Anda di halaman 1dari 6

Abstrak

Penggunaan alcohol membersihkan tangan untuk mengurangi infeksi memliki banyak produk
yang ditawarkan. Untuk mengetahui keefisienan produk dilakukan 4 macam penelitian :

1. In vitro (dengan kulit babi sebagai sampel) pengujian lebih dari 30 spesies
mikroorganisme
2. In vitro untuk mengethaui khasiat produk (setelah 30 menit pengeringan)
3. In vivo menguji mikrobiota transient (modifikasi prosedur standar EN 1500)
menggunakan 4 rantai ATCC
4. In vivo studi mikrobiota yang terdapat pada tangan
Setelah melakukan evaluasi membersihkan tangan diatas ada 2 produk yang paling efisien yaitu
chlorhexidine-quac-alcohol dan alcohol mecetronium telah dipilih dan diteliti. Dibandingkan dengan
referensi solusi (60% isoprophyl alcohol). Chlorhexidine-quac alcohol terbukti secara signifikan lebih
unggul daripada mecetrenium alcohol atau referensi solusi dalam semua test kecuali terhadap microbiota
resident yang peningkatannya secara statistic tidak signifikan.

Pendahuluan

Mencuci tangan bisa menjadi pencegah kolonisasi dan hospital-acquired infections yang
disebabkan microbiota transient. Yang biasanya sekarang dilakukan adalah mengurutkan
antiseptic yang paling baik dan efektif untuk digunakan. Antiseptik yang akan di distribusi ke
market hrus memenuhi standar in-vitro trials. Tes EN 1500 hanya memakai satu control rantai
yaitu Escherichia coli ATCC dan tidak bisa dipakai untuk mikroorganisme lain. Aspek yang
harus diliat adalah kemanjuran solusi ini melawan resident microbiota di tangan HCW (Hospital
health care worker). Untuk sabun cuci tangan operasi harus diperhatikan apakah dia punya efek
kimia berkelanjutan di kulit, karena resident microbiota bisa sembuh dibawah sarung tangan saat
intervensi bahkan bisa melebihi kepadatan sebelum mencuci tangan.

Bahan-bahan

1
Tujuh solusi berbasis alcohol yang akan diuji (termasuk control solution):

 Daromix-solusion (biguan-prop-ec): 0.2% biguanidine, 2-propanol dan enthanol (lab jose


collado,Barcelona,spain)
 Pentabiot (phenox-prop-et): phenoxyethanol, ethanol, I-propanol (lab hyedenet,shaingin-
melantois, france)
 Sterilium (mesetronium-alkohol): 0.2% mecetronium, 1.2-propanol (lab bode chemie
GmbH, hamburg, germani)
 SAM (chlorhexidine- quac-alcohol): 0.3% chlorhexidine, 0.8% dodecyl-polyoxi-ethyl-
ammoniu propionate, 1.2-propanol (lab inibsa, Barcelona, spain)
 ADH 2000 (et-butanodiol); ethanol, 2-butanodiol (lab lisoform, berlin, Germany)
 NDP derm : N-duopropenide, ethanol (lab vesismin, Barcelona, spain)
 Septoderm (prop-butanodi-ol): propanol, butanodiol (lab Dr Schumacher, melsugem,
Germany)
 Kontrol solusi : 60% 2-isopropyl-alkohol.

Mikroorganisme dan kultur medianya :

 Empat rantai ATCC


 Baru-baru ini (<2 hari) terisolasinya mikroorganisme dari seorang pasien ICU yaitu 10
enterobacteriaceae,
 10 non-fermentive bacteria (NFB)
 tujuh gram positif cocci
 dan lima ragi

Metode

Metode yang digunakan ada empat macam yaitu :

1. Metode In vitro untuk mendeteksi keberhasilan penggunaan solusi yang berbasis alcohol

2
 Jadi, kulit babi di potong melingkar dengan 0.5 diameter lalu di sterilkan dengan
aliran uap, di berikan mikroorganisme dan biarkan 15 menit. Lalu diberikan solusi
yang berbasis alcohol dan setelah 30 detik, kegiatan mikroorganisme tadi dihentikan
mengunakan zat penetral.

 Dua sampel diambil dan di inkubasi. Kontrol dilakukan dengan perlakuan yang sama
kecuali, bukan menggunakan solusi yang berbasis alcohol tetapi menggunakan air.

2. Metode In vitro untuk menilai ketahanan zat kimia pada solusi yang berbasis alcohol di
kulit
 Metode sama seperti metode pertama. Perbedaan terdapat pada memperbanyak
mikroorganisme dengan 20mikroLiter solusi yang berbasis alcohol dan
dikeringkan selama 30 menit. Lalu di lapisi dengan 10 mikroLiter
mikroorganisme dan dibiarkan 1 menit. Antiseptik disini berperan dengan cara
merendam bakteri ke bagian yang memiliki zat penetral.
 Control metode ini sama. Perbedaan terdapat pada penggunaan air steril yang
telah disuling. Lalu bakteri di inkubasi selama 48 jam

3. Mempelajari In vivo ( Memodifikasi prosedur standard dari European EN 1500)


1. Mikroorganisme, media dan volunteer
Menggunakan keseluruhan 4 ATCC strain dan di tanam pada kultur media
yang cocok. Tujuannya untuk mencegah kesalahan hasil dari S. aureus

2. Pengkajian dari efek biosidel


Kontaminasi awal dalam tahap volunteer dinilai setelah cuci tangan secara
standard EN 1500 dengan sampel yang diambil dengan cara yang sama seperti
metode sebelumnya dari setiap masing masing sampel untuk setiap CFU

4. Mempelajari In vivo untuk menilai keberhasilan penghilangan mikrobakteria tetap


kepada para pekerja rumah sakit.

3
Pada kasus ini, percobaan in vivo yang menggunakan organisme hidup
adalah 2 tangan. Tangan pertama sebagai objek percobaan dan tangan kedua
sebagai control. Tangan pertama direndamkan EN 1500 kemudian bersihkan dan
keringkan. Kemudian beri alcohol berbasis solusi selama 30 detik. Lalu tekan jari
di atas permukaan media.

Statistik analitik

Pengurangan log 10 diperoleh dengan alcohol berbasis solusi dalam studi in vitro dengan 36
mikroorganisme, yaitu

 Uji Manova : untuk beberapa perbandingan log 10 pengurangan dengan 8 alkohol


terhadap
mikroorganisme dari kelompok enterobacteria, NFB, Gram (+), jamur
p<0,05 yang signifikan.

 Uji ANOVA : untuk mengetahui efek residu


 Log 10 : pengurangan diamatai masing-masing
 T-test : membandingkan isopropyl-alkohol dengan 3 ATCC strain yang
digunakan

Hasil

In vitro test

Yang paling ampuh melawan mikorganisme dalam 30 detik adalah chlorhexidine quac-
alkohol ( p<0,05) karena terbukti sangat efektif dalam mengurangi inoculum
enterobacteriae, gram positif kokus dan NFB. Menggosok tangan yang berikutnya yang
efektif adalah mecetronium-alkohol.

Keberhasilan kimia pada kulit 2 yang paling manjur dan alkoholnya diferensiasi adalah di
table 2. Dengan chlorhexidine quac-alkohol bias menghancurkan microbial inoculum

4
bahkan setengah jam setelah pemakaian. Dengan mecetronium – alcohol kecil kemungkinan
dan hamper nihil dengan 60 % 2- propanol.

In vivo test

Untuk melawan e.coli , efek dari 3 alkohol berdasarkan perbndinngan efek rata rata alcohol
berbasis solusi di atas terhadap 4 mikroorganisme afcc digunakan dikedua invitro dan invivo
( pada tb. 1&3) dan efeknya sama.

Pada invivo , 3 alkohol berbasis solusinya berbeda (2,6 – 3,1 log 10 pengurangan , p > 0,1).
Meskipun menggososk tangan yang dihasilkan > log 10 penurunan mikroorganisme adalah
mereka yang juga lebih manjur.

DISKUSI

Tes EN 1500 digunakan untuk membandingkan kemanjuran alcohol pada 30 detik atau
satu menit, tetapi hanya terhadap Escherchia Coli. Tes ini digunakan untuk
menggungkapkan variasi dalam efek yang berbeda terhadap suatu mikroorganisme.
Untuk memasyikan bahwa relawan sehat dan tidak ada yang terkena penyakit maka
dilakukan test In vitro yang menggukan tes log 10 atau sama atau kurang sedikit dari
percobaan in vivo.
Urutan logis untuk mengerjakan atau melakukan tiga tes adalah :
1. Kinerja Uji In Vitro
Spektrum mikroorganisme digunakan untuk memilih alcohol mana yang alan
dilakukan dalam test in vivo
2. Modifikasi prosedur EN 1500 standar
Digunakan untuk meningkatkan jumlah rantai standar ATCC yang memungkinka
perubahan dengan sampel control
3. Kinerja dari Studi kemajuan mikrobiota pada tangan relawan.

Chorhexidinequat alcohol terbukti siginifikan unggul untuk makcetronium alcohol


atau larutan control pada semua test.

5
6