Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


PT. ULIMA NITRA merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan
pada tanggal 25 Agustus 1992. Perusahaan ini bergerak di bidang penyewaan
alat-alat berat, beberapa mitra dari PT UN antara lain Pertamina Talisman
(Ogan Komering) Ltd, ConocoPhillips Indonesia Ltd, Petrochina
International Jabung Ltd,PT Devon Energy, Fe Energy Resources (Jabung)
Ltd, PT. Manambang Muara Enim, PT. Muara Alam Sejahtera.
Pada Site PT Muara Alam Sejahtera(Persero) dusun merapi kabupaten
Lahat terdapat 3 disposal yaitu disposal Pusda untuk timbunan lumpur,
disposal selatan-timur dan disposal Utara. Disposal ABS direncanakan akan
menjadi disposal utama PT Ulima Nitra dengan estimasi daya tampung
3.318.636 BCM.
Disposal ABS merupakan eks pit tambang PT ABS(Persero) setelah
habis izin penambangan maka PT Muara Alam Sejahtera mengambil alih
kemudian menunjuk PT Ulima Nitra untuk menjadi kontraktor kegiatan
penambangan.
penerapan sistem in pit dumping untuk penimbunan overburdennya,
dikarenakan lokasi disposal pit yang sudah ditambang yang nantinya akan
dilakukan revegetasi. Overburden yang telah dikupas kemudian didumping di
disposal area. Volume disposal semakin bertambah seiring dengan
dilakukannya penambangan batubara. Didalam prakteknya disposal ABS
terdapat genangan hingga elevasi 56 mdpl yang menyebabkan material
timbunan menjadi jenuh dan pecah dan karena disposal Utara merupakan eks
pit maka terdapat palung yang menyebabkan terjadinya patahan di beberapa
bagian disposal yang dikhawatirkan dapat terjadinya longsor perlu dilakukan
penanganan terhadap air demi keselamatan pekerja dan unit alat berat

1
Perencanaan penimbunan yang didahului dengan evaluasi terhadap
realisasi rencana sangat diperlukan. Analisa yang dilakukan berdasarkan
variabel umur disposal dan perencanaan pemompaan terkait rpm pompa, head
pompa.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang ditetapkan pada penelitian ini
adalah:
1. Berapa umur diposal Utara?
2. Apa yang menyebabkan air disposal Utara terus naik hingga elevasi 56
mdpl ?
3. Apa yang menyebabkan terjadinya patahan di disposal Utara
4. Bagaimana skenario pemompaan terkait head pompa, putaran pompa
yang dapat dilakukan di disposal Utara ?

1.3. Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah:
1. Mengetahui umur disposal Utara
2. Menganalisis penyebab terjadinya naiknya elevasi air hingga 56 mdpl
dan mengetahui debit air dan keluar di disposal Utara
3. Menganilis terjadinya patahan di disposal Utara
4. mengetahui debit pompa, head pompa, serta putaran mesin pompa yang
dibutuhkan untuk mengeluarkan air dari disposal Utara S agar air di
disposal Utara berada dalam batas aman.
5. Sebagai salah syarat menyelesaikan pendidikan Sarjana

1.4. Manfaat Penulisan


Penulisan laporan tugas akhir ini diharapkan memiliki manfaat:
1. Memberikan rekomendasi teknis terkait rencana pemompaan
2. Memberikan rekomendasi jumlah Overbourden yang dizinkan menimbun
di disposal Utara supaya elevasi air tidak terus naik dan mengganggu
aktivitas penimbunan

2
3. Memberikan rekomendasi batas penurunan elevasi air

1.5 BATASAN MASALAH


Agar tidak terjadinya perluasan masalah pada penelitian yang akan
dilaksanakan maka diperlukan pembatasan masalah yang cukup jelas. Maka
dari itu penulis menentukan batasan masalah dari penelitian ini :
1. Perhitungan produksi berdasarkan produktivitas bulan Juli dan
diasumsikan konsisten
2. Skenario pemompaan berdasarkan pompa yang dimiliki perusahaan
3. Perhitungan debit pompa dengan menggunakan metode mistar siku dan
kurva performa pompa
4. Putaran mesin untuk setiap pompa dianggap sama yakni 1100 rpm
5. Air asam tambang diasumsikan tidak ada overflow yang mengalir
kesungai tanpa ada treatment terlebih dahulu
6. Daerah yang terjadi patahan diasumsikan zona aman sedangkan daerah
yang tidak ada patahan diasumsikan zona tidak aman

1.6. Metode Penulisan


1. Studi pendahuluan

Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui gambaran umum


didaerah penelitian secara langsung. Studi pendahuluan meliputi observasi
aktivitas kerja dan produksi batubara secara keseluruhan serta melakukan
survey atau wawancara mengenai kondisi umum dan permasalahan-
permasalahan yang terjadi selama aktivitas pemompaan.

2. Identifikasi masalah

Setelah melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan pekerja,


penulis mendapatkan informasi- informasi awal yang terjadi dalam aktivitas
pemompaan. Dari hasil observasi dan wawancara tersebut akan diketahui
masalah- masalah yang terjadi terutama masalah yang berhubungan dengan
rencana penanganan air disposal.

3
3. Studi literature

Setelah permasalahan teridentifikasi, maka perlu dilakuakan studi


pustaka atau studi literatur. Studi pustaka dilakukan dengan mencari
referensi berupa buku- buku, jurnal, dan hasil- hasil penelitian. Studi
literature merupakan dasar dari penelitian yang dilakuakn untuk
mendapatkan solusi dari permasalahan.

4. Perumusan masalah

Setelah identifikasi masalah dan studi literatur dilakukan maka


selanjutnya dilakukan perumusan masalah yang menjadi fokus penelitian
dan akan menjadi bahan bahasan dalam pengoalahan dan analisis data.

5. Pengumpulan data

Data yang akan dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder.
Data primer merupakan data yang diperoleh dengan pengamatan dan
penghitungan langsung dari lapangan. Sedangakan data sekunder adalah
data yang diperoleh dari penelitian terdahulu dari perusahaan.

5.1 Data Primer

Data yang akan diambil adalah

1.Debit pompa

2.Cycle time alat gali-muat.

5.2 Data sekunder

Data- data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1.Data curah hujan

2. Peta Catchment area

3. desain final disposal ABS(dalam file dgn)

4. peta situasi 170701 (dalam file dgn)

5. Tabel Flowrate

4
6. Kurva performa pompa

6. Menghitung Kapasitas Ruang Timbun

Tahapan ini bergunana untuk menghitung kapasitas ruang timbun


yang tersisa berdasarkan rencana perusahaan yang telah ada agar ruang
timbun yang ada di buat sesuai dengan jumlah atau volume overburden
target awal yang akan di timbun.

7. Kesimpulan dan saran

Tahap ini adalah tahap menyimpulkan bagaimana perencanaan yang


optimal terkait pemopaan agar penimbunan di disposal Utara tidak terganggu.