Anda di halaman 1dari 5

TUGAS SWAMEDIKASI

“Luka Bakar Terpapar Cairan Panas”

Dosen Pengampu :
Dra. Kisrini, M.Si., Apt

Disusun oleh :
Kelompok C-2

Teti Insani K 1720343828


Theresia Nona Yeni 1720343829
Tri Puji Rahayu 1720343830
Tri Shintya Dewi 1720343831
Vivin Marwiyati Rohmana 1720343832
Wildan Firdaus 1720343833
Wilujeng Sulistyorini 1720343834
Yanti Anggraeni 1720343835
Yasri Lukita Ningtyas 1720343836
Yoga Andoyo Aji 1720343837

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
2017
Rina seorang mahasiswa datang ke apotek setia budi untuk membeli obat. Rina
mengeluhkan sakit pada tangannya karena tersiram air panas saat sedang memasak air,
tangannya terlihat melepuh dan terdapat cairan pada luka tersebut. Sampai saat ini belum
diberikan salep apapun pada tangannya yang luka terkena air panas. Rina meminta apoteker
untuk memberikan salep yang tepat untuk lukanya dan Rina juga mengatakan dia tidak memiliki
riwayat alergi apapun.

Sebagai seorang apoteker perlu melakukan swamedikasi terhadap keluhan Rina, yang
perlu dilakukan apoteker yaitu:

1. Menanyakan identitas pasien ( Nama, Umur, Alamat, dan Nomor HP yang bisa
dihubungi)
2. Apoteker menanyakan apakah gejala yang dirasakan setelah terkena air panas tersebut
3. Apakah sudah ada penanganan obat lebih dahulu sebelum datang ke apotek
4. Berapa lama selang waktu kejadian tersiram air panas
5. Memberikan obat yang sesuai
6. Memberikan KIE pada pasien

Apoteker menduga gejala luka bakar yang tersiram air panas awal mulanya memang
menyebabkan merah dan terasa nyeri pada tangannya, biasanya bisa sembuh dalam waktu 1
minggu. Terkadang luka bakar menimbulkan gelembung melepuh kondisi ini bisa terjadi karena
adanya lapisan kulit, otot dan lemak dan umumnya bisa sembuh dalam waktu 2 minggu bila
tanpa infeksi.

 Hal Hal Yang Pantang Dilakukan Saat Tersiram Air Panas


1. Hindari melumuri luka bekas tersiram dengan kecap, margarine, salep dll
Mereka yang terkena siraman air panas terkadang langsung melumuri kulit dengan kecap
dan mentega, hal ini dilakukan untuk mengurangi panas dan nyeri. Sebenarnya hal ini
tidak boleh dilakukan karena akan menghambat proses penyembuhan.
2. Jangan Diperban
Membalut luka tersiram air panas justru bisa memperparah keadaan dan membuat luka
menjadi sulit dibersihkan.
3. Jangan Menekuk Tubuh
Posisi tubuh harus dalam keaadaan menjauhi pusat luka.

 Cara Cara Untuk Mengatasi Luka Tersiram Air Panas Yang Bisa Anda Terapkan Di
Rumah
o Dinginkan luka dengan menyiram bagian air yang terkena air (20-30 menit)
o Lepaskan pakaian yang menutup luka
o Bisa dibantu dengan kompress kasa steril yang telah dibahasi oleh lauran NaCl atau
Rivanol
o Konsumsi obat pereda rasa nyeri dan perih

 Obat yang diberikan Apoteker :

BIOPLACENTON

 Komposisi:
Placenta extract 10%
Neomycin sulfate 0,5%
 Bentuk Sediaan:
Gel
 Farmakologi:
o Ekstrak plasenta bekerja memicu pembentukan jaringan baru dan untuk wound healing.
Zat ini juga bisa bekerja dengan cara meningkatan faktor pertumbuhan beta (TGF-beta)
pada fase awal penyembuhan luka dan peningkatan faktor pertumbuhan endotel vaskular
(VEGF) pada fase akhir.
o Neomycin untuk mencegah atau mengatasi infeksi bakteri Gram negatif pada area luka
Neomycin Sulfat adalah antibiotik golongan aminoglikosida. Mekanisem kerja
aminoglikosida yaitu mengikat 30S subunit ribosom bakteri, menyebabkan salah baca
pada t-RNA, sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri

 Indikasi:
- Luka bakar
- Luka dengan infeksi
- Luka kronik dan jenis luka yang lain

 Dosis:
Oleskan 4 -6 kali sehari atau sesuai kebutuhan pada area luka

 KIE untuk pasien :


o Bersihkan daerah luka, biarkan hingga kering, dan kemudian dengan lembut
menggosok sampai rata. Gunakan obat hanya cukup untuk menutupi daerah yang
terluka. Anda harus mencuci tangan setelah menerapkan obat.
o Jangan digunakan daerah popok bayi, kecuali diarahkan untuk melakukannya oleh
dokter. Jika Anda dianjurkan untuk menerapkan neomycin ke daerah popok bayi,
jangan menggunakan popok ketat. Hal ini untuk menghindari meningkatnya
penyerapan obat, yang dapat menimbulkan efek berbahaya.
o Oleskan tipis-tipis saja tidak boleh lebih tebal atau lebih sering dari yang dianjurkan.
Hati-hati, neomycin yang terkandung di dalam obat ini dapat diserap ke dalam tubuh
melalui kulit dan apabila berlebihan berpotensi menyebabkan gangguan ginjal dan
telinga.
 Kontraindikasi
Bioplacenton tidak boleh digunakan untuk orang yang alergi atau hipersensitif terhadap
Neomycin dan antibiotik lain golongan aminoglikosida. Tidak boleh juga digunakan untuk orang
yang alergi atau hipersensitif terhadap ekstrak plasenta dan komponen lain dari obat.
 Peringatan dan Perhatian:
Sebelum dan selama menggunakan obat ini harap perhatikan beberapa aspek keamanan
obat berikut ini menghindari penggunaan jangka panjang, karena obat ini mengandung antibiotik
yang apabila digunakan jangka panjang bisa menyebabkan Superinfeksi yaitu pertumbuhan
organisme patogen lain yang tidak peka, misalnya jamur.
 Efek Samping:
Pada umumnya, obat ini dapat ditoleransi baik oleh tubuh. Jarang menimbulkan efek
samping, akan tetapi apabila ada reaksi alergi seperti kulit menjadi kemerahan, gatal, atau
bengkak segera hentikan pengobatan dan hubungi dokter. Karena Bioplacenton mengandung
antibiotik, maka penggunaan jangka panjang berpotensi menyebabkan infeksi sekunder.

 Penyimpanan :
Simpan obat dalam wadahnya, tertutup rapat, dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.
Simpanlah pada suhu kamar dan jauh dari sumber panas dan lembab.
 Harga : Rp. 14.520,-

Daftar Pustaka:
Bioplacenton : Kegunaan, Dosis, Efek Samping - Mediskus
http://www.obatpenyakitkulit02.web.id/obat-luka-tersiram-air-panas/