Anda di halaman 1dari 4

PANTUN BARU 2

Di tepi kali saya menyinggah


Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Pinang muda dibelah dua


Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

PANTUN LAM A 2

Kemumu di tengah pekan


Di hembus angin jatuh ke bawah
Ilmu yang tak pernah di amalkan
Bagai pohon tak berbuah

Ke hulu membuat pagar,


Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

SYAIR

“Aku sedih, kau menghibur


Aku kecewa, kau membuat ku senang
Dan bila aku tak bisa
kau pun mengajari

Sahabat,..
Kau bagai malaikat bagiku
Kau bagaikan bidadari untukku
Semua kebajikan ada padamu

Sahabat..
Satu pintaku untukmu
Yaitu janji selalu erat
Tak pernah terpisah
Seumur hidup kita
"Oleh: Habib Rayhan Gunawan"
GURINDAM

Barang siapa tidak sembahyang

Ibarat rumah tidak bertiang.

Dengan bapa jangan durhaka

Supaya ayah tidak murka

Cahari olehmu akan sahabat

Yang boleh dijadikan obat

Cahari olehmu akan abdi

Yang ada baik sedikit budil

Pada zaman dahulu kala

Tersebutlah sebuah cerita

Sebuah negeri yang aman sentosa

Dipimpin sang raja nan bijaksana

Negeri bernama Pasir Luhur

Tanahnya luas lagi subur

Rakyat teratur hidupnya makmur

Rukun raharja tiada terukur

Raja bernama Darmalaksana

Tampan rupawan elok parasnya

Adil dan jujur penuh wibawa

Gagah perkasa tiada tandingnya


PUISI RAKYAT
(PANTUN, SYAIR, GURINDAM)
DI
S
U
S
U
N

OLEH
KELOMPOK A

GHAITSA RAHIMA
SUCI PRADISKA
RIVA MANNA SALWA
NABILA PUTRIKA

SMP NEGERI 1 PEUREULAK