Anda di halaman 1dari 42

SISTEM BANGUNAN 5.2

AKUSTIKA

FRENGKY BENEDIKTUS OLA, S.T., M.T.

ANGGOTA KELOMPOK

FERNANDO HALIM STEVANIA M. RIBA FELYCIA HALIM MONICA AGATHA S. ADRIAN HARTANTO

KELAS : C

150115767

150115772

150115776

150115820

150115830

UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

2018/2019

ANALISIS BARRIER PADA LINGKUNGAN SEKITAR JALAN BUNG TARJO

Lokasi :

Jalan Bung Tarjo, Baciro, Gondokusuman, Slemam, Daerah Istimewa Yogyakarta

SISI UTARA 1 60 1 52 SISI SELATAN
SISI UTARA
1
60
1
52
SISI SELATAN
Istimewa Yogyakarta SISI UTARA 1 60 1 52 SISI SELATAN JARAK ANTARA JALAN KE BARRIER; 5m,

JARAK ANTARA JALAN KE BARRIER; 5m, DENGAN BEBERAPA POHON DI DEPANNYA.

JALAN KE BARRIER; 5m, DENGAN BEBERAPA POHON DI DEPANNYA. TAMPAK DEPAN UKURAN BARRIER TINGGI LEBAR :

TAMPAK DEPAN

BARRIER; 5m, DENGAN BEBERAPA POHON DI DEPANNYA. TAMPAK DEPAN UKURAN BARRIER TINGGI LEBAR : 2,9m :

UKURAN BARRIER

TINGGI

LEBAR

: 2,9m

: 10,5m

BAGIAN DEPAN RUMAH

RUMAH PILIHAN

PAGE 01

ANALISIS BARRIER PADA LINGKUNGAN SEKITAR JALAN BUNG TARJO

 
1
1
1 Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar besi dan menjorok ke dalam (bangunan yang dianalisis). 5

Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar besi dan menjorok ke dalam (bangunan yang dianalisis).

5
5
besi dan menjorok ke dalam (bangunan yang dianalisis). 5 2 Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar
2
2
besi dan menjorok ke dalam (bangunan yang dianalisis). 5 2 Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar

Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar besi dan menjorok ke dalam.

6
6
terdapat barier berupa pagar besi dan menjorok ke dalam. 6 3 Rumah tinggal, terdapat barier berupa
3
3
terdapat barier berupa pagar besi dan menjorok ke dalam. 6 3 Rumah tinggal, terdapat barier berupa

Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar kayu dan rumah lebih rendah dari jalan.

7
7
tinggal, terdapat barier berupa pagar kayu dan rumah lebih rendah dari jalan. 7 4 Rumah tinggal,
4
4
tinggal, terdapat barier berupa pagar kayu dan rumah lebih rendah dari jalan. 7 4 Rumah tinggal,

Rumah tinggal, tidak terdapat barier.

8
8
tinggal, terdapat barier berupa pagar kayu dan rumah lebih rendah dari jalan. 7 4 Rumah tinggal,

Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar kayu.

Rumah tinggal, terdapat barier berupa pagar besi dan batu.

Rumah tinggal, tidak terdapat barier tetapi bangunan menjorok ke dalam.

Rumah tinggal dan kos-kosan, bagian sampingnya terdapat barier berupa pagar tembok yang cukup tinggi.

9
9
9

Rumah tinggal dan kos-kosan, bagian depannya terdapat barier berupa pagar besi dan pagar tembok.

SISI UTARA

PAGE 02

ANALISIS BARRIER PADA LINGKUNGAN SEKITAR JALAN BUNG TARJO

 
1
1
1 Rumah tinggal ini memiliki barrier berupa kayu 2 Bangunan rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar

Rumah tinggal ini memiliki barrier berupa kayu

2
2
1 Rumah tinggal ini memiliki barrier berupa kayu 2 Bangunan rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar

Bangunan rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar besi dan bangunannya

3
3
3 Bangunan rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar besi. 4 Rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar

Bangunan rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar besi.

4
4
Bangunan rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar besi. 4 Rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar besi

Rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar besi dan bangunannya menjorok ke dalam

 
5
5
5 menjorok ke dalam. 6

menjorok ke dalam.

6
6
5 menjorok ke dalam. 6
7
7
7 8
8
8
5 menjorok ke dalam. 6 7 8

Rumah tinggal terdapat barrier berupa pagar besi dan bangunannya menjorok ke dalam

Rumah tinggal tidak memiliki barrier

Bangunan rumah tinggal memiliki barier berupa pagar besi, bangunannya menjorok ke dalam

Rumah tinggal penduduk yang tidak memakai barrier

 
9
9
9 10
10
10
9 10

Kesimpulan

Bangunan di sisi utara dan selatan sepanjang jalan Bung Tarjo yang berfungsi sebagai rumah tinggal rata - rata juga memiliki fungsi lain sebagai fungsi komersil. Bangunan - bangunan tersebut memiliki barier berupa pagar besi dan pagar kayu, serta bangunan lebih menjorok ke dalam. Namun ada juga beberapa rumah tinggal yang tidak memiliki barier.

 

Bangunan rumah tinggal memiliki barrier berupa pagar besi

Rumah tinggal memiliki barrier berupa

pagar cukup tinggi yang berbahan dari besi, rumah menjorok ke dalam

 
 

SISI SELATAN

PAGE 03

KONDISI SAAT PENGUKURAN

 

Ÿ Pengukuran dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama pengukuran dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018.

 

Ÿ Pengukuran dimulai pada pukul 14.00 - 20.00 WIB.

Ÿ Cuaca di lokasi tersebut sedang terjadi turun hujan deras disertai dengan angin yang cukup kencang.

 

Ÿ kendaraan yang lewat berupa motor, mobil, truk, sepeda dan gerobak.

Ÿ Lalu lintas pada siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir sembarangan.

Ÿ Sedangkan, lalu lintas yang terjadi pada sore menjelang malam hari cenderung sepi. Pada sore itu juga, terdengar adanya suara maghrib.

terjadi pada sore menjelang malam hari cenderung sepi. Pada sore itu juga, terdengar adanya suara maghrib.
terjadi pada sore menjelang malam hari cenderung sepi. Pada sore itu juga, terdengar adanya suara maghrib.
terjadi pada sore menjelang malam hari cenderung sepi. Pada sore itu juga, terdengar adanya suara maghrib.
terjadi pada sore menjelang malam hari cenderung sepi. Pada sore itu juga, terdengar adanya suara maghrib.
terjadi pada sore menjelang malam hari cenderung sepi. Pada sore itu juga, terdengar adanya suara maghrib.
 

PAGE 04

KONDISI SAAT PENGUKURAN

Ÿ Pada pengukuran di hari kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018.

Ÿ Pengukuran dimulai pada pukul 08.00 - 14.00 WIB.

Ÿ Cuaca di lokasi tersebut sedang terjadi cerah berawan.

Ÿ Kendaraan yang lewat berupa motor, mobil, truk, sepeda dan gerobak.

Ÿ Lalu lintas pada pagi hingga siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir sembarangan.

Ÿ Lalu lintas pada pagi hingga siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir
Ÿ Lalu lintas pada pagi hingga siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir
Ÿ Lalu lintas pada pagi hingga siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir
Ÿ Lalu lintas pada pagi hingga siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir
Ÿ Lalu lintas pada pagi hingga siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir
Ÿ Lalu lintas pada pagi hingga siang hari cukup ramai dan padat dikarenakan mobil yang parkir

PAGE 05

RUMAH

RANGKA BESI

RUMAH RANGKA BESI BATU BATA 2 2 2 SOLID 1 : BATU BATA KOLOM VOID :

BATU BATA

RUMAH RANGKA BESI BATU BATA 2 2 2 SOLID 1 : BATU BATA KOLOM VOID :
RUMAH RANGKA BESI BATU BATA 2 2 2 SOLID 1 : BATU BATA KOLOM VOID :

2

2

2

RUMAH RANGKA BESI BATU BATA 2 2 2 SOLID 1 : BATU BATA KOLOM VOID :

SOLID 1 : BATU BATA KOLOM VOID : RANGKA BESI

Ÿ LUAS SOLID 1 : 0.30 x 2.5 x 2 = 1.5 m

Ÿ LUAS VOID : (10.2 x 2.9 x 17) = 502.86 m

LUAS TOTAL : 1.5+502.86 = 504.36 m

PAGE 06

8.00 5.00 4.00
8.00 5.00 4.00

TAMPAK ATAS

2.80 8.00 5.00 4.00
2.80
8.00
5.00
4.00

TAMPAK SAMPING

8.00 5.00 4.00 TAMPAK ATAS 2.80 8.00 5.00 4.00 TAMPAK SAMPING TAMPAK DEPAN PAGE 07

TAMPAK DEPAN

PAGE 07

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 08
DATA DAN PERHITUNGAN
PAGE 08

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 09
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 09

PAGE 09

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 10
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 10
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 10

PAGE 10

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 11
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 11

PAGE 11

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 12
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 12
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 12

PAGE 12

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 13
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 13

PAGE 13

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 14
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 14
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 14

PAGE 14

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 15
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 15

PAGE 15

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 16
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 16
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 16

PAGE 16

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 17
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 17

PAGE 17

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 18
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 18
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 18

PAGE 18

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 19
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 19

PAGE 19

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 20
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 20
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 20

PAGE 20

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 21
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 21

PAGE 21

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 22
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 22
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 22

PAGE 22

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 23
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 23

PAGE 23

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 24
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 24
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 24

PAGE 24

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 25
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 25

PAGE 25

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 26
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 26
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 26

PAGE 26

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 27
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 27

PAGE 27

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 28
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 28
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 28

PAGE 28

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 29
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 29

PAGE 29

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 30
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 30
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 30

PAGE 30

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 31
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 31

PAGE 31

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 32
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 32
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 32
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 32
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 32
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 32

PAGE 32

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 33
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 33
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 33

PAGE 33

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 34
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 34

PAGE 34

DATA DAN PERHITUNGAN

DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 35
DATA DAN PERHITUNGAN PAGE 35

PAGE 35

STANDAR KEBISINGAN Suara atau bunyi memiliki intensitas yang berbeda, contohnya jika kita berteriak suara kita
STANDAR KEBISINGAN
Suara atau bunyi memiliki intensitas yang berbeda, contohnya jika kita berteriak suara
kita lebih kuat daripada berbisik, sehingga teriakan itu memiliki energi lebih besar untuk
mencapai jarak yang lebih jauh. Unit untuk mengukur intensitas bunyi adalah desibel (dB).
Skala desibel merupakan skala yang bersifat logaritmik. Penambahan tingkat desibel berarti
kenaikan tingkat kebisingan yang cukup besar. Contoh, jika bunyi bertambah 3 dB, volume
suara sebenarnya meningkat 2 kali lipat.
Setelah pengukuran kebisingan dilakukan, maka perlu dianalisis apakah kebisingan tersebut dapat
diterima oleh telinga. Berikut ini standar atau kriteria kebisingan yang ditetapkan oleh Menteri
Kesehatan dan Us Department Of Housing and Urban Development.
STANDAR KEBISINGAN MENURUT MENTERI KESEHATAN
Kebisingan bisa menggangu karena frekuensi dan volumenya. Sebagai contoh, suara
berfrekuensi tinggi lebih menggangu dari suara berfrekuensi rendah. Untuk menentukan
tingkat bahaya dari kebisingan, maka perlu dilakukan monitoring dengan bantuan alat:
Standard Kebisingan Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.718/Men/Kes/Per/XI/1987, tentang kebisingan yang berhubungan dengan kesehatan :
Ÿ Noise Level Meter dan Noise Analyzer (untuk mengidentifikasi paparan)
Ÿ Peralatan audiometric, untuk mengetes secara periodik selama paparan dan untuk
menganalisis dampak paparan pada pekerja.
Ada beberapa macam peralatan pengukuran kebisingan, antara lain Sound Survey
Meter, Sound Level Meter, Octave Band Analyzer, Narrow Band Analyzer, dan lain-lain. Pada
penelitian ini, kami menggunakan alat Sound Level Meter.
Sound Level Meter adalah instrumen dasar yang digunakan dalam pengukuran
kebisingan. SLM terdiri atas mikropon dan sebuah sirkuit elektronik termasuk attenuator, 3
jaringan perespon frekuensi, skala indikator dan amplifier. Tiga jaringan tersebut
distandarisasi sesuai standar SLM. Tujuannya adalah untuk memberikan pendekatan yang
terbaik dalam pengukuran tingkat kebisingan total. Respon manusia terhadap suara
bermacam-macam sesuai dengan frekuensi dan intensitasnya. Telinga kurang sensitif
terhadap frekuensi lemah maupun tinggi pada intensitas yang rendah. Pada tingkat
kebisingan yang tinggi, ada perbedaan respon manusia terhadap berbagai frekuensi. Tiga
pembobotan tersebut berfungsi untuk mengkompensasi perbedaan respon manusia.
STANDAR L
MENURUT US DEPARTMENT OF HOUSING AND
NP
URBAN DEVELOPMENT
Ÿ BERDSASARKAN NILAI LNP 80,5 dB JIKA DIBANDINGKAN MENURUT STANDAR
US DEPARTMENT OF HOUSING AND URBAN DEVELOPMENT TIDAK DAPAT
DITERIMA KARENA MELEBIHI STANDARNYA 74 dB.
Ÿ BERDASARKAN NILAI Leq 68,4 dB JIKA DIBANDINGKAN MENURUT STANDAR
KEMENKES TIDAK DAPAT DITERIMA MELEBIHI STANDARNYA 55 dB.
PAGE 36
Ÿ RASIO LUAS KESELURUHAN PAGAR MATERIAL RINGAN : LUAS KESELURUHAN DINDING MATERIAL BERAT PERHITUNGAN BARRIER
Ÿ RASIO LUAS KESELURUHAN PAGAR MATERIAL RINGAN : LUAS KESELURUHAN
DINDING MATERIAL BERAT
PERHITUNGAN BARRIER
= 11,6 : 19,72
= 1 : 1,7 ~
1
: 2
MATERIAL DINDING BATA PLESTER KEDUA SISI (KEMAMPUAN INSULASI = 45 dB)
PERHITUNGAN BARRIER ATTENUATION
MATERIAL KAYU SENGON (KEMAMPUAN INSULASI = 19,3 dB)
Ÿ SELISIH REDAMAN KEDUA MATERIAL
Frekuensi Mobil
Kecepatan Mobil
Panjang Gelombang
= 500 Hz
= 349,6 m/s
= 0,6992 m
= 45 dB - 19,3 dB
= 25,7 dB
a
= 6,9 m
b
= 5 m
11,5
d
= 11,8 m
δ
= 0,1 m
N
A = Barrier Attenuation
Kebisingan Akhir (Leq)
Kebisingan Akhir (LNP)
= 0,286
= 7,84 dB
= 60,56 dB
= 72,66 dB
Rata-rata Leq (dalam)
Rata-rata LNP (dalam)
= 68,4829842 dB
= 80,4608998 dB
25.7
Ÿ BILA KEBISINGAN YANG HENDAK DIREDAM ADALAH 80,5 dB (BERDASARKAN NILAI LNP
DALAM), MAKA TINGKAT KEBISINGAN DI BALIK DINDING ADALAH
= 80,5 dB - 7,84 dB
= 72,66 dB
Ÿ JIKA DIBANDINGKAN MENURUT STANDAR US DEPARTMENT OF HOUSING AND URBAN
DEVELOPMENT MASIH DAPAT DITERIMA KARENA STANDARNYA ANTARA 58 - 74 dB.
20,7
Ÿ BILA KEBISINGAN YANG HENDAK DIREDAM ADALAH 68,4 dB (BERDASARKAN NILAI Leq
DALAM), MAKA TINGKAT KEBISINGAN DI BALIK DINDING ADALAH
= 68,4 dB - 7,84 dB
= 60,56 dB
sumber : materi sisbang 5.2
Ÿ JIKA DIBANDINGKAN MENURUT STANDAR KEMENKES TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA
MELEBIHI STANDARNYA 55 dB.
Ÿ ANGKA REDAMAN YANG HILANG/TURUN DARI REDAMAN BATA PLESTER ADALAH 20,7
dB ~ 21 dB, SEHINGGA REDAMAN KOMBINASI KEDUA MATERIAL ADALAH
= 45 dB - 21 dB
= 24 dB
PAGAR
DINDING
Material
: Kayu Sengon (Ringan)
:
Material
Luas Keseluruhan
: Berat - Tebal - Masif
:
Ÿ BILA KEBISINGAN YANG HENDAK DIREDAM ADALAH 80,5 dB (BERDASARKAN NILAI LNP
DALAM), MAKA TINGKAT KEBISINGAN DI BALIK DINDING ADALAH
Luas Keseluruhan
= 80,5 dB - 24 dB
= 4 m x 2,9 m
= 6,8 m x 2,9 m
= 56,5 dB
2
2
= 11,6 m
= 19,72 m
Ÿ JIKA DIBANDINGKAN MENURUT STANDAR US DEPARTMENT OF HOUSING AND URBAN
DEVELOPMENT DAPAT DITERIMA KARENA KURANG DARI STANDARNYA 58 dB.
Total tebal dinding
Ÿ BILA KEBISINGAN YANG HENDAK DIREDAM ADALAH 68,4 dB (BERDASARKAN NILAI Leq
DALAM), MAKA TINGKAT KEBISINGAN DI BALIK DINDING ADALAH
= 68,4 dB - 24 dB
sumber : materi sisbang 5.2
=
44,5 dB
Ukuran Bata
0,1
Ukuran Dinding Bata Plester Kedua Sisi
Ÿ JIKA DIBANDINGKAN MENURUT STANDAR KEMENKES DAPAT DITERIMA KARENA
0,2
KURANG DARI STANDARNYA 45 dB.
0,25
0,25
Plesteran tebal 0,075 m (7,5 cm)
PAGE 37

USULAN DESAIN BARRIER

TAMPAK DEPAN

2.90 0.30 0.60 4.00 3.50 0.30 6.50
2.90
0.30 0.60
4.00
3.50
0.30
6.50

TAMPAK SAMPING

2.90 8.00 5.00 4.00
2.90
8.00
5.00
4.00

TAMPAK ATAS

4.00 5.00 8.00
4.00
5.00
8.00

PERSPEKTIF

0.30 6.50 TAMPAK SAMPING 2.90 8.00 5.00 4.00 TAMPAK ATAS 4.00 5.00 8.00 PERSPEKTIF KAYU SENGON

KAYU SENGON

BATA PLESTER

PAGE 38

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang kami lakukan, rumah tinggal yang kami pilih sebagai objek penelitian memiliki barier berupa pagar yang terbuat dari material besi. Namun, barier berupa pagar ini hanya didesain untuk sisi keamanan dan tidak cukup untuk peredam kebisingan. Hal tersebut dikarenakan pagar berupa void - void, bukan pagar yang masif. Padahal dari hasil pengukuran yang kami lakukan selama 12 jam menggunakan Sound Level Meter, hasil menunjukkan tingkat kebisingan di Jalan Bung Tarjo cukup tinggi. Oleh karena itu, setelah mendapatkan hasil penelitian dan melakukan perhitungan untuk menentukan barrier yang cukup meredam kebisingan, kami mengusulkan desain barrier yang baru. Barrier ini berupa pagar dari material kayu sengon yang ringan (karena pagar harus dapat dibuka untuk jalur keluar masuk mobil) dan material bata yang diplester (berat dan masif). Usulan barrier ini memiliki tinggi 2,90 m dan lebar total 10,50 m.

SEBELUM

diplester (berat dan masif). Usulan barrier ini memiliki tinggi 2,90 m dan lebar total 10,50 m.

SESUDAH

diplester (berat dan masif). Usulan barrier ini memiliki tinggi 2,90 m dan lebar total 10,50 m.

PAGE 39

FOTO DOKUMENTASI Pengukuran pertama dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00
FOTO DOKUMENTASI Pengukuran pertama dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00
FOTO DOKUMENTASI Pengukuran pertama dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00

FOTO DOKUMENTASI

Pengukuran pertama dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00 WIB. Cuaca hujan deras disertai angin cukup kencang.

dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00 WIB. Cuaca hujan deras disertai
dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00 WIB. Cuaca hujan deras disertai
dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00 WIB. Cuaca hujan deras disertai
dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00 WIB. Cuaca hujan deras disertai
dilakukan pada hari Kamis, 8 Maret 2018. Pukul 14.00 - 20.00 WIB. Cuaca hujan deras disertai

PAGE 40

FOTO DOKUMENTASI

Pengukuran kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018. Pukul 08.00 - 14.00 WIB. Cuaca cerah berawan.

Pengukuran kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018. Pukul 08.00 - 14.00 WIB. Cuaca cerah
Pengukuran kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018. Pukul 08.00 - 14.00 WIB. Cuaca cerah
Pengukuran kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018. Pukul 08.00 - 14.00 WIB. Cuaca cerah
Pengukuran kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018. Pukul 08.00 - 14.00 WIB. Cuaca cerah
Pengukuran kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018. Pukul 08.00 - 14.00 WIB. Cuaca cerah
Pengukuran kedua dilakukan pada hari Senin, 12 Maret 2018. Pukul 08.00 - 14.00 WIB. Cuaca cerah

PAGE 41