Anda di halaman 1dari 3

Gambar 26 Ijin Konstruksi

IJIN KONSTRUKSI
Lokasi Konstruksi :……………………………………….. Nomor Ijin :………………………………………………….
Kordinator proyek :………………………………………. Tanggal dimulai proyek :…………………………………….
Kontraktor :………………………………………………. Perkiraan durasi :…………………………………………….
Supervisor :………………………………………………. Tanggal berlaku ijin :………………………………………...
Telepon :……………………………………………………..
YA TDK KEGIATAN KONSTRUKSI YA TDK KELOMPOK RESIKO
Type A Aktifitas inspeksi/non infasif 1 Rendah
Type B Small scale, short duration, moderate to
2 Menengah
high levels
Type C Activity generates moderate to high levels
of dust, requires greater 1 work shift for 3 Menengah – tinggi
completion
Type D Major duration and construction activities
4 Tinggi
requiring consecutive work shift
1. Gunakan metode untuk meminimalkan produksi debu dari operas 1. Bersihkan area kerja setelah selesai proyek
CLASS I konstruksi.
2. Segera pasang kembali plafon yang dilepas untuk inspeksi visual
1. Menyediakan sarana (terpal plastik) untuk mencegah debu udara 1. Lap permukaan dengan desinfektan.
menyebar. 2. Masukkan limbah konstruksi sebelum transportasi dalam
2. Gunakan penyemprotan dengan kabut air untuk mengontrol debu wadah tertutup rapat
CLASS II
saat melakukan pemotongan 3. Pel basah dan / atau vakum dengan vacuum filter HEPA
3. Segel pintu yang tidak digunakan sebelum meninggalkan area kerja
4. Blok dan tutup ventilasi udara 4. Lepas isolasi / pasang kembali sistem HVAC di area proyek
1. Lepas atau isolasi sistem HVAC dimana proyek dilaksanakan untuk 1. Jangan menghilangkan barier dari area kerja sampai proyek
mencegah kontaminasi pada si stem perpipaan. selesai dan sudah diinspeksi oleh Komite dan Tim PPI dan
CLASS III 2. Gunakan barier kritis (sheetrock, plastik, plywood) untuk menyegel sudah dibersihkan seluruhnya oleh Instalasi Sanitasi
area dan memisahkan dengan area luar proyek atau gunaan metode Lingkungan .
kontrol tabung (gerobak dengan penutup plasik dan 2. Lepas material barier dengan hati-hati untuk meminimalkan
menghubungkan (dengan saluran yang tersegel) dengan unit fiitrasi penyebaran kotoran dan serpihan dan sisa konstruksi
Date udara yang dilengkapi vacum HEPA) sebelum proyek dimulai. 3. Vakum area proyek dengan vacum yang dilengkapi HEPA-
3. Memastikan tekanan udara negatif dalam area proyek dengan ilter
menggunakan sistem filtrasi udara dengan HEPA 4. Pel area dengan disinfektan
4. Masukkan limbah konstruksi ke dalam kontainer tertutup dan 5. Lepas isolasi atau buka kembali sistem HVAC di area proyek
tertutup rapat sebelum transport
Paraf 5. Tutup gerobak dan troli yang digunakan untuk transport material,
apabila tidak ada penutup solid, gunakan penutup plastic yang
diikat/dilakban.
1. Lepas atau isolasi sistem HVAC dimana proyek dilaksanakan 1. Jangan melepas barier dari area kerja sampai proyek selesai
untuk mencegah kontaminasi pada sistem perpipaan. diinspeksi oleh K3RS dan PPI dan sudah dibersihkan secara
CLAS IV 2. Gunakan barier kritis (sheetrock, plastik. plywood) untuk menyegel menyeluruh oleh Instalasi Sanitasi Lingkungan
area dan memisahkan dengan area luar proyek atau gunaan metode 2. Lepas material barier dengan hati-hati untuk meminimalkan
kontrol tabung (gerobak dengan penutup plasik) dan penyebaran kotoran dan serpihan dan sisa konstruksi
menghubungkan (dengan saluran yang tersegel) dengan unit 3. Masukkan limbah konstruksi ke dalam kontainer tertutup dan
filtrasi udara yang dilengkapi vacum HEPA) sebelum proyek tertutup rapat sebelum transport
dimulai. 4. Tutup gerobak dan troli yang digunakan untuk transport
Tanggal 3. Memastikan tekanan udara negatif dalam area proyek dengan material, apabila tidak ada penutup solid, gunakan penutup
menggunakan sistem filtrasi udara dengan HEPA. plastik yang diikat/ dilakban.
4. Segel lubang, pipa, dan retakan dengan baik. 5. Vakum area proyek dengan vakum yang dilengkapi HEPA-
5. Bangun sebuah anteroom dan mensyaratkan semua personal ilter
sehingga mereka dapat divakum menggunakan vakum HEPA 6. Pel area dengan disinfektan
sebelum keluar dari area proyek atau sediakan baju coverall yang 7. Lepas isolasl atau buka kembali sistem HVAC di area
Paraf dilepas sebelum keluar dari area proyek. proyek
6. Mensyaratkan semua pekerja yang masuk ke area proyek
untuk memakai penutup kaki. Penutup kaki harus dipakai setiap
kali meninggalkan area proyek.
Persyaratan tambahan :

_____________________ ______________________ ______________________ ______________________


Tanggal Paraf Tanggal Paraf

Ijin diminta oleh : ________________________________________ Ijin dikeluarkan oleh : _______________________________________


Tanggal :_______________________________________________ Tanggal : _________________________________________________
Gambar 27 Inspeksi Proyek Harian
INSPEKSI PROYEK HARIAN
Petugas Inspeksi :_____________________________________________ Tanggal : ____________________________________________
Nama Proyek : Lokasi :
Instruksi : Lengkapi form inspeksi harian dan kumpulkan pada Manajer Proyek setiap minggu. Jika ada kondisi berbahaya dan darurat yang
tidak bisa ditangani, harap menghubungi manajer proyek atau tim penanganan darurat
TGL
PERTANYAAN YA TDK NA UPAYA PERBAIKAN
SELESAI
Lalu-lalang dan akses
1. Apakah semua jalan keluar dan jalur evakuasi
bebas dari hambatan/ tumpukan material/ sampah?
2. Apakah tim tanggap darurat memiliki jalur yang
bebas hambatan untuk mengakses area proyek?
3. Apakah ada tanda yang dipasang di pintu masuk
proyek untuk menghalangi masuknya orang yang
tidak berwenang?
4. Apakah pintu masuk dan keluar tertutup dan diberi
palang/ gerendel?
APD
1. Apakah semua pekerja menggunakan APD yang
sesuai?
2. Apakah selalu tersedia stok APD yang cukup untuk
setiap pekerja dan cadangan untuk pengunjung?
Penanganan udara
1. Apakah sumber yang memungkinkan adanya aliran
udara (jendela, lubang, pipa, saluran bocor) sudah
ditutup/ disegel?
2. Apakah tekanan udara negatif di pintu masuk dapat
diperiksa?
3. Apakah lantai dan permukaan hurisontal bebas
debu?
4. Apakah keset debu diletakkan di pintu keluar dan
masuk serta dalam kondisi bersih
5. Apakah ada bukti adanya debu yang menyebar di
area sekitar konstruksi
Sampah dan puing
1. Apakah gerobak untuk mengangkut material dan
membuang puing dan sampah dan area konstruksi
tertutup?
2. Apakah puing diangkut dan dibuang setiap hari?
3. Apakah jalur pembuangan serpihan jelas dan
aman?
4. Apakah dilakukan pembersihan rutin diarea kerja?
5. Apakah ada serangga atau vektor yang terlihat?
Area proyek
1. Apakah alarm kebakaran dalam kondisi baik?
2. Jika alarm kebakaran tidak berfungsi, apakah ada
sistem cadangan yang ada?
3. Apakah sistem alarm kebakaran ini diinspeksi
setiap bulannya?
4. Apakah semua partisi kedap udara dari langit-
langit sampai lantai?
5. Apakah APAR yang disediakan oleh kontraktor,
dalam kondisi baik, belum kadaluarsa dan
diinspeksi setiap bulan?
6. Apakah ada bukti adanya kegiatan merokok
disekitar area konstruksi?
7. Apakah cairan yang mudah terbakar disimpan
dalam lemari atau tempat khusus untuk cairan yang
mudah terbakar?
8. Apakah ada lebih dari set tabung oksigen
/acetylene cylinders di area konstruksi?
9. Apakah semua peralatan listrik dimatikan?

10. Apakah kontraktor memastikan penyimpanan dan


housekeeping dengan baik untuk barang yang
mudah terbakar?
11. Apakah ada ijin pada setiap Hot Work/ pekerjaan
yang melibatkan suhu tinggi?
12. Apakah ada genangan air di area proyek?
13. Apakah ada tanda dan simbol yang sesuai di area
proyek?
14. Apakah baner debu utuh dan disegel?
15. Apakah pekerja proyek memakai tanda nama/kartu
ID jika ada di dalam proyek
KOMENTAR :