Anda di halaman 1dari 1

Thermal Cracking Process ( Proses Perengkahan Termal) Proses perengkahan thermal (thermal Cracking) adalah

suatu proses pemecahan rantai hydrocarbon dari senyawa rantai panjang menjadi hydrocarbon dengan rantai yang
lebih kecil melalui bantuan panas. Suatu proses perengkahan thermal bertujuan untuk mendapatkan fraksi minyak
bumi dengan boiling range yang lebih rendah dari feed (umpannya). Dalam proses ini dihasilkan: gas, gasoline
(naphtha), gas oil (diesel), residue atau coke. Feednya dapat berupa gas oil atau residue.
Setelah mengalami pemanasan awal dan ditampung dalam akumulator, proses pemanasan selanjutnya dilakukan
dalam suatu furnace (dapur) sampai mencapai temperatur rengkahnya. Keluar dari furnace, minyak yang sudah pada
suhu rengkah tadi dimasukkan dalam suatu soaker, yaitu suatu alat berbentuk drum tegak yang berguna untuk
memperpanjang reaksi perengkahan yang terjadi. Selanjutnya hasil perengkahan dimasukkan kedalam suatu menara /
kolom pemisah (fractionator) dimana berikutnya akan dipisahkan masing-masing fraksi yang dikehendaki. Ada juga
bagian yang dikembalikan lagi untuk direngkah lebih lanjut yang disebut recycle stock.

1. Thermal Cracking
Proses penguraian ini menggunakan suhu yang tinggi serta tekanan yang rendah, suhu yang digunakan dapat
mencapai temperature 800°C dan tekanan 700 kpa. Partikel ringan yang memiliki hidrogen dalam jumlah banyak
akan terbentuk pada penguraian molekul berat yang terkondensasi. Reaksi yang terjadi pada proses ini disebut
dengan homolitik fision dan memproduksi alkena yang menjadi bahan dasar untuk memproduksi polimer secara
ekonomis. Panas yang digunakan dalam proses ini menggunakan steam cracking yaitu uap yang memiliki suhu
yang tinggi. Salah satu contoh proses thermal cracking seperti pada gambar di atas
2. Catalytic Cracking
Proses ini menggunakan katalis sebagai media yang dapat mempercepat laju reaksi, proses penguraian molekul
besar menjadi molekul kecil dilakukan dengan suhu tinggi. Jenis katalis yang sering digunakan adalah silica,
alumunia, zeloit dan beberapa jenis lainnya seperti clay, umumnya reaksi dari proses perengkahan katalitik
menggunakan mekanisme perengkahan ion karbonium. Awalnya katalis yang memiliki sifat asam akan
menambahkan proton ke dalam molekul olevin ataupun menarik ion hidrida dari alkana sehingga menyebabkan
terbentuknya ion karbonium.

Masing – masing jenis menara tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Menara bahan isian memberikan pressure
drop yang lebih kecil, biaya lebih murah, dan dapat digunakan untuk bahan yang tidak tahan suhu tinggi. Akan tetapi,
pembersihannya sulit dilakukan. Sebaliknya pada menara plate, pembersihan lebih mudah dilakukan dan tidak terjadi
by-passing dan channeling. Berdasarkan uraian diatas, maka pada makalah ini akan dibahas mengenai menara isian
(packed colomn).

Crude Distillation Unit (CDU)


Crude Distillation Unit (CDU) adalah unit yang berfungsi untuk pemisahan awal fraksi minyak mentah berdasarkan
range titik didih masing-masing komponen. Feed berupa Crude Oil (minyak mentah) mula-mula diumpankan ke
dalam Atmospheric Distillation Column untuk dipisahkan antara Fuel Gas (FG), Naphtha, Kerosene, Light Gas
Oil, Heavy Gas Oil, dan Atmospheric Bottom Product (ABP) berdasarkan perbedaan titik didihnya. Produk atas
berupa FG akan dikirim menuju FG system yang mencakup amine treating dan LPG Recovery. Side cut berupa
Naphtha kemudian akan diolah lebih lanjut di Unit NHT. Kerosene dan Light Gas Oil kemudian akan diolah di
unit Hydro Desulfurization (HDS) unit. Heavy Gas Oil dipisahkan dan akan diolah di Unit Fluidized Catalytic
Cracking (FCC) sebagai feed. Sedangkan ABP kemudian dimasukkan sebagai feed Vacuum Distillation Unit (VDU).
2. Vacuum Distillation Unit (VDU)
Vacuum Distillation Unit berfungsi sebagai unit pemisah sama seperti Atmospheric Distillation Unit, hanya saja yang
berbeda adalah tekanan operasi Kolom Destillasinya dibuat vakum. Unit ini berfungsi untuk memisahkan fraksi Light
Vacuum Gas Oil(LVGO), Medium Vacuum Gas Oil (MVGO), Heavy Vacuum Gas Oil (HVGO), dan Residue. Side
cut produk berupa LVGO dan MVGO selanjutnya akan diolah lebih lanjut di Unit FCC, dan HVGO akan menjadi
salah satu feed Hydrocracker Unit, sedangkan bottom product berupa Residue dibagi 2, sebagian diolah di Unit
Delayed Coker, dan sebagian diolah ke Unit Asphalt Blowing.