Anda di halaman 1dari 4

1.

Pertimbangan apa saja yang digunakan agar binatang percobaan dapat memenuhi sarat sampel
penelitian?
Jawab :
- Sampel harus mewakili populasi, agar dapat digeneralisasi.
- Sampel harus homogen baik varietas, jenis kelamin, umur dan berat badannya
- Spesies tersedia untuk sebagian besar peneliti
- Kepekaan terhadap sesuatu penyakit. Dapat menyerupai fungsi atau penyakit yang ingin
diteliti
- Dapat dieksplorasi pada manusia dan dapat ditangani dengan mudah

2. Apa saja langkah yang dikerjakan untuk memberi perlakuan mencit melalui oral?
Jawab :
 Dengan tangan kanan angkat ekornya dan biarkan mencit menjangkau kandang dengan
kaki depannya
 Tarik sedikit ekornya
 Dengan tangan kiri cubit kulit diantara 2 telinga dan 3 jari yang lain memegang kulit
punggung
 Ekor dijepit diantara jari manis dan kelingking
 Posisikan leher mencit dalam keadaan lurus
 Masukkan suntikan oral kedalam mulut sampai esophagus (posisikan suntikan oral yang
dimasukkan tegak lurus

3. Bagaimana penerapan dosis pada mencit apabila dosis untuk manusia 100cc?
Jawab :
Berdasarkan tabel konversi dosis hewan coba dan manusia diatas, maka dosis pada mencit
apabila dosis manusia 100 cc adalah 100 x 0.0026 = 0.26ml

4. Bagaimana cara mengambil darah dari vena sinus orbitalis tikus (sejak memegang hingga
penampungan darah)
Jawab :
 Angkat dengan cara memegang bagian ujung ekor, letakkan pada kawat kandang
 Tangan kiri bergerak dari belakang dengan jari tengah dan telunjuk “mengunci”
tengkuknya, sementara ibu jari menjepit kaki depan
 Mikrohematikrit digoreskan pada medial canthus mata dibawah bola mata ke arah
foramen opticus.
 Mikrohematikrit diputar sampai melukai plexus, jika diputar 5x maka harus diputar
kearah yang berlawanan sebanyak 5x
 Darah ditampung pada Eppendorf yang telah diberi EDTA untuk tujuan pengambilan
plasma darah dan tanpa EDTA untuk tujuan pengambilan serumnya
5. Bagaimana prosedur pengambilan organ hepar mencit?
Jawab :
 Siapkan pot organ yang sudah diberi label sesuai dengan nomor tikus yang akan dibedah.
 Pastikan label pada pot organ sudah benar
 Pot organ diisi dengan formalin 4-10 % (dan atau buffer formalin untuk AgNOR) untuk
menyimpan organ (tiap tikus disiapkan 4 pot organ)
 Siapkan ependroff tube yang sudah diberi label sesuai dengan nomor tikus (disiapkan jika
dibutuhkan pemeriksaan terhadap darah tikus). Effendrof diberi 3 tetes heparin sebagai
antikoagulan. Pastikan label pada Ependorf sudah benar
 Siapkan 1 tim bedah yang terdiri dari 3 orang. Satu orang membedah tikus, 1 orang mencuci
dan menimbang organ, sedangkan 1 orang lainnya mencatat data dan mengambil gambar
 Lapisi meja bedah menggunakan plastik
 Siapkan alat-alat bedah yang akan digunakan
o Gunting bedah: lurus panjang, lurus pendek dan bengkok. ¾
o Pinset, digunakan untuk Halaman memudahkan membedah dan memegang mencit.
o Gelas arloji, sebagai tempat organ ditimbang dan yang akan difoto.
o Timbang, diletakkan pada posisi dimana waterpassnya seimbang.
o Cawan petri, untuk meletakkan organ
o Papan bedah, tempat fiksasi tikus yang akan dibedah.
o Pins, untuk memfiksasi tikus yang akan dibedah
o Beker glass, tempat pencucian organ yang sudah dipisahkan.
o Kertas saring, untuk mengeringkan organ sebelum ditimbang.
 Siapkan perlengkapan pendukung pembedahan yang akan digunakan
o Blangko untuk mencatat data
o Kamera digital
o Jas lab, masker, dan gloves
 Tikus dibunuh dengan cara cervical dislocation (dislokasi leher), dengan guillotine ataupun
dengan eter. Jika dengan cara cervical dislocation pastikan hewan uji terbunuh dengan cepat,
jangan sampai menyiksa hewan uji. Jika menggunkan eter, makapastikan bahwa eter tidak
meyebar keseluruh ruangan atau laboratorium.
 Posisikan tikus pada papan bedah menggunakan pins. Pastikan tubuh tikus terfiksasi dengan
baik pada papan sehingga memudahkan tahap pembedahan
 Bedah mulai dari bagian perut ataupun uterus menggunakan gunting bengkok. Jika perlu, cukur
bulu tikus pada bagian perut dan bersihkan sisa bulu dengan kapas yang dibasahi air
 Ambil dan pisahkan masing-masing organ menggunakan gunting lurus (organ yang diambil:
tumor mammae / mammae normal, hepar, limfa, lambung, ginjal, paru, dan jantung). Pastikan
tiap-tap organ tidak tercampur
 Bersihkan organ dari lemak-lemak yang masih Hilangkan lemak-lemak yang ada menempel.
dengan cepat dan hati-hati (jangan sampai merusak organ).
 Cucilah organ dengan aquades berulang-ulang hingga bersih dari darah. Pastikan tidak ada sisa
darah yang tersisa
 Cucilah organ dengan NaCl 0,9% berulang-ulang. Cuci dengan cepat dan hati-hati
 Amati secara makroskopik organ dan nodul yang tampak, catat perubahan yang ditemukan.
Siapkan organ pembanding (organ normal) untuk mempermudah pengamatan.
 Tiriskan organ diatas kertas saring.
 Setelah air berkurang, timbang dengan cawan petri kering.
 Catat berat masing-masing organ pada kertas blangko.
 Masukkan organ dalam pot berisi formalin 4- 10% dan buffer formalin.
 Dokumentasi tiap tahap pembedahan.