Anda di halaman 1dari 17

Reproduksi Bacaan : Resensi, Ringkasan, Ikhtisar, Rangkuman, dan

Abstrak

Makalah

Oleh :
Meri Magdalena (100112817221083)
Hafiza Azzahra (10011381722171)
Noni Apriani (10011381722179)
Reza Sesmiati (10011381722178)
Yulia Yunara (10011381722191)
Dosen Pengajar : Army Antasari, M.Pd.
Disusun Sebagai Persyaratan Mata Kuliah Bahasa Indonesia

JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat serta kasih
sayang dan. karunia-Nya yang telah diberikan kepada seluruh ciptaan- Nya, shalawat dan
salam semoga dilimpahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Alhamdulillah berkat
kemudahan yang diberikan Allah SWT, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Reproduksi Bacaan : Resensi, Ringkasan, Ikhtisar, Rangkuman, dan Abstrak” .

Adapun tujuan dari Penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas mata
kuliah Bahasa Indonesia. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan makalah ini
terdapat kekurangan baik daru segi materi yang disampaikan maupun tata bahasa dalam
penulisannya. Oleh karena itu kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaikinya.

kami berharap semoga makalah yang berjudul “Reproduksi Bacaan : Resensi,


Ringkasan, Ikhtisar, Rangkuman, dan Abstrak” ini dapat memberikan manfaat bagi para
pembacanya.

Indralaya, Februari 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman judul

Kata pengantar .................................................................................................................. i

Daftar isi .......................................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 1

1.3 Tujuan ............................................................................................................... 1

1.4 Manfaat ............................................................................................................. 2

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Resensi ............................................................................................................... 3

2.2 Ringkasan ........................................................................................................... 4

2.3 Ikhtisar .............................................................................................................. 6

2.4 Rangkuman ...................................................................................................... 10

2.5 Abstrak ............................................................................................................. 11

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 13

3.2 Saran ................................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA

ii
I. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Reproduksi bacaan adalah bentuk tulisan yang disusun berdasarkan tulisan yang telah
ada sebelumnya sebagai sumber rujukan.Bisa dikatakan reproduksi bacaan adalah miniatur
dari tulisan atau karangan yang telah ada tersebut. Bentuk dari reproduksi bacaan diantaranya
resensi, ringkasan, ikhtisar, rangkuman, dan abstrak. Biasanya reproduksi bacaan ini ditulis
agar pembaca dapat mengetahui dengan singkat secara keseluruhan tulisan atau karang yang
menjadi asumber rujukan

Pasti kita telah sering mendengar kata-kata resensi ringkasan, ikhtisar, rangkuman,
dan abstrak. Namun beberapa orang tidak mengetahui pengertian dan juga perbedaannya,
seperti bayak orang mengira ringkasan dan rangkuman adalah sama. Padahal ringkasan dan
rangkuman adalah dua hal yang berbeda. Memang perbedaan dari berbagai jenis bentuk
reproduksi ini hanya sedikit satu sama lainnya. Karena mempunyai banyak kemiripan inilah
yang membuat orang susah ataupun tidak tahu untuk membedakannnya. Karena itu didalam
makalah ini akan dijelaskan apa pengertian dari masing-masing bentuk reproduksi bacaan
tersebut serta akan dijelaskan perbebdaanya sehingga nantinya dapat diketahui letak
perbadaan dari berbagai bentu reproduksi bacaan ini.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu resensi ?


2. Apa itu ringkasan ?
3. Apa itu ikhtisar ?
4. Apa itu rangkuman ?
5. Apa itu abstrak?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui apa itu resensi.


2. Untuk mengetahui apa itu ringkasan.
3. Untuk mengetahui apa itu ikhtisar.
4. Untuk mengetahui apa itu rangkuman.
5. Untuk mengetahui apa itu abstrak.

1
1.4 MANFAAT
Manfaat pembuatan makalah ini dapat megetahui perngertian dari resensi, ringkasan,
ikhtisar, rangkuman, dan abstrak. Mengetahui perbedaannya serta cara mengetahui cara
membuatnya.

2
II. PEMBAHASAN

2.1 RESENSI
Resensi berasal bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, resencere, atau
revidere yang artinya mengilas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah
karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama.
Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku
dan disampaikan kepada masyarakat.

1. Unsur-unsur resensi
Terdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi sehingga dapat dikatakan utuh, berikut ini
unsur-unsurnya:
1) Judul
Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain
itu, judul yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri.
2) Menyusun Data Buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:
Judul buku;Pengarang;Penerbit;Tahun terbit beserta cetakannya;Dimensi
buku;Harga buku.
3) Isi Resensi Buku
Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan
singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan
bahasa yang digunakan.
4) Penutup Resensi Buku
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan
kepada siapa buku tersebut ditujukan.
2. Jenis-jenis Resensi
Secara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1) Informatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari
keseluruhan isi buku.
2) Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau
bab nya.

3
3) Kritis, yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu
pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi
buku.
Tetapi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena
ketiganya tidak baku.
3. Tujuan Resensi
Perlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikut: mengetahui
kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.Memberikan gambaran kepada
pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara ringkas.Memberikan masukan
kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan
buku.Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.Menguji kualitas
buku dan membandingkan.
4. Manfaat Resensi
1) Bahan Pertimbangan
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan
mempengaruhi mereka atas karya tersebut.
2) Sarana Promosi Buku
Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-
resensi. Sehingga dengan melakukan hal ini bisa menjadi salah satu bentuk
promosi buku sehingga terkenal dan banyak terjual.
3) Memberi masukan pada pembuat karya
Masukan dapat berupa kritis dan saran terhadap isi, dan substansi sebuah
karya.
4) Pengembangan Kreativitas
Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat
keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa
mengembangkan kreativitas menulis.
5) Nilai Ekonomis
Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku
kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya.

2.2 RINGKASAN

4
Ringkasan adalah bentuk ringkas dari karangan yang masih memperlihatkan sosok dasar
dari aslinya.Inti tidak meninggalkan urutan dasar yang melandasinya. Dengan kata lain
memangkas hal-hal yang lebih kecil yang meliputi gagasan utama bacaan, kerangka dasar
masih tampak jelas.
Ringkasan adalah penyajian karangan atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang
singkat dan efektif. Ringkasan adalah sari karangan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat
merupakan ringkasan sebuah buku, bab, ataupun artikel. Fungsi sebuah ringkasan adalah
memahami atau mengetahui sebuah buku atau karangan. Dengan membuat ringkasan, kita
mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dalam gagasan-gagasan yang diatur dari
gagasan yang besar menuju gagasan penunjang, melalui ringkasan kita dapat menangkap
pokok pikiran dan tujuan penulis.
1. Ciri-ciri ringkasan:
1) Inti tidak meninggalkan urutan dasar karangan.
2) Kerangka dasar masih tampak jelas
3) Memangkas gagasan utama menjadi lebih ringkas
4) untuk memangkas gagasan.
2. Tujuan Ringkasan
Tujuan ringkasan adalah membantu seseorang memahami dan mengetahui isi sebuah
buku atau karangan. Dengan membuat ringkasan, seseorang dibimbing dan dituntun
untuk membaca karangan asli dengan cermat dan menuliskan kembali dengan tepat.
Untuk membuat ringkasan yang baik, kita perlu membaca buku atau karangan asli dengan
cermat. Dengan membaca secara cermat, kita dapat menangkap dan membedakan gagasan
utama dengan gagasan tambahan.
3. Cara membuat ringkasan :
Beberapa pegangan untuk membuat ringkasan adalah sebagai berikut.
1) Membaca naskah asli untuk menangkap kesan umum dan sudut pandang
pengarang.
2) Mencatat gagasan utama.
3) Membuat reproduksi, yakni dengan menyusun kembali suatu karangan singkat
(ringkasan) berdasarkan gagasan utama.
Ketentuan tambahan:
1) Sebaiknya digunakan kalimat tunggal.
2) Bila mungkin, ringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata, rangkaian
gagasan diganti dengan gagasan sentral saja.

5
3) Jumlah alenia tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama
yang akan dimasukkan dalam ringkasan.
4) Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang.
5) Pertahankan susunan gagasan asli dan ringkas gagasan-gagasan tersebut
dalam urutan seperti urutan naskah asli.
6) Bila teks asli mengandung dialog, maka harus diubah kedalam bahasa tak
langsung.
7) Penulis harus memperhatikan panjang ringkasan yang dibuat.
4. Manfaat ringkasan/rangkuman.
Manfaat ringkasan maupun rangkuman yaitu sebagai sarana untuk membantu
kita dalam mengingat isi sebuah buku atau uraian yang begitu panjang. Ringkasan
membuat ide-ide pokok yang mewakili setiap bagian bacaan aslinya. Dengan
membaca ringkasan, kita seakan-akan memahami keseluruhan buku secara utuh.
5. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda akan membuat ringkasan:
1) Anda harus mampu membaca dengan baik bacaan yang akan Anda buat
ringkasannya.
2) Anda perlu memahami isi keseluruhan bacaan tersebut.
3) Anda temukan gagasan pokok ataupun kalimat utama dari bacaan yang akan Anda
rangkum.
4) Anda perlu menyusun kalimat utama tersebut yang kemudian Anda kembangkan
sesuai dengan isi bacaan dengan bahasa Anda sendiri.

2.3 IKHTISAR
Pada dasarnya sama dengan ringkasan dilihat dari tujuannya, keduanya mengambil
betuk kecil dari suatu karangan panjang. Perbedaannya ikhtisar tidak mempertahankan urutan
gagasan yang membangun karangan itu, terserah pada pembuat ikhtisar. Untuk mengambil
inti dia bebas mengambil kata-kata, asal tetap menunjukan inti dari bacaan tersebut.
1. Ciri- ciri ikhtisar:
1) Tidak mempertahankan urutan gagasan
2) Bebas mengkombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti.
3) Tujuannya untuk mengambil inti.

6
Ikhtisar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang
berukuran pendek atau sedang. Persamaan ringkasan dan ikhtisar adalah keduanya
merupakan penyajian singkat suatu kerangan.
2. adapun perbedaannya adalah:
1) Ringkasan adalah penyajian singkat suatu karangan asli dengan tetap
mempertahankan urutan isi. Sudut pandang, pengarang dan perbandingan antara
bagian secara praoperasional.
2) Ikhtisar adalah penyajan singkat suatu karangan asli dengan tidak lagi
mempertahankan karangan aslinya, tidak mempertahankan karangan aslinya, tidak
mempertahankan sudut pandang pengarang aslinya dan tidak mempertahankan
perbandingannya antara bagian secara profesional. Ikhtisar lebih memberikan
penekanan hal yang penting, sedangkan hal yang penting diabaikan.
3. Cara membuat ikhtisar:
1) Membaca naskah asli
Langkah pertama dalam perbuatan ikhtisar adalah membaca naskah asli satu
atau dua ali untuk mengetahui kesan umum dan maksud pedagang serta sudut
pandangnya.
2) Mencatat gagasan utama
3) Setelah penulis menangkap maksud, kesan umum, dan sudut pandang
pengarang asli, maka langkah selanjutnya mencatat semua gagasan utama atau
gagasan yang penting.
4) Menulis ikhtisar

2.4 RANGKUMAN
Rangkuman suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proposional
antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya.

1. Syarat rangkuman:
1) Bentuk penyajian singkat dari suatu karangan asli.
2) Mempertahankan urutan pembahasan dan sudut pandang pengarang atau
penulisnya.
3) Tetap memperhatikan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli

7
Tujuan membuat rangkumanMembantu kita memahami dan mengetahui isi sebuah
buku atau karangan. Dengan membuat rangkuman, seseorang dibimbing dan dituntun
membaca karangan asli dengan cermat dan menuliskan kembali dengan tepat.

Manfaat rangkuman Sebagai sarana untuk membantu kita dalam mengingat isi sebuah
buku atau suatu uraian yang begitu panjang. Dengan membaca rangkuman,kita seakan-akan
memahami keseluruhan buku secara utuh.

2. Langkah-langkah membat rangkuman isi buku dengan tepat adalah sebagai berikut :
1) Membaca teks asli atau mendengarkan naskah yang dibacakan. Dengan
membaca maka kita akan mengetaui informasi yang ada di dalamnya. Dalam
merangkum, membaca adalah kegiata pokok utama yang harus dilakukan
sebelum membuat rangkuman. Hal ini akan memudahkan kita untuk
mengingat, memahami, dan mengerti akan isi naskah. Sehingga akan
mempermudah ketika membuat rangkuman.
2) Tentukan ide pokok pada tiap paragraf. Pada tahap kedua, setelah membaca
teks atau mendengarkan isi teks, selanjutnya ialah menentukan gagasan atau
ide poko para tiap-tiap paragraf (naskah teks) atau menentukan isi pokok dari
naskah yang dibacakan.
3) Setelah memperoleh ide pokok, rangkuman dapat dibuat dengan
mengembangkan ide pokok dengan bahasa sendiri (bahasa yang lebih
sederhana) dibanding dengan teks. (biasanya buku-buku teks pelajaran
menggunakan bahasa yang sulit dipahami).
4) Menulis rangkuman. Setelah memahami isi teks dan menentukan ide pokok,
langkah selanjutnya ialah membuat rangkuman. Ingat, rangkuman adalah
ringasan, tulislah yang menjadi teks pokok yang memang harus ditulis (ide
pokok). Pengembangan seperti pada langkah ketiga dapat dilakukan untuk
memperjelas ide pokok. Rangkuman disusun secara kronologis.
5) Membaca kembali rangkuman yang telah dibuat. hal ini untuk mengantisipasi
adanya ide pokok atau informasi penting lainnya yang belum ditulis.

2.5 ABSTRAK
Abstrak adalah sebuah uraian singkat atau ringkasan dari sebuah karya tulis ilmiah
yang ditujukan untuk membantu seorang pembaca agar dapat dengan mudah dan cepat untuk
melihat tujuan dari penulisannya. Di dalam dunia akademik, tulisan pendek ini digunakan

8
oleh institusi/lembaga/organisasi pendidikan sebagai informasi awal atas sebuah penelitian
ketika dimasukkan dalam jurnal, konferensi, lokakarya, atau yang sejenisnya. Dalam dunia
maya (internet), sebuah abstrak digunakan sebagai gambaran singkat atas sebuah karya tulis
ilmiah/penelitian untuk dibaca, sebagaimana halnya sebuah “display” model pakaian dipajang
untuk dilihat atau diuji pakai sebelum dibeli. Selanjutnya, bagian lengkap sebuah penelitian
dijual kepada mereka yang berminat untuk mendapatkannya.

1. Fungsi Abstrak
1) Komponen Utama Laporan Hasil Penelitian
Dalam setiap laporan hasil penelitian, abstrak berfungsi sebagai salah
satu komponen yang harus ada di bagian awal laporan hasil penelitian. Tanpa
keberadaan abstrak, sebuah laporan hasil penelitian menjadi tidak lengkap
sehingga sulit lebih sulit untuk dipelajari.
2) Gambaran Umum Mengenai Isi Laporan Penelitian
Fungsi abstrak dalam penelitian yang kedua adalah sebagai gambaran
umum mengenai isi laporan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan di atas,
abstrak merupakan tulisan singkat yang isinya adalah gambaran umum
mengenai isi laporan penelitian. Tanpa abstrak, sebuah laporan penelitian
menjadi lebih sulit untuk dipelajari (untuk mempelajarinya harus melihat
seluruh bagian isi laporan penelitian terlebih dahulu).
3) Bahan Pertimbangan bagi Pembaca
Fungsi abstrak yang ketiga adalah sebagai bahan pertimbangan bagi
para pembaca laporan penelitian. Sebelum membaca keseluruhan isi, pembaca
laporan penelitian dapat membaca abstrak terlebih dahulu untuk mengetahui
apakan isi atau pun bahasan laporan penelitian sesuai atau tidak dengan apa
yang dicari oleh pembaca.
2. Struktur Penulisan Abstrak

Struktur penulisan bagian-bagian abstrak seluruhnya ditulis dengan menggunakan


font times new roman dengan jarak satu spasi baik berbahasa Indonesia maupun berbahasa
Inggris dengan ketentuan dan urutan sebagai berikut:

1) Judul Penelitian ditulis dengan huruf capital menggunakan font 14, center text,
dan di cetak tebal (Bold)
2) Sub Judul Penelitian (kalau ada), center text, font 12 dan dicetak tebal (Bold)

9
3) Nama-nama Peneliti ditulis tanpa gelar, pada akhir nama masing-masing
peneliti diberi nomor urutan memakai superscript, center text, font 12 dan
dicetak tebal (Bold)
4) Nama institusi (Jurusan) / Fakultas / Unit kerja Peneliti (nama perguruan
tinggi) dan alamatnya (alamat perguruan tinggi), center text, font 12 dan
dicetak tebal (Bold)
5) Alamat email yang dicantumkan hanya alamat email ketua peneliti, center
text, font 12 dan dicetak tebal (Bold)
6) Judul “ABSTRAK” ditulis dengan huruf capital, center text dan dicetak tebal
(Bold)
7) Abstrak dibuat dengan text rata kanan kiri (Justify text) maksimum 250 kata,
isi abstrak menggunakan font 12
8) Kata-kata Kunci dibuat rata kanan – kiri

3. D. Jenis Abstrak
Ada beberapa jenis abstrak yang digolongkan pada fungsi dan orientasi pembaca.
Namun pada prakteknya lebih banyak dikenal/digunakan dua jenis abstrak ini yaitu :
1) Abstrak Informatif
Merupakan abstrak dokumen yang terpenting, sangat umum, informasi
kuantitatif dan kualitatif. Ciri-cirinya : menyajikan hasil isi dan prinsip-prinsip
dari hasil kerja (tujuan,metode), kesimpulan dari artikel asli secara jelas, untuk
orientasi pembaca yang tidak dapat mengakses dokumen aslinya. Abstrak
informative dibuat sesempurna mungkin namun tidak mengubah makna/isi
dari dokumen/artikel aslinya. Sehingga abstrak ini lebih panjang daripada jenis
abstrak lainnya. Biasanyamakalah/artikel majalah menghasilkan 100 hingga
250 kata,sedangkan laporan dan tesis sekitar 500 kata.
2) Abstrak Indikatif
Menunjukan isi sebuah artikel dan berisi pernyataan umum tentang
sebuah dokumen, tanpa disertai informasi terperinci mengenai hasil tujuan
serta data kuantitatif. Biasanya untuk dokumen diskusi, tinjauan literature,
prosiding komerensi, dan esai.
3) Abstrak ulasan/kritis

10
Pengabstrak tidak hanya menjelaskan isi dari dokumen asli tetapi
mengevaluasi/menilai, memberi pendapat dan dapat pula menganalisa
kerjanya bahkan cara penyajiannya. (Cenderung memberikan komentar)
4) Abstrak pokok
Ditulis untuk menarik perhatian pembaca terhadap suatu dokumen,
ditulis dengan sederhana, ringan dan tidak terlalau resmi (gambaran tidak
lengkap). Abstrak ini lebih banyak ditulis oleh pengarang atau redaksi.
5) Abstrak terarah / miring
Dalam abstrak ini satu artikel/dokumen dapat dibuat lebih dari satu
abstrak yang ditujukan pada bidang-bidang tertentu
6) Abstrak statistic/numeric
Menyajikan data dalam bentuk table/numeric. Abstrak jenis ini ringkas
dan mudah dibaca banyak dipergunakan untuk memproyeksikan
kecenderungan pertumbuhan penduduk, pasar, konsumsi.(Data ekonomi,
social dan pemasaran).
7) Abstrak Informatif- Indikatif
Perpaduan abstrak informative dan indikatif. Sebagian dari abstrak
ditulis dalam gaya informative, sedangkan aspek dokumen yang kurang
penting ditulis dalam gaya indikatif.
8) Abstrak Mini
Merupakan abstrak yang menguatkan judul dokumen yang diabstrak, tidak
membuat analisis dengan penulisan yang sangat cepat, judul artikel sebagai
alat pemberitahuan bagi pembaca
4. Hal-hal Penting dalam Membuat Abstrak

Beberapa hal penting yang sebaiknya anda perhatikan pada saat membuat abstrak
adalah sebagai berikut:

1) Tidak informasi baru


Abstrak tidak boleh mengandung informasi baru yang tidak tercantum
di dalam artikel utama. Kalimat sederhana dan tidak bertele-tele - Kalimat
dalam abstrak hendaknya dibuat langsung dan tidak bertele-tele, apalagi
mengandung kata-kata kiasan. Harap diingat bahwa ruang yang tersedia untuk
abstrak sangat terbatas sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan
kalimat-kalimat yang penuh dan sarat makna.

11
2) Menghindari singkatan dan istilah
Singkatan dan istilah yang tidak umum sebaiknya tidak digunakan
dalam abstrak. Umum tidaknya sebuah istilah dan singkatan, bisa berbeda
antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya. Dalam ilmu Nutrisi
Ternak Ruminansia, istilah VFAs mungkin sudah umum digunakan sehingga
semua orang yang berlatar belakang ilmu tersebut sudah memahaminya tanpa
harus dijelaskan menjadi volatile fatty acids. Singkatan dan istilah yang sudah
dianggap umum boleh digunakan di dalam abstrak.
3) Sekali saja
Kalimat-kalimat yang dicantumkan dalam abstrak masing-masing
mempunyai arti yang unik dan menyampaikan informasi yang unik pula.
Karena ruang yang terbatas, informasi harus disampaikan sekali saja.
4) Panjang abstrak
Seberapa panjang abstrak yang harus anda buat? Untuk artikel ilmiah,
panjang abstrak biasanya berkisar antara 150 hingga 250 kata. Untuk laporan
skripsi, tesis, atau disertasi biasanya mempunyai abstrak yang lebih panjang
dari itu. Yang paling penting untuk dilakukan adalah memeriksa panduan
penulisan yang ada.
5. Sifat Abstrak

Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang
terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. Dengan kata lain, sangat tidak
diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas dalam isi
artikel pada suatu abstrak. Abstrak yang baik harus mengandung empat unsur: argumentasi
logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk memecahkan masalah, pendekatan
yang digunakan untuk memecahkan masalah (metode), hasil yang dicapai dalam penelitian
serta kesimpulan yang diperoleh. Setiap unsur hendaknya diungkapkan dalam kalimat yang
singkat dan jelas, dengan demikian keseluruhan abstrak menjadi tidak terlalu panjang. Secara
ringkas, sifat abstrak adalah:

1) Ringkas
2) Jelas
3) Tepat
4) Berdiri sendiri
5) Objektif

12
III. PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Resensi berasal bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, resencere, atau
revidere yang artinya mengilas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah
karya. Ringkasan adalah bentuk ringkas dari karangan yang masih memperlihatkan sosok
dasar dari aslinya.Inti tidak meninggalkan urutan dasar yang melandasinya. Selanjutnya
ikstisar, pada dasarnya sama dengan ringkasan dilihat dari tujuannya, keduanya mengambil
betuk kecil dari suatu karangan panjang. Perbedaannya ikhtisar tidak mempertahankan urutan
gagasan yang membangun karangan itu, terserah pada pembuat ikhtisar. Rangkuman suatu
uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proposional antara bagian yang
dirangkum dengan rangkumannya. Abstrak adalah sebuah uraian singkat atau ringkasan dari
sebuah karya tulis ilmiah yang ditujukan untuk membantu seorang pembaca agar dapat
dengan mudah dan cepat untuk melihat tujuan dari penulisannya. Dari pengertian setiap
bentuk reproduksi bacaan semuanya merupakan sebuah bentuk tulisan atau karangan yang
mengulas kembali karangan yang telah ada secara singkat

3.2 SARAN
Sebaiknya kita dapat memahami lagi apa perbedaan dari resensi, ringkasan, ikhtisar,
rangkuman, dan abstrak. Dan selanjutnya kita dapat membuat dari masing masing reproduksi
bacaan sesuai dengan tata cara yang telah ada. Agar kita dapat membuat bentuk dari
reproduksi bacaan dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhan kita.

13
Daftar Pustaka

Arifin, E. Zaenal dan Amran Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia. Akademika
Pressindo:Jakarta.
Sahara, Siti dkk. 2010. Keterampilan berbahasa indonesia. FITK UIN: Jakarta.
forum.teropong.id/2017/07/15/pengertian-abstrak-jenis-jenis-manfaat-dan-contohnya/
www.perpusku.com/2017/01/abstrak-pengertian-fungsi-struktur-jenis-sifat.html
https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/488-bahasa-indonesia-
pengertian-ringkasan-rangkuman-ikhtisar-dan-sinopsis
https://www.google.co.id/amp/www.sumberpengertian.co/pengertian-resensi-buku/amp
http://www.yuksinau.id/resensi-pengertian-unsur-jenis-tujuan-manfaat/
https://www.scribd.com/mobile/doc/61828217/PENGERTIAN-RANGKUMAN