Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN MATERI KULIAH

AKUNTANSI MANAJEMEN
“Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing”

Kelompok 5:

Ni Putu Ari Sugiwintari (1415351215)

Ida AyuPradnyandhariDewi (1515351080)

PROGRAM NON REGULER


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
1. Desentralisasi Dan Pertanggungjawaban

Secara umum, sebuah perusahaan diatur menurut garis- garis pertangjawaban. System
akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting system) adalah system yang
mengukur berbagai hasil yng dicapai manajer untuk mengoprasikan pusat
pertanggungjawaban menurut informasi yang dibutuhkan para manajer untuk
mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka.

Perusahaan yang memiliki berbagai pusat pertanngungjawaban biasanya memilih salah satu
dari 2 pendekatan pengambilan keputusan untuk mengelola kegiatan mereka yang rumit dan
beragam yaitu tersentralisasi dan terdesentralisasi.

1.1 Alasan- Alasan Untuk Melakukan Desentralisasi

Perusahaan memutuskan untuk melakukan desentralisasi karena berbagai alas an, diantaranya
kemudahan mengumpulkan dan menggunakan informasi local, memufokuskan manajemen
ppusat, melatih dan memotivasi para manajer segmen, meningkatkan daya saing serta
membuka segmen-segmen ke berbagai kekuatan pasar.

1.2 Divisi-Divisi Perusahaan Yang Terdesentralisasi

Desentralisasi biasanya diwujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut divisi. Satu
cara pembagian divisi adalah berdasarkan jenis barang atau jasa yang diproduksi. Sebagai
contoh, divisi– divisi PepsiCo mencakup frito lay, gatrode, Quaqer dan Tropicana, serta divisi
minuman lainnya.

Divisi-divisi juga dapat diciptakan menurut garis geografis. Sebagai contoh , UAL, Inc
(induk perusahaan united airlanes) memiliki sejumlah divisi regional : Asia/Pasifik, Karibia,
Eropa, Amerika Latin, Dan Amerka Utara. Cara ketiga untuk membedakan divisi adalah
berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang diberika kepada manajer divisi. Pusat
pertanggungjawaban (responsibility center) merupakan suatu segmen bisnis yang nanajernya
bertanggung jawab terhadap serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu. Hasil-hasil dari setiap
pusat pertanggungjawaban bias diukur berdasarkan informasi yang dibutuhkan manajer untuk
mengoperasikan pusat pertanggungjawaban mereka. Berikut jenis utama pusat
pertanggungjawaban :

1. Pusat biaya (cost center) : Manajemen bertanggung jawab hanya terhadap biaya

1 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


2. Pusat pendapatan (revenue center) : Manajernya bertanggungjawab hanya terhadap
penjualanya
3. Pusat laba ( Profit Center ) : Manajernya bertanngung jawab terhadap penjualan dan biaya
4. Pusat investasi (investment center) : Manajernya bertanggung jawab terhadap penjualan,
biaya, investasi modal.

2. Pengukuran Kinerja Pusat Investasi Dengan Menggunakan Laporan Laba Rugi


Variabel dan Absorpsi

Pusat laba dinilai berdasarkan laporan laba rugi. Akan tetapi, laporan laba rugi perusahaan
secara keseluruhan tidak terlalu berguna untuk tujuan ini. Oleh sebab itu, mengembangkan
laporan laba-rugi segmen untuk setiap pusat laba adalah suatu hal yang penting. Dua metode
perhitungan laba yang telah dikembangkan, yaitu berdasarkan perhitungan biaya variable dan
yang lainnya berdasarkan perhitungan biaya penuh atau absorpsi.

Perhitungan biaya variable (variable costing), yang juga disebut perhitungan biaya langsung
(direct costing), hanya membebankan biaya manufaktur variable ke produk; biaya-biaya ini
meliputi bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variable. Overhead tetap
diperlukan sebagai beban periode dan tidak disertakan dalam penentuan biaya produk.

Perhitungan biaya absorpsi (absorption costing) membebanka semua biaya manufaktur pada
produk. Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead variable, dan overhead tetap
adalah hal-hal yang menetukan biaya produk. Menurut metode ini, overhead dibebankan pada
produk melalui penggunaan tarif overhead tetap yang ditetapkan terlebih dahulu dan tidak
dibebnakan sampai produk terjual.

2.1 Hubungan Antara Produksi, Penjualan Dan Laba

Hubungan antara laba menurut perhitungan biaya varibael dan laba menurut perhitungan
biaya absorpsi berubah ketika hubungan antara produksi dan penjualan berubah. Jika barang
yang terjual lebih banyak dari yang diperoduksi, maka laba menurut perhitungan biaya
variable akan lebih tinggi dari laba menurut perhitungan absorpsi

Jika jumlah produksi dan penjualan sama, maka tidak ada perbedaan pada laba yang
dilaporkan. Karena unit-unit yang diproduksi terjual seluruhnya, perhitungan biaya absorpsi
seperti juga perhitungan biaya variable akan mengakui total overhead tetap periode tersebut
sebagai beban.

2 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


2.2Perlakuan Biaya Tetap Pada Perhitungan Biaya Absorpsi
Perbedaan antara perhitungan biaya absorsi dan variabel terletak pada pengakuan beban yang
berhubungan dengan overhead tetap. Menurut perhitungan biaya absorpsi, overhead tetap
harus dibebankan pada unit yang diproduksi.

2.3 Mengevaluasi Manajer Pusat Laba


Secara umum jika kinerja laba diharapkan untuk mencerminkan kinerja manajerial maka
manajer berhak mengharapkan berlakunya hal hal berikut ini :
1. Ketika pendapatan penjualan meningkat dari satu periode ke periode berikutnya,
sementara faktor faktor lainnya tetap, maka laba akan meningkat.
2. Ketika pendapatan penjualan menurun dari satu periode ke periode berikutnya,
sementara faktor faktor lainnya tetap maka laba akan menurun.
3. Ketika pendapatan penjualan tidak berubah dari satu period eke periode berikutnya,
sementara faktor faktor lainnya tetap maka laba akan tidak berubah.

2.4 Laba Rugi Segmen Dengan Menggunakan Perhitungan Biaya Variabel


Perhitungan biaya variabel berguna dalam menyiapkan laporan laba rugi segmen karena
perhitungan ini menyediakan informasi penting mengenai beban variabel dan tetap. Sebuah
segmenadalah subunit dari suatu perusahaan yang cukup penting dalam pembuatan laporan
kinerja. Segmen bisa berupa divisi, departemen, lini produk, kelompok pelanggan, dan lain
lain. Akan tetapi dalam laporan laba rugi segmen, beban tetap dibagi menjadi dua kategori :
beban tetap langsung dan beban tetap umum. Pembagian tambahan ini menggaris bawahi
biaya yang dapat dikendalikan dengan biaya yang tak dapat dikendalikan dan meningkatkan
kemampuan manajer untuk mengevaluasi kontribusi setiap segmen terhadap kinerja
perusahaan secara keseluruhan.

Beban tetap langsung : adalah beban tetap yang secara langsung dapat ditelusuri ke semua
segmen. Beban ini terkadang disebut sebagai beban tetap yang dapat dihindari atau beban
tetap yang dapat ditelusuri. Beban ini akan hilang jika segmen ditutup atau dihapus.

Beban tetap umum : disebabkan oleh dua atau lebih segmen secara bersamaan. Beban beban
ini tetap muncul, bahkan ketika salah satu segmen dihapus .

3 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


Laporan laba rugi segmen dengan menggunakan perhitungan biaya variabel memiliki satu
keistimewaan disamping laporan laba rugi perhitungan biaya variabel yang telah disajikan
sebelumnya. Pembagian seluruh beban tetap dalam dua kategori : beban tetap langsung dan
beban tetap umum, memberikan informasi tambahan bagi manajer. Pembagian tambahan ini
menggarisbawahi biaya yang dapat dikendalikan dengan biaya yang tidak dapat dikendalikan
dan meningkatkan kemampuan manajer untuk mengevaluasi setiap kontribusi segmen
terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

3 Pengukuran kinerja pusat investasi dengan menggunakan ROI

3.1 Pengembalian Atas Investasi


Satu cara mengaitkan laba operasi dengan aktiva yang digunakan adalah dengan menghitung
pengembalian atas investasi (return of investment – ROI) yaitu laba yang diperoleh untuk
setiap dollar investasi. ROI adalah ukuran kinerja yang paling lazim bagi suatu pusat
investasi. ROI dapat didefinisikan sebagai berikut :

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
𝑅𝑂𝐼 =
𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎

Laba operasi mengacu pada laba sebelum bunga dan pajak. Aktiva operasi adalah seluruh
aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba operasi, termasuk kas, piutang, persediaan,
tanah, gedung dan peralatan. Gambaran aktiva operasi rata-rata dihitung sebagai berikut :

(𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑎𝑤𝑎𝑙 + 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑏𝑢𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟)


𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 =
2

3.2 Margin Dan Perputaran


Cara kedua menghitung ROI adalah memisahkan rumusnya dalam margin dan perputaran.

𝑅𝑂𝐼 = 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 𝑥 𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛

4 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑥
𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎𝑠𝑖 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎

Margin adalah rasio dari laba operasi terhadap penjualan. Perputaran adalah suatu ukuran lain
yang dihitung dengan membagi pendapatan penjualan dengan aktivasi operasi rata rata.

3.3Keunggulan ROI
Sedikitnya ada tiga hasil positif dari penggunaan ROI :
a. ROI mendorong manajer untuk focus pada hubungan antara penjualan, beban dan
investasi sebagaimana nyang diharapkan dari seorang manajer pusat investasi.
b. Mendorong manajer untuk focus pada efisiensi biaya.
c. Mendorong manajer untuk focus pada efisiensi aktiva operasi.

3.4Kelemahan pengukuran ROI


Berikut dua aspek negative ROI yang sering disebutkan :
a. Mengakibatkan focus sempit pada profitabilitas keseluruhan perusahaan
b. Mendorong para manajer untuk focus pada kepentingan jangka pendek dengan
mengorbankan kepentingan jangka panjang.

4 Mengukur Kinerja Pusat Investasi dengan Menggunakan laba Residu dan Nilai
Tambah Ekonomi

4.1 Laba Residu


Adalah perbedaan antara laba operasi dan pengambilan dollar minimum yang diisyaratkan
atas aktiva operasi perusahaan.
𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑟𝑒𝑠𝑖𝑑𝑢 = 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖
− (𝑡𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑚𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑥 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑟𝑎𝑡𝑎 )

Tingkat pengembalian minimum ditentukan perusahaan dan sama dengan hurdle rate yang
disebutkan pada bagian ROI. Jika laba residu lebih besar dari nol. Divisi memperoleh lebih
bnayak tingkat pengembalian minimum yang diminta (hurdle). Jika laba residu kurang dari
nol, divisi memperoleh lebih sedikit tingkat pengembalian minimum yang diminta. Akhirnya,

5 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


laba residu yang sama dengan nol menunjukkan divisi memperoleh tepat sama dengan tingkat
pengembalian minimum yang diminta.

4.2 Nilai Tambah Ekonomi (Economic Value Added)


Cara khusus menghitung laba residu adalah nilai tambah ekonomi. Nilai tambah ekonomi
adalah laba bersih (laba operasi dikurangi pajak) dikurangi total biaya modal tahunan. Pada
dasarnya EVA adalah laba residu dengan biaya modal sama dengan biaya modal aktual dari
perusahaan (sebagai ganti dari suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan
perusahaan karena alasan lainnya. Sebagai suatu bentuk dari laba residu, EVA adalah suatu
bentuk satuan dolar, bukan suatu tingkat persentase pengembalian.

4.3 Menghitung EVA


EVA adalah laba bersih atau laba operasi setelah pajak dikurangi biaya modal yang dipakai.
Biaya modal yang dipakai adalah persentase aktual dari biaya modal dikali dengan biaya total
modal yang dipakai. Persamaan EVA dinyatakan sebagai berikut.

EVA= laba operasi stlh pajak – ( Persentase biaya modal actual x Total modal yang dipakai)

4.4 Aspek Prilaku EVA


Sejumlah perusahaan telah menemukan bahwa EVA membantu mendorong jenis prilaku
yang sesuai dari berbagai divisi dengan menunjukkan penekanan semata – mata pada
pendapatan operasi tidaklah mencukupi. Alasan yang mendasarinya adalah EVA
mengandalkan biaya modal yang sebenarnya.

4.5 Penetapan Harga Transfer


Pada banyak organisasi yang terdesentralisasi, keluar dari salah satu divisi digunakan sebagai
masukan pada divisi lainnya. Hal ini menimbulkan suatu persoalan akuntansi. Nilai barang
yang ditransfer merupakan pendapatan bagi divisi yang menjual dan biaya bagi divisi yang
membeli. Nilai ini atau harga internal disebut harga transfer (transfer price).

4.6 Dampak Penetapan Harga Transfer terhadap Divisi dan Perusahaan secara
Keseluruhan

6 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


Ketika satu divisi dari suatu perusahan menjual pada divisi lain, kedua divisi tersebut dan
perusahaan secara keseluruhan terkena pengaruhnya. Harga yang digunakan untuk barang
yang ditransfer mempengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. Artinya ,
laba kedua divisi tersebut, sebagaimana juga evaluasi dan kompensasi para manajer mereka,
dipengaruhi oleh harga trasnsfer. Karena berpengaruhn terhadap ukuran kinerja berdasarkan
laba dari kedua divisi, penetapan harga transfer sering menjadi masalah yang ditanggapi
secara sangat emosional.

Meskipun harga transfer actual tidak mempengaruhi perusahaan sebagai satu kesatuan,
penetapan harga transfer ternyata mampu mempengaruhi tingkat laba yang dihasilkan
perusahan multinasional melalui pajak badan dan persyaratan hokum lainnya yang ditetapkan
Negara tempat berbagai divisi beroperasi.

4.7 Harga Pasar


Jika terdapat pasar luar dengan persaingan sempurna untuk produk yang ditransfer, maka
harga transfer yang paling sesuai adalah harga pasar. Pada situasi demikian berbagai tindakan
manajer divisi akan mengoptimalkan laba divisi dan laba perusahaan secara simultan. Lagi
pula, tidak ada divisi yang memperoleh manfaat di atas beban divisi lain. Bila demikian,
manajemen pusat tidak akan tertarik untuk melakukan campur tangan.

Jika tersedia, harga pasar adalah pendekatan terbaik untuk penetapan harga transfer. Karena
divisi penjual mampu menjual produknya pada harga pasar, transfer internal pada harga yang
lebih rendah dari harga pasar akan mengakibatkan divisi tersebut merugi. Divisi pembeli
yang selalu mampu membeli barang pada harga pasar mungkin juga tidak akan bersedia
membayar lebih tinggi dari harga pasar untuk barang yang diransfer secara internal.

Apakah kedua divisi akan mentransfer sesuai harga pasar ? Hal itu tidak akan menjadi
masalah karena divisi dan perusahaan akan tetap berjalan dengan baik secara keseluruhan
meskipun transfer terjadi secara internal atau tidak. Akan tetapi , jika transfer terjadi ,
harganya akan sesuai dengan harga pasar.

4.8 Harga Transfer Berdasarkan Biaya

Harga pasar luar kerap tidak tersedia. Hal tersebut bisa terjadi karena produk yang akan
ditransfer menggunakan desain hak paten yang dimiliki perusahaan induk. Dalam hal ini,
perusahaan bisa menggunakan pendekatan penetapan harga transfer berdasarkan biaya.

7 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


4.9 Harga Transfer yang Dinegosiasikan

Akhirnya, manajer tingkat atas bisa mengizinkan manajer divisi pembeli dan penjula untuk
menegosiasikan harga transfer. Secara khusus, pendekatan ini berguna saat kondisi pasar
tidak sempurna, seperti kemampuan divisi didalam perusahaan untuk menghindari biaya
penjulaan dan distribusi. Dalam hal ini, biaya yang dihemat bisa dibagi diantara dua divisi.

8 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing


DAFTAR PUSTAKA

- Hansen, D.R. and Mowen, M.M. 2009. Managerial Accounting, Thomson.: South-
Western.
- Guan, liming, Hansen, D.R,dan Mowen,M.M., 2009, Cost Management, 6 Ed, South-
Western Chengage Learning, USA.

9 | Segmented Reporting : Investment Centre Evaluation and Transfer Pricing