Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Meningkatnya suhu dibumi sering kali membuat manusia mengeluh. Tingginya suhu
dibumi merupakan salah satu ciri pemanasan global. pemanasan global adalah suatu proses
meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut,dan daratan. Penyebab dari pemanasan global
anatara lain penggundulan hutan,polusi udara dan pemborosan listrik. Pemborosan listrik
adalah penyebab yang paling utama. Salah satu cara mengurangi penggunaan listrik yaitu
memanfaatkan bahan alami sebagai alternatif. Contoh pengurangan pemborosan listrik dalam
kehidupan sehari
Alat pemanas pada umumnya banyak mengunakan energi listrik . Maka dari itu penulis
berpikir bahwa, kita dapat memanfatkan bahan alami di sekitar lingkungan penulis sebagai
pengganti energi panas yang dihasilkan dari energi listrik yakni dengan menggunakan limbah
kulit jeruk dan minyak sayur untuk membuat bio microwave.

Penulis menggunakan bahan-bahan tersebut karena, bahan-bahan tersebut dapat melepas


energi panas dan berfungsi sebagai bahan pemanas pengganti listrik. Bio microwave juga dapat
dengam mudah di bawa ke mana-mana karena bentuknya yang lebih kecil dari microwave listrik.
Hal ini dilakukan sehubungan dengan kami sebagai pelajar kelas X1 SMA yang mempelajari
reaksi eksoterm dan endoterm. Maka dari itu, penulis memanfaatkan bahan alami sebagai
penerapan dari reaksi eksoterm.
Penulis memanfaatkan kulit dan serat jeruk yang ditambah dengan minyak
sayur sebagai bahan alami pemanas pada bio microwave yang telah dibuat sebagai salah satu
bentuk memanfaatkan benda yang sudah tidak terpakai lagi, karena dapat didapat dengan mudah
di sekitar lingkungan penulis.
Penulis juga memanfaatkan aluminium foil sebagai bahan pelapis dinding agar suhu
panas dalam microwave bertahan, karena aluminium foil bersifat konduktor dan juga aluminium
foil mudah didapatkan dari wadah susu bubuk yang telah habis.

1
1.2 Identifikasi masalah

Karena disebabkan adanya bahan alami pemanas yang dapat dimanfaatkan maka, dapat
ditarik beberapa masalah sebagai berikut:

1. Semakin tingginya minat masyarakat dalam penggunaan alat pemanas dengan


menggunakan energy listrik
2. Kurangnya kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami pemanas yakni kulit
jeruk

1.3 Perumusan masalah

Atas dasar penentuan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka kami dapat
mengambil rumusan masalah sebagai berikut:

1. Mengapa bahan alami seperti kulit jeruk dan minyak sayur dapat dijadikan alternatif
pengganti energi panas yang ramah lingkungan?
2. Apakah kelebihan bio microwave?

1.4 Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan alat pemanas yang ramah lingkungan.
Mengetahui kandungan pada bahan alami, seperti lilin kulit jeruk sehingga dapat dijadikan
alternatif pengganti energi panas yang dihasilkan dari

1.5 Manfaat

Manfaat penelitian ini adalah:

1. Agar masyarakat Indonesia termasuk pengajar dan para pelajar untuk lebih memahami
tentang keburukan teknologi yang disediakan misalnya penggunaan energi listrik yang
berlebihan
2. Lebih mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
3. Menambah pengetahuan mengenai kandungan pada bahan alami, seperti kulit jeruk

2
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan teori

Jeruk dapat digunakan untuk mengobati penyakit bronchitis, asma, masuk angin dan
gangguan pencernaan. Kulit jeruk manis dapat membantu melembutkan kulit serta
menghilangkan bintik bintik hitam kulit. Kandungan pada kulit jeruk dapat dijadikan alternatif
energi panas. Kelebihan bio microwave yaitu:

1. Karena kandungan bio microwave lebih alami, tanpa adanya campuran dari zat kimia.
2. Modal yang kita gunakan lebih ekonomis, karena keberadaan jeruk yang banyak dan
mudah untuk ditanam membuat harganya menjadi murah.
3. Kekayaan sumber daya alam di Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga apa
yang tersedia dapat dinikmati masyarakat sepenuhnya.

3
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian :

Tanggal : 26 Oktober 2016


Waktu : 14.00 - 17.00 WIB ( setelah pulang sekolah)
Tempat : Lab Kimia SMAN 19 Palembang

3.2 Bahan dan Alat

A. Bahan :

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :

1. Kayu bekas

2. Seng

4
3. Kulit jeruk

4. Aluminium foil

5. Minyak sayur

5
B. Alat

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan baterai singkong ini, antara lain :

1. Palu

2. Paku

3. Engsel

6
4. Gergaji

5. Gunting

6. Korek api

7
7. Pisau

C. Alat pengujian

Kita dapat menguji bio microwave dengan menggunakan Termometer

8
3.3 Metode pembuatan bio microwave dari bahan alami

Metode pembuatan bio microwave ini cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah
anda.

Langkah-langkah pembuatan bio microwave adalah sebagai berikut :


1. Siapkan alat dan bahan.
2. Buatlah alat yang menyerupai oven yang terbuat dari kayu dengan bentuk kubus dan
terdapat dua lantai di dalamnya.
3. Pasangkan seng pada bagian tengah oven sebagai alat penghantar panas.
4. Pasangkan aluminium foil pada setiap sisi bagian dalam oven.
5. Di lain tempat, potonglah jeruk dengan posisi horizontal.
6. Bersikan isi kulit jeruk dan sisihkan serat tengah buah jeruk.
7. Masukkan minyak sayur ke dalam kulit jeruk.
8. Hidupkan lilin yakni serat jeruk dengan korek api dan letakkan ke dalam bagian bawah
oven.
9. Kemudian bio microwave siap di gunakan.

3.4 Pengujian

Kita dapat menguji bio microwave dengan menggunakan bahan makanan yang
dipanaskan didalamnya dan dengan mengukur suhu menggunakan thermometer. Dari hasil
pengamatan yang dilakukan, suhu awal yaitu 35°C naik menjadi 44.5°C.

9
10
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil penelitian

Berdasarkan percobaan,pengujian,dan penelitian terbukti bahwa kulit jeruk dapat menjadi


alternatif lilin.Ini dibuktikan ketika diuji dengan pengujian secara langsung dengan termometer.
Adapun data hasil percobaan yang telah dilakukan membuktikan bahwa kulit jeruk dapat
dijadikan sebagai lilin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu di dalam alat yang menyerupai oven
bertambah.dan hasil penelitian dengan menggunakan termometer yang suhu awalnya 35°C naik
menjadi 44,5°C . Hal itu terjadi selama.3 jam sampai minyak sayur sebanyak 3 sdm habis.

11
BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Dari hasil studi pustaka dan penelitian yang sederhana tentang potensi kulit jeruk
dijadikan sebagai bahan bakar microwave ramah lingkungan, maka dapat di tarik kesimpulan
sebagai berikut :
1. Dapat mengurangi limbah kulit jeruk sekaligus dan dapat membuat microwave tanpa
listrik. Limbah kulit jeruk yang biasanya hanya dibuang atau tidak dimanfaatkan lagi. Hal
ini tentu saja tidak hemat dari segi energi maupun biaya.
2. Prospek lilin kulit jeruk kedepannya lebih menjanjikan dan cukup potensial untuk
dijadikan bahan bakar microwave ramah lingkungan di masa mendatang agar kelak, anak
cucu kita dapat menikmati hal yang sama. Prospek kedepannya juga ditunjang dengan
banyak jumlah pohon jeruk di wilayah Indonesia yang mudah tumbuh .

5.2 Saran

1. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk dapat lebih meningkatkan potensi lilin kulit
jeruk sebagai bahan bakar bio microwave sebagai pengganti microwave ramah
lingkungan.
2. Pemerintah dan instansi terkait, diharapkan dapat mengembangkan bio microwave
mengingat potensinya yang dimilikinya cukup besar dengan memanfaatkan sumber daya
alam yang telah ada.

12