Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN PEMASANGAN

OKSIGENASI NASAL KANUL PADA KLIEN DENGAN SYOK KARDIOGENIK DI


UGD RS. BHAKTI WIRATAMTAMA SEMARANG

Oleh :

SANNY MARLIAWATI
1708339

PROGAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA

SEMARANG

2018

Inisial pasien : Tn. S (56 tahun)


Diagnosa Keperawatan : Syok Kardiogenik

No. Register : 325399

1. Diagnosa Keperawatan dan Dasar Pemikiran


Data Hasil Pengkajian :
DS :

- Keluarga mengatakan klien belum BAK sejak tadi malam


DO :

- TD: 55/30 mmHg


- Nadi : 90x/menit
- RR: 45 x/menit

Hasil rekaman EKG

- Interpretasi : Terdapat ST Elevasi V2 V3 V 4V5 V6 Kesimpulan : STEMI ANTERO


LATERAL
- Tampak gelisah
- Kulit lembab
- Nadi teraba lemah

Kesan RO thorax :

- Pulmo tak tampak kelainan


- Cardiomegaly
Diagnosa Keperawatan : Penurunan curah jantung berhubungan dengan
Perubahan Afterload.

Ds: Klien mengatakan sesak nafas, makin terasa sesak jika buat tiduran. Klien
mengatakan lebih nyaman saat diposisikan semifowler atau duduk.

Do:

- Klien tampak sesak


- RR: 45x/menit
- Nadi : 90 x/menit
- TD: 55/30 mmHg
- Ada perubahan frekuensi napas, nadi dan tekanan darah dari posisi tidur ke duduk
dan sebaliknya. (BSM)
Hasil rekaman EKG

- Interpretasi : Terdapat ST Elevasi V2 V3 V 4V5 V6 Kesimpulan : STEMI ANTERO


LATERAL

Diagnosa Keperawatan : Intoleran Aktivitas berhubungan dengan Ketidakseimbangan


antara supali oksigen dengan kebutuhan

Dasar pemikiran :
Syok merupakan suatu keadaan kegawat daruratan yang ditandai dengan kegagalan
perfusi darah ke jaringan, sehingga mengakibatkan gangguan metabolisme sel. Dalam
keadaan berat terjadi kerusakan sel yang tak dapat dipulihkan kembali (syok ireversibel),
oleh karena itu penting untuk mengenali keadaan-keadaan tertentu yang dapat
mengakibatkan syok, gejala dini yang berguna untuk penegakan diagnosis yang cepat
dan tepat untuk selanjutnya dilakukan suatu penatalaksanaan yang sesuai.syok
kardiogenik ini terjadi suatu keadaan yang diakibatkan oleh karena tidak cukupnya curah
jantung untuk mempertahankan fungsi alat-alat vital tubuh akibat disfungsi otot jantung.
Hal ini merupakan suatu keadaan gawat yang membutuhkan penanganan yang cepat
dan tepat, bahkan dengan penanganan yang agresif pun angka kematiannya tetap
tinggi yaitu antara 80-90%.
Penanganan yang cepat dan tepat pada penderita syok kardiogenik ini mengambil
peranan penting di dalam pengelolaan/penatalaksanaan pasien guna menyelamatkan
jiwanya dari ancaman kematian. Syok kardiogenik ini paling sering disebabkan oleh
karena infark jantung akut dan kemungkinan terjadinya pada infark akut 5-10%. Syok
merupakan komplikasi infark yang paling ditakuti karena mempunyai mortalitas yang
sangat tinggi. Walaupun akhir-akhir ini angka kematian dapat diturunkan sampai 56%
(GUSTO), syok kardiogenik masih merupakan penyebab kematian yang terpenting pada
pasien infark yang dirawat di rumah sakit.dan menyebabkan terjadinya hiperekskresi air
dan elektrolit; malabsorbsi karbohidrat, protein, dan lemak dapat meningkatkan tekanan
osmotic dan menyebabkan pergeseran air dan elektrolit ke rongga usus; makanan yang
mengandung toksin dan tidak dapat diserap serta kecemasan dapat menyebabkan
hiperpristaltik yang pada akhirnya akan menurunkan kemampuan usus dalam menyerap
sari makanan.
2. Tindakan Keperawatan yang Dilakukan
Memberikan O2 Nasal Kanul 3 liter/menit.
3. Prinsip Tindakan
a. Prinsip bersih
b. Memastikan selang O2 tidak bocor
c. Humidifier berada pada level yang tepat
d. Jauh dari api
e. Menjelaskan tujuan dan prosedur
f. Persiapan alat :
1) Tabung O2
2) Selang O2
3) plester
g. Prosedur Pelaksanaan :
1) Mengucapkan salam terapeutik
2) Menjelaskan prosedur & tujuan tindakan yang akan dilakukan pada pasien
3) Mengatur posisi pasien
4) Menyiapkan selang O2 dan disambungkan ke tabung O2
5) Memastikan humidifier berada pada posisi yang tepat
6) Sesuaikan aliran O2 ke pasien sesuai advis dokter
7) Memakaikan non rebrithing mask pada pasien
8) Fiksasi selang O2 dengan plester/kencangkan kunci

4. Analisa Tindakan

Klien mengalami sesak napas sejak subuh karena udara yang dingin, klien sudah menghirup
inhalator namun masih terasa sesak dan kesulitan bernapas.

Pemberian O2 dimaksudkan untuk memberikan bantuan O2 pada klien agar kebutuhan O2


klien terpenuhi. Sehingga tidak terjadi hipoksia jaringan yang dapat membahayakan klien

Persipkan alat-Mengucapkan salam terapeutik-Menjelaskan prosedur & tujuan tindakan


yang akan dilakukan pada pasien-Mengatur posisi pasien-Menyiapkan selang O2 dan
disambungkan ke tabung O2-Memastikan humidifier berada pada posisi yang tepat-
Sesuaikan aliran O2 ke pasien sesuai advis dokter-Memakaikan non rebrithing mask pada
pasien-Fiksasi selang O2 dengan plester/kencangkan kunci-Evaluasi keadaan pasien
5. Bahaya dan Pencegahan
a. Kebakaran
Oksigen bukan zat pembakar tetapi dapat memudahkan terjadinya kebakaran.
Pencegahan : klien dengan terapi pemberian oksigen harus menghindari : Merokok,
membuka alat listrik dalam area sumber oksigen, menghindari penggunaan listrik
tanpa “Ground”.
b. Depresi Ventilasi
Pemberian oksigen yang tidak dimonitor dengan konsentrasi dan aliran yang tepat
pada klien dengan retensi CO2 dapat menekan ventilasi.
Pencegahan : pada saat pemberian O2 harus dipantau dan menanyakan respon klien
pada saat pemberian O2
c. Keracunan Oksigen
Dapat terjadi bila terapi oksigen yang diberikan dengan konsentrasi tinggi dalam
waktu relatif lama. Keadaan ini dapat merusak struktur jaringan paru seperti
atelektasis dan kerusakan surfaktan. Akibatnya proses difusi di paru akan terganggu.
Pencegahan : pada saat pemberian O2 harus dipantau dan menanyakan respon klien
pada saat pemberian O2.

6. Hasil yang Didapatkan dan Maknanya


S :
- Klien mengatakan masih sesak napas jika berpindah posisi misalnya dari duduk ke tidur
begitu juga sebaliknya
- Pasien mengatakan masih sedikit nyeri di dada sebelah kiri, hilang timbul. Tapi nyeri
berkurang setelah diberikan obat obatan

.O :
- TD: 120/60 mmHg
- Nadi: 74 x/mnt
- Nadi teraba kuat
- Warna kulit tampak sawo matang, turgor elastis, mukosa lembab
- Tidak ada sianosis
- Tidak ada edema
- CRT <3 detik
- Urine output belum keluar
- RR: 25 x/menit
- Interpretasi : Terdapat ST Elevasi V2 V3 V 4V5 V6
Kesimpulan : STEMI ANTERO LATERAL A : Masalah sudah teratasi
7. Tindakan Keperawatan lain
 Monitor TTV
 Perekaman EKG
8. Evaluasi Diri
Dapat melakukan pemberian O2 nasal kanul tanpa bantuan.