Anda di halaman 1dari 7

To Study the Frequency, Etiology and Predisposing

Factors of Urinary Tract Infection in Children with


Nephrotic Syndrome in Eastern Odisha Region: a
Hospital Based Study
Dillip Kumar Dash*, Swarup Kumar Bisoi, Mamata Devi Mohanty, Mrutunjaya
Dash, Naresh Chandra Acarya
(Jurnal Reading)

Pembimbing:
dr. Etty Widyastuti, Sp. A

Oleh:

Annisa Mardhiyyah (1618012052)


M Jyuldi Prayoga (1618012144)
Neza U.H Sudrajat (1618012083)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
RUMAH SAKIT UMUM ABDUL MOELOEK
BANDAR LAMPUNG
2017
Critical Appraisal

ANALISIS VIA

Validity:

a. Design: Desain penelitian ini menggunakan Retrospektif Hospital Based


Study yang merupakan rancangan penelitian kohort historikal (melihat
kebelakang) yang mempelajari pasien di rumah sakit.
b. Populasi dan sampel: Populasi pada penelitian ini berjumlah 76 anak yang
berusia antara 2-12 tahun dengan diagnosis Sindrom Nefrotik di Pediatric
Ward IMS hospital dan SUM hospital, Bhubaneswar, India
c. Pengumpulan sampel: metode total sampling pada pasien Sindrom
Nefrotik pada April 2014 hingga Maret 2016 di Padiatric Ward IMS
hospital dan SUM hospital, Bhubaneswar, India

Importance:

Penelitian ini penting bagi klinisi untuk mengetahui frekuensi, faktor


predisposisi dan etiologi Infeksi Saluran Kemih (ISK) serta pola sensitivitas
antibiotik terhadap organisme penyebab ISK pada pasien Sindrom Nefrotik.

Applicability:

1. Apakah hasil penelitian dapat diterapkan di RSAM?


Hasil penelitian dapat diterapkan di RSAM, karena terdapat pasien, tenaga
kesehatan serta fasilitas sarana dan prasarana yang memadai.
2. Apakah hasil penelitian dapat diterapkan ke pasien?
Penelitian ini dapat diterapkan ke pasien untuk dapat mengetahui hasil
kultur urin ISK pada pasien SN.
ANALISIS PICO

Problem : Peningkatan prevalensi infeksi pada sindrom nefrotik adalah karena


hilangnya imunoglobulin, fungsi sel T yang rusak, asites, malnutrisi relatif, juga
terapi imunosupresif terkait dengan faktor-faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mempelajari insidensi, etiologi dan pola sensitivitas/kepekaan
antibiotik untuk terapi infeksi saluran kemih (ISK) pada anak-anak pada presentasi
sindrom nefrotik (NS).

Patient :

Populasi: Seluruh pasien di Pediatric Ward IMS dan SUM hospital, Bhubaneswar,
India pada April 2014 hingga Maret 2016

Sampel: Pasien di Pediatric Ward IMS dan SUM hospital, Bhubaneswar, India.
Sebanyak tujuh puluh enam anak berusia antara 2-12 tahun dengan diagnosis
Sindrom Nefrotik.

Intervention :

Spesimen urin dari anak dengan sindrom nefrotik secara rutin ditampung
menggunakan kontainer bersih dan dengan cepat dikirim ke laboratorium.
Spesimen selanjutnya segera diproses, kemudian 5 mm ose penuh dari sampel
diinokulasi di atas agar darah dan plates agar CLED. Plate agar darah diinkubasi
secara aerob selama 18-24 jam pada suhu 37°C. Sampel yang menunjukkan
sekurangnya 105 koloni bakteri per milimeter urin dipertimbangkan sebagai
indikasi bakteriuria yang signifikan (ISK). Kasus dengan adanya tanda dan gejala
dari ISK beserta piuria juga dipertimbangkan sebagai ISK. Identifikasi spesies
organisme dilakukan menggunakan metode standar biokimiawi dan tes sensitivitas
antimikroba dilakukan menggunakan teknik stokes disc diffusion.

Comparison:

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frekuensi, faktor predisposisi, etiologi


dan sensitivitas antibiotik terhadap organisme penyebab ISK pada pasien Sindrom
Nefrotik.
Outcome:

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ISK merupakan jenis infeksi tersering
yang terjadi pada pasien SN yaitu sebanyak 46 kasus (60,52%). Infeksi lainnya
yang cukup banyak ditemukan selain ISK yaitu peritonitis sebanyak 18 kasus
(23,68%), infeksi saluran nafas 16 kasus (21,05%) dan tuberkulosis sebanyak 4
kasus (9,21%). Menurut prevalensi jenis kelamin, anak laki-laki lebih sering
terkena infeksi saluran kemih dibandingkan anak perempuan dengan perbandingan
1,9 : 1.

Hasil penelitian ini menunjukkan etiologi tersering ISK pada pasien SN disebabkan
oleh E. Coli yaitu sebanyak 18 kasus (39%), Klebsiella 7 kasus (15,21%) dan hasil
kultur negatif terdapat pada 8 kasus (17.28%). Amikacin dan ceftriaxone
menunjukkan sensitivitas terhadap E.Coli yang paling tinggi yaitu sebesar 100%.
Sementara itu, cefotaxime, cefixime, cotrimoxazole, ampicillin, dan gentamicin
memiliki tingkat sensitivitas yang rendah terhadap E. Coli

Tabel 1. Distribusi Usia dan Jenis Kelamin 76 Pasien dengan Sindrom Nefrotik

Usia (tahun) Jenis Kelamin Total


%
Pria Wanita
1-3 10 4 14 18.42
4-6 30 18 48 63.15
7-10 9 4 13 17.1
>10 1 0 1 1.31
Tabel 2. Tipe Infeksi

Infeksi Pria N (%) Wanita N (%) Total


(%)
Infeksi Traktus 32 14 60.52
Urinarius
Peritonitis 14 4 23.68
Infeksi Saluran 12 4 21.05
Pernafasan Akut
Cellulitis 3 0 03.94
Demam Enterik 2 0 02.63
Hepatitis 2 1 03.94
Chickenpox, measles, 1 1 02.63
impetigo, vulval
candidiasis
Tuberkulosis 3 1 09.21
Lainnya 11 3 18.42

Tabel 3. Temuan Urin Pasien dengan Sindrom Nefrotik.

Tampilan Urin Jumlah (%)


Normal and bening 46 (76)
Berawan 22 (24)
Mikroskopik urin berwarna Straw colored 8 (6)
Leukosit casts 18 (28)
Sel Epitel 32 (50)
Hematuria Mikroskopik 14 (20)
Pyuria (sel/Lapang Pandang)
< 10 sel/ Lapang Pandang 32 (42.10)
≥ 10 sel/ Lapang Pandang 44 (57.89)
Tabel 4. Demografi Variabel dan Karakteristik Sindrom Nefrotik pada Anak-
Anak dengan dan tanpa ISK

Karakteristik Kasus Sindrom NS dengan ISK Total jumlah


Nefrotik Tanpa (n = 46) (%) kasus (n = 76) (%)
ISK (n = 30) (%)
Umur
1-3 tahun 6 (20) 8 (17.39) 14(18.42)
4-6 tahun 19 (63.33) 29(63.04) 48 (63.15)
7-10 tahun 5 (16.66) 8 (17.39) 13 (17.10)
>10 tahun 1 (2.17) 1 (1.31)
Jenis Kelamin
Laki-laki 16 (53.33) 34 (73.91) 50 (65.78)
Wanita 14 (46.66) 12 (26.08) 26 (34.21)
Episode pertama 21 (70) 30 (65.21) 51 (67.10)
NS
NS yang kambuh 9 (30) 16 (34.78) 25 (32.89)
Pyuria
>10 pus sel/lapang 12 (40) 36 (78.26) 48 (63.15)
pandang
<10 pus sel/lapang 18 (60) 10 (21.73) 28 (36.84)
pandang
Raised RFT 2 (4.34) 1 (2.17) 3 (3.94)
ISK: Infeksi saluran kemih, NS: Sindrom nefrotik; RFT: renal function test

Tabel 5. Organisme Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Organisme ISK %
E. Coli 18 39.12
Klebsiella 7 15.21
Proteus 5 10.86
Staphylococcus aureus 6 13.04
Pseudomonas 1 2.17
Culture Negative 8 17.39
Others 1 2.17
Tabel 6: Kultur dan Sensitivitas pola organisme yang diisolasi dari saluran
kemih kasus nefrotik (% sensitivitas).

Nitrofurantoin
Cotrimoxazole

Ciprofloxacin

Vancomycin
Piperacillin-
Ceftriaxone
Gentamicin

tazobactam
Cefotaxime
Organisme

Ampicillin

Amikacin

Cefixime
(isolat)

E. Coli 48 54 100 46 88 22 100 46 98 98 68


Klebsiella 42 56 98 68 76 46 96 48 78 100 70
Proteus 46 74 96 52 92 78 96 68 98 98 88
Pseudomona 52 86 94 76 84 89 96 60 96 100 98
s
Kultur 98 96 90 86 100 94 99 70 10 100 92
negatif 0
S. aureus 84 86 94 66 76 92 100 66 78 96 10
0