Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Ginjal merupakan organ vital yang berperan sangat penting dalam
mempertahankan kestabilan lingkungan dalam tubuh. Ginjal mengatur
keseimbangan cairan tubuh, elektrolit dan asam basa dengan cara menyaring darah
yang melalui ginjal, reabsorbsi selektif air, elektrolit dan non-elektrolit, serta
mengekskresi kelebihannya sebagai kemih.
Tetapi pada kondisi tertentu karena adanya gangguan pada ginjal, fungsi
tersebut akan berubah. Gagal ginjal kronik biasanya terjadi secara perlahan-lahan
sehingga biasanya diketahui setelah jatuh dalam kondisi parah. Gagal ginjal kronik
tidak dapat disembuhkan. Gagal ginjal kronik dapat terjadi pada semua umur dan
semua tingkat sosial ekonomi. Pada penderita gagal ginjal kronik, kemungkinan
terjadi kematian sebesar 85 %.
Gagal ginjal kronik menjadi masalah besar dunia karena sulit
disembuhkan. Di dunia prevalensi gagal ginjal kronis menurut ESRD Patients (End-
Stage Renal Disease) pada tahun 2011 sebanyak 2,786,000 orang, tahun 2012
sebanyak 3.018.860 orang dan tahun 2013 sebanyak 3.200.000 orang. Dari data
tersebut disimpulkan adanya peningkatan angka kesakitan pasien gagal ginjal kronis
tiap tahunnya sebesar sebesar 6 (Fresenius Medical Care AG & Co., 2013).
Di Indonesia angka kejadian gagal ginjal kronis berdasarkan data dari
Riskesdas pada tahun 2013, prevalensi gagal ginjal kronis 0,2% dari penduduk
Indonesia. Hanya 60% dari pasien gagal ginjal kronis tersebut yang menjalani terapi
dialisis). Di Provinsi Sumatera Barat prevalensi penyakit gagal ginjal kronis 0,2%
dari penduduk dari pasien gagal ginjal kronis di Indonesia, yang mencakup pasien
mengalami pengobatan, terapi penggantian ginjal, dialysis peritoneal dan
Hemodialisis pada tahun 2013 (Riskesas, 2013).

1
Melihat kondisi seperti di atas, maka perawat harus dapat mendeteksi
secara dini tanda dan gejala klien dengan gagal ginjal kronik. Sehingga dapat
memberikan asuhan keperawatan secara komprehensip pada klien dengan gagal
ginjal kronik.

II. Rumusan Masalah


A. Bagaimana Laporan Pendahuluan Chronic Kidney Disease
B. Bagaimana Konsep Asuhan Keperawatan Chronic Kidney Disease

III. Tujuan Penulisan


A. Mahasiswa mengetahui definisi Chronic Kidney Disease
B. Mahasiswa mengetahui etiologi Chronic Kidney Disease
C. Mahasiswa mengetahui manifestasi klinis Chronic Kidney Disease
D. Mahasiswa mengetahui patofisiologi Chronic Kidney Disease
E. Mahasiswa mengetahui klasifikasi Chronic Kidney Disease
F. Mahasiswa mengetahui pemeriksaan penunjang Chronic Kidney Disease
G. Mahasiswa mengetahui penatalaksanaan Chronic Kidney Disease
H. Mahasiswa mengetahui komplikasi Chronic Kidney Disease
I. Mahasiswa mengetahui pathway Chronic Kidney Disease