Anda di halaman 1dari 51

KOMPONEN-KOMPONEN OTOMASI

1. RELAY
Relay adalah saklar elektrik yang digerakan atau dikontrol secara
elektromagnetik. Relay merupakan saklar yang fungsi nya sebagai pemutus
arus. Perbedaan saklar dengan relay, saklar penggunaannya secara manual
kalau relay dikontrol secara magnetik Simbol relay dapat digambarkan sebagai
berikut :

Relay berdasarkan arus coil, ada duaJenis yaitu :


Relay DC :
Jika arus yang dibutuhkan relay adalah arus DC
Relay AC
Jika arus yang dibutuhkan relay adalah arus AC
Relay mempunyai kontak – kontak yaitu kontak NO dan kontak NC
Kontak NO (Normally Open) artinya relay dalam kondisi normal (kondisi coil
relay belum dialiri arus listrik) pada posisi open (terbuka). Kontak NC (Normally
Close) artinya relay dalam kondisi normal (kondisi coil relay belum dialiri arus
listrik) pada posisi close (tertutup).

1
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
1. Beberapa Jenis Posisi Kontak Relay

SPST : Single Pole Single Trow


SPDT : Single Pole Double Trow
DPST : Double Pole Single Trow
DPDT : Double Pole Double Trow
2. Bentuk - bentuk Relay

2
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
3. Cara kerja relay kontak tukar (SPDT) :

Relay DC

Saklar

1
+
12V 220V
- L1
2
3

L2

a. Saklar = Open, arus tidak mengalir pada coil relay sehingga coil tidak aktif
(coil tidak menjadi magnet), kontak relay tetap 1 – 2 = NC dan 1 – 3 = NO, L1
nyala karena dihubung NC dan L2 tidak nyala karena dihubung NO.

b. Saklar = Close, arus mengalir pada coil relay sehingga coil aktif (coil menjadi
magnet) membuat kontak relay berubah 1 – 2 = NC berubah menjadi Open
dan 1 – 3 = NO berubah menjadi Close, menyebabkan L1 tidak nyala dan L2
nyala.

2. SENSOR

Sensor dapat disebut sebagai converter, yaitu alat yang dapat mengubah
variabel fisik, misalnya temperatur, jarak, tekanan, dsb. variabel yang mudah
dievaluasi untuk proses selanjutnya. Biasanya berupa sinyal elektris (tegangan,
frekuensi, vibrasi ataupun hambatan). Berdasarkan output yang dihasilkan,
sensor dapat dibedakan menjadi binary sensor dan analogue sensor.

Binary sensor mengeluarkan dua output sinyal, yaitu status switching


“On” dan “Off”. Kedua status ini dikonversikan ke bilangan biner dengan 1
untuk “On” dan 0 untuk “Off”.
3
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Sedangkan analogue sensor merupakan tranduser dimana merubah besaran
fisis menjadi besaran elektris. Dengan kata lain, sensor analog membangkitkan
perubahan sinyal elektris berupa perubahan arus (4-20 mA) atau tegangan
(0-10 VDC) secara terus menerus sesuai sinyal inputannya. Yang termasuk
sensor jenis ini adalah sensor untuk pengukuran misalnya temperatur, jarak,
tekanan, dsb.

Jenis sensor biner yang sering digunakan dalam industri berbasis


otomasi adalah:

1. Sensor manual, sensor ini berupa tombol atau stop kontak (push button)
2. Sensor batas (limit switch)
3. Sensor Proximity
1. Sensor Manual (PushButton)
a. Normally open contact

Pada bentuk normally open, sirkuit akan terbuka saat push button
dalam posisi normal, tidak ditekan. Sirkut akan menutup sehingga
mengalirkan arus ke alat saat gagang pengontol diaktifkan.

4
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
b. Normally closed contact

Pada bentuk normally closed, sirkuit dalam keadaan menutup saat


push button pada keadaan normal. Bila push button ditekan, kontak
switching akan terbuka dan aliran listrik ke alat terhenti.

c. Changeover contact

Kontak ini merupakan kombinasi dari Normally open contact dan


normally closed contact dalam satu unit. Changeover contact
digunakan untuk menutup aliran listrik pada satu sirkuit dan secara
simultan membuka aliran listrik pada sirkuit yang lainnya.

5
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
2. Limit Sensor

Limit switch mirip dengan sensor manual tetapi tidak dikendalikan


oleh operator. Switch yang ada berfungsi sebagai sensor. Pada saat
suatu benda kerja menekan switch tersebut maka pengungkit akan
merubah internal connectinnya. Kebanyakan switch yang ada berupa
single throw switch yang hanya memiliki dua posisi. Jenis yang lain
adalah double throw. Limit switch pada umumnya dilengkapi dengan
changeover contact.

3. Sensor Proximity
Sensor proximity yaitu sensor yang bekerja tanpa melakukan
sentuhan langsung dengan benda kerja atau obyek yang dimaksud.
Yang termasuk Sensor proximity induktif antara lain.
a. Sensor Induktif,
b. Sensor Kapasitif
c. Sensor Optik
a. Sensor Induktif
Sensor ini mampu mendeteksi benda kerja berbahan metal
seperti perak, besi, dll. Sensor ini bekerja dengan memanfaatkan
sebuah kumparan metal yang akan menimbulkan medan magnet

6
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
bila ada benda metal didekatnya. Sehingga mampu mendeteksi
benda logam.

Sensor ini mempunyai dua type dalam pemakaian sebagai


input PLC, yaitu :

1. Sensor Induktif dengan sifat PNP.


2. Sensor Induktif dengan sifat NPN.

1. Sensor Induktif type PNP, dapat di ilustrasikan dalam


bentuk gambar berikut :
LOGAM

Sensor type ini mempunyai keluaran positif, setelah


diberikan tegangan 24 VDC dan didekatkan dengan
logam. Untuk dijadikan input dalam system PLC, harus
diketahui dulu apakah comman positif atau comman
negative.
7
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Untuk mengetahuinya, sensor ini dipasang beban relay
pada kaki output dan kaki negative sensor, bila coil
relay itu aktif berarti comman negative (output positif),
dapat diilustrasikan dalam bentuk gambar berikut ini :

LOGAM
24 VDC
+
Sensor
+ Proximity
Beban Relay (PNP)
_

b. Sensor Induktif type NPN, dapat dilustrasikan


dalam bentuk gambar berikut :

24 VDC
+ Sensor
Output - Proximity
_ (NPN)

Sensor type ini mempunyai keluaran negatif, setelah


diberikan tegangan 24 VDC dan didekatkan dengan
logam. Untuk dijadikan input dalam system PLC, harus
diketahui dulu apakah comman positif atau comman
negative.

Untuk mengetahuinya, sensor ini dipasang beban relay


pada kaki output dan kaki positif sensor, bila coil relay
itu aktif berarti comman positif (output negatif), dapat
diilustrasikan dalam bentuk gambar berikut ini :
8
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
LOGAM
24 VDC
+
Beban Relay Sensor
- Proximity
(NPN)
_

b. Sensor Kapasitif
Sensor ini mampu mendeteksi benda kerja berbagai warna dan
berbagai bahan. Karena sensor ini memanfaatkan perbedaan
pengukuran kapasitive pada tiap benda.

c. Sensor Optik (Photocell)


Sensor optik dapat terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Through beam sensor,
2. Retro reflective sensor
3. Diffuse sensor.
1. Through beam sensor
Through beam sensor akan mendeteksi keberadaan benda
yang menghalangi sinar yang dikeluarkan sensor. Though beam
sensor terdiri dari transmitter dan receiver yang dipasang

9
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
sedemikian rupa dalam posisi sejajar sehingga transmitter tepat
mengarah pada receiver.

b. retroreflective sensor
retroreflective sensor juga dilengkapi dengan transmitter
dan receiver yang dipasangkan secara berhadapan dan tegak
lurus. Sensor mendeteksi keberadaan benda jika receiver (pada
light sensor) menerima sinar yang dipantulkan oleh benda.

c. Diffuse Sensor
Diffuse sensor, transmitter akan mengarahkan pada obyek
yang melewatinya dan kemudian sinar dari benda akan
direfleksikan dan diterima receiver sehingga dapat
membangkitkan sinyal switching.

10
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Cara Kerja Sensor Optik (Diffuse Sensor) model photocell

24 VDC
+
+ Sensor
Output - Photocell

Sensor type ini mempunyai keluaran negatif (npn) dan keluaran


positif (pnp), setelah diberikan tegangan 24 VDC dan terhalang
oleh suatu benda. Pilih salah satu npn atau pnp sebagai output,
catatan tidak boleh di pake dua-duanya sebagai output.

11
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
MEMAHAMI LADDER DENGAN
KONSEP LOGIKA

Operasi kontrol sekuensial yang umum dijumpai di industri pada dasarnya hanya tersusun
dari fungsi –fungsi kombinasi logika sederhana : AND, OR dan NOT. Sesuai proses yang akan
dikendalikan, kombinasi fungsi logika tersebut bersama – sama dengan timer, counter atau fungsi
lainnya akan membentuk rangkaian logika kontrol yang diharapkan.
Bab ini hanya akan membahas fungsi – fungsi logika dasar serta representasi diagram ledder
PLC-nya Pada sistem kontrol kombinatorial.Sifat sistem kombinatorial ini adalah output sistem
kontrol yang pada saat tertentu hanya tergantung pada input sistem kontrol saat itu juga sehingga
analisis dan perancangannya pun relatif lebih mudah.Adapun Output sistem kontrol sekuensial pada
satu saat,selain tergantung pada input saat itu,juga tergantung pada input-input sebelum nya
sehingga analisis dan perancangannya pun relatif lebih sukar. Dengan alasan ini maka pembahasan
dan perancangan sistem kontrol sekuensial akan di tunda pada Bab selanjut nya.
Kecuali di sebutkan secara jelas,dalam Bab ini representasi Diagram ladder PLC untuk sebuah
rangkaian gerbang kombinatorial tertentu akan selalu mengasumsikan peralatan atau sensor yang
terhubung dengan modul input PLC tersebut memiliki tipe atau jenis NO. Di sini,Hal ini penting
ditekankan karna secara praktis peralatan atau sensor yang terhubung ini dapat memiliki salah satu
tipe berikut: NO atau NC.

Konsep Bilangan Biner

Konsep bilangan biner muncul dari kenyataan bahwa banyak dari kejadian atau proses yang
di jumpai dalam kehidupan sehari-hari hanya terdi dari dua kondisi atau keadaan saja: Lampu hidup
atau mati,mesin jalan atau berhenti,Keadaan tombol terbuka (Open) atau tertutup (close). Dalam
sistem digital,dua kondisi ini dapat di anggap sebagai sinyal dalam keadaan high atau low,on atau
off, dan lain sebagai nya. Secara umum, konsep dua keadaan ini dapat menjadi dasar pengambilan
keputusan.
Dalam tulisan ini, bilangan biner 1 merepresentasikan adanya sinyal, sedangkan bilangan
biner 0 menandakan tidak ada sinyal. Pada sistem digital, kedua kondisi ini dipresentasikan oleh
level tegangan yang berbeda,Yaitu + V dan 0V, seperti di perlihat kan oleh Tabel 5.1 Berikut:

12
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
1(+V) 0(0V) Contoh
Beroperasi Tidak Beroperasi Limit Switch
Closed Open Valve
On Off Lampu
Berjalan Berhenti Motor
Berbunyi Diam Alarm

Fungsi-fungsi Logika Dasar

Operasi yang di lakukan oleh peralatan digital seperti PLC pada dasar nya berbasis pada tiga
fungsi logika dasar: AND, OR dan NOT. Fungsi-fungsi ini mengombinasikan variabel-variabel biner
sehingga membentuk pernyataan logika. Setiap fungsi memiliki aturan yang menentukan hasil
keluaran (Benar atau Salah).
1. Logika AND

Keluran gerbang AND akan high(1) Jika semua masukan high (1). Jumlah dari masukan tidak
di batasi, tetapi hanya terdiri dari satu keluaran. Gambar berikut memperlihatkan gerbang AND dua
masukan beserta representasi diagram ladder PLC dan tabel kebenarannya

A Tabel Kebenaran AND


Y
Y=A.B
B
Input Output
A B Y
0 0 0
A B Y
0 1 0
1 0 0
1 1 1

13
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
2. Logika OR

Keluaran gerbang OR akan high (1) jika salah satu masukan high (1). Seperti halnya dengan
gerbang AND, Jumlah masukan gerbang OR ini juga tidak dibatasi, tetapi hanya terdiri dari satu
keluaran. Gambar memperlihatkan gerbang OR dengan dua masukan beserta representasi diagram
ladder PLC dan tabel kebenarannya.
Tabel Kebenaran OR
A
Y Y=A+B
B Input Output
A B Y
A Y 0 0 0
0 1 1
B
1 0 1
1 1 1

3. Logika NOT

Tidak seperti fungsi logika AND dan OR, fungsi NOT ini hanya memiliki satu masukan dan satu
keluaran. Gambar berikut bertutut turut memperlihatkan simbol gerbang, realisasi ladder serta tabel
kebenaran dari fungsi NOT.

Tabel Kebenaran NOT


A Out _
A=A
Input Output
A A A A
0 1
1 0
Realisasi gerbang logika NOT dalam program diagram ladder PLC dapat saja memiliki bentuk seperti
gambar berikut :

A M

M A

Seperti terlihat pada gambar, realisasi ini membutuhkan relay tambahan (M) dalam laddernya.

14
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
4. Aljabar boolean
Aljabar Boolean adalah yang berlaku pada persamaan persamaan atau fungsi logika diskrit.
Beberapa teorema atau sipat penting aljabar Boolean yang dapat digunakan untuk
menyederhanakan persamaan – persamaan logika di antaranya adalah :
Sipat Asosiatif
(A+B)+C=A+(B+C)
(A.B)C=A(B.C)
Sipat Komutatif
A+B=B+A
A.B=B.A
Sipat Distributif
A+(B.C)=(A+B).(A+C)
A(B+C)=(A.B)+(A.C)
Sifat Identitas
A+0=A
A.0=0
A+1=1
A.1=A
Sifat Komplemen
A+A=1
_
A.A=0
_
_
A=A
_
1=0
Sifat Idempoten
A+A=A
A.A=A
Teorema De Morgan
___ _ _
A+B = A.B
___ _ _
A.B = A+B

Berikut ini adalah pemanfaatan sifat dan teorema untuk beberapa fungsi logika dasar yang dapat
digunakan untuk merancang diagram ladder ekivalennya.

15
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
4.1 Logika NAND

A
Y Tabel Kebenaran OR
___
B Y=A.B
Input Relay Output
A B M Y
A B M
0 0 0 1
0 1 0 1
M A 1 0 0 1
1 1 1 0

Implementasi logika tersebut ke dalam diagram ladder dapat di sederhanakan dengan


menggunakan teorema Demorgan berikut :

___ _ _
Y = A.B = A + B

Sehingga diagram ladder –nya akan terlihat seperti ganbar berikut ini :

A Y

Gambar Representasi diagram ladder PLC untuk Logika NAND

16
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
4.2 Logika NOR
Secara fungsional, logika ini merupakan kebalikan dari logika OR: keluaran akan Low jika
salah satu masukan High. Gambar 5.6 berturut-turut memperlihatkan simbol NOR dua masukan dan
tabel kebenaran nya.

A
Out Tabel Kebenaran OR
____
B
Y=A+B
Input Relay Output

A M A B M Y
0 0 0 1
B 0 1 1 0
1 0 1 0
M Y
1 1 1 0

Implementasi logika tersebut ke dalam diagram ladder dapat di sederhanakan dengan


menggunakan teorema Demogran :
___ _ _
Y = A+B = A.B

Sehingga diagram ladder-nya akan terlihat seperti gambar berikut ini :

A B Y

4.3 Logika Exclusive OR

Tabel Kebenaran OR
______
Y=A + B
Input Output
A
Out A B Y

B
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 0

17
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Gambal tersebut memperlihatkan simbol gerbang dan tabel kebenaran logika XOR.
Berdasarkan tabel, terlihat bahwa keluaran akan high jika salah satu masukan high, atau secara
matematis dapat di tulis:
_ _
Y = A.B + A.B

Dengan demikian, representasi logika XOR dalam bentuk diagram ladder akan tampak
seperti pada gambar berikut ini :

A B Y

A B

4.4 Logika Exclusive NOR


Tabel Kebenaran OR
______
Y=A + B
A
Out Input Output
A B Y
B
0 0 1
0 1 0
1 0 0
1 1 1

Gambal tersebut memperlihatkan simbol gerbang dan tabel kebenaran logika X-NOR. Berdasarkan
tabel, terlihat bahwa keluaran akan high jika semua masukan sama LOW atau sama High, atau secara
matematis dapat di tulis:
__
Y = A.B + A.B

Dengan demikian, representasi logika X-NOR dalam bentuk diagram ladder akan tampak
seperti pada gambar berikut ini :

A B Y

A B

18
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
PROGRAMABLE LOGIC CONTROL

Di dunia industry, system otomasi sangat diminati karena dapat menjamin kualitas
produk yang dihasilkan, memperpendek waktu produksi dan mengurangi biaya untuk tenaga
kerja manusia. Salah satu pengendali yang paling popular, khususnya untuk system yang
bekerja secara sekuensial, ialah Programmable Logic Controller (PLC).
Dari kepanjangan PLC, Kita dapat mengetahui definisi sederhana dari PLC itu
sendiri.
 Programmable
Dapat diprogram (software base)
 Logic
Bekerja berdasar logika yang dibuat. Logika disini biasanya menunjuk pada logika
boolean yang terdiri dari 2 keadaan ON atau OFF.
 Controller
Pengendali (otak) dari suatu system.
Secara umum, cara kerja system yang dikendalikan PLC cukup sederhana.
1. PLC mendapat sinyal input dari input device.
2. Akibatnya PLC mengerjakan logika program yang ada di dalamnya.
3. PLC memberikan sinyal output pada output device.
Untuk memperjelas, pada gambar dibawah ini dapat dilihat diagram hubungan PLC dan
input/output device.

INPUT DEVICE PLC OUTPUT DEVICE

L1 L2 NC COM 00 01 02 03 04 05

OMRON CPM1A

PWR
RUN 00 01 02 03 04 05
ERR
COMM 00 01 02 03

Com0 00 Com1 01 Com2 02 03 NC NC

Gambar Diagram hubungan PLC dan Input/output device

19
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Dari penjelasan di atas, didapatkan definisi sebagai berikut :
 PLC input device : Benda fisik yang memicu eksekusi logika/program pada PLC.
Contoh : saklar dan sensor.
 PLC output device : Benda fisik yang diaktifkan oleh PLC sebagai hasil eksekusi
Program. Contohnya ialah motor DC, Motor AC, Selenoide dan lain-lain.
Pada bagian ini akan dijelaskan tentang definisi PLC. Menurut NEMA (National
Electrical Manufacture Association – USA), Definisi PLC ialah :
”Alat elektronika digital yang menggunakan programmable memory untuk menyimpan
instruksi dan untuk menjalankan fungsi – fungsi khusus seperti : logika, sequence
(urutan), timing, perhitungan dan operasi aritmetika untuk mengendalikan mesin dan
proses”
Definisi lain menyebutkan bahwa PLC ialah :
“Komputer industry khusus untuk mengawasi dan mengendalikan proses industry
menggunakan bahasa pemrograman khusus untuk mengawasi dan mengendalikan proses
industry menggunakan bahasa pemrograman khusus untuk control industry (Ladder
Diagram), didesain untuk tahan terhadap lingkungan industry yang banyak gangguan
(noise, vibration, shock, temperature, humidity).”
PLC terbagi dalam beberapa komponen utama. Untuk memahaminya, perhatikan gambar
yang menampilkan hubungan PLC dengan peralatan lain berikut.

Gambar Hubugan PLC dengan peralatan lain

20
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
CX-Programmer
Disini penulis akan berbagi sedikit tentang bagaimana cara agar kita bisa
Mengoperasikan program CX-Programmer dalam hal, membuka, setting configurasi,
koneksi ke PLC, membuat program ladder, download/upload, simulasi program.
Syarat utama tentunya harus ada program aplikasi CX Programmer. Setelah
menginstall aplikasi tersebut harus muncul folder OMRON di daftar apliaksi ALL
Program.
Langkah pertama,
1. buka program CX-Programmer

Klik start kemudian All program selanjutnya pilih OMRON tampak seperti gambar
diatas ada dua pilihan kemudian pilih CX-ONE lanjut ke CX-Programmer, dalam
CX-Programmer ada beberapa menu pilihan, silahkan pilih dan klik CX-Programmer
selajutnya akan tampak seperti gambar dibawah ini

21
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Jika program CX-Programmer sudah berhasil terbuka , maka akan tampil seperti
gambar diatas ini dan program CX-Programmer siap digunakan.
Untuk memulainya klik new seperti pada gambar dibawah ini

Klik NEW

22
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
2. Setting configurasi

Setting konfigurasi ini merupakan Setting


a. Jenis PLC
b. Type CPU (Jumlah I/O)
c. Komunikasi PLC dengan PC (Network, Driver Serial, Modem)
Setelah meng-klik New maka akan muncul window Change PLC

a. Setting Jenis PLC (Device Type)

Klik

Karena mennggunakan PLC CPM2A untuk praktekum PLC kali ini maka setting jenis PLC milih
jenis CPM2*.

23
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
b. Type CPU (Jumlah I/O)

Klik

CPU type Kosong

Catatan : PLC jenis CPM2* memiliki Jumlah I/O standart yaitu 40, jadi ga ada pilihan didalam
type CPU seperti gambar diatas itu.
Tapi untuk PLC jenis CPM1A, type ini memiliki type CPU yaitu CPU 10, CPU 20, CPU 30 dan
CPU 40. Jumlah CPU ini sama dengan jumlah I/O pada sebuah PLC jenis CPM1A.

Klik

Pilihlah jumlah CPU yang sesuai dengan PLC CPM1A yang digunakan

c. Komunikasi PLC dengan PC (interface)


Interface antara PLC dan PC, user harus men-setting kedua komponen tersebut supaya ada
saling komunikasi (Koneksi). Sistem komunikasi antara muka PLC dengan PC ada beberapa
metode yaitu
- Network (LAN)
- Modem (Internet)
- Wireless

24
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
- Komunikasi serial (RS 232)
- Komunikasi Paralel (LPT1)

Dari beberapa metode tersebut, hanya ada tiga metode yaitu Network, Driver (Serial) dan
modem.

Klik

Dalam praktikum kali ini menggunakan komunikasi serial mengingat jenis PLC yang
digunakan, ada modifikasi dalam interface PLC to PC karena user kebanyakan menggunakan
Laptop dibanding PC maka diperlukan kabel konversi USB port ke serial port (COM) seperti
gambar dibawah ini.

kemudian ikutsertakan software aplikasi driver USB to Serial seperti gambar dibawah ini.
Sebelum melakukan setting komunikasi driver serial terlebih dahulu user menginstall driver USB
to Serial, menginstall driver tersebut dilakukan sebagai berikut;

Klik driver USB to Serial

25
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Setelah meng –klik Folder CH341SER, ada berapa file seperti pada gambar dibawah ini,
kemudian klik setup sampai muncul window driversetup

Klik

Window driversetup kemudian klik install tunggu sampai muncul the driver is successfully
menunjukan install driver sudah selesai dan sukses diinstall.

Klik

26
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Selesai menginstall driver, user kemudian cek di DEVICE MANAGER untuk mengetahui lebih
lanjut port I/O driver tersebut terinstall atau belum. Tanda yang dilingkari menunjukan bahwa
driver sudah terinstall dan terdeteksi di COM6.

Klik

Setting Konfigurasi komunikasi serial dapat dilakukan dengan meng-klik DRIVER seperti pada
gambar dibawah ini.

Klik

Menunjukan port di COM6

27
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Terlihat pada gambar diatas menunjukan port COM6 dan parameter jenis PLC CPM2A terdeteksi
otomatis bahwa :
BAUD RATE : 9600
DATA BITS : 7
PARITY : EVEN
STOP BITS : 2
Parameter jenis PLC CPM2A tersebut harus sesuai dengan parameter port I/O COM6 pada
Laptop, Penyesuaian ini dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini.

Klik

Klik dua kali

Klik port setting muncul parameter port COM6 properties kemudian parameter tersebut rubah
data bits, parity dan stop bits sesuai dengan parameter PLC jenis CPM2A seperti pada gambar
berikut;

28
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Setelah selesai setting konfigurasi interface dua komponen PLC dan PC, user mulai untuk
mengecek koneksi antara plc dan PC dengan cara meng-klik CONNECT, seperti pada gambar
berikut.

Klik

Bila tidak terjadi koneksi antara PLC dan PC kemungkinan ada warning berikut ini;

Warning ini memerintahkan kepada user untuk mengecek kembali point-point kesalahan sebagai
berikut : Cek jenis PLC yang digunakan, cek komunikasi setting, cek power supplay ke PLC dan
cek kabel interface antara PLC dan PC.

29
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Bila terjadi koneksi antara PLC dan PC, lampu indicator PLC yaitu indicator COMM nyala warna
orange (kedap-kedip) seperti ditunjukan pada gambar dibawah ini.

L1 L2 NC COM 00 01 02 03 04 05

OMRON CPM1A

PWR
RUN 00 01 02 03 04 05
ERR
COMM 00 01 02 03

Indikator
Com0 00 Com1 01 Com2 02 03 NC NC
COMM

Komunikasi PLC dan PC sudah terjalin, user siap untuk membuat program, download dan upload.

30
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
MEMASANG KOMPONEN INPUT DAN OUTPUT

a. Memasang satu input pushbutton dan output lampu

N F

L1 L2 NC COM 00 01 02 03 04 05

OMRON CPM1A

PWR
RUN 00 01 02 03 04 05
ERR
COMM 00 01 02 03

24 VDC
Com0 00 Com1 01 Com2 02 03 NC NC

Keterangan Gambar
a. Alamat Input 00.00 (PushButton)
b. Alamat Output 10.02 (Lampu)

31
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
b. Memasang dua input pushbutton dan dua output lampu

N F

L1 L2 NC COM 00 01 02 03 04 05

OMRON CPM1A

PWR
RUN 00 01 02 03 04 05
ERR
COMM 00 01 02 03

24 VDC
Com0 00 Com1 01 Com2 02 03 NC NC

Keterangan Gambar
a. Alamat Input 00.00 (PushButton1)
b. Alamat Input 00.02 (PushButton2)
c. Alamat Output 10.00 (Lampu1)
d. Alamat Output 10.02 (Lampu2)

32
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
c. Memasang input sensor proximity PNP dan dua output lampu

Sensor
N F Deteksi Logam
24 VDC
+ Sensor
Out + Proximity
_ (PNP)

\
L1 L2 NC COM 00 01 02 03 04 05

OMRON CPM1A

PWR
RUN 00 01 02 03 04 05
ERR
COMM 00 01 02 03

24 VDC
Com0 00 Com1 01 Com2 02 03 NC NC

Catatan :
Untuk pemasangan sensor PNP sebagai input, kabel output sensor masuk ke modul input (alamat
input 00.00) dan untuk COM input diberi negatif.
Keterangan Gambar
a. Alamat Input 00.00 (Sensor Proximity PNP)
b. Alamat Output 10.00 (Lampu1)
c. Alamat Output 10.02 (Lampu2)

33
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
d. Memasang input sensor proximity NPN dan dua output lampu

Sensor
N F Deteksi Logam
24 VDC
+ Sensor
Out - Proximity
_ (NPN)

L1 L2 NC COM 00 01 02 03 04 05

OMRON CPM1A

PWR
RUN 00 01 02 03 04 05
ERR
COMM 00 01 02 03

24 VDC
Com0 00 Com1 01 Com2 02 03 NC NC

Catatan :
Untuk pemasangan sensor NPN sebagai input, kabel output sensor masuk ke modul input (alamat
input 00.00) dan untuk COM input diberi positif.
Keterangan Gambar
a. Alamat Input 00.00 (Sensor Proximity NPN)
b. Alamat Output 10.00 (Lampu1)
c. Alamat Output 10.02 (Lampu2)

34
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
CONTOH INTRUKSI - INTRUKSI PROGRAM DALAM

APLIKASI PLC OMRON CPM1A

1. LATCHING RELAY

a. On – Off

b. Set – Reset

35
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
c. Keep

2. PULSE

36
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
3. TIMER
a. Off Delay

b. ON Delay

37
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
4. COUNTER

5. UP-DOWN COUNTER

38
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
6. DIF UP

7. DIF DOWN

39
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
CONTOH - CONTOH PROJECT PLC OMRON CP1E
1. PROJECT TRAFFICT LIGHT
A. Dua Traffic Light

DUA TRAFFIC LIGHT

1 2

KONSEP LOGIKA DUA TRAFFIC LIGHT

200
I Merah
150
50
Hijau
Kuning

150
II Hijau
50
Kuning 200
Merah

Inisial input dan output :

Input Output
ON : I0.01 Lampu Merah 1 : Q100.01
OFF : I0.02 Lampu Kuning 1 : Q100.02
Lampu Hijau 1 : Q100.03
Lampu Merah 2 : Q100.04
Lampu Kuning 2 : Q100.05
Lampu Hijau 2 : Q100.06

40
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Bagian 1

Bagian 2

41
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Bagian 3

42
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
B. Tiga Traffic Light

TIGA TRAFFIC LIGHT


3

1 2

KONSEP LOGIKA TIGA TRAFFIC LIGHT

400

I Merah
150
50
Hijau
Kuning

150
II Hijau
50

Kuning 400

Merah

200
III Merah
150
50
Hijau
Kuning 200

Merah

Inisial input dan output :


Input Output
ON : I0.01 Lampu Merah : Q100.01
OFF : I0.02 Lampu Kuning : Q100.02
Lampu Hijau : Q100.03
Lampu Merah 1 : Q100.04
Lampu Kuning 1 : Q100.05
Lampu Hijau 1 : Q100.06
Lampu Merah 2 : Q100.07
Lampu Kuning 2 : Q100.08
Lampu Hijau 2 : Q100.09

43
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Bagian 1

Bagian 2

44
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Bagian 3

Bagian 4

45
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
2. PERHITUNGAN DAN PENGEPAKAN BUAH OTOMATIS

Inisial input dan output :

Input Output
ON : I0.01 Conveyor Apel : Q100.01
OFF : I0.02 Conveyor Box : Q100.02
Sensor Apel : I0.03
Sensor Box : I0.04

46
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
3. PINTU GARASI

Inisial input dan output :

Input Output
Sensor Buka (Ultrasonic Switch) : I0.03 Conveyor Apel : Q100.01
Limit Switch Up : I0.04 Conveyor Box : Q100.02
Sensor Tutup (Photoeletric Switch) : I0.05
Limit Switch Down : I0.06

47
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
4. CERDAS CERMAT

Inisial input dan output :

Input Output
PB1 : I0.00 Player 1 Light : Q100.01
PB2 : I0.01 Player 2 Light : Q100.02
PB3 : I0.02 Player 3 Light : Q100.03
Reset : I0.03 Buzzer : Q100.00

Bagian 1

48
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Bagian 2

5. SHIFT REGESTER GESER (SFT)

Photosensor 1

Mechanic Valve
Rotary Encoder

Photosensor 2
No Good Good

Inisial input dan output :

Input Output
Photosensor 1 : I0.02 Mechanic Valve : Q100.01
Photosensor 2 : P_1s
Reset : I0.03

49
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
Photosensor 2

50
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST
LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Data PLC Omron CP1E

2. Data PLC Omron CPM1A

51
Modul PLC Dasar By Nandang Ruhiyat Ependi, ST