Anda di halaman 1dari 19

PERCOBAAN 1

GRAFIK FUNGSI DUA DIMENSI DAN TIGA DIMENSI PADA MATLAB

A. Tujuan Percobaan

1. Mahasiswa dapat mengenali program Matrix Laboratory (MATLAB)


2. Mahasiswa dapat memrogram software MATLAB.
3. Mahasiswa dapat membuat gambar dua dimensi dan tiga dimensi dalam software
MATLAB.

B. Alat dan Bahan

1. Program MATLAB
2. Modul praktikum Telekomunikasi

C. Pendahuluan

MATLAB merupakan program yang menggunakan bahasa tingkat tinggi. MATLAB


merupakan kependekan dari MATrix LABoratory yang didasari oleh penggunaan matriks
didalamnya. MATLAB merupakan perangkat yang memiliki banyak kegunaan.
Kegunaan dari MATLAB antara lain dalam bidang telekomunikasi, pemrosesan sinyal
dan gambar, kontrol, matematika, pemodelan finansial, dan lain sebagainya.
Gambar 1 merupakan tampilan kerja dari MATLAB. Dari gambar tersebut dapat
diketahui ada 2 cara untuk menjalankan program MATLAB, yaitu pertama adalah
melalui jendela instruksi (command window) dimana pengguna mengetik instruksi lalu
menjalankan program tersebut, dan kedua adalah menulis instruksi pada text editor,
memformulasikan sebuah program dan mengeksekusi instruksi tersebut dalam batch
mode. Untuk menjalankan program salah satunya adalah dengan memilih menu Debug
 Run atau melalui pengetikan nama skrip pada bagian command prompt. Dalam hal ini,
file skrip harus disimpan dalam current directory, ekstensi yang digunakan adalah
bertipe .m, dan kadang-kadang disebut dengan M-files.
Gambar 1.1 Tampilan Kerja MATLAB

1. Instruksi Membuat Gambar Dua Dimensi pada MATLAB


a. Batas pada Vektor-x
Gambar yang dimaksud dalam hal ini secara umum merupakan suatu grafik
fungsi tertentu. Dan untuk suatu grafik dua dimensi, terdapat vektor x dan juga
vektor y = y(x).
Untuk vektor x terdapat batas awal (initial value) dan batas akhir (final value).
Sintak yang secara umum digunakan adalah x = initial value : final value. Dalam
permasalahan lain, untuk membuat gambar yang lebih smooth dibutuhkan suatu
step yang lebih kecil (diantara nilai-nilai x tersebut). Fungsi step ini adalah
mengatur jarak (step) dari suatu nilai ke nilai berikutnya hingga batas akhir dari
elemen x. Untuk sintak yang digunakan adalah x = initial value : nilai step : final
value.
Untuk elemen x yang lebih rumit misalkan -3π ≤ x ≤ -2π, maka digunakan
sintaks linspace, dimana dalam hal ini sintaks linspace akan membuat jarak sesuai
banyak linspace yang diperlukan.
Sintak yang digunakan adalah x = linspace (initial value, final value,
banyaknya elemen). Sebagai contoh jika memasukan x = linspace (0,0.2,5) maka
jawabannya (answer) adalah ans = 0 0.05 0.1 0.15 0.20.
Adapun sintaks lain yang dapat digunakan, yaitu logspace. Logspace ini
secara khusus akan menjadikan batas awal dan akhir (yang dimasukan pada sintak
logspace) menjadi pangkat dari 10. Misal sintaksnya adalah logspace (0,1,5) maka
ans = 1.00 1.78 3.16 5.62 10.00, dengan kata lain sintak logspace akan
membuat 5 elemen secara logaritmik dengan interval 100 hingga 101.

b. Tanda Khusus pada Beberapa Fungsi dalam Suatu Gambar


Pada suatu gambar, memungkinkan terdapat beberapa fungsi. Dalam hal ini,
diperlukan sebuah tanda (ciri) khusus yang dimiliki oleh masing-masing fungsi.
Berikut merupakan tanda khusus yang dapat diberikan pada suatu grafik.
Simbol Warna Simbol Jenis Titik Simbol Jenis Garis
B Biru . Titik - Solid
G Hijau o Lingkaran : Dotted
R Merah x Tanda-x -. Dashdot
C Cyan + Plus − Dashed
M Magenta * Bintang
Y Kuning s Kotak
K Hitam d Belah ketupat
W Putih <, > Segitiga
p Pentagram
h hexagram

Sintak yang dapat digunakan dari tabel diatas misal: plot (x,y,‟g:*‟) yang
diartikan bahwa grafik tersebut akan digambar dengan warna hijau bintang dengan
garis titik (dotted).

Sintak lain yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:


Instruksi Hasil Keterangan
plot Vektor dimunculkan
(x,y1,‟Col setelah teks “Color” dapat
or,[1 0 1], memeriksa elemen yang
„linewidth diambil dalam [0 1].
‟,4) Nomor 4 menentukan
ketebalan garis.

c. Sintak Hold dalam Grafik


Jika suatu grafik dieksekusi dengan sintak plot, maka grafik tersebut akan
dibuang. Sintak hold digunakan untuk menggunakan grafik yang telah kita buat
sebelumnya. Berikut merupakan salah satu penggunaan sintak hold.
Instruksi Hasil Keterangan
x=linspace Mendefinisikan dari
(0,2*pi,150); vektor x serta
plot(x,cos(x)); menggambar
cos (x).

hold on Grafik sebelumnya


ditahan (tidak dihapus).
plot(x,sin(x)); Fungsi yang baru
digambar bersama
dengan grafik
sebelumnya.

hold off Mode hold dimatikan.


plot Grafik sebelumnya
(x,tan (x)); dihapus, dan digantikan
dengan penggambaran
grafik fungsi yang baru.

d. Membuat Kisi (Grid) pada Grafik


Dengan sintak grid on, maka mengaktifkan kisi (grid), pada grafik. Sedangkan,
sintak hold off akan menghilangkan grid pada grafik.
Pengetikan sederhana dari grid pada grafik adalah mengganti dalam dua buah
mode. Teks disamping x-axis dan y-axis dapat dibuat menggunakan sintak xlabel
dan ylabel. Sebuah judul grafik dapat dimasukan dalam sintak titile. Berikut
merupakan contoh dari penggunaan sintak grid.
Instruksi Hasil Keterangan
x=linspace(0,2*pi,150); Mendefinisikan
plot(x,cos(x) vektor x dan
, ‟r*‟,x,sin(x) ,‟k‟) menggambarkan
cos(x) dan
sin(x).
Grid Ditambahkan
garis kisi (grid).

xlabel („x-axis‟) Pe-labelan pada


ylabel („y-axis‟) garis x dan y,
title („Graph of cos (x) serta judul dari
and sin (x)‟) grafik.

Teks dapat dibuat pada titik yang spesifik pada gambar dengan cara
mengetikan sintak “text (x,y,‟string‟)”, dimana (x,y) adalah koordinat dimana titik
yang akan diberi nama. Cara yang paling mudah adalah memasukan teks kedalam
grafik menggunakan sintak “gtext („string‟)”, dimana teks dimasukan dengan
menggunakan mouse untuk memilih titik. Sintak “legend („string1‟,‟string2‟,...)”
mengatur legenda pada gambar menggunakan beberapa kata yang spesifik sebagai
label. Legenda dihapus dengan mengetikan “legend off”. Maka, sintak “axis
([x_min, x_max, y_min, y_max])” mengkhususkan batas hanya untuk 2 sumbu.
Jika batas sumbu-x dirubah, maka sintak yang digunakan adalah “xlim ([x_min,
x_max])”. Dengan cara yang sama, mengeksekusi sintak “ylim ([y_min,y_max])”,
yang mengatur batas sumbu-y.

e. Membuat Grafik pada Figure yang Berbeda


Pada pembahasan a hingga d merupakan gambar yang diberi nama Figure 1.
Dengan mengetikan (pada command prompt) “figure”, maka sebuah figure baru
akan dibuat dengan nama Figure 2 dengan tidak menghilangkan Figure 1.
Mengetik “figure (k)” akan memunculkan figure baru yang diberi nama Figure k.
Figure ini akan aktif dimana grafik selanjutnya akan dimunculkan.
Sintak “subplot (m,n,p)” atau “subplot (mnp)” membagi jendela figure
menjadi m x n dan memunculkan sebuah bagian figure yang disebut figure pth.

f. Sintak untuk Plotting


Ada beberapa sintak lain yang dapat digunakan untuk mengatur pembuatan
gambar (plotting) sebuah fungsi. Sintak “loglog (x,y)” menyebabkan sumbu x dan
y berada dalam skala logaritmik. Sintak “semilogx (x,y)” menyebabkan hanya
sumbu x yang berada dalam skala logaritmik. Sedangkan, sintak “semilogy (x,y)”
menyebabkan hanya sumbu y yang berada dalam skala logaritmik. Sintak “area
(x,y)” membuat daerah yang padat.
Sintak fplot digunakan untuk memudahkan membuat sebuah fungsi dengan
batas tertentu. Misal “fplot („abc‟,[x_min,x_max])”, maka fungsi abc akan
diletakan pada interval [x_min, x_max]. Untuk memudahkan dalam menggambar
sintak yang dapat digunakan adalah ezplot. Sintak ini berguna ketika menggambar
tampilan dengan adanya symbolic expressions.

g. Membuat Fungsi Waktu Diskrit


Fungsi waktu diskrit memiliki bentuk [ ] , dimana z merupakan
bilangan bulat. Dalam hal ini sintak yang tepat digunakan adalah sintak “stem
(n,f)”. Sintak ini membuat data berurut pada vektor f terhadap vektor n. Grafik
terdiri dari sumbu x yang ditandai lingkaran pada nilai data di titik tersebut.

h. Grafik dalam Koordinat Polar


Sintak yang digunakan untuk membuat grafik dalam koordinat polar adalah
“polar (theta,r)”, dimana theta merupakan sudut (dalam satuan radian), dan r
merupakan jarak dari sumbu pusat.

i. Membuat Fungsi dengan Ketentuan Lebih Dari Satu


Pada dasarnya, suatu fungsi yang memiliki ketentuan yang lebih dari satu,
menyebabkan adanya perubahan pada suatu interval tertentu. Dan untuk
menggabungkan beberapa ketentuan tersebut maka digunakan variabel yang berisi
beberapa ketentuan tersebut.
Mengingat bahwa ada dua variabel dalam suatu sinyal waktu, yaitu t dan f. Jika
masing masing memiliki ketentuan yang dimisalkan t1, t2, dan t3 serta f1, f2, dan
f3, maka untuk menggabungkannya dapat ditulis dengan “t=[t1 t2 t3];” dan “f=[f1
f2 f3];” dan untuk menggambarkannya digunakan sintak “plot (t,f)”.

2. Instruksi Membuat Gambar Tiga Dimensi pada MATLAB


a. Membuat Kurva Tiga Dimensi
Sintak yang dapat digunakan adalah “plot3” yang dapat memunculkan kurva
dalam ruang tiga dimensi. Sintak ini merupakan sebanding dengan sintak plot.
Sintak dapat ditulis dengan “plot3(x,y,z)”, dimana x, y, dan z merupakan vektor
yang sama panjang. Garis merupakan gabungan dari ketiga koordinat tersebut.
Sintak untuk gambar dua dimensi dapat berlaku untuk gambar tiga dimensi dengan
menggunakan sintak yang tepat. Sebagai contoh, sintak “text” memiliki empat
argumen masukan (tiga koordinat dan sebuah string). Untuk memasukan label pada
sumbu x, sintak “zlabel” dibutuhkan. Sintak seperti grid, box, subplot, dan lain
sebagainya memiliki fungsi yang sama pada gambar tiga dimensi.

b. Menggambar Suatu Permukaan dalam Tiga Dimensi


Dalam menggambarkan suatu permukaan dalam ruang tiga dimensi diperlukan
beberapa syarat jika z = f (x,y), x1≤x≤ x2, y1≤y≤ y2 adalah:
- Vektor x dan sumbu y harus memiliki batas tertentu.
- Dengan sintak meshgrid vektor x dan y dikonversi dalam dua matriks X
dan Y. Baris dari X merupakan salinan dari vektor x dan kolom dari Y
merupakan salinan dari vektor y.
- Matriks baru (Z), dideterminisasi dalam matriks X dan Y sesuai dengan
fungsi f (x,y); sehingga, kita definisikan Z=f (X,Y).
- Grafik tiga dimensi dimunculkan dengan sintak ”mesh (X,Y,Z)” atau
dengan sintak “surf (X,Y,Z)”

D. Langkah-langkah Percobaan

1. Membuat Gambar dalam Dua Dimensi

Berikut merupakan langkah untuk menggambar fungsi y(x) = x2, -2 ≤ x ≤ 2.


Instruksi Hasil Keterangan
x=-2:2 x = -2 -1 0 1 2 Vektor x didefinisikan dari
-2 hingga 2.
length ans = 5.00 Vektor x memiliki 5
(x) elemen.
y=x.^2 y=41014 Vektor y dibuat.
length ans = 5.00 Vektor y memiliki jumlah
(y) elemen yang sama dengan
x.
plot Grafik fungsi y(x) = x2, -2
(x,y) ≤x≤2

Berikut merupakan cara untuk memperoleh grafik fungsi yang lebih baik.

Instruksi Hasil Keterangan


x=-2:0.1:2 x = -2.00 -1.90 -1.80 -1.70 -1.60 Vektor x didefinisikan dari
-1.50 -1.40 -1.30 -1.20 -1.10 -2 hingga 2 dengan step
-1.00 -0.90 -0.80 -0.70 -0.60 0.1.
-0.50 -0.40 -0.30 -0.20 -0.10
0 0.10 0.20 0.30 0.40
0.50 0.60 0.70 0.80 0.90
1.00 1.10 1.20 1.30 1.40
1.50 1.60 1.70 1.80 1.90
2.00
plot (x,y) Terjadi kesalahan (error)gambar Mencoba eksekusi
masing-masing vektor harus memiliki program, tetapi ada
panjang yang sama kesalahan karena panjang
(x) = 41 dan panjang (y) =
5.
y=x.^2 y=41014 Vektor y diperbaharui
disesuaikan dengan vektor
x yang baru.
length (y) ans = 41.00 Sekarang dua vektor
memiliki nomor elemen
yang sama, dan grafik
dapat dibuat.
plot (x,y) Grafik fungsi y(x) = x2, -2
≤x≤2

plot (y) Gambar fungsi disamping


sama dengan grafik plot
(x,y), namun gambar
disamping tidak dalam
interval garis x [-2 2]
tetapi [1 41]. Hal ini
dikarenakan gambar ini
merupakan elemen y
terhadap indeksnya, dan
bukan terhadap elemen x.

2. Membuat beberapa Fungsi dalam suatu Gambar

Berikut merupakan langkah untuk menggambar fungsi y(x) = x2 cos (x), g(x) = x
cos (x), dan f(x) = 2x sin (x), 0 ≤ x ≤ 2π.

Instruksi Hasil Keterangan


x=linspace Definisi dari vektor x.
(0,2*pi,100);
y=(x.^2).cos(x); Definisi vektor y, g, dan
g= x.*cos(x); f.
f=(2.^x).*sin(x)
plot (x,y,x,g,x,f) Dengan menggunakan
sintaks plot dapat
menggambarkan
beberapa fungsi pada
suatu gambar.

Langkah untuk menggunakan beberapa tanda (ciri) khusus pada gambar yang
berisi beberapa fungsi adalah sebagai berikut.

Instruksi Hasil Keterangan


x=linspace Definisi dari vektor x.
(-1,1,15);
y1=asin(x); Definisi vektor y1,
y2=acos(x); dan y2.
plot Fungsi pertama
(x,y1,‟k:p‟,x,y2,‟r- digambarkan dengan
o‟) pentagon hitam
dengan garis titik,
sedangkan fungsi
kedua digambarkan
dengan lingkaran
merah dengan garis
titik.

3. Pemberian Label pada Grafik Fungsi

Instruksi Hasil Keterangan


text (3,0.3,‟string1‟) Teks “string1”
gtext („string2‟) diletakkan pada
legend („cos(x)‟,‟sin (x)‟) titik dengan
koordinat [3 0.3],
dan teks “string2”
diletakkan
menggunakan
mouse. Instruksi
legenda
mengklarifikasi
fungsi mana yang
merupakan
koresponden dari
garis.
Axis([2,4,-1,0]) Mengganti batas.
Sumbu x pada [2
4] dan sumbu y
pada [-1 0]

4. Membuat Grafik pada Figure yang Berbeda

Instruksi Hasil Keterangan


Figure Dibuat figure
baru yang diberi
nama figure 2.
Dan figure
sebelumnya tidak
dihilangkan.
x=0:.1:2*pi; Figure 2 yang
plot (x,x.*exp(-x)); aktif
menyebabkan
grafik digambar
pada figure 2.

subplot (2,3,5) Figure dibagi


menjadi 2 x 3 = 6
bagian. Bagian
figure yang aktif
adalah bagian ke-
lima.

plot (x,x.*exp(-x)) Hasil grafik


diletakan pada
bagian figure
yang telah dibagi.
subplot (2,3,3) Mengaktifkan
bagian figure ke-
tiga.

5. Membuat Grafik dengan Sintak yang berbeda

Instruksi Hasil Keterangan


x=1:100; Grafik dengan
y=2*x+30; fungsi y(x) =
plot (x,y) 2x+30, 1≤x≤100.

loglog(x,y) Grafik y(x) dalam


skala logaritmik.

semilogx (x,y) Grafik y(x)


dengan sumbu x
dalam skala
logaritmik.
semilogy (x,y) Grafik y(x)
dengan sumbu y
dalam skala
logaritmik.

area (x,y) Area yang


dipadatkan untuk
fungsi y(x).

Fplot Membuat grafik


(„2*x+30‟,[1,100]) y(x) dengan
% atau sederhana dengan
Ezplot menggunakan
(„2*x+30‟,[1,100]) fplot atau ezplot
dimana tidak
dapat membuat
beberapa vektor.

6. Membuat Fungsi Waktu Diskrit

Instruksi Hasil Keterangan


n=-3:3 n = -3 -2 -1 0 1 2 3 Perbedaan pada
f=n.^2 f= 9 4 1 0 1 4 9 titik n adalah 1.
Fungsi f[n] = n2.
stem (n,f) Grafik f[n] = n2, -
3≤n≤3 dengan
menggunakan
sintak stem.
stem (n,f,‟r*‟) Grafik dengan
tanda bintang
berwarna merah.

7. Membuat Grafik dalam Koordinat Polar

Instruksi Hasil Keterangan


theta=linspace(0,4*p theta = 0 1.3963 2.7925 4.1888 Fungsi r =
i,10) 5.5851 6.9813 8.3776 9.7738
r=theta 11.1701 12.5664
r= 0 1.3963 2.7925 4.1888
5.5851 6.9813 8.3776 9.7738
11.1701 12.5664
Polar (theta,r,‟ –*‟) Grafik fungsi r =
menggunakan
koordinat polar.
Merupakan grafik
antara sudut
terhadap radius.
Sintak tambahan
menyebabkan
titik-titik
penghubungnya
ditandai bintang.

8. Membuat Fungsi dengan Beberapa Ketentuan

( ) {
( )

Instruksi Hasil Keterangan


t1=-2 : .1 : 2; Tiga ketentuan
t2=2.1 : .1 : 4.9; waktu.
t3=5 : .1 :8;

f1=ones(size(t1)); Merupakan f1
yang sama
dengan t1. Jika
penulisan f1=1,
maka plot tidak
dapat dibuat,
karena vektor
lainnya tidaklah
sama.
f2=zeros(size(t2)); f(t) kedua bernilai
nol (zero).
f3=t3.*sin(4*pi*t3); f3 merupakan f(t)
dari t3 yang
memiliki fungsi
sin (4π t3)
t=[t1 t2 t3]; Tiga waktu
interval
digabungkan, dari
interval -2 hingga
8.
f=[f1 f2 f3]; Ketiga fungsi
digabungkan
untuk kesatuan
fungsi.
plot(t,f) Fungsi f(t).
title(„Multi-part
function f(t)‟)
9. Membuat Kurva Tiga Dimensi

Instruksi Hasil Keterangan


x=0 : .1 : 100; Fungsi f(x) = (x,
y=cos(x); cos(x), sin(x))
z=sin(x); Untuk 0≤x≤100.

plot3(x,y,z) Grafik f(x,y,z)


pada gambar
tiga dimensi.

xlabel („x‟) Label pada


ketiga sumbu.
ylabel
(„y=cos(x)‟)

zlabel
(„z=sin(x)‟)

10. Membuat Suatu Permukaan Tiga Dimensi

( )

Instruksi Hasil Keterangan


x=1:5; x =1 2 3 4 5 Menentukan
y=1:5; y =1 2 3 4 5 vektor x dan y.

[X,Y]= X=1 2 3 4 5 Mengkonversi


meshgrid (x,y) 1 2 3 4 5 vektor x dan y
1 2 3 4 5 dalam matriks X
1 2 3 4 5 dan Y dengan
1 2 3 4 5 menggunakan
sintak meshgrid.
Y= 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
Z=X+Y Z=2 3 4 5 6 Matriks Z
3 4 5 6 7 sebanding
4 5 6 7 8 dengan
5 6 7 8 9 hubungan
6 7 8 9 10 Z=f (X,Y).
mesh (X, Y, Z) Grafik
permukaan
dimunculkan
dengan sintak
mesh.

surf (X, Y, Z) Sintak surf


membuat
permukaan yang
berwarna.

z = x+y Kurva ini


plot3 (x, y, z) dimunculkan
sebagai
pembanding,
bahwa untuk
menggambarkan
permukaan,
maka harus
menggunakan
matriks untuk
menggambarkan
suatu
permukaan.

E. Tugas

Buatlah grafik tiga dimensi seperti berikut.

Dimana 0 ≤ x ≤ 10, 0 ≤ y ≤ 10, dan z = 0.

[catatan: gunakan matriks dan salah satu sintak matriksnya “Z = zeros (size(X));”]

Dengan menggunakan program di atas kita dapat membuat bidang datar dengan
berbasis 3D, sama seperti percobaan 10 program awal yang digunakan yaitu digunakan
meshgrid. Kemudian tambahan Z=zeros (size(X)); untuk membuat nilai pada sumbu z =0
sehingga bidang akan berbentuk datar/lurus. Untuk menggambar bidang datar digunakan
fungsi mesh, dengan batas x dari 0 sampai 10 dan y dari 0 sampai 10, sedangkan nilainya
znya = 0.