Anda di halaman 1dari 12

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB Secara

Alami dan Aman


Masalah bayi yang terkena sembelit biasanya tidak sering terjadi pada bayi yang menerima ASI.
Namun bisa saja kondisi ini terjadi pada bayi secara umum. Jika terjadi pada bayi yang baru
lahir, maka kemungkinan bayi mengalami masalah kesehatan pada saluran pencernaan. Bayi
yang sembelit diawali dengan beberapa tanda seperti merasa kesakitan saat akan buang air besar,
bayi tidak BAB 3 hari, bayi tidak BAB seminggu, bayi sering menggeliat dan merasa tidak
nyaman. Terkadang bayi menangis terus menerus untuk menggambarkan bahwa ada yang tidak
nyaman dengan perutnya. Ketika hal ini terjadi maka orang tua sebaiknya tidak terlalu panik.
Anda bisa mencari apa sebenarnya penyebab bayi susah BAB. (baca: penyebab bayi BAB keras
dan berdarah)

Berikut beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan:

1. Jangan memberi bubur sementara waktu

Jika bayi Anda sudah menerima makanan tambahan sebagai makanan pendamping ASI, maka
jangan memberi bubur untuk sementara waktu. Termasuk jika Anda terbiasa memberikan bubur
instan, maka hal ini harus dihentikan. Ada bahaya bubur bayi instan yang bisa menyebabkan
pencernaan bayi menjadi lebih buruk. Anda bisa menggantikan dengan makanan lain yang lebih
aman untuk perut bayi. Jika bayi masih menerima ASI maka cukup diberikan ASI atau susu
formula.

baca: makanan pendukung ASI rumahan terbaik untuk bayi – manfaat memberikan ASI bagi
ibu – manfaat susu formula untuk bayi

2. Kurangi takaran susu formula

Untuk bayi yang menerima susu formula, maka sembelit bisa saja disebabkan oleh susu formula
yang terlalu kental. Jika hal ini terjadi maka Anda harus mengurangi jumlah takaran susu
formula. Kandungan nutrisi seperti gula dan protein dalam susu formula bisa menyebabkan usus
besar bayi bekerja lebih keras. Selain itu susu formula juga sulit untuk diserap oleh usus karena
mengandung bahan yang lebih padat dari ASI. Anda hanya perlu mengurangi takaran susu
formula namun tetap berikan susu formula yang sesuai kebutuhan pola makan bayi.

3. Berikan ASI secara terus menerus

Bagi ibu yang memberikan ASI, maka harus terus memberikan ASI. ASI sangat aman untuk bayi
yang terkena diare. ASI mengandung antibodi khusus yang didapatkan dari tubuh ibu kemudian
masuk ke dalam tubuh bayi. Secara alami ASI akan membantu melancarkan buang air besar
bayi. Kondisi sembelit pada bayi yang menerima ASI memang sangat langka. Dan memberikan
ASI sesuai jadwal bisa membantu agar saluran pencernaan bayi menjadi lebih baik.

4. Memberikan air minum

Untuk bayi yang sudah menerima air minum seperti air mineral, maka bisa diberikan air mineral
sebagai tambahan cairan untuk tubuh. Tapi hal ini tidak boleh dilakukan untuk bayi yang masih
berumur dibawah 6 bulan. Cairan tambahan selain susu sangat baik untuk membantu bayi agar
bisa buang air besar dengan lancar. Terlebih untuk bayi yang sudah menerima makanan padat,
maka cairan bisa mencegah sembelit pada bayi. (baca: bahaya pemberian air putih pada bayi usia
0-6 bulan)

5. Ganti merek susu formula


Beberapa bayi yang memang menerima susu formula sejak awal biasanya memiliki sistem
pencernaan yang sangat peka. Kondisi ini menyebabkan perut bayi tidak bisa menerima jenis zat
makanan yang tidak biasa. Jika tetap dipaksakan maka bisa menyebabkan sembelit. Karena itu
untuk mencegah sembelit maka Anda bisa mencoba memberikan merek susu formula yang lain.
Anda bisa memilih jenis susu bayi yang paling ringan sehingga bayi bisa menerima dengan baik.
Kondisi ini biasanya tidak bisa diberikan untuk bayi yang mengalami gejala alergi susu sapi pada
bayi. Jadi ASI tetap menjadi pilihan yang paling baik. Jika masih terjadi alergi maka
lakukan cara mengatasi bayi alergi susu sapi.

6. Berikan buah dan sayuran (bayi usia lebih 6 bulan)

Untuk bayi yang sudah menerima makanan tambahan seperti buah dan sayuran, maka jenis
makanan ini sangat baik untuk melawan sembelit. Anda bisa mencoba untuk memberikan
beberapa jus buah dan sayuran yang bisa dimakan oleh bayi dengan baik. Beberapa buah yang
disarankan seperti pir, apel, brokoli dan bayam. Anda harus memasak semua bahan ini dengan
baik sehingga bayi bisa mencerna dengan lancar. Pastikan semua makanan aman dan sudah
dimasak sehingga perut bayi bisa menerima. Namun jangan pernah menerapkan cara ini untuk
bayi yang berumur kurang dari 6 bulan karena bisa sangat berbahaya untuk kesehatan. Ibu
menyusui juga bisa mengkonsumsi pepaya untuk mendapatkan manfaat pepaya untuk ibu
menyusui bagi bayi lewat ASI. (Baca: makanan sehat untuk bayi 9 bulan – manfaat buah naga
untuk bayi)

7. Berikan jus buah prune

Jus buah prune adalah jus yang terbuat dari buah plum yang telah dikeringkan. Proses
pengolahan jus buah prune sangat aman untuk bayi. Jus yang memiliki rasa manis alami ini
mengandung serat yang cukup tinggi. Kandungan serat ini sangat baik untuk menjaga agar
saluran pencernaan bayi menjadi lebih baik. Namun cara untuk memberikan buah prune memang
harus diperhatikan. Berikan mulai dengan jumlah yang sangat sedikit lalu setelah itu berikan ASI
atau susu formula. Jika bayi sudah terbiasa maka berikan lagi jus buah prune. Namun jangan
sampai berlebihan karena bisa menyebabkan perut kembung pada bayi.

8. Bantu bayi menggerakkan kaki dengan gerakan seperti mengayuh sepeda

Bayi Anda mungkin terlalu banyak tidur sehingga bagian pencernaan tidak bisa bekerja dengan
baik. Untuk itu Anda bisa membantu bayi untuk bergerak aktif. Gerakan yang sangat disarankan
adalah seperti gerakan mengayuh sepeda. Cara ini dilakukan dengan memegang bagian telapak
kaki anak dengan baik. Buat posisi bayi telentang namun perut tetap santai. Kemudian gerakkan
seperti mengayuh sepeda secara bergantian. Lakukan secara lembut namun jangan memaksakan
bayi jika sudah lelah. Setelah itu jika terus dipaksakan maka bisa membuat bayi lelah dan sakit
pada perut. Jika sudah ada tanda-tanda bayi buang angin maka bantu untuk bayi agar bisa buang
air besar dengan baik. Jika bayi sudah agak besar maka Anda bisa mengajak bayi berenang.
Salah satu manfaat renang untuk bayi sangat baik untuk mengatasi masalah ini.

9. Pijat perut bayi

Bayi yang terkena sembelit bisa saja disebabkan karena kondisi perut yang tidak nyaman.
Asupan nutrisi yang terlalu padat menyebabkan usus bayi tidak menyerap nutrisi dengan baik.
Untuk mengatasi ini maka Anda bisa memijat perut bayi. Caranya sangat mudah yaitu hanya
dengan memijat lembut mulai dari bagian punggung lalu ke pusar. Ingat gerakan tangan Anda
harus searah jarum jam agar perut bayi juga menjadi lebih nyaman. Jangan terlalu menekan perut
bayi karena bayi bisa merasa sakit dan kurang nyaman. Cobalah cara melakukan pijat bayi yang
benar sehingga bayi lebih nyaman. (baca: manfaat baby spa)

10. Mandikan bayi dengan air hangat


Ketika bayi sembelit maka Anda bisa mencoba untuk memandikan bayi dengan air hangat.
Namun biarkan bayi berendam sejenak untuk membuat bagian bawah bayi menjadi lebih
nyaman. Air hangat bisa membuat tubuh bayi menjadi lebih santai dan nyaman. Kemudian
perlahan-lahan otot perut bayi menjadi lebih longgar. Cara ini kemudian akan membantu bayi
sering buang angin lalu diikuti buang air besar. Jika Anda melakukan hal ini setelah memijat
bayi maka efeknya akan sangat terasa. Tapi ingat jangan sampai membuat bayi menangis karena
menangis bisa membuat otot perut bayi tegang (baca: cara memandikan bayi baru lahir)

11. Stimulasi otot dubur bayi

Jika berbagai cara diatas tidak bisa membantu bayi untuk buang air besar, maka Anda bisa
mencoba untuk melakukan stimulasi otot dubur bayi. Caranya adalah dengan menggunakan
termometer khusus untuk dubur bayi. Terapkan bahan khusus yang lembut pada ujung
termometer lalu masukkan pelan pada bagian dubur bayi. Tapi jangan sampai masuk terlalu
dalam karena bisa menyebabkan bayi terasa sakit dan menangis. Kemudian lakukan berulang
kali hingga bayi bisa buang air besar. Ingat Anda harus melakukan lembut agar bagian dubur
bayi tidak terasa sakit.

Cara Mencegah Sembelit pada Bayi

1. Usahakan untuk selalu memberikan ASI kepada bayi dalam jumlah yang cukup. Anda
bisa mengikuti cara memberikan ASI sesuai dengan pola makan yang diperlukan oleh
tubuh bayi. Biasanya bayi yang terkena sembelit awalnya memang kurang cairan.
2. Jika Anda memberikan susu formula maka usahakan agar memilih jenis susu formula
yang sesuai dengan usus bayi. Biasanya hal ini sudah diketahui sejak awal pemberian
susu apakah ada alergi atau tidak. Jika Anda memberikan susu formula maka berikan
takaran yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebihan. Anda bisa melihat jumlah takaran
sesuai yang disarankan pada kemasan.
3. Saat Anda mulai memperkenalkan makanan padat pada bayi maka usahakan memilih
jenis makanan yang mengandung serat. Berikan dalam jumlah yang cukup jangan
berlebihan. Sistem pencernaan bayi membutuhkan cara khusus untuk menerima makanan
karena sudah terbiasa menerima ASI atau susu formula.
4. Jika bayi sedang sakit seperti saat flu, pilek, sakit tenggorokan, tanda tumbuh gigi pada
bayi atau infeksi telinga maka biasanya bayi tidak mau minum ASI atau susu formula.
Saat terjadi seperti ini maka Anda bisa mencoba untuk menawarkan ASI atau susu
formula agar bayi tidak sembelit.(baca: cara mengatasi pilek pada bayi)

Terkadang masalah bayi sembelit juga bisa menjadi kondisi akibat hal yang tidak bisa diterima
oleh tubuh bayi. Beberapa masalah ini termasuk alergi makanan, keracunan makanan,
kemampuan tubuh bayi sangat lemah untuk menyerap makanan dan adanya gangguan
metabolisme pada tubuh bayi. Untuk mengatasi ini maka segera bawa bayi ke dokter terdekat.

Pola Makan Bayi 12 Bulan – Kebutuhan,


Jadwal dan Makanan Terbaik
Anda pasti merasa sangat gembira ketika bayi sudah genap berusia 1 tahun. Perkembangan bayi
usia 1 tahun atau 12 bulan menjadi masa transisi untuk bayi Anda. Bayi Anda sudah memiliki
kemampuan fisik dan motorik yang lebih baik. Bahkan bayi seperti memiliki dunia sendiri dan
sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan bagi
semua orang tua bayi usia 12 bulan adalah pola makan yang tepat. Pola makan yang tepat sangat
baik untuk mengatur diet dan keseimbangan pertumbuhan bayi. Bayi kuning dan bayi yang
melewati kelahiran prematur terlihat memiliki perkembangan yang sama seperti bayi
seusianya. Berikut ini beberapa hal tentang pola makan yang bisa dijalankan untuk orang tua
dalam mengasuh bayi. (Baca juga: perkembangan bayi 12 bulan – fisik, motorik, emosi, dan tips
perawatan)

Kebutuhan Makan untuk Bayi Usia 12 Bulan

Bayi yang sudah masuk ke usia 12 bulan memang menjalani masa perubahan. Orang tua yang
menjalankan program ASI eksklusif harus memberikan ASI dengan jadwal yang baik. Jumlah
kebutuhan ASI atau susu formula untuk bayi 350 – 500 ml. Jumlah ini sangat bervariasi
tergantung dari tingkat kebutuhan bayi Anda. Makanan semi padat dan jenis makanan padat lain
bisa diberikan selama tiga kali dalam sehari. Untuk mengatur keseimbangan pola makan ini
maka jadwal pemberian ASI atau susu formula dan makanan padat harus diatur dengan baik.
Usia 12 bulan juga menjadi waktu yang aman untuk memberikan susu formula pertama bagi bayi
yang selama ini masih terus menerima ASI.

Baca juga: cara memperbanyak ASI kembali – folamil genio untuk ibu menyusui – kandungan
dan manfaat – jenis makanan untuk memperbanyak ASI – pantangan ibu menyusui ASI
eksklusif – makanan sehat untuk ibu menyusui agar bayi sehat dan cerdas – manfaat kurma
untuk ibu hamil dan menyusui – bahaya diet saat menyusui bayi –hamil saat masih menyusui,
amankah.

Contoh Jadwal Makan untuk Bayi Usia 12 Bulan

1. 06:00 – 07:00 = waktunya bayi bangun tidur. Anda bisa memberikan susu formula atau
ASI agar bayi tidak rewel setelah bangun pagi. Jangan langsung memberikan makanan
padat karena perut bayi Anda akan menjadi tidak nyaman. (baca juga: manfaat susu
formula untuk bayi – manfaat memberikan ASI bagi ibu)
2. 07:30 = ajak bayi untuk keluar rumah untuk bermain di bawah sinar matahari. Cara ini
bisa membantu bayi lebih sehat karena mendapatkan angin segar di pagi hari. Setelah itu
mandikan bayi agar lebih nyaman. (baca juga: menjemur bayi saat demam, amankah ?)
3. 08:00 – 09:30 = Setelah bayi Anda merasa lebih baik, maka berikan makanan semi padat
sebagai makan pagi untuk bayi. Anda bisa memilih beberapa menu yang cukup ringan
seperti oatmeal, yogurt, bubur nasi atau bubur biskuit bayi.
4. 10:30 = setelah bayi Anda merasa kenyang dan perut yang nyaman, maka biasanya bayi
akan mengantuk. Anda bisa memberikan ASI atau susu formula sebelum tidur.

Namun pastikan jumlahnya tidak terlalu banyak untuk mencegah bayi muntah. (baca
juga: gumoh pada bayi setelah minum susu – perut kembung pada bayi – penyebab –
cara mencegah & mengatasi)

5. 12:30 = Saat bayi bangun tidur dan Anda bisa mengajaknya bermain sebentar. Kemudian
berikan beberapa makanan semi padat seperti sayuran dan buah-buahan. Pastikan bayi
Anda belajar untuk memegang makanan ketika makan sendiri. Cara ini bisa membantu
meningkatkan nafsu makan bayi dan mengurangi gangguan pencernaan bayi. (baca
juga: perut kembung pada bayi – penyebab – cara mencegah & mengatasi – bayi tidak
Bab seminggu – penyebab, penanganan dan pencegahan – penyebab diare pada bayi dan
cara mengatasinya)
6. 14:00 – 16:00 = bayi Anda sudah merasa lelah kemudian akan merasa mengantuk. Anda
bisa memberikan ASI atau susu formula sebelum bayi tertidur. Cara ini bisa membantu
bayi agar tidur siang lebih nyenyak. (baca juga: pola tidur bayi 0-12 bulan)
7. 16:30 = Jika bayi Anda sudah bangun maka ajak bermain sebentar. Jika sudah merasa
lebih baik maka berikan makanan ringan sebagai camilan. Anda bisa memberikan biskuit
bayi atau buah yang dipotong kecil.
8. 17:00 = Ajak bayi Anda untuk mandi agar tubuh lebih segar.
9. 17:30 = Bayi Anda mulai merasa lapar dan sedikit rewel. Anda bisa memberikan makan
malam. Anda bisa memberikan ASI atau susu formula setelah makan.
10. 19:00 = Setelah bayi merasa lelah, maka Anda bisa mengajaknya ke tempat tidur. Jika
bayi sudah memiliki gigi yang baik maka biasakan untuk menggosok gigi sebelum tidur.

Umumnya bayi yang sudah berusia 12 bulan jarang bangun pada malam hari. Bayi akan bangun
hanya jika merasa lapar dan kurang nyaman. Anda bisa memberikan ASI atau susu formula jika
bayi bangun pada tengah malam.

Makanan Terbaik untuk Bayi Usia 12 Bulan

1. Buah berwarna ungu kemerahan ini mengandung antosianin yang sangat baik untuk
menjaga kesehatan otak bayi. Anda bisa memberikan blueberi untuk bayi dengan
dicampurkan dengan yogurt dari susu kambing. (baca juga: cara menjaga bayi agar tidak
mudah sakit)
2. Yogurt menjadi makanan fermentasi yang sangat baik untuk bayi mulai usia lebih dari 6
bulan. Yogurt bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung dan otak untuk bayi.
Yogurt juga sangat baik untuk tulang dan pertumbuhan gigi bayi. Pastikan Anda
memberikan yogurt dari susu kambing dan tidak mengandung bahan pengawet.
Tambahkan buah buahan dalam yogurt seperti pisang atau alpukat.
3. Labu, ubi jalar dan kentang. Semua sumber makanan ini mengandung vitamin A, vitamin
C dan jika dimasak memiliki tekstur yang sangat lembut. Hal ini membuat bayi usia 12
bulan bisa makan dengan baik. Sebaiknya ubi jalar, kentang atau labu harus dimasak
menjadi lunak sehingga mudah dicerna oleh bayi.
4. Semua jenis lentil mengandung vitamin, mineral, protein alami dan serat yang cukup
tinggi. Lentil bisa menjaga pencernaan bayi dan teksturnya sangat lembut jika dimasak.
Campurkan lentil dalam bubur, sereal atau olahan dari gandum.
5. Sayuran hijau (bayam, brokoli, kacang panjang, lobak,dan sawi). Semua jenis sayuran
berwarna hijau mengandung zat besi dan asam folat yang cukup tinggi. Nutrisi ini bisa
membantu mencegah bayi anemia, mudah lelah dan kekurangan nutrisi. Anda bisa
memasak sayuran hijau ini menjadi sup yang dicampur dengan sup kaldu ayam atau sapi.
6. Brokoli menjadi jenis sayuran hijau yang sangat baik karena mengandung asam folat,
kalsium dan serat yang tinggi. Brokoli juga mengandung zat antisoksidan yang bisa
melawan kanker. Brokoli yang dikukus sangat baik untuk bayi. (baca juga: makanan
pendukung Asi (MPASI) rumahan terbaik untuk bayi – makanan sehat untuk bayi 9
bulan)
7. Alpukat adalah buah menyehatkan yang mengandung asam lemak tak jenuh. Kandungan
asam lemak ini bahkan seperti lemak yang ditemukan pada ASI. Anda bisa memberikan
alpukat yang sudah dilembutkan untuk bayi. Campurkan dengan alpukat dengan yogurt,
pisang atau biskuit bayi. (Baca juga : manfaat buah naga untuk bayi – vitamin dan
mineral)
8. Daging dan ikan. Daging dan ikan mulai diperlukan untuk bayi 12 bulan agar tubuh bayi
mendapatkan asupan padat yang baik. Daging dan ikan mengandung sumber mineral
seperti kalium, zat besi, dan seng. Pastikan Anda memisahkan bagian lemak dari daging
agar bayi tidak mendapatkan lemak berlebihan. Masak daging dan ikan hingga sangat
lembut dan bayi mudah mengunyah. (baca juga: akibat kekurangan kalsium pada bayi
dan anak anak)
9. Sumber vitamin C. Semua buah yang mengandung vitamin C sangat baik untuk bayi.
Beberapa buah yang disarankan seperti kurma, jeruk dan pisang. Makanan ini juga
mengandung antioksidan yang bisa mencegah kanker.

Bayi usia 12 bulan memang sudah bisa menerima banyak makanan. Namun pastikan Anda tetap
membatasi asupan gula, bahan pemanis dan bahan pengawet. Rasa pedas dan manis sebaiknya
juga tidak diberikan untuk bayi usia 12 bulan.
29 Pantangan Ibu Menyusui ASI Eksklusif
Tahukah anda ketika wanita tidak hamil bisa menyantap makanan apa saja yang mereka sukai.
Tetapi ketika hamil, melahirkan dan menyusui, maka kebiasaan untuk makan yang mereka sukai
harus dihentikan jika makanan tersebut ternyata mengandung banyak garam, berasa pedas, pahit
dan mengandung zat asam. Larangan tersebut lebih kepada tujuan untuk menjaga kesehatan bayi
karena masa pertumbuhan bayi sangat dipengaruhi kualitas produksi ASI. Percayalah! Jika ASI
nya tidak baik maka perkembangan bayi ini dipastikan akan terhambat dan mengalami keluhan
kesehatan dimasa-masa kedepannya.

Inilah pantangan ibu menyusui dimana banyak ibu yang masih tidak mempedulikan segala
akibatnya.

Jenis Asupan Berbahaya

1. Menghindari makanan pedas

Makanan yang mengandung unsur pedas seperti cabai, merica, jahe dan lain lain jika dikonsumsi
secara berlebihan dapat menurunkan kualitas ASI. Karena ASI akan mengandung zat pedas yang
bersifat panas dan menekan otot perut ini dapat menyebabkan lambung bayi teriritasi. Ingatlah
sistem pencernaan bayi belum sempurna, akibatnya bayi akan menderita sakit perut, penyebab
diare pada bayi dan rewel.

2. Menghindari makanan yang pahit

Makanan yang mengandung unsur pahit seperti daun pepaya, pare, jamu dan sebagainya jika
dikonsumsi secara berlebihan akan memperburuk produksi ASI. Bayi akan menolak untuk
disusui karena ASI berubah menjadi pahit . jika kondisi terus menerus berkelanjutan maka bayi
kan kekurangan asupan gizi.

3. Menghindari gula yang berlebihan

Mengkonsumsi gula secara berlebihan atau gula buatan sangat tidak baik untuk kestabilan kadar
gula darah si ibu. Jika ibu menderita bahaya diabetes saat hamil atau sudah terjangkit penyakit
gula, maka akibatnya kualitas ASI bisa ikut memburuk. Bayi juga akan mengalami kelebihan
gula dalam tubuhnya dimana organ pencernaannya belum sempurna. Ini akan menimbulkan
berbagai macam keluhan kesehatan lain pada bayi.

4. Menghindari minuman berkafein

Mengkonsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh secara berlebihan dapat membuat bayi
menjadi kesulitan untuk tidur dengan tenang. Dapat meningkatkan rasa gelisah dan membuat
bayi akan rewel, hal ini disebabkan karena bahaya kafein bagi ibu hamil telah mengiritasi
lambungnya. Pada sebagian bayi ada pula yang mengalami alergi zat kafein walaupun pada
kadar yang sedikit, dimana bayi mengalami kejang dan rasa tidak nyaman pada tubuhnya.

5. Menghindari garam yang berlebihan

Garam bersifat panas, mengikis , mengikat, memblokir dan menyebabkan penghambatan tubuh
dalam penyerapan nutrisi. Pada bayi yang telah berusia 7 – 8 bulan dimana pencernaannya sudah
sempurna. Kelebihan garam pada ASI tetap dapat membuat nutrisi yang ibu konsumsi jadi tak
berarti apapun karena bayi tidak mendapatkan nutrisinya.

6. Menghindari sayuran yang mengandung gas


Apapun makanan yang mengandung gas misalnya kembang kol, brokoli, paprika dan bawang
lebih baik dikurangi atau kalau bisa dihindari selama masa menyusui. Dapat digantikan dengan
sayuran lain yang lebih aman misalnya sayur bayam, sayur kangkung atau selada. Sayuran yang
mengandung gas dapat menurunkan krekentalan ASI dan mengurangi rasa manis pada ASI
sehingga bayi cenderung menolak untuk menyusu.

7. Menghindari minuman bersoda

Apapun minuman yang mengandung soda bersifat panas dan mengikat nutrisi dalan tubuh ibu
sehingga tidak aakan saampai ke ASI sehingga membuat ASI menjadi kekurangan Vitamin dan
membuatnya menjadi encer. Hal ini otomatis menurunkan kualitas dan produksi ASI secara
bertahap sehingga menyebabkan tumbuh kembangnya tubuh bayi tidak mengalami peningkatan.

8. Menghindari makanan yang asam

Makanan yang mempunyai unsur asam seperti jeruk limau, nanas, strawberry, tape (singkong
yang difermentasi berdsama campuran ragi) atau berbagai macam cuka dapat mengakibatkan
kekentalan ASI menjadi berkurang. Hal ini akan memberi rasa asam pada ASI yang dapat
menyebabkan bayi tidak mau menyusu. Lambung bayi dapat teritasi dan bayi dapat terserang
diare karena sistem pencernaannya belum sempurna sehingga sangat peka dengan zat asam. Ada
buah yang aman untuk dijadikan alternatifnya yaitu buah mangga manis dan pepaya tua.

9. Menghindari makanan yang bersantan

Apapun makanan bersantan sebaiknya ibu hindari karena dapat membuat bayi gumoh, perut
menjadi kembung atau terus menerus menagis, merasa tubuhnya tidak nyaman. Sebaiknya
hindari santan sedapat mungkin karena santan tajam dan bersifat mengiritasi lambung bayi yang
usianya dibawah 6 bulan. Jika ini terjadi maka akan membuah bayi menangis terus menerus dan
rewel karena merasa perutnya tidak nyaman.

10. Menghindari buah buahan yang beralkohol

Ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi secara berlebihan buah buahan yang mengandung
soda dan alkohol. alkohol pada buah mempunyai sifat panas dan mengikis. Jika dikonsumsi
secara berlebihan maka ASI akan tercemar alkohol dan mempengaruhi rasa sehingga bayi tidak
mau lagi menyusu. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi keracunan atau rewel.

11. Menghinadri minuman beralkohol

Ibu menyusui wajib menjauhi alkohol dan tidak diperkenankan untuk


mengkonsumsinya walaupun dalam jumlah sedikit. Alkohol yang ada pada minuman bersifat
sangat panas dan mampu menyerap semua butrisi yang ada pada ASI sehingga menyebbkaan
produksi ASI menjadi berkurang. Bayi akan mengalami kejang, diare dan bahkan mengalami
kematian jika kadara alkohol terbilang banyak dalam ASI. Alkohol mampu merusak jaringan
otak bayi yang menyebabkan keterlambatan dan kemunduran motoriknya dalam merespon cepat
benda benda disekitarnya secara visual. (Baca juga : bahaya alkohol saat hamil)

12. Menghindari produk susu

Mengkonsumsi secara berlebihan makanan olahan yang terbuat dari produk susu berupa keju,
yogurt, es krim, mentega dan susu krim tidak dapat meningkaatkan produksi ASI, karena
makanan olahan tidak memiliki kandungan serat yang baik. sebaiknya jika ingin mengkonsumsi
susu pilihlah yang termasuk rendah kalori atau susu rendah lemak.

13. Menghindari obat-obatan pereda rasa sakit


Mengkonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit misalnya obat sakit kepala atau obat untuk
meredakan sakit pada jantung dapat mempengaruhi kualitas ASI. Zat kimia yang ada pada obat-
obatan tersebut dapat bereaksi dengan cepat melalui kelenjar susu lalu mengendap dan
bergabung dengan nutrisi yang ada pada ASI. Akibatnya jika bayi sensitif terhadap obat obatan
tersebut, bayi anda akan mengalami keracunan berupa muntah muntah dan kejang.

14. Menghindari makanan yang dipanggang atau dibakar

Makanan yang dipanggang dan dibakar cenderung meninggalkan serbuk halus yang bergabung
dengan partikel kecil, selama pembakaran dapat melekat pada makanan dan menjadi radikal
bebas jika tertelan. Radikal bebas yang dihasilkan dari kepulan asap dan bergabung dengan unsur
lain seperti debu jalanan, asap rokok, asap kendaraan dan kotoran lain. Maka bisa dipastikan ASI
akan terkontaminasi dengan radikal bebas yang dapat menyebabkan kualitas ASI menjadi buruk
dan berbahaya bagi tubuh bayi.

15. Menghindari rokok

Sedapat mungkin hindari dan jauhi siapa pun yang sedang merokok guna menghindari
pencemaran ASI oleh tar dan nikotin yang terhirup melalui rongga mulut dan hidung. Nikotin
dan tar mampu menyebabkan ASI menjadi encer, hilang beberapa nutrisi pentingnya dan asap
rokok dapat mengikat mineral dan imun yang ada pada ASI, sehingga kualitas ASI menjadi
buruk. Berhenti segera bagi ibu yang sebelumnya adalah pecandu rokok. Bayi dapat terserang
kejang dan keracunan jika kadar tar dan nikotin mengendap banyak didalaam ASI. Hentikan
merokok dan ulailah merubah gaya hidup anda dengan sesuatu yang lebih baik agar bayi
senantiasa sehat dan tumbuh kembangnya dapat berjalan secar normal.

Aktivitas Berbahaya

Inilah beberapa pantangan lain yang dapat menjadi pertimbangan bagi ibu menyusui , karena jika
diabaikan akan menimbulkan keluhan kesehatan sekitar payudara, mempengaruhi produksi ASI
dan mengganggu pertumbuhan serta perkembangan tubuh bayi.

1. Memakai Bra yang ketat dan berkawat

Ibu yang menyusui hendaknya tidak memakai Bra yang berukurran terlalu kecil aau ketat
ataupun terlalu longgar. demi kesehatan jaringan payudara lebih baik membeli dan memakai Bra
yang dirancang khusus untuk para ibu yang menyusui. Bar berkawat dapat membuat penekanan
disekitar kelenjar susu dan mampu menghambaat aliran ASI menjadi tidak normal. Bra berkawat
dapat membuat alirah darah sekitar payudara menjadi tersendat. kondisi inijika dibiarkan berlarut
larut maka akan menurunkan produksi si.

2. Diet yang tidak seimbang

banyak ibu yang menyusui melakukan program diet tanpa mendapat rekomendasi dari bidan atau
pihak dokter yang terkait. diet yang dilakukan berdasarkan keinginan dan pemahaman yang
salah dapat membuat tubuh kekuranagan gizi dan ini akan merusak kualitas ASI.

Kebanyakan ibu menyusui melakukan diet dengan cara membatasi asupan gizi tertentu. Padahal
pada masa menyusui ibu dianjurkan untuk memasok nutrisi yang banyak, dari jenis makanan
yang telah disarankan dokter ahli gizi atau tim kesehatan terkait. Jika tubuh minim memiliki
nutrisi maka ASI yang seharusnya mempunyai asupan gizi terbaik bagi bayi justrui membuat
bayi sulit mendapat penimgkatan berat badan.

3. Sedot ASI untuk disimpan dalam botol


Banyak wanita karir masa kini yang sibuk dengan aktivitas kantornya rela menyedot ASI dengan
alat khusus untuk disimpan dalam botol. lalu diletakkan pada lemari es untuk menghindari
pembusukan dan penguraian bakteri. Jika kondisi ini terus menerus dilakukan, maka akan
mempengaruhi produksi air susu. Penyedotan memungkinkan membuat payudara menjadi timbul
pembengkakan atau peradangan disekitar kelenjar susu.

ASI yang selalu disedot akan menimbulkan keluhan lain setelah 6 sampai 8 jam, sesudahnya
payudara akan membengkak dan terasa sangat nyeri jika tersentuh tangan. Selain itu, produksi
ASI akan melimpah dan akan keluar dengan deras membasahi Bar anda. Jika anda tidak
memakai bra khusus ibu menyusui, ASI akan mengotori pakaian kerja anda dan berbau tidak
sedap setelah beberapa jam kemudian.

4. Minum jamu sembarangan

Jangan minum jamu sembarangan tanpa ada rekomendasi dari bidan atau dokter, karena sebagian
dari ibu menyusui ada yang bisa terserang alergi setelah minum jamu. Zat yang ada pada jamu
biasanya akan bereaksi dengan ASI dan mampu menyerap semua nutrisinya yang akan
menyebalkan ASI berasa kurang manis dan terlalu encer. Jamu yang dikonsumsi kebanyakan
karena ingin mengembalikan bentuk tubuh sehabis melahirkan atau minum jamu karena ingin
menyembuhkan jerawat.

5. Jangan membiarkan ASI tidak disusui selama 24 jam

Kesibukan para wanita karir yang masih menyusui lebih banyak tidak mempunyai waktu yang
cukup untuk menyusui bayinya. Akibatnya ASI yang menganggur dan tidak disusui selama
berjam-jam, apalagi 24 jam dapat menyebabkan pembengkakan, rasa nyeri pada dada yang luar
bisa dan pengerasan pada payudara. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas anda.

6. Hentikaan kebiasaan memeras ASI

Wanita yang mempunyai aktivitas rutin yang padat dalam pekerjaannya di kantor, dapat
menyebabkan produksi ASI meningkat tajam karena ASI tidak segera disusui oleh bayi. Hal ini
banyak membuat ibu sering singgah ke toliet hanya untuk memeras susunya, agar tidak terlalu
deras mengalir dan mengotori pakaian dalamnya. Kebiasaan yang kurang baik ini dapat
menimbulkan iritasi pada puting dan mencederai pembuluh darah disekitar kelenjar susu.
Hentikan kebiasaan ini dengan cara menyusui bayi dengan waktu yang lama sebelum berangkat
kerja.

7. Jangan menyusui hanya pada salah satu payudara saja

Banyak ibu menyusui yang menyusui hanya pada salah satu payudaranya saja, sedangkan
payudara yang lain jarang diberikan pada bayi. Akibatnya ukuran payudara tidak akan sama dan
besar sebelah. Kondisi ini dapat membuat tampilan payudara tidak proporsional dan menurunkan
kualitas ASI.

8. Jangan mengkonsumsi suplemen vitamin secara berlebihan

Pantangan ibu menyusui hendaknya membatasi konsumsi suplemen vitamin secara berlebihan.
Suplemen mengandung bahan pengawet yang dapat menurunkan kadar imun dalam ASI dan
mempengaruhi kekentalan ASI yang dapat menyebabkan bayi tidak mau menyusui lagi. Jika
ingin mengkonsumsi suplemen lebih baik mintalah saran yang terbaik pada dokter yang terkait
atau ahli gizi.

9. Jangan memberikan ASI, tetapi memberikan susu botol


Ada sebagian ibu yang memberikan ASI tetapi di lain waktu, dia juga memberikan bayinya susu
botol atau susu formula dengan berbagai macam alasan. Memberikan ASI secar teratur dan
konsisten lebih baik dan akan membuat tubuh bayi sehat, tetapi jika pemberian susu botol pun
dilakukan makan nutrisi yang ada pada ASI setelah bayi menyusui tidak akan berdampak apa apa
karena ASI sudah berkurang kualitasnya.

10. Menyapih anak secara alami

Jika anda memiliki bayi yang hampir berusia 2 tahun dan sulit untuk disapih, biarkan dia
berhenti secara alami. Jangan dipaksa untuk melakukan sesuatu agar dirinya tidak menyusu lagi,
misalnya dengan cara melumasi puting susu dengan zat yang berasa pahit. Produksi ASI pada
dasarnya akan terus berkurang seiring bertambahnya usia bayi. pada saat itulah rasa ASI akan
berubah dan menjadi lebih keruh, kondisi inilah yang akan menyebabkan bayi anda tidak mau
lagi menyusu. Biarkan dia menyapih dirinya sendiri (berhenti menyusu secara alami)

11. Buah jeruk pilihan terbaik untuk diet sehat

Bagi ibu menyusui yang telah mendapat rekomendasi dan pemahaman yang baik tentang cara
berdiet sehat saat menyusui. Konsumsi buah jeruk manis adalah pilihan yang terbaik untuk
mempertahankan kualitas ASI tanpa harus mengganggu produksinya setiap hari. Buah jeruk
manis banyak mempunyai kandungan vitamin C dan serat yang mampu mempertahankan
kelenjar susu untuk terus memproduksi susu secara melimpah.

12. Jangan terlalu panik pada bayi yang tidak mau makan

Banyak ibu yang merasa takut dan khawatir jika melihat bayinya tidak mau makan dan mereka
beranggapan bayi akan mengalami kekurangan gizi. Ini adalah pemahaman yang salah! bayi
tidak akan mengalami kurang gizi selama ibu masih memberinya ASI dengan teratur dan
konsisten. Jangan panik dulu karena di dalam ASI sudah tersedia semua nutrisi yang dibutuhkan
bayi dan mempunyai kandungan imun yang kuat melebihi vitamin manapun. Memberikan ASI
sudah lebih dari cukup karena ASI dapat menutupi kekurangan gizi pada bayi walaupun tidak
mau makan dalam satu hari.

13. Hindari makanan laut yang mengandung logam

Makanan laut seperti kepiting, aneka macam siput laut, teripang, kerang kerangan, cumi cumi,
daging gurita, lobster atau ikan hiu memang sangat nikmat dan menggoda rasa lapar semakin
menjadi-jadi. Namun menjadi pantangan ibu menyusui yang sedang menyusui bayi secara
eksklusif. Hewan laut yang mengandung banyak protein dan vitamin ini ternyata mengandung
banyak unsur merkuri atau logam didalam tubuhnya. Unsur logam bersifat mengendap dan
mengiritasi. Bagi bayi yang usianya dibawah 6 bulan, pencernaannya belum sempurna. Jika bayi
menyusui ASI yang telah terkontiminasi dengan berbagai macam logam dari hewan laut, maka
pencernaan bayi akan teritasi dan menyebabkan mual dan diare dan rewel karena merasa
tubuhnya tidak nyaman.

14. Menghindari makanan dan minuman yang mengandung mint

Rasa mint pada makanan atau minuman dapat menurunkan kualitas ASI secara bertahap, jika ibu
mengkonsumsi setiap hari. Zat yang ada pada mint dapat mengikat, memblokir dan mencemari
nutrisi dan mineral yang ada pada ASI sehingga ASI akan berubah rasa dan payudara tidak
mampu memproduksi ASI secara berlimpah.

Makanan yang Sehat untuk Ibu Menyusui

 Beras merah + sayur bayam


Mengkonsumsi nasi merah dan sayur bayam setiap hari dapat memperbanyak produksi ASI daan
meningkaatkan kualitas nutrisi didalmnya. ASI akan kental dan memiliki kadar imun yang kuat
selama masa menyusui. Beras merah tidak mengandung kadar gula tinggi yang dapat
meningkatkan kadar gula dalaam darah, beras merah termasuk karbohidrat sehat yang dapat
memberikan energi yang cukup dan kebugaran tubuh ketika sedang beraktivitas. sedangkan
bayam adalah sumber zat besi yang kuat dan mengandung antioksidannya tinggi dimana nutrisi
tersebut sangat dibutuhkan oleh ASI.

 Ikan salmon + kacang merah

Mengolah dengan cara menggoreng ikan salmon bersama minyak zaitun dan menyantapnya
bersamaan dengan rebusan kacang merah sangat baik untuk melindungi dan meningkatkan
kesehatan jaringan sel otak bayi, karena didalam ikan salmon terdapat kandungan asam amino
yang sangat tinggi serta omega 3 yang kuat. Mengkonsumsi banyak ikan salmon bersamaan
dengan rebusan kacang merah dapat membuat bayi anda lebih cerdas dari anak anak seusianya.

 Susu rendah kalori + roti gandum

Menyantap roti gandum yang di cocol kedalam susu rendah kalori sangat nikmat dan baik untuk
kesehatan tulang dan gigi bayi. Gandum memiliki serat yag sangat tinggi dan susu rendah kalori
mempunyai kandungan kalsium yang sangat tinggi pula. jika kedua nutrisi ini digabungkan maka
akan mempercepat peningkatan kualitas ASI.

 Mengkonsumsi jamur + brokoli

Jamur dan brokoli memiliki nutrisi dan serat serta vitamin yang sangat banyak yang sangat
bermanfaat untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas ASI secara sistematik

 Mengkonsumsi ubi jalar

Ubi jalar kaya dengan karbohiodrat tetapi rendah lemak, Ubi jalar juga mengadung serat yang
kuat dan vitamin A yang dapat memperbaiki dan melindungi jaringan mata bayi. Santaplah ubi
jalar sebagai makanan alternatif pengganti nasi putih.

 Alpukat + susu rendah kalori

Buatlah jus alpukat yang dicampur dengan susu rendaah kalori agar tubuh dapat menyerap
manfaatanya secara optimal. Kandungan vitamin E dabn anti oksidannya yang tinggi pada
alpukat dapat bereaksi positif jika bergabung dengan kadar kalsium tinggi yang ada apada susu
rendah jalori. kondisi ini mempercepat peningkatan kualitas dan kuantitas ASI dari hari kehari.

 Mengkonsumsi pepaya + mangga tua

Menyantap buah mangga dan pepaya secara bersamaan dapat memperbaiki nutrisi ASI pada ibu
yang baru sembuh dari sakit. Vitamin A, E dan C serta serat yang ada dikeduaa buah tersebut
dapat meningkatkan daya tahan ibu dengan cepat dan memperbanyak produksi ASI. Pepaya dan
mangga dapat disajikan sebagai buaha yang diirtis sedemikian rupa daan dapat pula disaajikan
dalam bentuk jus.

 Mengkonsumsi labu siam

Banyak banyaklah mengkonsumsi buah labu siam karena didalamnya mengandung serat dan
vitamin yang dapat meningkatkan produksi ASI.Labu siam dapat memperkental ASI dan
meningkatakan rasa manis dan gurih sehingga membuat bayi lebih aktif dalam menyusui.
santaplah labu siam yang telaah diolah menjadi sayuran yang juga bisa anda gabung dengan
irisan wortel dan jagung manis yang keduanya juga mengaandung serat, vitamin A dan
betakaroten yang kuat yang mampu mempercepat proses peningkatan kualitas ASI.
Catatan penting :

 Asupan Gizi Lengkap – ASI memiliki kandungan nutrisi yang tidak ada habisnya selama usia bayi
belum mencapai 2 tahun. Didalam ASI terdapat kalsium yang tinggi yang dapat memperbaiki
jaringan tulang, memadatkan dan memperkuat tulang dan gigi bayi, maka dari itu pemberian
susu formula tidak dianjurkan diberikan pada bayi yang telah mendapatkan fasilitas menyusui.
kualitas ASI dapat diserap tubuh bayi dengan baik jika tidak dicemari oleh zat dari susu lain.
 Penggunaan Alat Kontrasepsi – Ketika ibu masih aktif menyusui bayi secara konsisten dan
eksklusif hendaknya tidak memakai alat kontrasepsi yang berbentuk oral dan suntik. Zat hormon
yang ada pada alat kontrasepsi cenderung dapat bereaksi cepat mencemari dan menyerap habis
nutrisi yang ada pada ASI yang dapat menimbulkan bayi kekurangan gizi walaupun aktif
menyusui., dapat menimbulkan beberapa alergi dan keracunan. Tunggulah hingga bayi anda
berusia satu tahun dimana organ tubuhnya telah kuat dan telah mampu menerima makanan
dalam bentuk apapun.
 Olahraga untuk ibu menyusui – Jika ingin meningkatkan produksi ASI dan memperbaiki kualitas
ASI agar lebih baik lagi ibu menyusui dapat melakukan olahraga ringan yang berbentuk yoga.
gerakan gerakannya memperkuat otot payudara dan relatif aman untuk dilakukan setiap hari.
olahraga yang lain yang disarankan adalah berjalan cepat dibawah sinar matahari pagi , olahraga
renang atau melakukan senam pagi yang diiringi musik. Olahraga tersebut dapat meningkatkan
kadar imun yang ada dalam ASI dan dapat mencegah ibu dari serangan nyeri pada dada.