Anda di halaman 1dari 13

PANDUAN

KERJA
TAHUN
PELAKSANAAN 2017
RUJUKAN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PROF. DR. M. ALI HANAFIAH,
SM BATUSANGKAR
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, kami tim
akreditasi RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK, telah dapat menyelesaikan
panduan sistem rujukan ponek pada versi …. di mulai dari pembuatan kebijakan
sampai kelengkapan dokumen seperti SPO, lembar observasi dan format-format.

Panduan ini berisikan kebijakan panduan sistem rujukan ponek , pengertian,


ruang lingkup, tata laksana, dan dokumentasi dari tanggung jawab rumah sakit dalam
mendukung sistem rujukan ponek baik dari unit pelayanan perujuk ataupun unit
pelayanan penerima rujukan serta rujukan balik di RSUD AROSUKA KABUPATEAN
SOLOK.

Dalam pembuatan ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka untuk
itu kami sangat terbuka atas koreksi yang membangun demi kesempurnaan kegiatan
akreditasi ini.

Tim Akreditasi RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK.


BAB I

DEFINISI

Suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan


terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul
baik secara vertical ataupun horizontal ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten,
terjangkau , rasional, dan tidak dibatasi oleh wilayah administrasi.

Surat rujukan kesehatan diindonesia telah diatur dalam bentuk berjenjang


yaitu pelayanan kesehatan tingkat pertama, kedua dan ketiga yang pelaksanaannya
tidak berdiri sendiri-sendiri namun dalam suatu system yang saling berhubungan.

Bila suatu instalasi pelayanan kesehatan tidak dapat memberikan


penanganan untuk suatu kasus karena keterbatasan kompetensi sumber daya
manusia, sarana, prasarana yang tersedia maka dilakukan rujukan ke tingkat
pelayanan diatasnya, daan seterusnya.

Dengan adanya panduan system rujukan ponek diharapkan dapat


terselenggara pelayanan kesehatan yang bermutu, komprehensif, berkelanjutan dan
merata serta memberikan kepastian hukum dalam pelayanan kesehatan kepada
pasien dan masyarakat.

Tujuan dari tersusunnya panduan system rujukan ponek adalah sbb:

A. Memberikan informasi tentang system rujukan kesehatan secara


keseluruhan
B. Memberikan petunjuk alur rujukan pasien maupun bahan pemeriksaan
C. Memberi petunjuk cara penanganan rujukan pasien maupun bahan
pemeriksaan
D. Member petunjuk cara penanganan rujukan balik
E. Memberi petunjuk dalam hal administrasi da manajemen rujukan pasien
maupun bahan pemeriksaan termasuk dalam pelaporan dan monitoring
serta evaluasi pelaksanaannya.
BAB II

RUANG LINGKUP

Rujukan kesehatan merupakan penyerahan tanggung jawab dari satu


pelayanan kesehatan ke pelayanan kesehatan yang lain. Dalam system kesehatan
nasional yang dimaksud dengan pelayanan rujukan medic adalah pelimpahan
wewenang dan tanggung jawab atas kasus yang dilakukan secara timbale balik baik
secara vertical (dari atau ke unit yang lebih mampu menangani) maupun horizontal
(antar unit-unit yang setingkat kemampuannya).

Berdasarkan undang – undang no.44 tahun 2009 tentang rumah sakit pasal
42 dinyatakan bahwa system rujukan merupakan penyelenggaraan kesehatan yang
mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab secara timbale balik baik vertical
maupun horizontal, structural dan fungsional terhadap kasus penyakit, masalah
penyakit atau permasalahan kesehatan . setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban
merujuk pasien yang memerlukan pelayanan d luar kemampuan pelayanan Rumah
Sakit.

Berdasarkan pengertian tersebut , ruang lingkup rujukan dapat dibedakan


berdasarkan integrasi pelayanan, sifat rujukan dan pelaku rujukan diantaranya :

A. Berdasarkan integrasi pelayanan, rujukan dapat berupa :


1. Rujukan internal, yaitu rujukan antar bagian dalam satu unit
2. Rujukan eksternal, yaitu rujukan antara suatu unit dengan unit lain

B. Berdasarkan sifat rujukan maka rujukan dibedakan menjadi :


1. Rujukan Vertikal, yaitu rujukan dari atau ke unit yang lebih mampu
menangani
2. Rujukan Horizontal, yaitu rujukan antar unit-unit yang setingkat
kemampuannya

C. Berdasarkan pelaku rujukan, maka rujukan dibedakan menjadi :


1. Rujukan dari personal, seperti rujukan dari praktik mandiri, praktik
kelompok
2. Rujukan dari institusi, baik institusi pemerintah maupun swasta, rumah
sakit dan dinas kesehatan
D. Rujukan medic terdiri atas :
1. Rujukan pasien
2. Rujukan bahan-bahan pemeriksaan laboratorium

Berdasarkan pengertian rujukan diatas, rujukan harus dilakukan bila kasus


penyakit tertentu memerlukan penanganan di luar kemampuan yang tersedia di
fasilitas pelayanan kesehatan, baik kompetensi sumber daya manusia maupun
fasilitas pemeriksaan penunjang yang ada.Selain itu, rujukan juga bisa di lakukan bila
kasus tersebut secara ilmu pengetahuan memerlukan penanganan secara
spesialistik atau subspesialistik diluar klasifikasi rumah sakitnya.

Penyelenggaran system rujukan kesehatan di Indonesia telah diatur dalam


bentuk berjenjang, yaitu pelayanan kesehatan timgkat pertama, kedua dan ketiga
yang dalam pelaksanaanya tidak sendiri-sendiri namun dalam suatu system yang
saling berhubungan. Undang – undang nomor 44 tahun 2009 tentang ruamh sakit
menyatakan bahwa dalam ragka penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara
berjenjang dan fungsi rujukan, rumah sakit diklasifikasikan berdasarkan fasilitas dan
kemampuan pelayanan rumah sakit kelas A, B, C dan D.
BAB III

TATA LAKSANA

Jenis Rujukan yang ada di RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK yaitu :

 Rujukan keatas

 Rujukan Balik

A. UNIT PELAYANAN PERUJUK


Unit pelayanan perujuk adalah rumah sakit kelas C, puskesmas
PONED, klinik bersalin, bidan praktek mandiri. Unit pelayanan tersebut
dapat melakukan rujukan medic bila:
1. Dari pemeriksaan fisik tanpa pemeriksaan penunjang medic sudah
dapat dipastikan tidak dapat diatasi
2. Dari pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang ternyata
tidak dapat diatasi
3. Memerlukan pemeriksaan penunjang medic yang lebih lengkap
yang membutuhkan kehadiran pasien
4. Setelah diobati/dirawat, ternyata membutuhkan
pemeriksaan/pengobatan difasilitas yang lebih mampu

Sementara itu, rujukan kesehatan dapat dilakukan bila :

1. Puskesmas setempat tidak mampu menyelenggarakan pelayanan


kesehatan
2. Pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat
3. Sarana kesehatan tidak mampu dan tidak memiliki fasilitas yang
cukup
4. Tidak ada tenaga kesehatan yang kompeten disarana perujuk

Tata laksana rujukan di unit pelayanan rujukan :

1. Rujukan ke RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK dilakukan


atas dasar indikasi medis yang memerlukan penanganan lebih
lanjut secara spesialistik atau subspesialistik sehubungan
kompetensi SDM atau pemeriksaan penunjang tidak tersedia di
unit pelayanan perujuk
2. Sebelum pasien dirujuk, unit pelayanan perujuk berkewajiban :
a. Memberikan informasi melalui telepon langsung ke RSUD
PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar mengenai
kasus yang akan dirujuk, meliputi informasi :
1) Maksud dan tujuan dirujuk
2) Kemana harus dirujuk
3) Informasi ketersediaan tempat di RSUD PROF. Dr. M.ALI.
HANAFIAH, SM Batusangkar
4) Memberikan informasi mengenai :
a) Identitas pasien
b) Keadaan umum pasien
c) Pemeriksaan dan penanganan serta terapi yang sudah
di berikan
5) menggunakan sarana/mobil apa yang dirujuk
6) Risiko selama diperjalanan sampai tempat tujuan
7) Pembiayaaan rujukan

b. Memberikan surat pengantar rujukan ditulis dengan jelas


mengenai :
1) Identitas pasien
2) Diagnosis pasien
3) Pemeriksaan dan penanganan serta terapi yang telah
diberikan
4) Tanda tangan serta nama jelas dokter/bidan yang merujuk
5) Bagian/spesialis/subspesialis yang dituju di RSUD PROF.
Dr. M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar

c. Menjelaskan secara jelas dan terperinci kepada pasien/


keluarganya mengenai maksud rujukan ke RSUD PROF. Dr.
M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar
d. Meminta pesetujuan pasien/keluarga pasien untuk dilakukan
rujukan ke RSUD PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM
Batusangkar
e. Melengkapi persyaratan administrasi pasien khususnya pasien
yang menggunakan fasilitas pembiayaan dari pemerintah
(askes/askeskin/jamkesmas/jampersal/skm/sktm) atau asuransi
tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
f. Memberikan pelayanan optimal oleh petugas kesehatan selama
merujuk pasien

Alur Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal


1. Sistem rujukan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal
mengacu pada prinsip utama kecepatan dan ketepatan tindakan, efisien,
efektif dan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan fasilitas pelayanan.
2. Setiap kasus dengan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang ke RSUD
Prof.Dr.M.Ali Hanafiah SM Batusangkar harus langsung dikelola sesuai
Prosedur tetap sesuai dengan Standar Operasional Prosedur. Setelah
dilakukan stabilisasi kondisi pasien di IGD dan ditangani diruang obstretri
Ginekologi dan di ruang bersalin, kemudian ditentukan apakah pasien akan
dikelola di RSUD Prof.Dr.M.Ali Hanafiah SM Batusangkar dilakukan rujukan
ke RS Ponek yang lebih tinggi (RSAM Bukittinggi dan RSUP M.Djamil
Padang).
3. Bila pasien sudah mendapat tindakan (seperti operasi) dan dalam perawatan
terjadi sesuatu yang memerlukan penanganan yang lebih kompleks maka
dilakukan rujukan dari ruangan yang merawat ke Rumah Sakit rujukan
Ponek yang lebih tinggi.
4. Rujukan dilakukan setelah menyelesaikan administrasi dan
mempertimbangkan kestabilan pasien

B. UNIT PELAYANAN PENERIMA RUJUKAN DI RSUD PROF. Dr. M.ALI


HANAFIAH, SM BATUSANGKAR
Pasien yang dirujuk ke RSUD PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM
Batusangkar setelah melalui pendaftaran sesuai dengan unit pelayanan
penerima rujukan akan mendapatkan pelayanan sesuai standar pelayanan
medis yang telah ditetapkan di RSUD PROF. Dr M.ALI HANAFIAH, SM
Batusangkar.

Unit penerima rujukan di RSUD PROF.Dr. M.ALI HANAFIAH, SM


Batusangkar, terdiri atas :

- PONEK Instalasi gawat Darurat (IGD)

ALUR PASIEN DI UNIT PENERIMA PELAYANAN RUJUKAN DI RSUD PROF. Dr.


M.ALI HANAFIAH, SM BATUSANGKAR

PASIEN

Instalasi Gawat Darurat


Dirujuk proses diagnosa
(IGD) PONEK

RSUD PROF. Dr.


M.Ali HANAFIAH,
SM Batusangkar

Definif terapi

Sembuh

Meninggal
RUJUKAN
Out come Tidak tertangani
BALIK
tertangattertangani
tertangani
SKEMA RUJUKAN

rs
RS KELAS A/B PENDIDIKAN Pelayanan medik spesialistik
dan sub spesialistik

RS KELAS B NON Pelayanan medik spesialistik


PENDIDIKAN dan subspesialistik terbatas

RS KELAS C Pelayanan medik dasar dan


spesialistik terbatas

Pelayanan medik dasar dan


RS KELAS D
spesialistik terbatas

PUSKESMAS PONED Pelayanan medis dasar

BIDAN POLINDES Pelayanan komunitas dasar

MASYARAKAT/KADER/
BUMIL/POSYANDU
Pelayanan komunitas dasar
Keterangan :
 Rujukan
 Untuk rumah sakit diutamakan RS PONEK
 Untuk puskesmas diutamakan pukskesmas PONED

1. PENDAFTARAN
Di bagian pendaftaran unit pelayanan penerima rujukan, dilakukan verifikasi
rujukan yang meliputi :
a. Rumah Sakit dan bagian yang dituju sudah sesuai dengan surat rujukan.
b. Persyaratan administrasi sesuai dengan ketentuan masing-masing
penjamin pembiayaan ( askes/askeskin/jamkesmas/jampelsal/skm/sktm)
c. Pasien akan mendapatkan rekam medis dengan kolom khusus mengenai
informasi rujukan yang sudah terisi lengkap, mencakup:
1) Keterangan asal rujukan pasien : puskesmas poned, klinik bersalin,
bidan praktek mandiriataupun dari rumah sakit lainnya
2) Diagnosis di surat rujukan
3) Terapi/tindakan yang sudah dilakukan
4) Jenis rujukan : kasus/pemeriksaan penunjang
5) Kondisi pasien saat dating : level penyakit/status kegawatdaruratan
(true emergency, false emergency, atau non emergency)

2. INSTALASI GAWAT DARURAT

Pelaksanaannya dapat menggunakan format rujukan intern rumah sakit. Di


instalasi Gawat darurat RSUD PROF. Dr M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar,
upaya pelayanan PONEK meliputi :

 Stabilisasi di IGD dan persiapan untuk pengobatan definitif


Pelayanan di IGD diakukan dengan standar respon time di IGD selama 10
menit.

3. INSTALASI RAWAT JALAN


Di instalasi rawat jalan standar Rumah Sakit kelas C adalah :
a. Rujukan dari Rumah Sakit dengan severity level I dan II dengan alasan
tidak dapat dilakukan karena kasus khusus atau memerlukan perawatan
spesialistik diluar klasifikasi unit pelayanannya
b. Pasien dari IGD yang karena ketidaktahuannya datang ke IGD dan tidak
life threaning, dapat dilayani di IRJ dan masih dalam jam pelayanan IRJ.
Pelaksaannya dapat menggunaan format rujukan intern rumah sakit
c. Pasien dari rawat inap yang dirujuk ke poliklinik IRJ karena memerlukan
tindakan/pemeriksaan tertentu yang hanya terdapat di poliklinik.
Pelaksaannya dapat menggunakan format rujukan intern rumah sakit.
C. RUJUKAN BALIK
Pasien dapat dirujuk balik ke tempat pelayanan kesehatan yang
merujuk setelah mendapatkan pelayanan di RSUD PROF. Dr. M.ALI
HANAFIAH, SM Batusangkar bila :
1. Kasus pasien rujukan di RSUD PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM
Batusangkar setelah di diagnosis oleh tim IGD RSUD PROF. Dr. M.ALI
HANAFIAH. SM Batusangkar akan dirujuk balik ke puskesmas/bidan
praktek mandiri yang bersangkutan jika ternyata kasusnya bukan
kasus life saving dan dapat dikerjakan di rumah
sakit/puskesmaas/bidan praktek mandiri pengirim.
2. Kasus pasien rujukan di IRJ setelah di diagnosis oleh Dokter di IRJ
ternyata dapat ditangani di puskesmas/bidan praktek mandiri yang
merujuk.
3. Rumah Sakit akan memberikan rujukan ke puskesmas/bidan praktek
mandiri setempat apabila penanganan/penatalaksanaan kasus pasien
yang dirujuk ke RSUD PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar
sudah dapat dilanjutkan di puskesmas/bidan praktek mandiri.
4. Rujukan balik ke tempat pelayanan kesehatan pengirim atau terdekat
menggunakan format rujukan balik, ditulis dengan jelas diagnosis dan
penatalaksaan yang telah dilakukan, serta saran penanganan
/penatalaksaan selanjutnya bila ada

Rujukan balik di buat dan ditanda tangani oleh dokter yang memeriksa/
menangani pasien dan disetujui oleh dokter penanggung jawab pasien.

Rujukan balik ini dapat berupa :

1. Jawaban konsul untuk suatu kasus yang di rujuk


2. Jawaban hasil pemeriksaan untuk rujukan bahan pemeriksaan
3. Surat rujukan balik yang menerangkan tindakan dan penanganan yang
telah diberikandi RSUD PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar
4. Surat rujukan balik untuk penanganan selanjutnya di puskesmas/bidan
praktek swasta setempat dengan pertimbangan kasus tersebut dapat
ditangani di puskesmas/bidan praktek mandiri tersebut

BAB IV
DOKUMENTASI

1. Barner sistem rujukan RSUD PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar


2. Leaflet sistem rujukan RSUD PROF. Dr. M.ALI HANAFIAH, SM Batusangkar
3. SK kebijakan tentang sistem rujukan
4. Alur pasien di unit penerima pelayanan rujukan RSUD PROF. Dr. M.ALI
HANAFIAH, SM Batusangkar
5. Alur pelayanan rujukan pasien di instalasi rawat jalan
6. Alur pelayanan rujukan di instalasi Gawat darurat
7. Alur pelayanan rujukan bahan pemeriksaan di Radiologi dan patologi klinik
8. SPO rujukan balik
9. SPO kemampuan layanan(type kelas Rumah sakit)
10. SPO informed consent
11. SPO surat pengantar rujukan
12. SPO menerima telepon
13. SPO komunikasi
14. SPO mengantar pasien di RS lain
15. SPO menerima pasien baru di IGD
16. SPO menerima pasien baru di IRJ
17. SPO menerima pasien baru di pendaftaran
18. Dokumentasi hasil sosialisasi SPO sistem rujukan dan rujukan balik
dipenerimaan/pendaftaran,IGD dan IRJ yang meliputi : jadwal, daftar hadir dan
notulen
19. SPO observasi pasien sebelum dirujuk