Anda di halaman 1dari 3

NO DIAGNOSA NOC NIC

2 Ketidak STATUS NUTRISI MANAJEMEN GANGGUAN MAKAN


seimbangan Indikator : Aktivitas-aktivitas :
nutrisi kurang  Intake nutrisi  Koaborasi dengan tim ksehtan
dari kebutuhan  Intake makanan lewat lain untuk mengembangkan
tubuh b.d mulut perawat dengan melibatkan klien
kurangnya berat  Intake cairan lewat dengan orang orang terdekat nya
badan mulut dengan cepat .
 Tolerensi makanan  Rundingkan dengan tim atau kien
 Prbandingan berat untuk mengatur target
tinggi pencapaian berat badan jika brat
 Hidrasi badan kilien tidak berada dalam
 Pertumbuhan rentang berat badan yg tidak di
 Glukosa darah rekomendasikan sesuai dengan
 Hemogobin umur dan bentuk tubuh .
 Kapasitas peningkatan  Tentukan berat badan harian
zat besi total sesuai dengan keinginan .
 Serum albumin  Rundingan dengan ahli gizi daam
 Intake kalori menentukan asupan kaori harian
 Intake protein yang diperlukan untuk
mempertahankan berat badan
 Intake lemak
yang sudah di tentukan .
 Intake karbohitdrat
 Ajarkan dan dukung konsep
 Intake vitamin
nutrisi yan baik dengan kilen (dan
 Intake mineral
orang terdekat klien dengan
 Intake zat besi
tepat ) .
 Intake kasium
 Monitor tanda tanda fisiologis (
 Intake sodium tanda tanda vital, elektrolit ) jika
 Intake makanan lewat diperlukan .
selang  Timbang brat badan klien dscara
 Intake cairan rutin ( pada hari yang sama dan
intravena setelah BAB / BAK ) .
 Intake cairan  Monitor intake / asupan dan
intravena asupan cairan secara tepat .
 Intake cairan  Monitor asupan kaori makanan
parenteral harian .
 Btasi makanan ssuai jadwal
harian, makanan pembuka dan
makanan ringan .
 Observasi klien selama dan
setelah pemberian
makanan/makanan ringan untuk
meyakinkan intake/asupan
makanan cukup tercapai dan
dipertahankan .
 Berikan dukungan terhadap
peningkatan berat badan dan
prilaku yang meningkatkan berat
badan .
 Berikan konsenkuensi
pengulangan ketika berespon
dengan kehiangan berat badan
prilaku mengurangi berat badan
atau kurang berat badan .
 Batasi aktifitas fisik sesuai
kebutuhan untuk meningkatkan
berat badan
 Bantu kien ( dan orang orang
terdekat kien dengan tepat )
untuk menkaji dan memecahkan
masalah prosonal yang
berkonstribusi terhadap (
terjadinya )pangguan makanan .
 Rundikan dengan kesehtan tim
ainya setiap hari terkait
perkembangan kilen .
 Monitor berat badan klien sesuai
secara rutin .
 Bangan program perawatan
dengan follow up ( medis,
konseing untuk menajemen
dirumah )
2 Ansietas b.d TINGKAT KECEMASAN PENGURANGAN KECEMASAN
kurang Indikator : Aktifitas-aktifitas :
pengetahuan  Tidak dapat  Gunakan pendekatan yang
terhadap beristirahat tenang dan meyakinkan
penyakit  Mermas – remas  Nyatakan dengan jelas terhadap
tangan prilaku klien
 Perasaan geisah  Pahami situasi krisis yang terjadi
 Otot tegang dari perspektif kilen
 Wajah tegang  Brikan informasi faktual
 Iritabilitas diagnosis, perawatan dan
 Rasa takut prognosis
 Rasa cemas  Brada di posisi kilien untuk
 Peningkatan tekanan meningkatkan rasa aman dan
darah mengurangi ketakutan
 Peningkatan  Dorong keluarga untuk
frekuensinadi mendampingi klien dengan cara
 Peningkatan frekuensi yang tepat
nadi  Berikan objek yang menunjukna
 Peningkatan frekuensi perasaan aman
pernafasan  Lakukan usapan pada
 Diatasi pupil punggung/leher dengan cara
 Berkeringat dingin yang tepat dan aman
 Penurunan  Jauhkan peralatan prawat dari
produktivitas pandangan ( kilien )
 Gangguan tidur  Dengarkan kien
 Perubahan pada pola  Dorong verbaitasi perasaan,
buang air besar persepsi dan ketakutan
 Ciptakan atsmosfer perasaan
 Perubahan pada pola aman
makan  Inden tifikasi pada saat
perubahan tingkat kecemasan
 Identifikasi pada saat perubahan
tingkat kecemasan
 Kontrol stimulus untuk
kebutuhan klien secara tepat
 Atur penggunaan obat-obatan
kepada klien untuk mengurangi
kecemasan
 Kaji untuk cara verbal dan non
verbal kecemasan

1 Konstipasi EIMINASI USUS MANAJEMEN SALURAN CERNA


Indikator : Aktivitas-aktivitas :
 Pola eliminasi  Catat tanggal bang air besar
 Kontrol gerakan usus terakir
 Warna fases  Monitor buang air besar
 Jumlah fases untuk termasuk frekiensi, konstitusi
diet bentuk, folume, dan warna,
 Fasslembut dan dengan cara yang tepat
berbentuk  Monitor bising usus
 Kemudahan BAB  Monitor tanda ada nya gejala
 Tekanan sfingster diare, konstipasi, dan infaksi
 Otot untuk  Evauasi inkontinensia feka
mengeluarkan fases seperlunya
 Pengeuaran fases  Catat masalah BAB Yng Sudah
tanpa bantuan ada sebeum nya, BAB rutin, dan
 Suara bising usus penggunaan laksatif
 Lemak dalam feses  Anjurkan anggota
 Darah dalam fases pasien/keluarga untuk mencatat
 Konstipasi warna, voume, vrekuensi, dan
 Diare kositensi tinja
 Penyalah gunaan alat  Memuai saluran program sauran
bantu eliminasi cerna, dengn cara yang tepat
 Nyeri pada saat BAB  Berikan cairan hangat sletah
makan, dengan cara yang tepat
 Elvauasi profil medikasi terkait
dengan efek samping-efek
samping gastrointestinal
 Dapatkan guaiac untuk
(meancarkan) feses, dengan cara
yang tepat
 Tahan diri dari meakukan
pemeriksaan vagina/ rektal jika
kondisi medis menghawatirkan