Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatus (AKN), Angka
Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan indikator
status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi
dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Menurut data Survei Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, AKI di Indonesia adalah 228 per 100.000
kelahiran hidup, AKB 34 per 1.000 kelahiran hidup, AKN 19 per 1.000 kelahiran
hidup, AKABA 44 per 1000 kelahiran hidup.
Berdasarka kesepakatan global ( Millenium Development Goals/MDGs,
2000) pada tahun 2015 diharapkan angka kematian Ibu menurun sebesar tiga-
perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015 dan angka Kematian Bayi dan angka
kematian balita menurun sebesar dua pertiga dalam kurun waktu 1990-2015.
Berdasrkan hal itu Indonesia mempunyai komitmen untuk menurunkan Angka
Kematian Ibu menjadi 102/100.000 KH, Angka Kematian Bayi dari 68 menjadi
23/1.000 KH dan Angka Kematian Balita 97 menjadi 32/1.000 KH pada tahun 2015
Perhatian khusus harus diberikan terhadap peningkatan kesehatan ibu, balita
termasuk bayi yang baru lahir, dengan menyelenggarakan berbagai upaya
terobosan yang didukung oleh kemampuan managemen tenaga pengelola dan
pelaksana program KIA (Depkes RI 2010)
Untuk peningkatan kemampuan pengelolaan dan pelaksanaan program KIA
pada Tingkat Desa, puskesmas dan kabupaten pengelola program khususnya bidan
di desa harus mampu mengelola data KIA guna memperkuat manajemen, program
sebagai bahan perencanaan dan monitoring program KIA di desa, puskesmas dan
kabupaten.
Dalam melaksanakan tugasnya bidan wajib melakukan pencatatan dan
pelaporan sesuai dengan pelayanan yang diberikan (permenkes 2010 :10 )
System pencatatan dan pelaporan dimulai dengan mencatat seluruh ibu
hamil, bayi yang baru lahir dan balita yang ada disuatu desa, hasil dilaporkan
secara berjenjang. Selanjutnya dilakukan analisis dengan menilai hasil cakupan
kunjungan ibu hamil, persalinan oleh tenaga kesehatan, kunjungan
nifas, penanganan komplikasi obsectrik dan neonatal. Kunjungan
bayi, balita, cakupan pelayanan KB. Hasil dari keseluruhan Proses tersebut
disampaikan pada sektor. Terkait untuk ditindak lanjuti sesuai dengan tingkat
pelayanan di desa, kecamatan, dan kabupaten kota (Dep Kes RI :2010 :V). Untuk
itu, perlu dipantau secara terus menerus besarnya cakupan pelayanan KIA disuatu
wilayah kerja, agar diperoleh gambaran yang jelas mengenai kelompok mana dalam
wilayah kerja tersebut yang paling rawan. Dengan diketahuinya lokasi rawan
kesehatan ibu dan anak, maka wilayah kerja tersebut dapat lebih diperhatikan dan
dicarikan pemecahan masalahnya. Untuk memantau cakupan pelayanan KIA
tersebut dikembangkan sistem Pemantauan Wilayah Setempat (PWS-KIA).

1.2. TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN


Tujuan pelaksanaan program KIA di Wilayah Desa Citengah adalah :

1. Tujuan Umum
Terpantaunya cakupan dan mutu pelayanan KIA secara terus menerus di setiap
RW/ wilayah.
2. Tujuan Khusus
a. Memantau pelayanan KIA secara individu melalui kohort.
b. Memantau kemajuan pelayanan KIA dan cakupan indikator KIA secara teratur
(bulanan) dan terus menerus.
c. Menilai kesenjangan pelayanan KIA terhadap standar pelayanan KIA.
d. Menilai kesenjangan pencapaian cakupan indikator KIA terhadap target yang
ditetapkan.
e. Menentukan sasaran individu dan wilayah proritas yang akan ditangani secara
intensif berdasarkan besarnya kesenjangan.
f. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia
dan yang potensial untuk digunakan.
g. Meningkatkan peran aparat setempat dalam penggerakan sasaran dan mobilisasi
sumber daya.
h. Meningkatkan peran serta dan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan
pelayanan KIA.
1.3. DASAR HUKUM
1.3.1 PERMENKES 1464/MENKES/PER/X/2010
PENYELENGGARAAN PRAKTIK BIDAN
 Pasal 9
 Bidan dalam menjalankan praktik, berwenang untuk memberikan pelayanan
yang meliputi:
a. Pelayanan kesehatan ibu
b. Pelayanan kesehatan anak
c. Pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana
 Pasal 10
1. Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 9
Berikan pada masa pra hamil,kehamilan,masa persalinan,masa nifas,masa
menyusui dan masa antara dua kehamilan
2. Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
a. Pelayanan konseling pada masa pra hamil
b. Pelayanan ante natal pada kehamilan normal
c. Pelayanan persalinan normal
d. Pelayanan ibu nifas normal
e. Pelayanan ibu menyusui, dan
f. Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan
3. Bidan dalam memberikan pelayanan sebagaimana yang dimaksud pada ayat(2)
berwenang untuk :
a. Episiotomy
b. Penjahitan luka jalan lahir tingkat satu dan dua
c. Penanganan kegawatdaruratan, dilanjutkan dengan perujukan
d. Berikan tablet fe pada ibu hamil
e. Pemberiaan vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas
f. Fasilitas/bimbingan inisiassi menyusui dini dan promosi air susu ibu
eksklusif
g. Pemberiaan uterotinika pada manajemen aktif kala III dan post
partum
h. Penyuluhan dan konseling
i. Bimbingan pada kelompok ibu hamil
j. Pemberiaan surat keterangan kematian, dan
k. Pemberiaan surat keterangan cuti bersalin
Beberapa hal yang dilaksanakan oleh bidan setelah memberikan pelayanan
diluar kewenangannya dalam keadaan menyelamatkan jiwa seseorang. Bidan dalam
melakukan tindakan ada yang dilandasi surat tugas oleh instansi yang
berwenang,dan ada pula yang dilakukan tanpa surat tugas karena untuk
menyelamatkan jiwa seseorang. Sebelum melakukan tindakan , Bidan telah
melakukan inform consent dengan klien ataupun dengan keluarga klien. Setelah
memberikan inform consent, Bidan melakukan pendokumentasian dari tindakan
yang telah dilakukan.

1.3.2. SPK (STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN)


Ruang lingkup SPK terdiri dari :
a. Standar pelayanan (2 standar )
b. Standar pelayanan antenatal 2 standar
c. Standar pertolongan persalinan 4 standar
d. Standar pelayanan nifas 3 standar
e. Standar pertolongan kegawat daruratan obstetri neonatal 9
standar
1.3.3 KEMENKES No 369 / MENKES / SK / III / 2007 tentang Pelayanan
Kesehatan
1.3.4 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Upaya Kesehatan
BAB II
SASARAN

1. SASARAN IBU

NO RW BUMIL BULiN BUFAS


1 I 7 8 7
2 II 11 11 11
3 III 10 9 9
4 DESA 28 28 27

2. SASARAN BAYI

NO RW NEONATUS BAYI
L P L P

1 I 3 4 2 5
2 II 5 6 6 5
3 III 6 3 6 3
4 DESA 14 13 14 13

3. SASARAN ANAK
NO RW BALITA PRA SEKOLAH
L P L P

1 I 11 12 10 11
2 II 24 22 23 22
3 III 19 17 17 13
4 DESA 54 51 50 46

BAB III
ANALISA SITUASI

3.1 SITUASI UMUM


A. Demografi
Jumlah penduduk desa citengah sebanyak 1.538 jiwa, terdiri dari laki-laki 794
jiwa, perempuan 744 orang jumlah kepala keluarga 494 KK
 Julmlah bayi 0 – 11 bln = 34 bayi
 Jumlah balita 12 – 59 bln = 97 anak
 Jumlah bulin = 3 orang
 Jumlah bufas = 3 orang
 Jumlah bumil = 11 orang
 Jumlah WUS = 409 orang
 Jumlah BUTEKI = 37 orang
 Jumlah remaja = 238 orang
 Jumlah PUS = 304 orang
 Jumlah UPRAS = 21 orang
 Jumlah lansia = 257 orang
 Jumlah peserta KB = 259 orang
 Jumlah kader = 15 orang
 Jumlah bidan = 1 orang
 Jumlah paraji = - orang
 Jumlah perawat = - orang

B. Geografi
Desa Citengah secara geografis terletak antara 6.866952 lintang selatan dan
107922 bujur timur dengan ketinggian antara 1.200M diatas permukaan laut dan
merupakan dataran rendah yang secara administratif bagian dari wilayah
kecamatan sumedang selatan kabupaten sumedang provinsi jawa barat yang
dibatasi oleh :
Sebelah barat : kecamatan cimanggung
Sebelah timur : kecamatan situraja
Sebelah utara : desa cipancar
Sebalah selatan : kabupaten garut dan kecamatan cibugel
Orbitasi jarak ke pusat pelayanan kesehatan pemerintahan :
Jarak ke puskesmas : 3 km
Jarak ke RSUD Sumedang : 4 km

C. Topografi
Secara topografi desa citengah dilintasi sungai – sungai kecil yang pengaruh
besar terhadap penduduk di desa citengah. Luas area desa citengah adalah 28.21
Ha yang meliputi 3 dusun, 3 rw, dan 10 rt. Kadus 2 merupakan wilayah terluas,
sedangkan wilayah terkecil yaitu kadus 1. Berikut ini merupakan informasi luas
tata guna lahan di desa citengah.
PERUNTUKAN LUAS/Ha
Pemukiman 25 Ha
Persawahan 92 Ha
Ladang 542 Ha
Perkantoran 2,5 Ha
Perkebunan rakyat 540 Ha
Jalan dan sungai 4,5 Ha
Makam 1 Ha
Prasana umum lainnya 16,14 Ha
Total Luas 28.21 Ha

D. TINGKAT PENDIDIKAN
NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH
1 Belum sekolah 280
2 Belum tamat SD 220
3 Tamat SD/ Sederajat 652
4 SLTP / Sederajat 266
5 SMA / Sederajat 231
6 Perguruan Tinggi 45

E. JUMLAH KK MISKIN
Rekapitulasi KK miskin desa citengah
NO DUSUN JML KK JML JIWA LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 Dusun citengah I 62 155 84 71
2 Dusun citengah II 93 269 131 132
3 Dusun cijolang 76 235 115 120

F. MATA PENCAHARIAN
NO PEKERJAAN JUMLAH
1 Petani 260 orang
2 Buruh tani 67 orang
3 Buruh bangunan 345 orang
4 Pedagang 20 orang
5 PNS 18 orang
6 Pegawai swasta 61 orang
7 Tidak Bekerja / Belum Bekerja 389 orang
8 IRT 453 orang

G. KEPEMILIKAN JAMINAN KESHATAN


NO JAMINAN KESAHATAN JUMLAH
1 JAMKESMAS 602
2 JAMKESDA 545
3 KIS 704
4 ASKES 20

H. JUMLAH PARAJI (DUKUN BERANAK)


NO BENTUK KERJASAMA JUMLAH
1 BERMITRA 1
2 TIDAK BERMITRA -

I. JUMLAH KADER KIA


NO FASKES KIA JUMLAH AKTIF PASIF
KADER
1 POSYANDU 5 5 -
MAWAR I
2 POSYANDU 5 5 -
MAWAR II
3 POSYANDU 5 5 -
MAWAR III
4 POLINDES 3 3 -

J. JUMLAH TABULIN / DASOLIN


NO DUSUN TABULIN DASOLIN
1 RW I - -
2 RW II - -
3 RW III - -

Di wilayah Desa Citengah secara keseluruhan tidak mempunyai dana sosial


bersalin secara khusus. Tetapi untuk perorangan mereka telah menyimpan dana
tersendiri untuk persiapan persalinan, diantaranya mendaftarkan diri menjadi
anggota BPJS Kesehatan.

K. JUMLAH POSKESDES / POLINDES YANG DIGUNAKAN


PERSALINAN
NO JUMLAH POLINDES YANG DIGUNAKAN
TEMPAT
PERSALINAN
1 1 1

L. JUMLAH KELAS IBU HAMIL / BAYI BALITA


NO POSYANDU KELAS KELAS AKTIF TIDAK
IBU BAYI AKTIF
HAMIL BALITA
1 MAWAR I 1 1 1 -
2 MAWAR II 1 1 1 -
3 MAWAR III 1 1 1 -

M. SUMBER PEMBIAYAAN PROGRAM KIA


Setiap pelaksanaan program kia di wilayah puskesmas sukagalih khususnya
desa citengah di biayai oleh BOK dan JKN.

N. JUMLAH SDM KESEHATAN & PELATIHAN YANG PERNAH


DIIKUTI
Tenaga Kesehatan Non Kesehatan
RW Dokter Bidan Perawat Kader Dukun
Aktif Non Bermitra Tidak
Aktif
I - 1 - 5 - - -
II - 1 - 5 - 1 -
III - - - 5 - - -
JML - 2 - 15 - 1 -

Tenaga Kesehatan Dokter, tidak ada, Perawat tidak ada.Bidan di wilayah


Desa Citengah berjumlah 2 orang sebagai Bidan Desa 1 dan Bidan pelaksana di
puskesmas sukagalih 1, kader dengan jumlah 15 orang, semua aktif dalam
pelaksanaan posyandu dan kegiatan lainnya, serta dukun beranak atau paraji
sebanyak 1 orang.
Pelatihan yang telah diikuti oleh Bidan antara lain :
 APN : Tahun 2011

O. SARANA PELAYANAN KESEHATAN


NO SARANA PELAYANAN KESEHATAN JUMLAH
1 POSYANDU 3
2 POLINDES 1

Posyandu di desa Citengah berjumlah 3, yang masing-masing RW terdapat


1 buah Posyandu. Terdapat 1 buah bangunan polindes di desa Citengah yang
selama ini dipakai tempat untuk pertolongan persalinan dan pemeriksaan. Sarana
dan Prasarana Kesehatan lainnya meliputi :
a. Peralatan Pelayanan Kesehatan
 Bidan Kit : 2
 Meja Tulis : 3
 Tempat Tidur Periksa : : 1
 Kursi : 8
 Timbangan Badan : 2
 Pita Lila : 1
 Bantal dan selimut : 1
 Tempat Sampah : 2
 Papan Data : 1
 Kantong Taksiran Persalinan : 1
 Buku KIA : tersedia
 Doptone : 1
 Jelly : 1
 Sphygnomanometer : : 1
 Stetoschope : 1
 Termometer : 1
 IUD Kit : 1
 Implant Kit : 1
b. Obat-obatan
Obat – obatan yang digunakan di Polindes Citengah adalah obat generic yang
diberikan oleh Puskesmas Sukagalih sesuai kebutuhan dan digunakan untuk
pengobatan dasar.

3.2 SITUASI KHUSUS


A. JUMLAH KEMATIAN
 Kematian ibu : nihil
 Kematian Neo : nihil
 Kematian Bayi : 1 orang
 Kematian Balita : nihil

B. PENYEBAB KEMATIAN
Penyebab kematian neo yaitu IUFD dan kelainan kongenital.

C. STATUS GIZI
NO DESA JUMLAH JUMLAH
BUMIL KEK BUMIL
ANEMIA
1 CITENGAH 2 orang 3 orang
 Ibu hamil dengan KEK tanpa disertai Anemia 2 orang
 Ibu hamil dengan Anemia tidak disertai KEK 3 orang
E. PWS KIA (CAKUPAN PROGRAM KIA )

Grafik Kumulatif K1
99.6
91.3
83
74.7
66.4
58.1
49.8
41.5
33.2
24.9
16.6
8.3
0
MAWAR 2 MAWAR 1 MAWAR 3 DESA
Series 1 127.27 100 90 106.89

Bln 9,09 - - 3,44


ini
Bln 9,09 12,50 10 10,34
lalu
Trend -
Status B K J K

Grafik Kumulatif K4
94.8
86.9
79
71.1
63.2
55.3
47.4
39.5
31.6
23.7
15.8
7.9
0
MAWAR 1 MAWAR 2 MAWAR 3 DESA
Series 1 137.5 127.27 80 113.79

Bln ini 25 18,18 - 13,79


Bln lalu 25 - - 6,89
Trend - -
Status B B J B

Grafik Kumulatif PN
90
82.5
75
67.5
60
52.5
45
37.5
30
22.5
15
7.5
0
MAWAR 1 MAWAR 2 MAWAR 3 DESA
Series 1 137.5 109.09 77.77 107.14

Bln ini 12,50 18,18 - 10,71


Bln lalu 12,50 - - 7,14
Trend - -
Status B B J B

Grafik Kumulatif KNLengkap


99.6
91.3
83
74.7
66.4
58.1
49.8
41.5
33.2
24.9
16.6
8.3
0
MAWAR 1 MAWAR 2 MAWAR 3 DESA
Series 1 157.14 100 66.66 103.7
Bln ini 14,28 18,18 - 11,11
Bln lalu 14,28 - - 3,70
Trend - -
Status B B J B

Grafik Kumulatif PKO


73.7
67
60.3
53.6
46.9
40.2
33.5
26.8
20.1
13.4
6.7
0
MAWAR 2 MAWAR 1 MAWAR 3 DESA
Series 1 66.66 20 0 66.66

Bln ini 100 33,33 - 33,33


Bln lalu - - - -
Trend -
Status C C J C
Grafik Kumulatif KFLengkap
90
82.5
75
67.5
60
52.5
45
37.5
30
22.5
15
7.5
0
simpati 4 simpati 1 simpati 3 simpati 6
Series 1 145.1 130 123.1 102.3

Bln ini 14,28 - - 3,70


Bln lalu 14,28 9,09 - 7,40
Trend - -
Status B K J K

Grafik Kumulatif PKN


81.6
74.8
68
61.2
54.4
47.6
40.8
34
27.2
20.4
13.6
6.8
0
MAWAR 2 MAWAR 3 MAWAR 1 DESA
Series 1 100 50 0 50

Bln ini - - - -
Bln lalu - - - -
Trend - - -- -
Status B J J J
Grafik Kumulatif Kunjungan Bayi
85.8
78
70.2
62.4
54.6
46.8
39
31.2
23.4
15.6
7.8
0
MAWAR 2 MAWAR 3 MAWAR 1 DESA
Series 1 163.63 88.88 28.57 103.7

Bln ini 9,09 22,22 - 11,11


Bln lalu 27,27 - - 11,11
Trend - -
Status K B J B

Grafik Kumulatif Kunjungan Balita


90
82.5
75
67.5
60
52.5
45
37.5
30
22.5
15
7.5
0
MAWAR 2 MAWAR 1 MAWAR 3 DESA
Series 1 45 36.66 34.28 39.04

Bln ini 5 3,33 - 28,57


Bln lalu - 3,33 - 9,52
Trend - -
Status C J J C

A. Identifikasi dan Prioritas Masalah Berdasarkan PWS


 Identifikasi Masalah
Tabel Kesenjangan Program KIA Desa Citengah Tahun 2015
No. Indikator Program Target Pencapaian Kesenjangan
1. K1 100% 106,89%  7%
2. K4 95% 113,79%  19 %
3. Linakes 90% 107,14%  18 %
4. KF Lengkap 90% 100%  10 %
5. KN 1 100% 103,70%  3,7 %
6. KN Lengkap 100% 103,70%  3,7 %
7. PKO 80% 66,66%  26,6 %
8. PKN 82% 50%  32 %
9. Kunjungan Bayi 93% 103,70%  10,7 %
10. Kunjungan Balita 90% 39,04%  51 %

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 3 dari 10 Indikator program KIA tahun
2016 masih ada yang belum tercapai . Sehingga di masa yang akan datang , hal ini
harus di perbaiki dan semakin di tingkatkan lagi pelayanan kesehatan dan kesadaran
masyarakat tentang kesehatan khususnya ibu dan anak .

 Prioritas Masalah
Penetapan prioritas masalah berdasarkan kesenjangan dari target cakupan
program tahun 2016 adalah bahwa target dari PKN, PKO dan kunjungan balita
masih belum tercapai.
 Analisa PWS dan rencana tindak lanjut
RENCANA
No. CAKUPAN Target Pencapaian Kesenjangan
TINDAK LANJUT
1. PKO 80% 66,66%  26,6 % Bekerja sama
dengan kader
dan dukun bayi
untuk mencari
dan mendeteksi
ibu hamil resti
2. PKN 82% 50%  32 % Bekerja sama
dengan pihak
rumah sakit,
bps, puskesmas
dan masyarakat
untuk mencari
informasi
tentang neonatal
resti
3. Kunjungan 90% 39,04%  51 % Bekerja sama
Balita dengan kader
dan posyandu
untuk
melakukan
pendataan balita
erta melakukan
jemput bola ke
setiap rumah
untuk
melakukan
pemeriksaan
atau kunjungan
balita
A. Pencapaian Program KIA Berdasarkan COC Tahun 2016
70

40
33
31 29 30 30 30
27 28 28 28 28 28
22

10
Identifikasi dan Prioritas Masalah Berdasarkan COC
 Identifikasi Masalah
Tabel Kesenjangan Program KIA Berdasarkan COC
No. Indikator Program Target Masalah Kesenjangan
1. K1= K4 28 - -
31 = 33
2. K4 = Fe 3 K4 28 - -
33 = 27
3. K4 = PN K4 29 - -
33 = 3 PN 28
4. PN = KF1 PN 28 - -
30 = 30 KF1 27
5. KF1 = KF3 27 - -
30 = 27
6. KF1 = Vit A 27 - -
30 = 30
7. PN = KN1 PN 28 - -
30 = 28 KN1 27
8. KN1 = KN3 27 - -
28 = 28
9. KN1 = HB0 27 - -
28 = 28
10. KN1 = Vit K 27 - -
28 = 28
11. Bayi = Campak 27 Campak <6
28 = 22

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 13 Indikator program KIA tahun 2016
yang belum mencapai target yaitu campak. Hal ini dapat dijadikan bahan evaluasi
untuk semakin meningkatkan lagi pelayanan kesehatan, terutama meningkatkan
kerjasama lintas program dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Sehingga
pada tahun mendatang kesenjangan tersebut dapat mencapai target yang di
harapkan.

 Prioritas Masalah
Penetapan prioritas masalah berdasarkan kesenjangan dari target cakupan
program tersebut yaitu :
- Campak lebih sedikit dari Cakupan Kunjungan Bayi
ANALISA DAN RENCANA TINDAK LANJUT COC

NO Indikator Kesenjangan Masalah Penyebab Masalah Rencana Tindak Lanjut


1. K1= K4 - - - Memastikan ibu pada kunjungan pertama, dan
31=33 menjelaskan pentingnya mengkonsumsi tablet Fe.
- Mengusahakan ibu hamil sedini mungkin datang ke
tenaga kesehatan.
- Memastikan pada ibu untuk kontak kembali dengan
tenaga kesehatan pada bulan berikutnya
- Kerjasama Lintas Program dan Lintas sektoral, agar
terdeteksi ibu hamil baru, agar tidak terjadi K1 Akses.

2. K4 = Fe 3 4 Fe 3 - Menganjurkan dan menjelaskan kepada ibu hamil


33 = 29 untuk tentang pentingnya melakukan pemeriksaan
kehamilan yang berikutnya.
NO Indikator Kesenjangan Masalah Penyebab Masalah Rencana Tindak Lanjut
3. K4 = PN 5 PN Ada 5 orang bumil belum masuk - Menganjurkan ibu untuk melahirkan oleh tenaga
33 = 28 tasiran perslinan bulan ini. keehatan.
- Memastikan pada ibu untuk kontak kembali dengan
tenaga kesehatan pada bulan berikutnya
- Kerjasama Lintas Program dan Lintas sektoral, agar
terdeteksi ibu hamil baru, agar tidak terjadi K1 Akses
- Mempertahankan pelayanan kesehatan dalam
pertolongan persalinan
4. PN = KF1 - - - - Mempertahankan pelayanan kesehatan
30 = 30
5. KF1 = KF3 - - - - Mempertahankan pelayanan kesehatan
30 = 28
6. KF1 = Vit A - - - - Mempertahankan pelayanan kesehatan
30 = 30
NO Indikator Kesenjangan Masalah Penyebab Masalah Rencana Tindak Lanjut
7. PN = KN1 2 KN1 Ada 2 Kematian neonatus 1 - Memberikan penjelasan kepada ibu hamil pentingnya
30 = 28 disebabkan kelainan kongenital kesehatan ibu dan bayi.
lahir di RSU dan 1 karena IUFD - Memberikan penjelasan tentang nutrisi dan gizi
lahir di Puskesmas. seimbang pada ibu hamil.
- Memastiskan setiap ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe
rutin setiap harinya.
- Menjelaskan tentang bahaya pada kehamilan.
8. KN1 = KN3 - - - - Mempertahankan pelayanan kesehatan
28 = 28
9. KN1 = HB0 - - - - Mempertahankan pelayanan kesehatan
28 = 28
10. KN1 = Vit K - - - - Mempertahankan pelayanan kesehatan
28 = 28
11. Bayi = 6 Campak Ada 6 orang bayi yang usianya - Melakukan kunjungan bola kesetiap bayi yang telah
Campak kurang tepat waktu untuk di berusia 9 bulan.
28= 22 berikan imunisasi campak. - Memastikan ibu agar berkunjung ke fasilitas kesehatan
untuk mendapatkan imunisasi, bila bayinya telah beusia
tepat 9 bulan.
- Melakukan kerja sama dengan lintas program dan
sektoral
- Pemantapan Kelas Ibu Bayi
RENCANA KEGIATAN PROGRAM KIA
POSKESDES SUKAGALIH
TAHUN 2016

No Jenis Kegiatan Minggu ke I Minggu ke II Minggu ke III Minggu ke IV


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 2 2 26 2 2
4 5 7 8
1. Pelayanan KIA/KB
2. Pendataan sasaran KIA
3. Sosialisasi Program KIA
tingkat desa
4. Refresing analisa
PWS/COC
5. Pelaksanaan Kelas Ibu
Hamil
6. Pelaksanaan Kelas Ibu
bayi balita
No Jenis Kegiatan Minggu ke I Minggu ke II Minggu ke III Minggu ke IV
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 2 2 26 2 2
4 5 7 8
7. Pertemuan rutin bidan di
puskesmas
8. Kunjungan TK/PAUD Dilakukan pada bln September dan januar
9. Pertemuan kader
Posyandu/PKK
10. Pemantauan Bumil
dengan KEK dan Anemia
11. Pemantauan Bumil Resti
REKAPITULASI PENDATAAN KESEHATAN IBU DAN ANAK
DESA CITENGAH KECAMATAN SUMEDANG SELATAN
BULAN DESEMBER 2016
Peserta
RW KK Jml pddk jml Jml Balita Jumlah KB
L P 0-28hr 1-11bln 1- bml bln bfs teki wus pus upras rmja lansia
5th
1 140 225 202 430 1 9 24 - 1 1 9 92 89 4 86 66 80
II 207 322 332 659 2 15 47 6 2 2 12 158 110 10 98 111 111
III 147 246 210 456 - 7 26 5 - - 16 124 305 7 83 68 83
JML 494 794 744 1538 3 31 97 11 3 3 37 347 305 21 267 245 274

Sumedang, Desember 2016

Bidan Citra Meilisman


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Secara umum hasil pencapaian program KIA di desa citengah ada sebagian
yang sudah mencapai target bahkan melebihi target, dan ada sebagian lagi yang belum
mencapai target. adapun hasil program yang mencapai target karena adanya beberapa
kendala yang perlu ditempuh dengan langkah – langkah penyelesaian.

4.2 Saran
1. Untuk desa diharapkan adanya dukungan untuk melakukan kegiatan seperti
kegiatan pelayanan kesehatan, contohnya posyandu dan kegiatan rutin
lainnya. Adanya kerjasama lintas program dan lintas sektoral yang terkait
dikarenakan prgram kesehatan melibatkan seluruh komponen masyarakat
untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
2. Untuk puskesmas, diharapkan terus melaksanakan kegiatan – kegiatan seperti
monev, bintek ke setiap desa. Meningkatkan kerjasama baik lintas sektoral
maupun program.
3. Untuk dinas kesehatan dalam penentuan target sasaran agar disesuaikan
dengan CBR sehingga target sasaran tidak terlalu tinggi.