Anda di halaman 1dari 21

KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM dr. C.N.C. Alamanda SpPK, M.Kes

dr. C.N.C. Alamanda SpPK, M.Kes

KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM dr. C.N.C. Alamanda SpPK, M.Kes
M ENGAPA K EAMANAN P ENTING ?  Kegiatan Lab PKM dapat menimbulkan bahaya/risiko 
M ENGAPA K EAMANAN P ENTING ?  Kegiatan Lab PKM dapat menimbulkan bahaya/risiko 

MENGAPA KEAMANAN PENTING?

Kegiatan Lab PKM dapat menimbulkan bahaya/risiko

?  Kegiatan Lab PKM dapat menimbulkan bahaya/risiko  Darah atau cairan tubuh lainnya berpotensi infeksius

Darah atau cairan tubuh lainnya berpotensi infeksius dan menularkan

cairan tubuh lainnya berpotensi infeksius dan menularkan Setiap spesimen harus diperlakukan seolah - olah terinfeksi
Setiap spesimen harus diperlakukan seolah - olah terinfeksi
Setiap spesimen harus diperlakukan
seolah - olah terinfeksi
 Keamanan mencakup kewaspadaan untuk melindungi petugas dan pasien melawan infeksi.  lingkungan dari bahan

Keamanan mencakup kewaspadaan untuk melindungi petugas dan pasien melawan infeksi.

lingkungan dari bahan berbahaya Orang lain yang mungkin berkontak dengan buangan Pemeriksaan

Orang lain yang mungkin berkontak dengan buangan Pemeriksaan Mengurangi / Mencegah bahaya Keamanan dan Keselamatan Kerja

Mengurangi / Mencegah bahaya

Orang lain yang mungkin berkontak dengan buangan Pemeriksaan Mengurangi / Mencegah bahaya Keamanan dan Keselamatan Kerja

Keamanan dan Keselamatan Kerja

Orang lain yang mungkin berkontak dengan buangan Pemeriksaan Mengurangi / Mencegah bahaya Keamanan dan Keselamatan Kerja

HAL HAL YANG MENUNJANG K3

A. TEMPAT KERJA ;

Pintu Lab diberi label Biohazard, tidak terhalang benda apapun

Ruang kerja harus memudahkan proses kerja lab

Pencahayaan cukup dan nyaman

Ventilasi cukup dan sesuai

Ruangan bersih dan higienis terhindar dari sarang serangga atau binatang pengerat

Wastafel dengan air mengalir, dilengkapi sabun

Tempat sampah yang telah diberi tanda infeksius dan non infeksius dan diberi plastik

air mengalir, dilengkapi sabun  Tempat sampah yang telah diberi tanda infeksius dan non infeksius dan

B. PROSES KERJA

B . PROSES KERJA K3  Sebelum Pemeriksaan (Pra-analisa)  Pemeriksaan (Analisa)  Sesudah pemeriksaan

K3

Sebelum Pemeriksaan (Pra-analisa) Pemeriksaan (Analisa) Sesudah pemeriksaan (Pasca-analisa) Pembuangan Limbah

Pemeriksaan (Pra-analisa)  Pemeriksaan (Analisa)  Sesudah pemeriksaan (Pasca-analisa)  Pembuangan Limbah
 Cuci tangan sebelum dan setelah melakukan Pemeriksaan

Cuci tangan sebelum dan setelah melakukan Pemeriksaan

 Cuci tangan sebelum dan setelah melakukan Pemeriksaan
 APD / STMJ Goggles/kacamata jika terdapat risiko percikan sampel saat bekerja  Jangan makan,

APD / STMJ Goggles/kacamata jika terdapat risiko percikan sampel saat bekerja

Jangan makan, minum atau merokok, Hp di laboratorium

Jangan menyimpan makanan atau minuman didalam lemari pendingin penyimpan spesimen darah atau reagen.

Buang benda-benda tajam dan

sampah terkontaminasi

segera setelah Pemeriksaan

penyimpan spesimen darah atau reagen .  Buang benda-benda tajam dan sampah terkontaminasi segera setelah Pemeriksaan

Keamanan Kerja Tahap Pra Analisa

Pengambilan dan Persiapan Spesimen

- Meletakkan alat2 sampling mudah dijangkau

- Tidak menutup jarum dengan 2 tangan

risiko tertusuk

- Tidak menutup jarum dengan 2 tangan risiko tertusuk - Minimalkan tetesan/ceceran darah - Membuang limbah

- Minimalkan tetesan/ceceran darah

- Membuang limbah jarum pada tempat khusus

(tidak tembus)

2 tangan risiko tertusuk - Minimalkan tetesan/ceceran darah - Membuang limbah jarum pada tempat khusus (tidak

WADAH BENDA-BENDA TAJAM HARUS:

Ditutup ketika sudah¾penuh

W ADAH B ENDA -B ENDA T AJAM H ARUS : Ditutup ketika sudah¾penuh

JANGAN PERNAH MENARUH JARUM SUNTIK ATAU BENDA-BENDA TAJAM DI WADAH SAMPAH KANTOR

J ANGAN P ERNAH M ENARUH J ARUM S UNTIK ATAU B ENDA - BENDA TAJAM
J ANGAN P ERNAH M ENARUH J ARUM S UNTIK ATAU B ENDA - BENDA TAJAM

Pengiriman Spesimen

 Pengiriman Spesimen menggunakan kontainer/box khusus untuk mengirimkan spesimen ke lab menghindari spesimen

menggunakan kontainer/box khusus untuk

mengirimkan spesimen ke lab

menghindari spesimen tumpah//terjatuh

spesimen ke lab menghindari spesimen tumpah//terjatuh Syarat kontainer : - Tidak mudah pecah/bocor - Ukuran

Syarat kontainer :

- Tidak mudah pecah/bocor

- Ukuran disesuaikan dengan sampel

- Dapat didesinfeksi

tumpah//terjatuh Syarat kontainer : - Tidak mudah pecah/bocor - Ukuran disesuaikan dengan sampel - Dapat didesinfeksi

KEAMANAN KERJA TAHAP ANALISA

Sentrifus :

Setelah berhenti berputar jangan

A NALISA  Sentrifus : Setelah berhenti berputar jangan langsung membuka tutup sentrifus sebaran mikroorganisme

langsung membuka tutup sentrifus

sebaran mikroorganisme lewat udara Menghindari tumpahan/tetesan spesimen Tumpahan harus segera dibersihkan

Jangan pernah menyedot reagen atau

spesimen dengan mulut

tumpahan/tetesan spesimen Tumpahan harus segera dibersihkan  Jangan pernah menyedot reagen atau spesimen dengan mulut
tumpahan/tetesan spesimen Tumpahan harus segera dibersihkan  Jangan pernah menyedot reagen atau spesimen dengan mulut

Tabung reaksi jangan sampai tumpah/terjatuh

Risiko tertusuk pecahan kaca

jangan sampai tumpah/terjatuh Risiko tertusuk pecahan kaca  Spirtus/bunsen  Listrik untuk alat lab diperhatikan

Spirtus/bunsen

Listrik untuk alat lab diperhatikan

risiko luka bakar Spirtus/bunsen  Listrik untuk alat lab diperhatikan risiko tersetrum dan kebakaran untuk 1 alat lab

 Listrik untuk alat lab diperhatikan risiko luka bakar risiko tersetrum dan kebakaran untuk 1 alat

risiko

tersetrum dan kebakaran untuk 1 alat lab

luka bakar risiko tersetrum dan kebakaran untuk 1 alat lab 1 stop kontak  Tip habis

1 stop kontak

Tip habis pakai

hipoklorit

wadah khusus berisi Na-1 alat lab 1 stop kontak  Tip habis pakai hipoklorit  Permukaan meja lab harus

Permukaan meja lab harus segera di dekontaminasi setelah selesai melakukan kegiatan lab

wadah khusus berisi Na-  Permukaan meja lab harus segera di dekontaminasi setelah selesai melakukan kegiatan

KEAMANAN KERJA TAHAP PASCA ANALISA

Limbah dibuang pada tempat khusus bedakan limbah cair dan limbah padat

Ada tempat sampah khusus limbah padat

limbah padat  Ada tempat sampah khusus limbah padat medis/infeksius dan non infeksius  Tempat penampungan

medis/infeksius dan non infeksius

Tempat penampungan limbah sementara diletakkan ditempat yang aman diberi lambang biohazard tapi mudah dijangkau oleh kendaraan

diberi lambang biohazard tapi mudah dijangkau oleh kendaraan limbah  Tempat Pembuangan akhir limbah infeksius dan

limbah

Tempat Pembuangan akhir

dijangkau oleh kendaraan limbah  Tempat Pembuangan akhir limbah infeksius dan B3 dikelola sesuai dengan prosedur

limbah infeksius

dan B3 dikelola sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sedangkan sampah

domestik/umum dapat dibuang ke pembuangan

sampah umum

sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sedangkan sampah domestik/umum dapat dibuang ke pembuangan sampah umum

SARANA DAN PRASARANA K3

APD / STMJ

Wadah benda tajam

Alkohol 70% dan Na-hipoklorit

Tempat sampah infeksius dan non infeksius (+ plastik)

Spill Kit/kit khusus tumpahan

APAR

Kotak P3K + isi

Tempat sampah infeksius dan non infeksius (+ plastik)  Spill Kit/kit khusus tumpahan  APAR 
Tempat sampah infeksius dan non infeksius (+ plastik)  Spill Kit/kit khusus tumpahan  APAR 

PENANGANAN TUSUKAN JARUM/

PECAHAN KACA

Bila tertusuk jarum, segera bilas dengan

air mengalir atau air dengan jumlah yang

banyak dan sabun /antiseptic sambil menekan bagian yang terkena tusukan sampai keluar darah.

jangan menghisap darah dari luka dengan

mulut.

Membersihkan luka dengan kapas alkohol

70%.

memberikan betadine pada luka

melapor pada kepala PKM atau tim K3 dalam waktu < 24 jam.

kapas alkohol 70%.  memberikan betadine pada luka  melapor pada kepala PKM atau tim K3

PERCIKAN BAHAN INFEKSIUS

Bila percikan sampel darah mengenai kulit yang utuh tanpa luka atau tusukan, cuci dengan air mengalir atau larutan NaCl fisiologis

Bila percikan sampel darah mengenai mulut, ludahkan dan kumur-kumur dengan air beberapa kali.

Bila percikan sampel darah terpercik ke mata, cucilah mata dengan air mengalir atau larutan garam fisiologis.

Bila percikan sampel darah terpercik ke hidung, hembuskan keluar dan bersihkan dengan air.

Melapor pada Ka PKM atau tim K3 dalam waktu < 24 jam.

ke hidung, hembuskan keluar dan bersihkan dengan air.  Melapor pada Ka PKM atau tim K3

LUKA BAKAR

Luka bakar karena api/ bahan kimia korosif :

kulit yang terkena luka bakar segera dialiri dengan

air (bukan es) selama 10 20 menit,

oleskan salep luka bakar atau beri obat analgetik

segera konsul ke dokter bila luka bakar cukup dalam

20 menit,  oleskan salep luka bakar atau beri obat analgetik  segera konsul ke dokter

PENANGANAN TUMPAHAN BAHAN

INFEKSIUS

Menggunakan APD

Beri tanda peringatan tumpahan infeksius di dekat

daerah tumpahan

Bila ada pecahan kaca, ambil pecahan kaca dengan pinset

Bila tumpahan sudah kering maka tetesi dengan

cairan Na hipoklorit 1% diamkan 10 menit, bila

tumpahan masih basah maka taburi dengan serbuk Na hipoklorit diatas tumpahan diamkan 10 menit

Tutup tumpahan dengan tissue sampai menutupi semua tumpahan

Tissue diambil dengan pinset, dilap sampai bersih tidak ada lagi tumpahan yang tersisa

sampai menutupi semua tumpahan  Tissue diambil dengan pinset, dilap sampai bersih tidak ada lagi tumpahan

LANJUTAN PENAGANAN TUMPAHAN

Buang tissue ke dalam kantong plastik infeksius

Basahi permukaan bekas tumpahan dengan air

dan lap kembali dengan tissue hingga kering

Buang tissue ke dalam kantong plastik infeksius

Pinset bekas bakai dimasukan ke dalam kantong

plastik terpisah untuk di sterilisasi

Lepas APD

Mencuci tangan

Kelola limbah infeksius sesuai prosedur

plastik terpisah untuk di sterilisasi  Lepas APD  Mencuci tangan  Kelola limbah infeksius sesuai