Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Makalah ini berjudul “Kurikulum Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat)”. Makalah
ini disusun agar dapat bermanfaat sebagai media sumber informasi dan
pengetahuan.
Ucapan terima kasih kepada Dosen Mata Pendidikan Dan Pelatihan, teman-
teman dan semua pihak yang telah terlibat dan memberikan bantuan dalam bentuk
moril maupun materil dalam proses penyusunan makalah ini, sehingga dapat
selesai tepat pada waktunya.
Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat dibutuhkan.Semoga makalah ini
dapat bermanfaat dan berguna serta bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Banda Aceh, Maret 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii


DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................. 1
C. Tujuan Penulisan ................................................................ 2
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Pengertian ........................................................................... 3
B. Komponen-Komponen Kurikulum .................................... 4
C. Fungsi Kurikulum .............................................................. 7
D. Tujuan Kurikulum .............................................................. 8
E. Langkah-Langkah Dalam Penyusunan Kurikulum
(Diklat) ............................................................................... 9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Peningkatan kualitas, efektifitas dan efisiensi tidak hanya tergantung pada


teknologi mesin-mesin modern, modal yang cukup dan adanya bahan baku yang
bermutu saja. Namun semua faktor tersebut tidak akan terjadi apa-apa tanpa
adanya dukungan dari sumber daya manusia yang baik dan bisa mengembangkan
kemampuan dan keahlian mereka serta dapat menunjukkannya dalam peningkatan
grafik produktivitas kerja.
Menguraikan sumber daya manusia, tidak lepas dari manajemen sumber
daya manusia itu sendiri. Manajemen sumber daya manusia merupakan aktivitas-
aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan agar sumber daya manusia di
dalam organisasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Salah satu hal yang
kongkrit untuk mendorong peningkatan produktivitas sumber daya manusia
adalah pendidikan dan pelatihan agar mampu mengemban tugas dan pekerjaan
dengan sebaik mungkin.
Pekerjaan yang dilakukan dengan tingkat pendidikan dan pelatihan yang
sesuai dengan isi kerja akan mendorong kemajuan setiap usaha yang pada
gilirannya akan juga meningkatkan pendapatan, baik pendapatan perorangan,
kelompok maupun pendapatan nasional. Dengan program pelatihan yang efektif
dan efisien, maka kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan
pendidikan non formal yang dimiliki karyawan akan turut meningkatkan
kemampuan dan pengusaha akan pekerjaannya yang pada akhirnya berdampak
pada produktivitas kerja yang baik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) ?
2. Apa Saja Komponen-Komponen Kurikulum ?
3. Apa Fungsi Dari Kurikulum ?
4. Apa Tujuan Dari Kurikulum ?

1
5. Bagaimana Langkah-Langkah Dalam Penyusunan Kurikulum
Pendidikan Dan Latihan (Diklat) ?

C. Tujuan Penulisan

1. Kita Dapat Mengetahui Apa Yang Di Maksud Dari Kurikulum


Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat).
2. Kita Dapat Mengetahui Apa Saja Komponen Yang Terdapat Dalam
Kurikulum Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat).
3. Kita Dapat Mengetahui Fungsi Dari Kurikulum Pendidikan Dan
Pelatihan (Diklat).
4. Kita Dapat Mengetahui Tujuan Dari Kurikulum Pendidikan Dan
Pelatihan (Diklat).
5. Kita Dapat Mengetahui Bagaimana Langkah-Langkah Kurikulum
Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat).

2
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Pengertian

Secara etimologi atau asal katanya kurikulum berasal dari bahasa Latin
“currere”, artinya “lari”. Kemudian istilah tersebut digunakan untuk
sejumlah “courses” atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai
suatu gelar atau ijazah.

Pengertian kurikulum berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2003,


kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.

Kurikulum adalah sejumlah mata ajar yang harus ditempuh dan dipelajarai
oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan (Hamalik, 2003). Menurut
Nasution (1999) kurikulum adalah segala usaha sekolah untuk mempengaruhi
anak belajar apakah dalam ruangan kelas, di halaman sekolah ataupun di luar
sekolah termasuk kurikulum. Kurikulum harus dapat mengantisipasi perubahan
tersebut, sebab pendidikan adalah cara yang dianggap paling strategis untuk
mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Kurikulum
dapat (paling tidak sedikit) meramalkan hasil pendidikan/pengajaran yang
diharapkan karena ia menunjukkan apa yang harus dipelajari dan kegiatan apa
yang harus dialami oleh peserta didik. Hasil pendidikan kadang-kadang tidak
dapat diketahui dengan segera atau setelah peserta didik menyelesaikan suatu
program pendidikan.

Pengertian definisi tersebut di atas memiliki unsur (1) seperangkat rencana,


artinya bahwa di dalamnya berisi berbagai rencana yang berhubungan dengan
proses pembelajaran, karena baru sebatas rencana maka segala sesuatu yang
direncanakan dapat berubah, sesuai dengan situasi dan kondisi (fleksibel); (2)
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran; (3) pengaturan cara yang

3
digunakan atau cara mengajar yang dipergunakan. Terdapat berbagai macam cara
misalnya ceramah, diskusi, demontrasi, inquiry, membuat laporan portopolio.
Disarankan dalam pelaksanaannya proses pembelajaran hendaknya para
widyaiswara menggunakan pendekatan student centered bukan teacher centered,
yang bersifat heuristik (dengan diolah) bukan bersifat ekspositorik (yang
dijelaskan).

Unsur-unsur dari pengertian kurikulum selanjutnya adalah (4) sebagai


pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Penyelenggara kegiatan
belajar mengajar terdiri atas tenaga kependidikan, yaitu anggota
masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggaran pendidikan dan
pelatihan, sedang tenaga pendidik, yaitu anggota masyarakat yang bertugas
membimbing dan melatih peserta diklat; dan (5) mencapai tujuan tertentu.
Pendidikan dan pelatihan ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu
meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap sesuai
dengan jenis dan jenjang diklat.

Kurikulum pada tiap mata diklat adalah kurikulum operasional yang disusun
oleh dan dilaksanakan di masing-masing diklat. Mata diklat dikembangkan oleh
widyaiswara berpedoman pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar
Isi, serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh pejabat yang
berwenang.

Mata diklat disusun dengan berpedoman pada SKL dan SI tersebut serta
dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang
selanjutnya dijadikan acuan dalam penyelenggaraan program pembelajaran baik
di pusdiklat maupun di balai diklat sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan
kurikulum.

B. Komponen-Komponen Kurikulum

Kurikulum sebagai sebuah sistem, memiliki komponen-komponen yang


saling berkaitan antara komponen yang satu dengan komponen lainnya. Menurut

4
H.H. Giles et al, dalam Khaerudin (2005), komponen kurikulum meliputi :
Tujuan, materi/isi/bahan, metode dan organisasi, serta evaluasi.

Komponen tujuan merupakan komponen yang pertama dan utama dalam


pengembangan kurikulum, karena ia akan menjadi acuan bagi komponen
kurikulum lainnya, sehingga ia akan dijadikan fokus dan mewarnai komponen
bahan, metode dan evaluasi. Sedangkan secara spesifik menurut Khaerudin
(2005), yang dimaksud dengan bahan kurikulum adalah segala sesuatu yang
diberikan kepada peserta diklat dalam kegiatan belajar mengajar.

Isi dari kegiatan tersebut adalah isi dari kurikulum. Isi atau bahan tersebut
tersusun berbagai program pendidikan berdasarkan jenis dan program diklat,
kemudian dikemas dalam berbagai bidang diklat yang kemudian dijabarkan dalam
pokok dan sub pokok bahasan, yang secara lebih rinci disusun dalam bentuk
bahan pengajaran dalam berbagai bentuknya.

Komponen metode dan organisasi, secara spesifik berkaitan dengan strategi


pembelajaran. Dalam konteks ini komponen metode dan organisasi dalam sistem
kurikulum adalah membahas, siapa melakukan apa, dengan cara apa,
menggunakan apa, bagaimana dan kapan melakukannya.

Komponen evaluasi sebagai subsistem dari sistem kurikulum, memiliki


fungsi sebagai alat kontrol untuk melihat apakah tujuan kurikulum telah dikuasai
peserta diklat. Oleh karena itu komponen evaluasi harus mengacu pada
kemampuan-kemampuan yang dirumuskan dalam tujuan. Hasil dari evaluasi
dapat dijadikan umpan balik bagi komponen-komponen lainnya, seperti materi,
metode, bahkan evaluasi itu sendiri. Tahapan dalam pengembangan kurikulum
menurut Khaerudin (2005), meliputi : Analisis kebutuhan/analisis tugas,
perumusan tujuan, pemilihan dan pengembangan materi/bahan ajar, pemilihan dan
pengorganisasian pengalaman belajar/strategi dan pengembangan alat evaluasi.

Dalam pedoman penyusunan kurikulum diklat yang disusun oleh


Kementerian Kesehatan RI, disebutkan beberapa komponen kurikulum, antara
lain :

5
1. Latar belakang. Pada bagian ini dijelaskan tentang alasan atau lataar
belakang perlunya diadakan diklat.
2. Filosofi. Filosofi merupakan bagian dimana kurikulum
memperhatikan hak-hak peserta.
3. Kompetensi. Bagian kompetensi adalah bagian dimana dijelaskan
kompetensi-kompetensi yang akan disampaikan dalam diklat tersebut
4. Tujuan. Tujuan diklat adalah tujuan kompetensi diklat yang ingin dicapai
oleh peserta setelah menjalani diklat.
5. Jumlah dan kriteria peserta. Pada bagian ini ditetapkan jumlah peserta
yang akn mengikuti diklat dan kriteria peserta peserta diklat. Misalnya
diklat ini dirancang untuk 30 peserta dengan peserta dari guru mata
pelajaran bahasa Inggris SMA.
6. Struktur program yang berisikan materi dan alokasi waktu. Dalam
komponen ini dijelaskan secara rinci tentang materi yang akan
disampaikan pada peserta diklat, atau seringkali disebut mata diklat
beserta alokasi waktunya.
7. Diagram alur pembelajaran mulai dari pembukaan sampai dengan
penutupan.
8. Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) yang terdiri dari materi
pembelajaran, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, pokok bahasan dan sub
pokok bahasan, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan alat bantu
serta referensi.
9. Evaluasi. Evaluasi dilaksanakan untuk mengukur keberhasilan dan
pencapaian tujuan pelatihan yang telah ditetapkan.
10. Sertifikasi. Sertifikasi adalah komponen kurikulum diklat yang
menjelaskan persyaratan bagi peserta untuk memperoleh sertifikat.

Alat ukur yang paling mudah untuk mengukur keberhasilan suatu diklat
adalah ketika tujuan diklat tercapai. Di sisi lain terdapat beberapa hal yang dapat
didijadikan ukuran tentang berhasil tidaknya suatu diklat. Berikut adalah beberapa

6
hal yang dapat digunakan untuk mengukur efektifitas dari suatu pendidikan dan
pelatihan :

1. Isi pendidikan dan pelatihan, yaitu apakah isi program pendidikan dan
pelatihan relevan dan sejalan dengan kebutuhan, dan apakah diklat itu
up to date.
2. Metode pendidikan dan pelatihan, yaitu apakah metode pendidikan
dan pelatihan yang diberikan sesuai untuk subjek itu dan apakah
metode tersebut sesuai dengan gaya belajar peserta.
3. Sikap dan keterampilan instruktur, yaitu apakah instruktur mempunyai
sikap dan keterampilan yang dapat mendorong orang untuk belajar.
4. Lama waktu pendidikan dan pelatihan, yaitu berapa lama waktu
pemberian materi pokok yang harus dipelajari dan seberapa cepat
tempo penyampaian materi tersebut.
5. Fasilitas pendidikan dan latihan, yaitu apakah tempat penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan dapat dikendalikan oleh instruktur, apakah
relevan dengan jenis diklat dan apakah makanannya memuaskan
(Sofyandi, 2008).

C. Fungsi Kurikulum

Fungsi kurikulum berkaitan dengan komponen yang ada mengarah kepada


tujuan pendidikan dan pelatihan. Komponen tersebut (1) apakah seperangkat
rencana tersebut sesuai dengan tujuan yang akan dicapai ? (2) apakah komponen
materi yang tersusun dalam kurikulum itu sesuai dengan tujuan yang dicapai ? (3)
apakah metode (cara) yang dipilih berfungsi pula untuk mencapai tujuan yang
akan dicapai ? dan (4) apakah cara penyelenggara pendidikan dan pelatihan
berfungsi pula dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tujuan pendidikan
dan pelatihan ?

Fungsi kurikulum bagi pencapaian tujuan diklat/komponen diklat sebagai


alat atau usaha-usaha dalam mencapai tujuan diklat/kompetensi yang diingini oleh

7
lembaga diklat, sedangkan fungsi kurikulum bagi widyaiswara dapat dijadikan
pedoman dalam melaksanakan pembelajaran, baik dalam merumuskan tujuan,
menentukan bahan pelajaran, metode, dan media serta cara penilaian.

Fungsi kurikulum bagi widyaiswara sebelum mengajar, pertama-tama yang


perlu dipertanyakan adalah kurikulumnya. Setelah kurikulum diperoleh,
pertanyaan berikutnya adalah Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP),
setelah GBPP ditemukan, barulah widyaiswara mencari berbagai sumber bahan
yang relevan atau yang telah ditentukan.

Selanjutnya, fungsi kurikulum bagi lembaga diklat dijadikan sebagai alat


kontrol terhadap proses pendidikan dan pelatihan lanjutan, dan juga berguna bagi
penyiapan tenaga pendidikan dan pelatihan, sedangkan fungsi kurikulum bagi
peserta diklat sebagai organisasi belajar merupakan suatu persiapan bagi peserta
diklat. Peserta diharapkan mendapat sejumlah pengalaman belajar baru yang
kemudian hari diharapkan dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan
mereka, agar dapat memenuhi bekal dalam melaksanakan tugas dan jabatan yang
diembannya.

D. Tujuan Kurikulum

Setiap diklat pada hakekatnya merupakan suatu proses belajar-mengajar.


Oleh karenanya, dalam setiap diklat, dituntut adanya rumusan tujuan diklat yang
jelas. Tujuan tersebut pada hakekatnya merupakan rumusan penampilan atau
perilaku yang diharapkan oleh perancang diklat.

Setiap tujuan belajar yang dirumuskan berkaitan dengan tiga ranah, yaitu
kognitif, afektif, dan psikomotor. Ranah kognitif misalnya terdiri dari enam
kategori kemampuan yaitu mulai dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis,
sintesis dan evaluasi. Ranah afektif terdiri dari lima kategori mulai dari mau
menerima suatu nilai, merespon, menilai, mengenseptualisasi dan
menginternalisasi suatu nilai. Sedangkan ranah psikomotorik terdiri dari lima

8
kategori mulai dari meniru, mempraktekkan yang dibimbing, ketepatan,
menerapkan dan mengimprovisasi.

Untuk mencapai tujuan diklat, tergantung kepada bagaimana program


tersebut direncanakan, yaitu tingkat kemungkinan pencapaian tujuan diklat secara
efektif dan tingkat kemungkinan pelaksanaannya secara efektif dan efisien. Bagi
setiap perencana atau perancang diklat, tujuan utama dan terakhir suatu diklat
adalah perubahan sikap para peserta, yang bersifat perubahan laku (psikomotorik).
Sebagai contoh apabila suatu diklat Account Refresentative (AR), peserta harus
mengetahui aturan-aturan perpajakan, SOP/proses bisnis, pemeriksaan pajak,
keterampilan berkomunikasi dalam melayani stakeholders, dan pelaporan, tetapi
setelah diklat berakhir, dan berdasarkan hasil evaluasi belum mampu
melaksanakan hasil diklat, maka kesimpulan yang dapat ditarik dari keadaan ini
adalah adanya kecenderungan bahwa peserta diklat belum menunjukkan adanya
perubahan laku pada diri mereka, atau dengan kata lain diklat itu gagal mencapai
tujuannya.

E. Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Diklat

Untuk merancang suatu kurikulum dan menyajikannya dalam suatu sajian


tertentu, maka dianjurkan langkah-langkah berikut :

1. Perumusan Tujuan. Di dalam merumuskan tujuan, perlu diperhatikan apa


yang ingin didapat oleh peserta seusai proses. Dalam perumusan tujuan,
perlu diingat : Tujuan adalah pada diri peserta, tujuan berupa hasil belajar
perilaku tertentu (biasanya dinyatakan dengan infinitive/kata kerja
tertentu), objek dari tujuan itu (berupa materinya)

Berikut ini contoh perumusan tujuan yang baik :"Peserta memahami


konsep situasional leadership dan mampu memanfaatkannya dalam
kehidupan sehari-hari".Tujuan yang dirumuskan di dalam kurikulum
adalah tujuan umum yang tidak bisa langsung dilakukan pengamatan atau
pengukuran.

9
2. Perumusan Materi . Dalam menyusun materi perlu diperhatikan dua hal :
scope dan sequence-nya. Artinya materi dibatasi pada masalah tertentu dan
diurutkan sesuai jalan logiknya. Materi ini di samping dituliskan
strukturnya, perlu juga diberikan uraian singkatnya.
3. Perumusan Metode dan Strategi. Metode atau strategi yang dipilih
dirincikan. Untuk suatu tujuan atau materi tertentu bisa saja digunakan
beberapa metode, demikian juga sebaliknya.
4. Penentuan alat evaluasi yang diperlukan
5. Penyajian kurikulum tersebut dalam bentuk tertentu. Sebaiknya
menggunakan format kolom yang boleh dikatakan sebagai standar

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Kurikulum diklat merupakan salah satu komponen dari proses belajar


mengajar, dan berisi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kurikulum diklat
meupakan salah satu komponen dari proses belajar mengajar, dan berisi aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik. Peningkatan Potensi, kecerdasan, dan minat
sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Kurikulum
perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan
dengan tuntutan zaman.

Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain kemampuan


berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif. Kurikulum harus mampu menjawab
tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam
proses pembelajaran.

11
DAFTAR PUSTAKA

Arif, Zainudin. (1986). Pengembangan Program Latihan. Depdiknas

Dwi, Emi Puspitasari, dkk. 2011. Makalah “Eksistensi serta Variabel-Variabel

Belajar dan Pembelajar. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

(UNM).

Hamalik, O. 2003. Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara : Jakarta.

Nasution, 2003. Asas-Asas Kurikulum. Bumi Aksara : Jakarta.

Soetrisno, dan Bambang Sugema. 2006. Pengembangan Kurikulum Diklat.

LAN RI.

12