Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Radio Republik Indonesia (RRI) adalah stasiun radio milik pemerintah Indonesia. RRI
didirikan pada tanggal 11 September 1945. Slogan RRI adalah "Sekali di Udara, Tetap di
Udara". Sebelum menjadi Lembaga Penyiaran Publik selama hampir 5 tahun sejak tahun
2000, RRI berstatus sebagai Perusahaan Jawatan (Perjan) yaitu Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang tidak mencari untung. Dalam status Perusahaan Jawatan, RRI telah
menjalankan prinsip-prinsip radio publik yang independen. Perusahaan Jawatan dapat
dikatakan sebagai status transisi dari Lembaga Penyiaran Pemerintah menuju Lembaga
Penyiaran Publik pada masa reformasi.

RRI Lhokseumawe yang terletak di meunasah blang (kandang) kec. Muara dua kab. Aceh
Utara hanya sempat berkantor dari tahun 1995 s/d tahun 1998, RRI Lhokseumawe berpindah
alamat ke Jln. Chik. Ditiro 1 Lancang Garam dan Jln. Sukaramai No.1 Lhokseumawe kec.
Banda sakti, menyewa 3 (tiga) unit ruko untuk berkantor hingga akhir tahun 2003, RRI
Lhokseumawe berpindah alamat ke Jln. Peutua IbrahimNo.75 Teumpok Teungoh yang
merupakan kantor dan studio permanen.

B. Rumusan Masalah

1. Konsep apa yang di terapkan di bangunan RRI lhokseumawe ?


2. Apa kelebihan dan kekurangan bangunan ?
3. Bagaimana kondisi bangunan RRI lhokseumawe ?

C. Tujuan

1. Menjelaskan konsep yang diterapkan di bangunan RRI lhokseumawe


2. Mengetahui tentang utilitas, pencahayaan dan akustik di bangunan
3. Mengetahui kondisi bangunan RRI lhokseumawe

1
 Sistem Pencahayaan Yang Digunakan
 Sistem Pencahayaan Langsung (direct lighting)
Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu
diterangi. Sistm ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada
kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik
karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal,
disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada didalam ruangan perlu diberi warna
cerah agar tampak menyegarkan.

 Pencahayaan Semi Langsung (semi direct lighting)


Pada sistem ini 60-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi,
Sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini kelemahan
sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit dan dinding
yang diplester putih memiliki effiesiean pemantulan 90%, sedangkan apabila dicat putih
effisien pemantulan antara 5-90%.

2
 Jenis Lampu
Lampu merupakan benda yang memiliki kemampuan menghasilkan cahaya. Sekarang
ini terdapat banyak sekali jenis lampu yang ada di dunia, dikarenakan semakin majunya ilmu
pengetahuan dan teknologi di zaman ini. Tidak menutup kemungkinan dikemudian hari akan
ditemukan berbagai jenis lampu, sebuah lampu yang sangat hemat energi, tahan lama dan
ramah lingkungan.
 Lampu Fluorescent atau Lampu TL
Sering disebut lampu neon. Sekarang ini lampu neon bentuknya bervariasi, ada yang
memanjang umum, berbentuk ulir atau spiral, dan ada yang berbentuk vertikal dengan fitting
(instalasi KAP lampu) persis lampu pijar. Lampu TL lebih irit energi dibandingkan lampu
pijar, dan lebih terang. Pada umumnya lampu TL yang baik, bisa berumur 15.000 jam atau
perkiraan 10 tahun, dengan biaya 10x lebih mahal dari lampu pijar. Sebaliknya lampu TL
berkualitas buruk bisa berumur 4-6 bulan.

Lampu Fluorescent

Lampu TL

Lampu TL memiliki varisi dan corak, dengan fitting spiral atau ulir yang biasa dipakai
untuk lampu bohlam biasa. Sejak lama lampu TL yang banyak digunakan dengan fitting
khusus untuk lampu TL yang berbentuk panjang.

3
Dengan pemakaian watt/listrik yang efesien, lampu TL/neon lebih mudah dipakai
dibandingkan lampu pijar, cahaya tersedia putih, kuning, dan lainnya. lampu TL pada
umumnya banyak dipakai untuk penerangan toko, mall, dan tempat yang memerlukan cahaya
terang & hemat energi.

 Lampu LED
Lampu ini merupakan sirkuit semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika dialiri
listrik. Sifatnya berbeda dengan filamen yang harus dipijarkan (dibakar) atau lampu TL yang
merupakan pijaran partikel. Lampu LED memancarkan cahaya lewat aliran listrik yang relatif
tidak menghasilkan banyak panas. Karena itu lampu LED terasa dingin dipakai karena tidak
menambah panas ruangan seperti lampu pijar. Lampu LED juga memiliki warna sinar yang
beragam, yaitu putih, kuning, dan warna-warna lainnya.

Lampu LED

 Sistem Pengkondisian Udara Alami/Buatan


 Penghawaan Alami
Penghawaan alami atau ventilasi alami adalah proses pertukaran udara di dalam
bangunan melalui bantuan elemen-elemen bangunan yang terbuka. Sirkulasi udara yang baik
di dalam bangunan dapat memberikan kenyamanan. Aliran udara dapat mempercepat proses
penguapan di permukaan kulit sehingga dapat memnerikan kesejukan bagi penghuni
bangunan.

Penghawaan Alami Dari Ventilasi & Jendela

4
Pertukaran udara di dalam bangunan juga sangat penting bagi kesehatan. Di dalam
bangunan banyak terbentuk uap air dari berbagai macam aktivitas seperti memasak, mandi,
dan mencuci. Uap air ini cenderung mengendap di dalam ruangan. Aneka zat berbahaya juga
banyak terkandung pada cat, karpet, atau furnitur, yang timbul akibat reaksi bahan kimia
yang terkandung di dalam benda-benda tersebut dengan uap air. Jika bangunan tidak
memiliki sirkulasi udara yang baik, zat-zat kimia tersebut akan tertinggal di dalam ruangan
dan dapat terhirup oleh manusia.

 Penghawaan Buatan
Untuk mendapatkan kondisi ruangan yang memenuhi thermal comfort atau kondisi
yang harus memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan yang kita inginkan, tanpa adanya
ketergantungan dengan lingkungan luar, maka digunakan penghawaan buatan (air
conditioning). Penghawaan buatan di sini memiliki pengertian bahwa udara dalam ruang
dikondisikan berdasarkan beban kalor yang terjadi pada ruangan tersebut.

Air Conditioning

Agar didapatkan suatu sistim serta kapasitas pendingin yang tepat, maka perlu
diketahui besarnya beban kalor pada ruang/bangunan (karena fungsi AC adalah untuk
menghapus beban kalor tersebut) sehingga suhu dan kelembaban udara tetap nyaman. Besar
beban kalor yang terjadi ditentukan oleh: hantaran panas radiasi matahari, hantaran panas
secara transmisi, hantaran panas ventilasi atau infiltrasi, beban panas intern (manusia dan
peralatan elektronik atau mesin).
Agar memberi kondisi yang nyaman secara terus-menerus dalam suatu bangunan,
sistem-sistem penghawaan harus mempertahankan keseimbangan antara kondisi-kondisi
termal dan atmosfer dalam dan kondisi-kondisi iklim yang terus-menerus berubah di luar
ruangan dan di dalam ruangan itu sendiri. Jika suasana panas, sistem harus memberi cukup
udara sejuk untuk mengatasi panas yang diperoleh dari luar. Dalam keadaan dingin, ia harus
memberi cukup panas untuk menggantikan panas yang hilang.

5
SISTEM AKUSTIK PADA BANGUNAN RRI LHOKSEUMAWE

PENGERTIAN

Architectural Acoustics, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengontrol kualitas
suara didalam gedung atau ruang.

Pada studi kasus ruang akustik di RRI Lhokseumawe ruangan akustik berupa ruang studio, yang
merupakan ruangan yang harus dapat meredam suara dari luar maupun dri dalam rungan studio
penyiar. Teknik peredam suara adalah bagaimana material yang dipasang pada permukaan ruangan dan
memblok suara dari dalam maupun luar dari berbagai macam frekuensi suaradan kekuatannya.
Material yang digunakan adalah kombinasi dari material keras dan lembut. Materialyang
keras digunakan untuk memblok suara frekuensi tinggi

MATERIAL AKUSTIK STUDIO

Bahan kedap suara atau Sound Proofing Material secara fungsional digunakan untuk
menghalangi energi suara keluar ruangan atau masuk ke ruangan.

Bahan penyerap suara atau Sound Absorbing Material berfungsi untuk mengambil energi
suara yang berlebihan di dalam ruangan. Target utamanya adalah, energi pantulan dalam
ruangan dikurangi sesuai dengan kebutuhan.

Material akustik adalah material teknik yang fungsi utamanya adalah untuk menyerap
suara/bising. Setiap material akustik memiliki nilai kemampuan penyerapan bunyi yang
berbeda – beda, tergantung dari koefesien absorpsi serapnya. Koefesien absorpsi adalah
ukuran berapa besar efesiensi permukaan atau material dalam menyerap suara. Untuk
menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

KEGUNAAN DARI MATERIAL PEREDAM SUARA

1. Melindungi dari resiko terhadap telinga.


2. Menambah kualitas kenyamanan beraktivitas terhadap gema.
3. Menahan suara di dalam ruangan sehingga suara tidak bocor keluar ruangan.
4. Menyerap gema untuk meng- absorb kebisingan suara yang berebih atau pantulan –
pantulan suara.
5. Menambah kualitas suara yang akan di siarkan ke radio.

6
SISTEM UTILITAS PADA BANGUNAN

1. Sistem Keamanan

Untuk kebutuhan akan keamanan terhadap suatu keadaan / kegiatan dalam bangunan
RRI, digunakan sistem kemanan berupa CCTV yang dapat memantau, mengawasi serta
merekam suatu kedaan/ kegiatan pada satu ataupun beberapa tempat. Selain itu CCTV di
gunakan karena beberapa kamera CCTV dapat tersembunyi dengan baik sebagai alat
pengintai yang cocok digunakan sebagai sistem keamanan. Jenis CCTV yang digunakan pada
bangunan RRI yaitu jenis Wireless CCTV kamera yang dapat terkoneksi secara langsung
dengan internet, sehingga dapat melihat secara realtime pada ruangan yang sedang di awasi.

Untuk letak CCTV pada banguanan RRI diletakan di 6 tempat yaitu :

1. Di area tangga menuju lantai dua


2. Di lorong – lorong koridor
3. Di sudut – sudut ruangan seperti : ruang kepala, ruang studio, ruang administrasi dan
aula.

7
2. Sistem Pencegahan Kebakaran
Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran pada bangunan RRI, di gunakan sistem
pecegahan kebakaran berupa APAR ( alat pemadam api ringan), fungsi APAR atau alat
pemadan kebakaran porteble itu sendiri adalah untuk penanggulan dini dengan cepat dan
mudah dalam mengatasi suatu titik api atau kebakaran yang masih dapat terkontrol. APAR
yang digunakan pada bangunan RRI yaitu berukuran 3 kg.

Pada bangunan RRI, APAR ( alat pemadam api ringan) di letakan :


1. Di dekat koridor pada bangunan Administrasi RRI
2. Pada bangunan Studio APAR di letakan di dua tempat yaitu : di ruang lobby dan di
koridor belakang.