Anda di halaman 1dari 1

MEKANISME TERJADINYA ALERGI

 Pada gangguan urtikaria menunjukkan adanya dilatasi pembuluh darah dermal di bawah kulit
dan edema (pembengkakan) dengan sedikit infiltrasi sel perivaskular, di antaranya yang paling
dominan adalah eosinofil. Kelainan ini disebabkan oleh mediator yang lepas, terutama
histamin, akibat degranulasi sel mast kutan atau subkutan, dan juga leukotrien dapat berperan.
 Histamin akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah di bawah kulit sehingga kulit berwarna
merah (eritema). Histamin juga menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah
sehingga cairan dan sel, terutama eosinofil, keluar dari pembuluh darah dan mengakibatkan
pembengkakan kulit lokal. Cairan serta sel yang keluar akan merangsang ujung saraf perifer
kulit sehingga timbul rasa gatal. Terjadilah bentol merah yang gatal.
 Bila pembuluh darah yang terangsang adalah pembuluh darah jaringan subkutan, biasanya
jaringan subkutan longgar, maka edema yang terjadi tidak berbatas tegas dan tidak gatal
karena jaringan subkutan mengandung sedikit ujung saraf perifer, dinamakan angioedema.
Daerah yang terkena biasanya muka (periorbita dan perioral). Urtikaria disebabkan karena
adanya degranulasi sel mast yang dapat terjadi melalui mekanisme imun atau nonimun.
 Degranulasi sel mast dikatakan melalui mekanisme imun bila terdapat antigen (alergen)
dengan pembentukan antibodi atau sel yang tersensitisasi. Degranulasi sel mast melalui
mekanisme imun dapat melalui reaksi hipersensitivitas tipe I atau melalui aktivasi komplemen
jalur klasik.
 Faktor infeksi pada tubuh diantaranya infeksi viru (demam, batuk dan pilek) merupakan faktor
pemicu pada urtikaria yang paling sering terjadi namun sering diabaikan
 Beberapa macam obat, makanan, atau zat kimia dapat langsung menginduksi degranulasi sel
mast. Zat ini dinamakan liberator histamin, contohnya kodein, morfin, polimiksin, zat kimia,
tiamin, buah murbei, tomat, dan lain-lain. Masih belum jelas mengapa zat tersebut hanya
merangsang degranulasi sel mast pada sebagian orang saja, tidak pada semua orang.
 Faktor fisik seperti cahaya (urtikaria solar), dingin (urtikaria dingin), gesekan atau tekanan
(dermografisme), panas (urtikaria panas), dan getaran (vibrasi) dapat langsung menginduksi
degranulasi sel mast.
 Latihan jasmani (exercise) pada seseorang dapat pula menimbulkan urtikaria yang dinamakan
juga urtikaria kolinergik. Bentuknya khas, kecil-kecil dengan diameter 1-3 mm dan sekitarnya
berwarna merah, terdapat di tempat yang berkeringat. Diperkirakan yang memegang peranan
adalah asetilkolin yang terbentuk, yang bersifat langsung dapat menginduksi degranulasi sel
mast.
 Faktor psikis atau stres pada seseorang dapat juga memperberat urtikaria. Bagaimana
mekanismenya belum jelas.