lebih dahulu


berkembang dibanding hubungan perdagangan antara Indonesia
dan Cina. Pernyataan menurut ....
A. Van Leur dan Wolters
B. N.J. Krom Dan F.D. Bosch
C. Van Leur dan Majumdar
D. Nehru dan N.J. Krom
E. Nehru dan Wolters

13. Teori Sudra tentang proses masuknya Hindu ke Indonesia


memiliki kelemahan, yaitu ...
A. Tidak ada bukti pendukung teori tersebut
B. Kaum sudra orang yang sangat miskin
C. Tidak ada kitab yang menyebutnya
D. Indonesia terlalu jauh untuk dijangkau
E. Sulitnya komunikasi dalam bahasa sansekerta

.
14. Proses masuk dan berkembangnya pengaruh kebudayaan dan
agama Hindu ke Indonesia disebut ....
A. akulturasi
B. amalgamansi
C. Hinduisme
D. Indiaisme
E. asimilasi

15. Perpaduan kebudayaan antara bangsa Arya dan kebudayaan asli


India menghasilkan kebudayaan baru yang disebut kebudayaan ....
A. India baru
B. Arya
C. Shindu
D. Hindu
E. Hindi

16. Agama Hindu merupakan sinkretisme budaya ...


A. Dravida-Melayu
B. Arya-Kaukasus
C. Dravida-Mongolia
D. Arya-Dravida
E. Arya-Negroid
.
17. Teori Brahmana dipakai sebagai analisis penyebar kebudayaan
India ke Indonesia disampaikan oleh ....
A. Majumdar
B. Dubois
C. Van Leur
D. Sartono
E. N.J. Krom

18. Kitab yang berisikan tentang rumusan upacara kurban dewa dan
berisi mengenai doa-doa dalam bentuk puisi dan prosa adalah ....
A. Regweda
B. Yayurwedha
C. Samawedha
D. Tripitaka
E. Weda

19. Hipotesa yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke


Indonesia dibawa oleh para prajurit adalah penjelasan teori ....
A. Brahmana
B. Arus balik
C. Ksatria
D. Sudra
E. Waisya

20. Agama Hindu berkembang sejak ....


A. 1000 SM
B. 1500 SM
C. 2000 SM
D. 2500 SM
E. 3000 SM

VI. Glossary

ISTILAH KETERANGAN
Animisme berasal dari bahasa latin yaitu anima yang
berarti Roh, kepercayaan animisme adalah suatu
kepercayaan bahwa segala sesuatu yang ada dibumi baik
itu hidup ataupun mati mempunyai roh.
Animisme Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap
benda di bumi ini (seperti kawasan tertentu, gunung,
laut, sungai, gua, pohon dan batu besar) memiliki jiwa
yang harus dihormati agar tidak mengganggu manusia,
Tetapi malah membantu kehidupan mereka
Dinamisme berasal dari bahasa yunani dunamos yang
mempunyai arti kekuatan atau daya. Kepercayaan
dinamisme adalah kepercayaan yang menyakini bahwa
semua benda-benda yang ada di dunia ini baik hidup atau
mati mempunyai daya dan kekuatan ghaib. Benda-benda
Dinamisme
tersebut dipercaya dapat memberi pengaruh baik dan
pengaruh buruk bagi manusia.
Benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan
contohnya : Benda pusaka, tombak, keris, gamelan dan
lambang kerajaan
Aksara Pallawa atau kadangkala ditulis
sebagai Pallava adalah sebuah aksara yang berasal
dari India bagian selatan. Aksara ini sangat penting untuk
sejarah di Indonesia karena aksara ini merupakan aksara
dari mana aksara-aksara Nusantara diturunkan.
Di Nusantara bukti terawal adalah Prasasti
Mulawarman di Kutai, Kalimantan Timur yang berasal
Pallawa dari abad ke-5 Masehi. Bukti tulisan terawal yang ada
di Jawa Barat dan sekaligus pulau Jawa, yaitu Prasasti
Tarumanagara yang berasal dari pertengahan abad ke-5,
juga ditulis menggunakan aksara Pallawa.
Nama aksara ini berasal dari Dinasti Pallava yang pernah
berkuasa di selatan India antara abad ke-4 sampai abad
ke-9Masehi. Dinasti Pallava adalah sebuah dinasti yang
memeluk aliran Jainisme
Bahasa Sanskerta (ejaan tidak baku: Sansekerta) adalah
salah satu bahasa Indo-Eropa paling tua yang masih
dikenal dan sejarahnya termasuk yang terpanjang.
Sanskerta
Bahasa Sanskertaberkembang menjadi banyak bahasa-
bahasa modern di anakbenua India. Bahasa ini muncul
dalam bentuk pra-klasik sebagai bahasa Weda

VII. Daftar Pustaka

1. Habib Mustopo M, dkk, Sejarah Indonesia SMA X, Jakarta,


Yudhistira, 2016
2. Matroji, Sejarah Indonesia SMA X, Jakarta, Bumi Aksara, 2017
3. Purwanto, dkk., Sejarah Indonesia X, PT. Bekasi, Galaxi Puspa
Mega, 2017
4. Tim Kreatif, Sejarah Indonesia X, Jakarta, Bumi Aksara, 2016