Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

AGAMA ISLAM KEMUHAMADIYAHAN VI

Tanggung Jawab Ilmuwan Muslim Dalam Berbangsa


dan Bernegara

Disusun Oleh :

1. Febri Seftiyan 20151330038

2. Ichwan Arif 2015133003

3. Feri Dwianto 20151330034

Jurusan Pendidikan Teknik Elektro


Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Surabaya
2017 - 2018
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-
Nya, dan tidak lupa kita mengirim salam dan salawat kepada baginda Nabi Besar
Muhammad SAW yang telah membawakan kita suatu ajaran yang benar yaitu agama
Islam.
Dalam mata kuliah “Al-Islam Kemuhammadiyahan” ini, kami mendapatkan
tugas untuk membuat makalah yang berjudul “Tanggung Jawab Ilmuwan Muslim
dalam Berbangsa dan Bernegara”.
Kami harap dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita
semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai tanggung jawab
ilmuwan dalam berbangsa dan bernegara, khususnya bagi penulis. Makalah ini memang
masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Surabya, 11 Oktober 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Allah SWT berfirman dalam QS. Al- Mudattsir ayat 38 yang artinya :
“Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya”.
Dari kontek ayat ini, kita mengetahui bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan
segala potensinya memiliki “tugas” untuk tunduk dan patuh terhadap hukum-hukum Allah
SWT dan suatu saat nanti pada saat yang ditentukan oleh Allah semua manusia akan
diminta pertanggung jawabannya sebagai bukti bahwa manusia sebagai pengemban
amanah Allah SWT.
Dalam melakukan misinya, manusia diberi petunjuk bahwa dalam hidup ada dua jalan
yaitu, jalan baik dan jalan yang buruk. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Balad ayat 10
yang artinya :
“ Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan ( kebaikan dan keburukan)”
Proses menerima petunjuk ini adalah bagaimana manusia mengembangkan kemampuan
potensi akal ( ratio ) nya dalam memahami “alam” yang telah diciptakan dan disediakan
oleh Allah SWT sebagai saran dan sumber belajar, kemudian ketika “ilmu” sudah dimiliki
diharapkan manusia dapat berkarya (beramal) dengan ilmunya untuk terus membina
hubungan vertical dan horizontal.
Manusia yang mau mengembangkan potensi akalnya dapat memanfaatkan pengetahuannya
tersebut untuk pencerahan dirinya dan memiliki tanggung jawab moral dan menyebarkan
kepada sesama, mereka biasa disebut ilmuwan, cendikiawan atau intelektual.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang di atas, penulis mengangkat masalah yaitu “Bagaimana
tanggung jawab berupa kedudukan dan kewajiban ilmuwan muslim dalam berbangsa dan
bernegara?”

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu sebagai tugas mata kuliah Al-Islam
Kemuhammadiyahan IV untuk mendeskripsikan tanggung jawab berupa kedudukan dan
kewajiban ilmuwan muslim dalam berbangsa dan bernegara.

D. Manfaat Penulisan
Makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca mengenai tanggung jawab
berupa kedudukan dan kewajiban ilmuwan muslim dalam berbangsa dan bernega
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmuwan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia hal. 325, Ilmuwan adalah :

 orang yang ahli,

 orang yang banyak pengetahuan mengetahui suatu ilmu,

 orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan

 orang yang bekerja dan mendalami ilmu pengetahuan dengan tekun dan

sungguh - sungguh.

Menurut Webster Dictionary, Ilmuwan ( Sciantist ) adalah seorang yang terlibat dalam

kegiatan sistematis untuk memperoleh pengetahuan ( ilmu ) Ensiklopedia Islam

mengartikan ilmuwan sebagai orang yang ahli dan banyak pengetahuannya dalam suatu

atau beberapa bidang ilmu.

Ilmuwan merupakan profesi, gelar atau capaian professional yang diberikan masyarakat

kepada seorang yang mengabdikan dirinya. Pada kegiatan penelitian ilmiah dalam

rangka mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang alam semesta,

termasuk fenomena fisika, matematis dan kehidupan social.

Istilah ilmuwan dipakai untuk menyebut aktifitas seseorang untuk menggali

permasalahan ilmuwan secara menyeluruh dan mengeluarkan gagasan dalam bentuk

ilmiah sebagai bukti hasil kerja mereka kepada dunia dan juga untuk berbagi hasil

penyelidikan tersebut kepada masyarakat awam, karena mereka merasa bahwa

tanggung jawab itu ada dipundaknya.


Ilmuwan memiliki beberapa ciri yang ditunjukkan oleh cara berfikir yang dianut

serta dalam perilaku seorang ilmuwan. Mereka memilih bidang keilmuan sebagai

profesi.

Untuk itu yang bersangkutan harus tunduk dibawah wibawa ilmu. Karena ilmu

merupakan alat yang paling mampu dalam mencari dan mengetahui kebenaran. Seorang

ilmuwan tampaknya tidak cukup hanya memiliki daya kritis tinggi atau pun pragmatis,

kejujuran, jiwa terbuka dan tekad besar dalam mencari atau menunjukkan kebenaran

pada akhirnya, netral, tetapi lebih dari semua itu ialah penghayatan terhadap etika serta

moral ilmu dimana manusia dan kehidupan itu harus menjadi pilihan juga sekaligus

junjungan utama.

Banyak yang mengartikan ilmuwan sama dengan intelektual, namun pada

dasarnya berbeda. Intelektual adalah pemikir-pemikir yang memiliki kemampuan

penganalisaan terhadap masalah tertentu.

B. Tanggung Jawab Ilmuwan

Tanggung jawab ilmuwan dalam pengembangan ilmu sekurang-kurangnya berdimensi

religious atau etis dan social. Pada intinya, dimensi religious atau etis seorang ilmuwan

hendaknya tidak melanggar kepatutan yang dituntut darinya berdasarkan etika umum

dan etika keilmuan yang ditekuninya. Sedangkan dimensi sosial pengembangan ilmu

mewajibkan ilmuwan berlaku jujur, mengakui keterbatasannya bahkan kegagalannya,

mengakui temuan orang lain, menjalani prosedur ilmiah tertentu yang sudah disepakati

dalam dunia keilmuan atau mengkomunikasikan hal baru dengan para sejawatnya atau

kajian pustaka yang sudah ada untuk mendapatkan konfirmasi, menjelaskan hasil-hasil

temuannya secara terbuka dan sebenar-benarnya sehingga dapat dimengerti orang lain
sebagaimana ia juga memperoleh bahan-bahan dari orang lain guna mendukung teori-

teori yang dikembangkannya. Karena tanggung jawab ilmuwan merupakan ikhtiar mulia

sehingga seorang ilmuwan tidak mudah tergoda, apalagi tergelincir untuk

menyalahgunakan ilmu.

“ Ilmu Pengetahuan tanpa Agama lumpuh


Agama tanpa Ilmu Pengetahuan Buta “

DR. Yususf Al-Qaradawi menjelaskan ada tujuh sisi tanggung jawab seorang ilmuwan

muslim, yaitu:

1. Bertanggung jawab dalam hal memelihara dan menjaga ilmu, agar ilmu

tetap ada (tidak hilang),

2. Bertanggung jawab dalam hal memperdalam dan meraih hakekatnya, agar

ilmu itu menjadi meningkat,

3. Bertanggung jawab dalam mengamalkannya, agar ilmu itu berbuah,

4. Bertanggung jawab dalam mengajarkannya kepada orang yang mencarinya,

agar ilmu itu menjadi bersih (terbayar zakatnya),

5. Bertanggung jawab dalam menyebarluaskan dan mempublikasikannya agar

manfaat ilmu itu semakin luas,

6. Bertanggung jawab dalam menyiapkan generasi yang akan mewarisi dan

memikulkan agar mata rantai ilmu tidak terputus, lalu, terutama, bahkan

pertama sekali

7. Bertanggung jawab dalam mengikhlaskan ilmunya untuk Allah SWT

semata, agar ilmu itu diterima oleh Allah SWT.

Kewajiban ilmuwan terhadap masyarakat


Ilmu merupakan hasil karya seseorang yang dikomunikasikan dan dikaji secara luas

oleh masyarakat. Jika hasil karyanya itu memenuhi syarat-syarat keilmuan, maka karya

ilmiah itu, akan menjadi ilmu pengetahuan dan digunakan oleh masyarakat luas. Maka

jelaslah jika ilmuwan memiliki tanggung jawab yang besar, bukan saja karena ia adalah

warga masyarakat, tetapi karena ia juga memiliki fungsi tertentu dalam masyarakat.

Fungsinya selaku ilmuwan, tidak hanya sebatas penelitian bidang keilmuan, tetapi juga

bertanggung jawab atas hasil penelitiannya agar dapat digunakan oleh masyarakat, serta

bertanggung jawab dalam mengawal hasil penelitiannya agar tidak disalah gunakan.

Selain itu pula, dalam masyarakat seringkali terdapat berbagai masalah yang

belum diketahui pemecahannya. Maka ilmuwan sebagai seorang yang terpandang,

dengan daya analisisnya diharapkan mampu mendapatkan pemecahan dari masalah

tersebut. Seorang ilmuwan dengan kemampuan berpikirnya mampu mempengaruhi

opini masyarakat terhadap suatu masalah. Ilmuwan mempunyai kewajiban sosial untuk

menyampaikan kepada masyarakat dalam bahasa yang mudah dicerna. Tanggung jawab

sosial seorang ilmuwan adalah memberikan perspektif yang benar: untung dan rugi,

baik dan buruknya, sehingga penyelesaian yang objektif dapat dimungkinkan.

Tanggung jawab sosial lainnya dari seorang ilmuwan adalah dalam bidang etika.

Dalam bidang etika ilmuwan harus memposisikan dirinya sebagai pemberi contoh.

Seorang ilmuwan haruslah bersifat obyektif, terbuka, menerima kritik dan pendapat

orang lain, kukuh dalam pendiriannya, dan berani mengakui kesalahannya. Semua sifat

ini beserta sifat-sifat lainnya, merupakan implikasi etis dari berbagai proses penemuan

ilmiah. Seorang ilmuwan pada hakikatnya adalah manusia yang biasa berpikir dengan
teratur dan teliti. Seorang ilmuwan tidak menolak atau menerima sesuatu secara begitu

saja tanpa pemikiran yang cermat. Disinilah kelebihan seorang ilmuwan dibandingkan

dengan cara berpikir orang awam. Kelebihan seorang ilmuwan dalam berpikir secara

teratur dan cermat inilah yang menyebabkan dia mempunyai tanggung jawab sosial. Dia

mesti berbicara kepada masyarakat sekiranya ia mengetahui bahwa berpikir mereka

keliru, dan apa yang membikin mereka keliru, dan yang lebih penting lagi harga apa

yang harus dibayar untuk kekeliruan itu.Sudah seharusnya pula terdapat dalam diri

seorang ilmuwan sebagai suri tauladan dalam masyarakat.

Dengan kemampuan pengetahuannya seorang ilmuwan harus dapat

mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seyogyanya mereka

sadari. Dalam hal ini, berbeda dengan menghadapi masyarakat, ilmuwan yang elitis dan

esoteric, dia harus berbicara dengan bahasa yang dapat dicerna oleh orang awam. Untuk

itu ilmuwan bukan saja mengandalkan pengetahuannya dan daya analisisnya namun

juga integritas kepribadiannya.

Dibidang etika tanggungjawab sosial seseorang ilmuwan bukan lagi memberi

informasi namun memberi contoh. Dia harus tampil didepan bagaimana caranya

bersifat obyektif, terbuka, menerima kritikan, menerima pendapat orang lain, kukuh

dalam pendirian yang dianggap benar dan berani mengakui kesalahan. Tugas seorang

ilmuwan harus menjelaskan hasil penelitiannya sejernih mungkin atas dasar rasionalitas

dan metodologis yang tepat.

Kewajiban ilmuwan terhadap umat


Sebagai seorang yang bekerja dan mendalami ilmu pengetahuan dengan tekun

dan sungguh-sunggu, seorang ilmuwan memiliki tanggung jawab sebagai penyeru ke

jalan Allah SWT dan petunjuk ke jalan yang benar (amar ma’ruf nahi mungkar).

Allah berfiraman dalam QS. Al-Ahzab : 46 yang artinya:

“Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi

cahaya yang menerangi”

Kewajiban ilmuwan terhadap bangsa

Kewajiban ilmuwan terhadap bangsa yaitu sebagai khalifah Allah SWT di bumi.

Karena sebagai hamba yang dipercayai oleh Allah SWT, maka seorang ilmuwan harus

bertanggung jawab atas amanat yang dipikulnya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang ilmuwan muslim mempunyai

tanggung jawab, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas ilmu yang dimilikinya.

Rasulullah SAW bersabda:

ُ ‫ « ََل ت َُزو ُل قَدَ َما َع ْب ٍد يَ ْو َم ال ِقيَا َم ِة َحتهى يُ ْسأ َ َل َع ْن‬:‫سله َم‬


‫ع ُم ِر ِه فِي َما‬ ‫صلهى ه‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ ُ ‫ قَا َل َر‬:َ‫ قَال‬،ِ‫َع ْن أَبِي بَ ْرزَ ة َ األ َ ْسلَ ِمي‬
‫سو ُل ه‬
َ ِ‫َّللا‬

‫ َهذَا‬: ‫ وقال‬،‫يم أَ ْب ََل ُه» (رواه الترمذي‬


َ ‫ َو َع ْن ِجس ِْم ِه ِف‬،ُ‫يم أ َ ْنفَقَه‬ َ ‫ َو َع ْن ِع ْل ِم ِه ِف‬،ُ‫أَ ْفنَاه‬
َ َ ‫ َو َع ْن َما ِل ِه ِم ْن أَيْنَ ا ْكت‬،َ‫يم فَ َعل‬
َ ‫س َبهُ َو ِف‬

َ ‫س ٌن‬
)]2417[ ‫ص ِحي ٌح‬ ٌ ‫َحد‬
َ ‫ِيث َح‬

Dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak bergeser

kedua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ia ditanya tentang

umurnya; dalam hal apa ia menghabiskannya, tentang ilmunya; dalam hal apa ia

berbuat, tentang hartanya; dari mana ia mendapatkannya dan dalam hal apa ia
membelanjakannya, dan tentang pisiknya; dalam hal apa ia mempergunakannya”. (HR

At-Tirmidzi, dan ia berkata: “Ini hadits hasan shahih”, hadits no. 2417).

Kontribusi bagi kemajuan bangsa

Aspek-aspek yang membawa kemajuan bangsa sangatlah banyak diantaranya :


a. Aspek Idiologi

 Memelihara keyakinan dan kebudayaan bangsa

 Berupaya membangun jaringan-jaringan yang kuat untuk memfilter budaya

yang masuk akibat globalisasi

 Memberikan pemahaman

b. Aspek politik

Kompleksitas masyarakat dan kepentingan-kepentingannya menuntut adanya

pemikiran-pemikiran untuk membina dan membangun masyarakat agar tidak

terjadi instabilitasi politik sehingga dalam bernegara para ilmuwan dapat

memberikan solusi terhadap problem-problem yang terjadi.

c. Aspek ekonomi

Idealnya bagi bangsa yang maju adalah adanya pembelajaran di sektor ekonomi

yang adil dan merata karena keberhasilan ekonomi akan meningkatkan taraf

hidup bangsa. Maka para ilmuwan merencanakan pertumbuhan ekonomi

dengan cermat dan dapat memberikan solusi agar pertumbuhan tersebut

berkesinambungan serta tercipta kesetiakawanan agar terhindar dari

kecemburuan.
A. Tokoh Ilmuwan Muslim

NO NAMA NAMA LATIN KARYANYA DAN TERJEMAHAN


Abu Abas Alfarghani
 1 Alfraganus Pengantar Kepada Ilmu Bintang
Abu Ali Al Haitsam
 2 Alchazen Kamus Optika
Jabir Ibn Hayyan
 3 Geber Ilmu Kimia
Ali ibn Isa
 4 Jeru Haly Catatan Bagi Dokter Mata
Al Uqlidisi Ahli Matematika
 5
 6 Abbas Az-zahrawi Abulcasis Ilmu Bedah
 7 Dst.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan, begitupun seorang ilmuwan.
Seorang ilmuwan memiliki komitmen yang tinggi untuk membina dan membangun
masyarakat. Sebagian tanggung jawab moralnya terhadap keilmuan yang dimiliki serta
tanggung jawab perannya sebagai bagian dari masyarakat. Sebagai seorang yang
bekerja dan mendalami ilmu pengetahuan dengan tekun dan sungguh-sunggu, seorang
ilmuwan memiliki tanggung jawab sebagai penyeru ke jalan Allah SWT dan petunjuk
ke jalan yang benar (amar ma’ruf nahi mungkar). Kewajiban ilmuwan terhadap bangsa
yaitu sebagai khalifah Allah SWT di bumi. Karena sebagai hamba yang dipercayai oleh
Allah SWT, maka seorang ilmuwan harus bertanggung jawab atas amanat yang
dipikulnya.
B. Saran
Penulis berharap pembaca lebih mendalami lagi mengenai tanggung jawab ilmuwan
dalam berbangsa dan bernegara karena ilmuwan mempunyai peran yang penting dalam
membentuk opini dan moral masyarakat, umat, serta proses pembangunan bangsa
supaya maju dan bermartabat.
DAFTAR PUSTAKA

Winarto, Joko. 2011. Tugas dan Tanggung Jawab Ilmuan.

https://www.kompasiana.com/jokowinarto/tugas-dan-tanggung-

jawabilmuan_5500d5018133111918fa7e8b diakses tanggal 11 Oktober 2017.

Arif. 2011. Tanggung Jawab Ilmuan Terhadap Alam.

http://ariefsmartguy.blogspot.com/2011/01/tanggung-jawab-ilmuwan-terhadap-

alam.html diakses tanggal 11 Oktober 2017.

Marsyah. 2015. Ideologi Tugas dan Tanggung Jawab.

http://marsyahmuslimah.blogspot.com/2014/03/makalah-ideologi-tugas-dan-

tanggung.html diakses tanggal 11 Oktober 2017.