Anda di halaman 1dari 11

Latar Belakang

Objek wisata di Indonesia telah mulai dikembangkan secara luas. Objek wisata alam
di Indonesia terdiri atas wisata darat dan pegunungan, wisata sejarah serta wisata
laut dengan berbagai keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Pariwisata di
telah tumbuh dan berkembang lebih baik dan lebih pesat. Hal ini tidak lepas dari
peran serta masyarakat dalam pengembangan pariwisata.

Pengembangan pariwisata di arahkan untuk terwujudnya pemerataan pendapatan


dan pemerataan kesempatan berusaha. Meningkatkan sektor pariwisata akan
membuka lowongan pekerjaan dsn kesempatan usaha meningkatkan pendapatan
masyarakat dan pemerintah akan mendorong sektor yang terkait lebih berkembang.

Pariwisata tidak hanya menjual pandangan dan keindahan alam tetapi juga menjual
citra. Semakin baik tingkat pelayanan yang diberikan maka semakin baik pula
wisata dari waktu ke waktu tidak tetap. Berdasarkan data yang terdapat pada masa
lampau yang di analisis dengan menggunakan cara-cara tertentu dapat diketahui
ramalan jumlah pengunjung di masa yang akan datang.

Air Terjun Cibeureum

Wisata selanjutnya termasuk ke dalam wisata alam air bernama Air Terjun
Cibeureum. Lokasi ini memang punya jarak lumayan jauh. Akan tetapi sepanjang
perjalanan menuju air terjun, anda tak akan bosan karena di kiri kanan jalan akan
disuguhi pemandangan yang menawan ditambah dengan udara segar.

Sampai di lokasi, anda disambut oleh air terjun cukup besar dengan alam hijau
memukau. Di sini anda dapat bemain-main air, hati-hati kalau mau berenang, ya.
Dan anda pun bisa mengambil foto dengan latar belakang panorama alam air
terjun cantik. Dijamin anda akan betah berada di lokasi air terjun dan tubuh pun
akan fresh lagi.

.
Centella asiatica (L). Urb atau yang sering kita kenal dengan pegagan atau antanan
konon katanya dapat digunakan sebagai obat peningkat daya ingat. Tanaman ini
tumbuh liar di dekat sawah atau di dekat selokan-selokan. Pegagan dapat dimakan
secara langsung dapat juga untuk lalapan atau campuran pembuatan asinan.
Perbanyakan tanaman ini sangat mudah dilakukan yaitu melalui
stek akar.Selain tanaman pegagan ada juga Euchresta
horsfieldii (Lesch.) atau sering kita kenal dengan Ki Jiwo ini
termasuk ke dalam family Fabaceae. Euchresta horsfieldii atau
sering kita kenal dengan nama Ki Jiwo ini termasuk kedalam
keluarga Polong-polongan. Tanaman ini merupakan tanaman
perdu yang umumnya tumbuh di hutan sekunder dan lereng
gunung dengan ketinggian 1300-2000 m dpl. Tanaman ini
kebanyakan ditemukan di pegunungan Tengger dan cara perbanyakannya juga
mudah yaitu melalui biji dan stek batang. Ki Jiwo memiliki biji yang berbentuk
lonjong dan dipercaya dapat untuk mengobati batuk darah, aprodisiak, pelancar air
seni, mengurangi keputihan dan mengencangkan daerah kewanitaan serta
mempertahankan stamina.

Magnolia adalah salah satu marga tumbuhan berbunga yang dikenal luas karena bunganya
yang indah atau menyebarkan aroma yang harum. Anggotanya cukup besar, dan saat ini
tengah mengalami revisi. Petunjuk-petunjuk molekuler memperlihatkan bahwa marga-marga
seperti Talauma, Dugandiodendron, Manglietia, Michelia, Elmerrillia, Kmeria, Parakmeria, Pach
ylarnax, dan beberapa marga spesies tunggal layak dimasukkan ke dalam Magnolia s.l. (s.l.
= sensu lato: 'dalam arti luas'; sebagai lawan dari s.s. = sensu stricto: 'dalam arti sempit').
Marga Magnolia s.s. mencakup sekitar 120 jenis saja. Nama marga ini diambil
dari botaniwan Prancis, Pierre Magnol.

Marga Magnolia menunjukkan ciri-ciri evolusi primitif. Perhiasan bunganya tidak tersusun
dalam lingkaran berlapis, seperti kebanyakan bunga, tetapi tersusun secara spiral. Fosil-
fosilnya berumur sampai 20 juta tahun, sehingga diketahui bahwa Magnolia berevolusi lebih
awal daripada lebah. Bunganya tidak dirancang untuk diserbuki oleh lebah tetapi kumbang.

Persebaran jenis-jenis Magnolia tidak kontinu. Pusat keanekaragaman utamanya adalah


di Asia Tenggara dan Asia Timur. Pusat persebaran sekunder adalah di benua Amerika.
Beberapa jenis Magnolia dikenal sebagai tumbuhan penghias kebun dan pelengkap upacara
tradisional Nusantara, seperti cempaka dan kantil.
Berasal dari Brazilia. Tumbuh di tempat yang terbuka dengan udara yang cukup sejuk dan sinar
matahari cukup. Media yang cocok adalah tanah subur yang gembur dan memerlukan cukup air.
Klasifikasi tanaman Melati Kosta:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Solanales
Suku : Solanaceae
Marga : Brunfelsia
Jenis : Brunfelsia uniflora
Berasal dari Brazilia. Tumbuh di tempat yang terbuka dengan udara yang cukup sejuk dan sinar matahari
cukup. Media yang cocok adalah tanah subur yang gembur dan memerlukan cukup air.

Klasifikasi tanaman Melati Kosta:


Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Solanales
Suku : Solanaceae
Marga : Brunfelsia
Jenis : Brunfelsia uniflora
Melati costa harumnya lembut, tidak menusuk. Bunga ini disebut juga dengan bunga yesterday,
today and Tomorrow. Hal ini disebabkan karena warna bunganya yang berubah-ubah. Pada saat
kuncup biru keunguan, lalu menjadi biru, dan selanjutnya dalam dua hari menjadi putih
kebiruan. Bunga ini tidak rontok dalam tiga hari.
Manfaat Tanaman Melati Kosta
Sebagai penghasil wangi bunga yang menyengat, bunga-bunga yang indah, terutama putih dan
ungu dalam satu pohon, tanaman ini dapat ditemukan di daerah tropis, seperti Asia Tenggara,
Afrika, Amerika Selatan dan juga di subtropis seperti Indonesia, Filipina, Thailand, dll yang
kadang-kadang digunakan dalam parfum.
Brunfelsia Uniflora dilaporkan memiliki manfaat untuk pengobatan antara lain:
Untuk merangsang sistem limfatik
Sebagai pembersih darah
Melati costa harumnya lembut, tidak menusuk. Bunga ini disebut juga dengan bunga yesterday,
today and Tomorrow. Hal ini disebabkan karena warna bunganya yang berubah-ubah. Pada saat
kuncup biru keunguan, lalu menjadi biru, dan selanjutnya dalam dua hari menjadi putih
kebiruan. Bunga ini tidak rontok dalam tiga hari.
Manfaat Tanaman Melati Kosta
Sebagai penghasil wangi bunga yang menyengat, bunga-bunga yang indah, terutama putih dan
ungu dalam satu pohon, tanaman ini dapat ditemukan di daerah tropis, seperti Asia Tenggara,
Afrika, Amerika Selatan dan juga di subtropis seperti Indonesia, Filipina, Thailand, dll yang
kadang-kadang digunakan dalam parfum.
Brunfelsia Uniflora dilaporkan memiliki manfaat untuk pengobatan antara lain:
Untuk merangsang sistem limfatik
Sebagai pembersih darah
Anti-inflamasi
Untuk meningkatkan aliran menstruasi
Pemanfaatan daun dan akar tanaman melati kosta sebagai antiradang dan antibengkak
Peringatan
Untuk Penggunaan bunga melati kosta disarankan untuk merujuk ke spesialis herbal dalam
menggunakan tanaman ini sebagai resep obat herbal terutama sejak ada laporan bahwa
tanaman ini ternyata juga mengandung racun yang tinggi.
Anti-inflamasi
Untuk meningkatkan aliran menstruasi
Pemanfaatan daun dan akar tanaman melati kosta sebagai antiradang dan antibengkak
Peringatan
Untuk Penggunaan bunga melati kosta disarankan untuk merujuk ke spesialis herbal dalam
menggunakan tanaman ini sebagai resep obat herbal terutama sejak ada laporan bahwa
tanaman ini ternyata juga mengandung racun yang tinggi.

Aglaia ceramica merupakan tanaman endemik Maluku, Indonesia[1]. Ia merupakan


famili Meliaceae[2]. Tanaman tersebut sejenis manohi[3]. Tanaman tersebut telah
dimasukkan dalam IUCN Red List Vulnerable[1]. IUCN Red List Vulnerable sendiri
merupakan daftar status kelangkaan untuk spesies yang terancam kepunahan[4]
Tanaman Eucalyptus atau nama lokalnya Leda memiliki warna
yang unik dengan batang yang menarik sehingga disebut
“Rainbow Eucalyptus”. Eucalyptus merupakan tanaman yang
cepat tumbuh, terutama didaerah yang banyak air seperti
dipinggir sungai dan danau. Pohon Eucalyptus batangnya
tinggi dan lurus, orang dulu percaya bahwa kalau menanam
Eucalyptus berarti pasti dilokasi tersebut banyak air, karena
akar Eucalyptus mampu menyerap air dari daerah lain. Bentuk
daun eucalyptus oval dengan warna hijau, tumbuh disetiap
ranting. Daun Eucalyptus mengandung minyak astiri walaupun
hanya sedikit, tapi bisa diolah/disuling menjadi minyak kayu putih. Eucalyptus juga
memiliki bunga dengan warna putih bentuknya bergerombol. Sehingga bisa dirangkai
untuk hiasan. Eucalyptus dalam usia 5 tahun bisa dipanen dengan hasil kayu rata-
rata perpohon minimal 0,7 m3 atau diameter batang 30-35cm. Dalam 1 hektar bisa
menghasilkan kayu antara 430 s/d 440 m3. Batang eucalyptus lurus sehingga hasil
kayunya dapat dimanfaatkan dari akar sampai pucuk. Kayu eucalyptus dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bangunan seperti baku membuat pintu, kusen, kotak
kemasan, bubur kayu bahan kertas, dan haspel

Leda (Eucalyptus deglupta) dikelompokan kedalam famili Myrtaceae, distribusitropis,


dan sub tropis, tinggi pohon bisa mencapai 60 meter. Eucalyptus tumbuh baik pada
dataran rendah sampai tinggi (0-1800 m diatas permukaan laut), dengan curah hujan
2000 – 5000 mm per tahun. Pertumbuhan termasuk tanaman yang cepat tumbuh,
dalam tahun pertama bisa mencapai ketinggian lebih dari 3 meter. Pohon eucalyptus
memiliki batang yang licin, dengan warna Orange, hijau, abu-abu dan cokelat.
Tajuknya lurus ke atas seperti pohon cemara, daunnya bewarna hijau berbentuk
oval, apabila daunnya kita lukai tercium aroma minyak kayu putih. Bunga
berkelompok atau bergerombol berwarna putih (seperti bunga edeulewis). Tanamn
Eucalyptus biasanya berbunga pada bulan Maret – Juni.dan Oktober – Desember.
Pohon eucalyptus berbunga pada umur 3 tahun. Eucalyptus memiliki buah bulat
dengan ukuran kecil.

. Restorasi hutan merupakan suatu proses pengkondisian ekosistem ( meliputi


komponen tanah, vegetasi dan satwa liar) dalam upaya mencapai kondisi-kondisi
seperti sebelum ekosistem tersebut terganggu (rusak), baik dari segi struktur
vegetasi, komposisi jenis dan fungsi-fungsi habitatnya. Restorasi merupakan
bagian sangat krusial dalam konservasi untuk memaksimalkan nilai-nilai
keanekaragaman hayati dan fungsi-fungsi eksoistem. Delapan jenis tumbuhan
asli (native) digunakan dalam penelitan restorasi ini dengan cara mengkaji
parameter-parameter fotosintetiknya, meliputi kandungan klorofil total,
kandungan karbohidrat, kapasitas sekuestrasi CO2, bobot daun, jumlah daun,
luas daun, dan kadar air daun. Metode spektrofotometri digunakan untuk
menganalisis kandungan klorofil, metode Somogyi- Nelson dipakai untuk
menghitung kandungan karbohidrat, sedangkan leaf area meter digunkana untuk
menentukan luas daun. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis komponen
utama (Principal Compotanenet Analysis) menunjukkan bahwa masing-masing
jenis tumbuhan untuk restorasi ini (berumur dua tahun setelah tanam) memiliki
karakteristik-karakteristik fotosintetik yang berbeda. Dacrycarpus imbricatus
dan Syzygium lineatum memiliki kandungan karbohidrat dan kapasitas
mengabsorbsi CO2 paling tinggi. Slonea sigun, Alstonia scholaris, Manglietia
glauca, dan Castanopis argentea memiliki kandungan klorofil total lebih tinggi
daripada jenis-jenis lainnya, seangkan Altingia excelsa, M.glauca, A.scholaris
dan Schima wallichi mempunyai kandungan air yang lebih tinggi. A.scholaris,
M.glauca, dan S.sigun memiliki bobot daun lebih besar, sementara M.glauca
secara signifikan memiliki luas daun paling besar di antara jenis-jenis yang
diteliti. Kata kunci : Restorasi hutan, parameter fotosintesis, jenis local.
Taksonomi :
Kingdom : Plantae( Plantae)

Subkingdom : Tracheobiota ( Tumbuhan berpembuluh )

Super Divisi : Spermatophyta ( Tumbuhan berbiji )

Divisio : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )


Sub Divisio : Angiospermae ( Tumbuhan berbiji tertutup )

Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua / Dikotil )


Sub Kelas : Rosidae

Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Sub Family : Myrtoideae

Genus: Syzygium
Pada umumnya orang hanya mengenal tumbuhan pucuk merah sebagai tanaman hias
atau tanaman peneduh saja, tanpa mengenal bagaimana cara berbiaknya, bentuk
bunga maupun buahnya. Oleh karena itu disini akan dibahas tentang morfologinya,
taksonominya, cara reproduksinya , maupun cara perawatanya .
Syzygium oleana atau pucuk merah berkerabat dekat dengan tanaman jambu air,
salam, Juwet, jambu Darsono, klampok watu ( jambu batu) , dan masih banyak
lagi , karena diperkirakan terdapat sekitar 1.100 spesies dari genus Syzygium ini. Ciri
khas dari jenis tumbuhan ini jika daunnya diremas akan mengeluarkan aroma khas
sebagainya kandungan minyak atsiri yang terdapat pada berbagai jenis Syzygium.
Daun syzygium oleana atau pucuk merah berupa daun tunggal berbentuk lancet;
bertangkai sangat pendek hampir duduk ; tumbuh berhadapan; permukaan daun
bagian atas mengkilat; warna daun mengalami perubahan , ketika baru tumbuh ber
warna merah menyala, kemudian berubah menjadi coklat, lalu berubah lagi menjadi
warna hijau; ukuran dau panjang ± 6 cm dan lebar ± 2 cm ; pertulangan daunnya
menyirip.
Jamuju (Dacrycarpus imbricatus) di sebut juga Kayu Embun. Jamuju
yang merupakan tumbuhan dari famili Podocarpaceae ini merupakan
tanaman asli Indonesia. Di samping itu, Jamuju pun ditetapkan menjadi flora
identitas (maskot) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sayangnya Jamuju
yang banyak dimanfaatkan kayunya ini terdaftar dalam Daftar Merah
IUCN dengan status Least Concern.
Di Indonesia, Jamuju di sebut juga sebagai Kayu Embun (Sumatera), Jamuju,
Kipuiri, atau Kihaji (Jawa), Cidadap atau Cemara Bineh (Madura), dan
Tarupanda (Bali). Juga sebagai Kayu Awama (Sumba), Majangmekar
(Lombok), Oh-ru (Flores), dan Kayu Angin atau Kayu Parang (Sulawesi).
Sedangkan dalam bahasa Inggris tumbuhan asli Indonesia ini dinamai sebagai
Java Podocarpus atau Malayan Yellowwood.

Nama latin tumbuhan dari suku Podocarpaceae ini adalah Dacrycarpus


imbricatus (Blume) de Laub. Memiliki beberapa nama sinonim seperti
: Bracteocarpus imbricatus (Blume) A.V.Bobrov & Melikyan; Bracteocarpus
kawaii (Hayata) A.V.Bobrov & Melikyan; Nageia cupressina (R.Br. ex Benn.)
F.Muell.; Podocarpus cupressinus R.Br. ex Benn.; Podocarpus
imbricatus Blume; Podocarpus javanicus (Burm.f.) Merr.; Podocarpus
kawaii Hayata; dan Thuja javanica Burm.f.

Cinnamomum burmannii (cassia, cassia Indonesia, cassia padang) adalah salah satu
jenis kayu manis.[1] Spesies ini berasal dari Indonesia dan Asia Tenggara.[2] Umumnya,
tumbuhan ini digunakan sebagai rempah-rempah, tanaman hias, maupun
tanaman hutan.[2]Kulit kayu C. burmannii yang memiliki bau aromatik ini sehingga
digunakan sebagai bumbu (kayu manis), parfum, maupun obat.[2] PohonC. burmannii dapat
mencapai ketinggian 15 meter dan menghasilkan getah berwarna kuning muda atau
keputihan.[1] Budidaya C. burmannii dilakukan melalui biji ataupun stek.[1] Buah tua yang
berkulit tebal dan berbau harum akan ditanaman
sebagai pohon induk untuk reproduksi.[1] Tumbuhan ini diketahui rentan terhadap kutu
daun, penyakit akar busuk, dan juga penyakit bintik daun (leaf spot).[2]

Persea americana. Alpukat adalah salah satu tanaman penghasil buah meja dengan
nama buah yang sama. Tumbuhan yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah
ini, sekarang banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Buahnya yang legit dan kaya
akan asam folat sangat baik bagi ibu hamil yang menginginkan janin cerdas sejak
dalam kandungan. Tanaman buah tropis ini di Indonesia mulai masuk sejak tahun
1877 dibawa oleh Belanda dan pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor.

Nama latin alpukat adalah Persea americana.


Nama alpukat atau dalam bahasa Inggris disebut avocado sebenarnya berasal dari
bahasa Aztek, ahuacatl yang berarti pahit. Suku Aztek yang hidup di daerah Amerika
Tengah dan Meksiko memang tidak begitu menyukai buah ini. Ia menganggap buah
alpukat berasa pahit dan tidak cocok untuk lidah mereka.

Berdasarkan sistem klasifikasi mahluk hidup, tanaman alpukat yang bernama latin
Persea americana ini diklasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnolipilihanda
Ordo: Laurales
Famili: Lauraceae
Genus: Persea
Spesies: P. americana
Nama binomial: Persea Americana.
.

Saurauia Willd. merupakan tumbuhan pohon atau semak perenial yang dikenal dengan
nama lokal “Jelatang gajah” dan “Ketumbit” untuk S. nudiflora, “Lengadir” dan “Kelapong”
untuk S. trystila (Burkill, 1966). Sedangkan di Sumatera Barat (Minangkabau) secara umum
Saurauia dikenal dengan nama “Sibasah”. Tumbuhan ini mudah dikenali dengan karakteristik
cabang atau daun mudanya bersisik. Daun Saurauia banyak pada ujung cabang, pinggir
daun umumnya bergerigi. Bunga majemuk, dengan tipe terbatas (symosa) atau sub
paniculatus yang terdapat pada ketiak daun. Bunga umumnya biseksual, agak kecil, putih
atau pink, sepal imbricatus, petal lima, bersatu pada dasar, antera banyak, stylus banyak
bebas atau menyatu (conatus) (Ridley, 1925). Ditambahkan oleh Backer (1963), daun Saurauia
tersusun secara spiral, bentuk daun bervariasi. Bunga terdapat pada ketiak dari daun atau
dari bekas tempat melekat daun pada batang yang tua, kadang soliter, bakal buah superus,
tiga sampai lima ruang, bakal biji tidak terhingga pada setiap ruang, bebas atau menyatu
pada bagian bawah, stylus tiga sampai lima. Buah berbentuk beri atau kapsul, bijinya tidak
terhingga, tidak bersayap, endosperm berkeping, embrio lurus atau sedikit melengkung.
Tumbuhan ini biasa hidup pada daerah hutan, yang umumnya ditemukan pada daerah
dataran tinggi (Ridley, 1925). Kadang-kadang tumbuh juga sebagai rheofit, yang ditemukan
pada daerah berbatu sepanjang aliran sungai (Steenis, 1981). Nilai ekonomi dan pemanfaatan
tumbuhan ini tidak banyak dilaporkan. Beberapa pemanfaatan pernah dilaporkan oleh
Burkill (1966), bahwa S. roxburghii Willd. digunakan sebagai minyak rambut oleh wanita di
China dan di Malaya digunakan sebagai kayu bakar.

Tumbuhan
berpembuluh atau Trachaeophyta (dibaca: tra-ke-o-fi-
ta) adalah kelompok tumbuhan yang telah memiliki
sistem-sistem pembuluh yang jelas dan khas untuk
menyalurkan hara/nutrien dari tanah oleh akar ke
bagian tajuk (shoot) serta untuk menyalurkan
hasil fotosintesis dan metabolisme dari daun ke bagian-
bagian lain tubuhnya. Pembuluh ini memiliki tipe sel-sel
yang khusus untuk keperluan ini dan dapat dibedakan
dengan jelas secara anatomi. Tumbuhan berpembuluh
juga memiliki akar, batang, dan daun sejati, sehingga
termasuk ke dalam kormofita. Pengelompokan ini bersifat monofiletik.
Ke dalamnya termasuk semua tumbuhan masa kini yang biasa dikenal sebagai tumbuhan tingkat
tinggi , tumbuhan hijau daratan, atau Embryophyta, yaitu tumbuhan berbiji dan tumbuhan paku (arti
luas), namun tidak mencakup kelompok yang biasa dikenal sebagai tumbuhan
lumut (Anthocerophyta, Hepatophyta, dan Bryophyta).
Sistem pembuluh yang dikenal pada tumbuhan ini dikenal sebagai sistem pembuluh kayu (xylem) dan
sistem pembuluh tapis (phloem). Masing-masing sistem memiliki jaringan-jaringan dengan tipe sel
tertentu