Anda di halaman 1dari 31

TUGAS 1

RANGKUMAN MATERI “ELECTRICAL DESIGN”


INSTALASI LISTRIK INDUSTRI LANJUT

Disusun oleh :
Andriana Puspita Sari
NRP. 1310141006

Dosen Pengampu :
Dr. Arman Jaya, M.T

TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI


DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
2018
Lanjutan Sistem Proteksi (Pengaman)
Panel Tegangan Menengah (Switchgear MV) merupakan kumpulan dari perangkat listrik untuk
operasi switching dan connecting beban baik beban individu maupun kelompok beban.
Umumnya switchgear dilengkapi dengan komponen-komponen untuk melaksanakan fungsi-
fungsi diatas. Komponen-komponen switchgear seperti Transformator, Relai Proteksi, Circuit
Breaker, Fuse dan pentanahan (grounding). Cara penggunaan dan gambaran tentang peralatan
listrik pada pada panel tegangan menengah akan dijelaskan dibawah ini. Gambaran nyata
tentang penggunaan peralatan proteksi terlampir pada Gambar B20.
Catatan :
Transformator dalam contoh ini dilengkapi dengan terminal tipe plug-in MV. Konektor pada
termininal hanya bisa dilepas dengan membuka pemutus daya yang umum digunakan pada
sistem 3 fasa.
Pemutus beban tegangan menengah atau disconnecting switch adalah saklar pemutus yang
didesain tidak bisa terbuka pada saat arus beban yang melewatinya masih ada. Biasanya
disconnecting switch dipasang untuk mengisolasi peralatan–peralatan yang mungkin tersupply
daya besar. Pada maintenance peralatan–peralatan pada gardu induk biasanya antara beban
dan sumber daya dari gardu induk diputus oleh Disconnecting switch. Hal ini untuk menjaga
keamanan dari para pekerja yang melaksanakan perbaikan atau perawatan, karena difungsikan
untuk memisahkan bagian yang bertegangan dan tidak maka DS ini pada sisi yang tidak
bertegangan dipasang grounding yang berguna untuk membuang sisa energi (kapasitansi) yang
tersimpan pada konduktor, sistem grounding dan close dari DS ini saling interlocking. Hal ini
untuk menghindari short circuit.

Prosedur untuk isolasi dan pembumian transformator daya, dan pemindahan dari
koneksi terminal tipe plug-type MV (atau penutup pelindung)
Kondisi awal
1. Disconnecting switch dan circuit breaker tegangan rendah berada dalam kondisi tertutup
2. Saklar pentanahan terkunci dalam posisi terbuka dengan kunci “O”
3. Kunci “O” tetap terbuka apabila circuit breaker masih tertutup

Langkah 1
1. Buka CB LV dan kunci CB LV menggunakan kunci “O”
2. Kemudian lepaskan tekanan pada kunci “O”

Langkah 2
1. Buka saklar MV
2. Pastikan indikator “voltage presence” padam saat saklar MV dibuka

Langkah 3
1. Buka kunci tombol pentanahan MV dengan kunci “O” dan kemudian tutup
2. Kunci “O” berada dalam kondisi ON (tidak dapat ditekan kembali)
Langkah 4
1. Akses panel ke fuse MV sekarang dapat dihilangkan (seiring penutupan saklar pentanahan
MV). Kunci “S” terletak di panel dan tidak bisa diputar apabila saklar MV dalam kondisi
closed (tertutup)
2. Putar kunci “S” untuk mengunci saklar MV dalam posisi terbuka
3. Kunci “S” terlepas

Langkah 5
Kunci “S” memungkinkan menghilangkan terminal tipe plug-in MV pada transformator atau
pemutus daya pada sistem tiga fasa. Disisi lain satu atau banyak terminal akan membuat kunci
“S” berada dalam kondisi interlock.
Hasil dari langkah-langkah diatas adalah :
a. Saklar MV terkunci pada kondisi terbuka karena kunci “S”
Kunci “S” terperangkap pada kondisi interlock di terminal transformator selama terminal
dalam keadaan terbuka
b. Saklar pentanahan dalam kondisi tertutup namun tidak terkunci, yaitu dapat terbuka atau
tertutup. Saat melakukan pemeliharaan, gembok umumnya digunakan untuk mengunci
saklar pentanahan pada posisi tertutup. Kunci gembok dipegang oleh insinyur.
c. CB LV terkunci dalam keadaan terbuka oleh kunci “O”, dimana kunci “O” terperangkap
pada kondisi interlock tertutup karena saklar pentanahan. Oleh karena itu transformator
berada dalam kondisi aman terisolasi.
Dapat dicatat bahwa, terminal bagian atas dari DS (Disconnecting Switch) tetap sama seperti
yang dijelaskan di langkah-langkah diatas. Dimana dideskribsikan sebagai terminal yang
terletak di kompartemen terpisah yang tidak dapat diakses di switchgear tertentu. Solusi teknis
lainnya dengan membuka terminal di kompartemen akan membutuhkan lebih banyak energi
dan kondisi interlock.
4. Pengukuran Tegangan Rendah Pada Gardu Konsumen
4.1 Umum
Pengukuran tegangan rendah pada gardu konsumen merupakan instalasi listrik yang
terhubung dengan sumber pada tegangan nominal sebesar 1 kV – 35 kV, dan satu
transformator step down MV/LV yang umumnya besar dayanya tidak melebihi
1250 kVA.
Fungsi
Gardu Induk
Semua peralatan penyususn dari gardu induk terletak dalam satu ruangan, baik dalam
gedung atau dalam bentuk sebuah bangunan yang terletak diluar gedung.
Sambungan ke jaringan MV
Sambungan ke jaringan MV dapat seperti :
a. Salah satunya dengan kabel servis tunggal atau saluran udara
b. Melalui dua DS yang interlock dengan dua kabel dari sumber cadangan yang ada
c. Melalui dua DS pada rangkaian utama
Transformator
PCBs merupakan senyawa chlorinated aromatic hidrokarbon yang sangat stabil dan
berwarna bening atau kuning pucat. PCBs memiliki sifat tidak larut dalam air,
konstanta dielektrik tinggi, memiliki konduksi listrik rendah. Senyawa tersebut
digunakan dari tahun 1930an hingga 1970an dalam berbagai produk industri. PCBs
paling banyak digunakan dalam peralatan listrik seperti transformator, generator,
kapasitor, coolant, dll. Pembatasan penggunaan PCBs dikarenakan dampak terhadap
lingkungan, termasuk bioakumulasi pada ikan dan mamalia. Efek pada kesehatan
manusia, tergantung pada konsentrasi PCBs, jenis PCBs, dan tingkat paparannya
terhadap manusia.
Dampak pada Kesehatan
Banyak penelitian yang membuktikan bahwa paparan PCB dapat menimbulkan
dampak yang serius bagi kesehatan. Dampak kesehatan tersebut antara lain:

Kanker : PCBs diklasifikasikan sebagai senyawa yang


kemungkinan bersifat karsinogen. Selain itu,
sebuah studi menemukan bahwa resiko anak –
anak mengidap leukimia limfositik akut
meningkat dua kali lipat dikarenakan paparan
PCB yang terdeteksi pada debu ruangan dimana
anak – anak tersebut menghabiskan sebagian
besar waktunya.

Sistem Imunitas : PCBs menekan system kekebalan tubuh dan


fungsi kelenjar tiroid.

Penyakit Jantung PCBs menyebabkan peningkatan resiko penyakit


: kardiovaskular, hipertensi dan diabetes.

Hormonal : PCBs dapat mengubah sistem hormon seks.


Berdasarkan penelitian, telah ditemukan bahwa
PCBs dapat menurunkan usia gadis mencapai
pubertas dan dapat mengurangi kadar hormone
laki – laki ( testosterone )

Asma : PCBs secara keseluruhan dapat meningkatkan


resiko penyakit asma dan penyakit pernafasan
lainnya.
Berat & Wanita hamil yang terpapar PCBs, maka bayi
Kemampuan yang lahir akan memiliki berat badan kurang
Motorik Bayi dibandingkan bayi yang lahir dari wanita yang
pada saat lahir : tidak terpapar PCBs. Selain itu, bayi tersebut
memiliki respon tidak normal pada tes perilaku
bayi, termasuk masalah kemampuan motorik dan
penurunan memori jangka pendek.

Kemampuan  PCBs berhubungan dengan masalah


untuk Belajar : kognitif dan penurunan kemampuan belajar dan
daya ingat. Contohnya, anak yang terpapar
PCB sebelum
lahir melalui asupan konsumsi ibu yang
tekontaminasi
 PCB, ditemukan memiliki 6,2 poin IQ lebih
rendah dibandingkan dengan anak-anak tidak
terkontaminasi.
Sejak pengunaan transformator dengan cairan PCB dilarang di banyak negara,
tekonologi yang disarankan adalah :
a. Trafo yang menggunakan minyak untuk sistem pendingin dan cairan isolasi
terletak di luar gardu.
b. Trafo untuk sitem pendingin terbagi menjadi dua bagian yaitu trafo yang
menggunakan minyak sebagai cairan pendingin atau trafo yang tidak
menggunakan minyak sebagai cairan pendingin (atau dalam hal ini disebut trafo
dry type). Pengalihan penggunaan sistem pendingin dari trafo basah ke trafo dry
type tidak lain karena jika tetap menggunakan minyak sebagai cairan pendingin
dan isolasi trafo, maka kamu harus memeriksa kelembapan dari minyak,
memantau jika ada drop voltage, selain itu penggunaan minyak juga
menyebabkan terbentuknya kotoran sisa minyak (dalam hal ini pembentukan
lumpur yang mengendap). Untuk menghindari hal tersebut, maka digunakanlah
trafo dry type sebagai solusinya. Penggunaan trafo dry type tidak akan
menimbulkan dampak seperti diatas. Trafo dry type menggunakan udara sebagai
media pendinginnya. Sekarang, ada dua jenis utama transformator dry type yang
tersedia Vacuum Pressure Impregnation (VPI) dan Cast Resint Type (CRT). Jika
timbul masalah pada kumparan untuk trafo dry type jenis VPI, kumparan ini dapat
diperbaiki. Hal ini tidak terlepas dari kumparan trafo yang tidak menyatu
(kumparan primer sendiri, kumparan sekunder sendiri). Lain halnya jika timbul
masalah pada kumparan untuk trafo dry type jenis CRT, maka trafo ini tidak dapat
diperbaiki karena antar kumparan yang saling berdekatan. Kedua jenis trafo dry
type ini biasanya terletak di apartemen, rumah sakit dan ruang publik lainnya.

Rangkaian instalasi LV
Circuit breaker LV cocok digunakan untuk isolasi dan sebagai pengaman.
a. Sumber untuk jaringan distribusi
b. Proteksi trafo terhadap overload dan short circuit
Single line diagrams
Gambar dari single line diagram tertera pada gambar B21. Gambar B21
menggambarkan metode lain dari koneksi jaringan MV, yang mungkin salah satu dari
empat jenis :
a. Single line servis
b. Single line servis (dilengkapi ekstensi untuk membentuk ring main)
c. Salinan supply servis
d. Ring main servis

4.2 Pilihan switchgear MV


Standar dan Spesifikasi
Peralatan listrik pada switchgear MV harus dibawah rating tegangan 1kV – 24 kV dari
sistem dan sesuai standar internasional :
IEC 62271-1, 62271-200, 60265-1, 62271-102, 62271-100, 62271-105
Aturan lokal juga membutuhkan penyesuaian dengan standar nasional :
a. Perancis : UTE
b. Inggris : BS
c. Jerman : VDE
d. Amerika Serikat : ANSI

Jenis-jenis peralatan listrik


Unit ring main telah diduskusikan pada section1.2. Aturan semua jenis switchgear,
memungkinkan kita mengunakan switchgear modular dan ketentuan ekstensi yang
mudah direalisasikan.
Keamanan operasional pada saat switchgear tertutup
Deskripsi
Catatan berikut menggambarkan panel DS (disconnecting switch) pada gambar B.22
menggabungkan perkembangan paling modern untuk menentukan :
1. Keamanan operasioanal
2. Syarat ruang minimal
3. Perluasan dan fleksibilitas
4. Syarat perawatan minimal
Setiap panel terdiri dari 3 bagian :
a. Switchgear : disconnecting switch
b. Connection : kabel yang terhubung dengan terminal terletak pada unit saklar
c. Busbar : modular, sehingga sejumlah panel dapat dirakit secara berdampingan untuk
membentuk papan switch yang kontinyu, dan untuk kontrol dan indikasi kabinet tegangan
rendah dapat menjalankan kontrol otomatis dan peralatan relaying. Tambahan kabinet dapat
dipasang di atas jika memerlukan ruang lebih lanjut.

Sambungan kabel tersedia didalam terminal kabel di depan unit tersebut, yang aksesnya
diperoleh dengan melepas panel pada bagian tersebut. Bagian-bagian dari unit, terhubung
dengan listrik dengan mengikuti instruksi dibawah ini. Pengoperasian panel switchgear
sangatlah mudah yaitu dengan mengelompokkan semua panel kontrol menjadi satu dan
indikator dari kontrol akan diletakkan di bagian depan panel. Teknologi pengoperasian dari
switchgear ini pada dasarnya berdasarkan keamanan operasional, kemudahan instalasi dan
rendahnya persyaratan perawatan peralatan.

Cara aman pengoperasian switchgear bagian dalam


a. Disconnecting switch sepenuhnya memenuhi persyaratan sebagaimana didefinisikan
dalam IEC 62271-102 (pemutus dan saklar pentanahan)
b. Unit fungsional tergabung dalam basic interlock ditentukan oleh IEC 62271-200 :
 Penutupan saklar tidak akan bisa kecuali kalau saklar pentanahan dalam kondisi open
 Penutupan saklar pentanahan hanya bisa jika DS dalam kondisi open
c. Akses ke ruang kabel dapat diakses oleh pengguna selama pengoperasian sedang
berlangsung, seperti :
 Membuka panel switchgear hanya mungkin jika saklar pentanahan dalam kondisi
tertutup
 Disconnecting switch terkunci dalam keadaan terbuka ketika panel dalam keadaan
open. Membuka saklar pentanahan memungkinkan terjadi, misalnya untuk tes
dielektrik pada kabel
Dengan fitur-fitur diatas, switchboard dapat dioperasikan dengan busbar dan kabel untuk unit
dimana akses kabel dibuat. Ini sesuai dengan the loss off servive continuity class (LSB2A),
sebagaimana didefinisikan dalam IEC 62271-200.
Bagian dari interlocks yang dicatatkan seperti diatas , setiap panel switchgear harus meliputi :
 Fasilitas built-in padlocking pada tuas operasi
 5 pasang lubang pengunci untuk interlock di waktu yang akan datang

Operasi
a. Tuas operasi untuk operasi switching dikelompokkan Bersama
b. Semua tuas operasi penutup identik dengan semua unit (kecuali jika ada circuit breaker)
c. Pengoperasian tuas penutup membutuhkan sedikit usaha
d. Membuka atau menutup disconnecting switch dapat menggunakan tuas atau dengan push
botton untuk saklar otomatis
e. Macam-macam kondisi saklar yaitu terbuka dan tertutup
4.3 Pilihan panel switchgear MV untuk rangkaian transformator
Tiga jenis panel switchgear MV umumnya tersedia :
a. Disconnecting switch dan fuse MV yang leataknya terpisah pada panel
b. Disconnecting switch atau gabungan fuse MV
c. Circuit breaker
Enam parameter yang mempengaruhi pilihan optimum :
a. Arus primer trafo
b. Isolasi medium trafo
c. Posisi gardu terhubung dengan pusat beban
d. Rating daya trafo
e. Jarak panel switchgear MV ke trafo
f. Penggunaan terpisah relai proteksi
Catatan : fuse yang digunakan pada penggabungan DS memiliki pin stiker yang memastikan
saklar 3 kutub pada pengopersian satu atau lebih fuse.

4.4 Pilihan transformator MV/LV untuk menentukan karakteristik trafo


Sebuah transformator dicirikan sebagaian oleh parameter listriknya, tetapi juga oleh parameter
teknologi dan kondisi penggunaannya.
Karakteristik listrik
a. Rating daya (Pn)
parameter daya semu (kVA) trafo dan komponen pendukung pembangunan trafo.
Manufaktur tes dan jaminan mengacu pada peringkat ini.
b. Frekuensi
untuk sistem distribusi frekuensinya adalah 50 Hz dan 60 Hz
c. Rating tegangan primer dan sekunder
untuk kumparan primer mampu beroperasi lebih dari satu tingkat tegangan, rating kVA yang
sesuai untuk semua tingkat harus diberikan. Rating tegangan untuk kumparan sekunder
didapatkan dari tegangan open circuit
d. Konfigurasi kumparan biasanya digambarkan pada symbol standar, seperti star, delta inter-
connected-star (dan kombinasi dari semuanya)

Karakteristik yang terkait dengan teknologi dan penggunaan transformator


Daftar ini tidak lengkap:
 Pilihan teknologi
Media insulasi adalah:
 Cairan (minyak mineral) atau
 Padat (resin epoksi dan udara)
 Untuk pemasangan indoor atau outdoor
 Ketinggian (< = 1.000 m adalah standar)
 Suhu (IEC 60076-2)
 Udara ambien maksimum: 40°C
 Suhu udara rata-rata maksimum harian: 30°C
 Rata-rata udara ambien maksimum: 20°C
Untuk kondisi operasi non-standar, lihat untuk "Pengaruh suhu Ambient dan ketinggian pada
arus pengenal" pada halaman B7.

Deskripsi teknik isolasi


Ada dua dasar kelas transformator distribusi yang tersedia saat ini:
 Tipe kering (dimasukkan ke dalam resin)
 Terisi cairan (direndam minyak)

Transformator tipe kering


Gulungan transformator ini diisolasi dengan resin diantara belitan dan resin dan udara ke
gulungan lainnya dan untuk bingkai. Resin biasanya dimasukkan kedalam proses vakum (yang
dipatenkan oleh produsen besar).
Hal ini disarankan agar transformator dipilih berdasarkan IEC 60076-11, sebagai berikut:
 Kelas lingkungan E2 (sering terjadi kondensasi dan/atau polusi tingkat tinggi)
 Kondisi iklim kelas B2 (pemanfaatan, pengangkutan dan persediaan turun sampai -25 ° C)
 Resistansi api (transformer berisiko terbakar dengan tingkat kebakaran yang rendah dan
pemadaman listrik dalam waktu tertentu)
Uraian berikut mengacu pada proses yang dikembangkan oleh produsen terkemuka eropa di
bidang ini.
Enkapsulasi belitan menggunakan tiga komponen:
 Resin epoksi yang didasarkan pada biphenol A dengan viskositas yang memastikan
impregnasi pelepasan gulungan yang sempurna.
 Pembuat anhidrida dimodifikasi untuk mengenalkan tingkat ketahanan dalam pencetakan,
penting untuk menghindari pengembangan retakan selama siklus suhu yang terjadi pada
operasi normal.
 Bahan aditif pulverulen terdiri dari alumina trieidrasi Al (OH) 3 dan silika yang
meningkatkan sifat mekanik dan termalnya, serta memberikan kualitas intrinsik yang luar
biasa pada insulasi dengan adanya panas.
Tiga sistem komponen enkapsulasi ini memberikan isolasi Kelas F (Δθ = 100 K) dengan
kualitas tahan api yang sangat baik dan kematian yang tiba-tiba. Trafo ini diklasifikasikan
sebagai trafo yangtidak mudah terbakar.
Cetakan gulungan tidak mengandung senyawa halogen (klorin, brom, dll.) atau senyawa lain
yang mampu menghasilkan polutan korosif atau beracun, sehingga menjamin tingkat
keselamatan yang tinggi bagi personil dalam situasi darurat, terutama jika terjadi kebakaran.
Trafo ini juga bekerja dengan sangat baik pada udara industri yang tidak bersahabat seperti
debu, kelembaban, dll. (Lihat Gambar. B23).
Transformator yang Terisi Cairan
Cairan penyekat / pendinginan yang paling umum digunakan dalam transformer adalah
minyak mineral. Minyak mineral ditetapkan dalam IEC 60296. Karena mudah terbakar,
tindakan keselamatan bersifat wajib dilakukan di banyak negara, terutama untuk gardu induk
dalam ruangan. Unit DGPT (Deteksi Gas, Suhu dan Tekanan) memastikan proteksi
transformator yang diisi minyak. Jika terjadi anomali, DGPT menyebabkan pasokan TM ke
transformator terputus dengan sangat cepat, sebelum situasinya menjadi berbahaya.
Minyak mineral dapat terurai secara alami dan tidak mengandung PCB (polychlorinated
biphenyl), yang merupakan alasan pelarangan askarel, yaitu Pyralène, Pyrolio, Pyroline ...
Atas permintaan, minyak mineral dapat diganti dengan cairan isolasi alternatif, dengan
mengadaptasi trafo, sesuai kebutuhan, dan mengambil tindakan pencegahan tambahan yang
sesuai jika diperlukan.
Cairan pengisolasi juga berfungsi sebagai media pendinginan; cairan ini mengembang seiring
dengan meningkatnya beban dan/ atau suhu lingkungan, sehingga semua transformator yang
terisi cairan harus dirancang untuk mengakomodasi volume ekstra cairan tanpa tekanan di
dalam tangki untuk menjadi berlebihan.
Ada dua cara pembatasan tekanan ini umumnya tercapai:
 Tangki penuh yang tertutup rapat (hingga 10 MVA pada saat ini)
Dikembangkan oleh produsen terkemuka dari Perancis pada tahun 1963, metode ini
diadopsi oleh utilitas nasional pada tahun 1972, dan diadopsi di seluruh dunia (lihat
Gambar. B24). Ekspansi cairan dikompensasi oleh deformasi elastis dari saluran
pendinginan minyak yang menempel pada tangki.

Teknik "pengisian total" memiliki banyak keunggulan penting dibandingkan dengan


metode lainnya:
 Oksidasi cairan dielektrik (dengan oksigen atmosfir) sepenuhnya dihindari.
 Tidak memerlukan alat pengeringan udara, sehingga tidak ada perawatan yang
berkonsekuensi (inspeksi dan perubahan jenuh dessicant)
 Tidak membutuhkan pengujian kekuatan cairan dielektrik setidaknya selama 10 tahun
 Proteksi yang disederhanakan terhadap kesalahan internal dengan peralatan DGPT
yang dimungkinkan
 Instalasi yang sederhana: profil yang lebih ringan dan lebih rendah (dari pada tangki
dengan konservator) dan akses ke terminal TM dan TR tidak terhalang
 Deteksi yang cepat terhadapr kebocoran minyak (walaupun kecil); air tidak bisa masuk
ke dalam tangka
 Tank tipe konservator udara nafas pada tekanan atmosfir
Pemuaian cairan isolasi diambil oleh perubahan tingkat cairan dalam tangki pemuaian
(konservator), dipasang di atas tangki utama transformator, seperti yang ditunjukkan pada
Gambar B25. Ruang di atas cairan di konservator dapat diisi dengan udara yang ditarik
saat tingkat cairan turun, dan sebagian dikeluarkan saat tingkat cairan naik. Bila udara
ditarik dari udara sekitar, udara ini melalui segel minyak, sebelum melewati alat pengering
(biasanya mengandung kristal gel-silika) sebelum memasuki konservator. Dalam beberapa
desain transformer yang lebih besar, ruang di atas minyak ditempati oleh kantung udara
kedap air sehingga cairan insulasi tidak bersentuhan dengan atmosfer. Udara masuk dan
keluar dari kantong yang dapat diubah bentuknya melalui segel minyak dan penering,
seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebuah tangki pemuaian konservator wajib
untuk transformer yang dengan rating diatas 10 MVA (yang saat ini merupakan batas atas
untuk transformator tipe "pengisian total").

Pemilihan Teknologi
Sebagaimana dibahas di atas, pilihan transformator yaitu antara tipe yang diisi cairan atau tipe
kering. Untuk rating hingga 10 MVA, unit transformator yang terisi penuh tersedia sebagai
alternatif untuk transformator tipe konservator.
Pemilihan berdasarkan pada sejumlah pertimbangan, termasuk:
 Keamanan orang yang dekat dengan transformator. Peraturan daerah dan rekomendasi
resmi mungkin harus dilakukan.
 Pertimbangan ekonomi, dengan mempertimbangkan keuntungan relatif pada setiap teknik
Peraturan yang mempengaruhi pilihan tersebut adalah:
 Transformator tipe kering:
 Di beberapa negara transformator tipe kering wajib digunakan pada blok apartemen
yang tinggi.
 Transformator tipe kering tidak membebankan batasan pada situasi lain
 Transformator dengan insulasi cair:
 Jenis transformator ini umumnya dilarang di blok apartemen yang tinggi
 Untuk berbagai jenis cairan isolasi, batasan pemasangan, atau perlindungan minimum
terhadap risiko kebakaran, bervariasi untuk kelas isolasi yang digunakan
 Beberapa negara di mana penggunaan cairan dielektrik sangat berkembang,
mengklasifikasikan pada beberapa kategori cairan berdasarkan kemampuan api-nya.
Yang belakangan ini dinilai berdasarkan dua kriteria: temperatur titik nyala, dan daya
kalor minimum. Kategori utama ditunjukkan pada Gambar B26 di mana kode
klasifikasi digunakan untuk memudahkan pengklasifikasian.
Sebagai contoh, standar Perancis mendefinisikan standar untuk pemasangan trafo liquid-filled.
Tidak ada standar IEC setara yang telah ditetapkan. Standar Perancis bertujuan untuk
memastikan keselamatan orang dan properti dan merekomendasikan, terutama, langkah-
langkah minimum yang harus diambil terhadap risiko kebakaran.

Tindakan pencegahan utama untuk diamati ditunjukkan pada Gambar B27


 Untuk cairan dielektrik kelas L3 tidak ada tindakan khusus yang diperlukan
 Untuk kelas dielektrik O1 dan K1 langkah-langkah yang ditunjukkan hanya berlaku jika
ada cairan dielektrik dalam transformator lebih dari 25 liter
 Untuk kelas dielektrik K2 dan K3 langkah-langkah yang ditunjukkan hanya berlaku jika
ada cairan dielektrik dalam transformator lebih dari 50 liter

Penentuan daya optimal


Oversizing Transformer
Sebagai akibat dari:
 Investasi yang berlebihan dan no-load losses besar yang tidak diperlukan tetapi
 Lebih rendah dari pada on-load losses
Undersizing Transformer
Hal ini disebabkan oleh:
 A pengurangan efisiensi ketika terbebani penuh, (efisiensi tertinggi dicapai dalam kisaran
50% - 70% beban penuh) sehingga pembebanan optimal tidak tercapai
 Pada pembebanan berlebihan jangka panjang, konsekuensi serius akan terjadi pada
 Trafo, dikarenakan adanya penuaan dini pada insulasi gulungan, dan dalam kasus
yang ekstrim, mengakibatkan kegagalan isolasi dan rugi transformator
 Instalasi, jika overheating pada transformator menyebabkan relay pelindung untuk
memutus CB yang dikontrol.
Definisi daya Optimal
Untuk memilih rating daya optimal (kVA) untuk trafo, faktor-faktor berikut harus
dipertimbangkan:
 Buat daftar peralatan yang menggunakan daya sebagaimana dijelaskan dalam Bab A
 Tentukan faktor pemanfaatan (atau permintaan) untuk setiap beban
 Tentukan siklus pembebanan pada instalasi, catat durasi untuk pembebanan dan
pembebanan berlebih
 Atur power factor correction, jika dibenarkan, untuk:
 Mengurangi biaya penalti, atas permintaan kVA maksimum
 Mengurangi nilai beban yang disebutkan (P(kVA)=P(kW)/cos ϕ)
 Pilih, diantara kisaran rating trafo standar yang tersedia, dengan mempertimbangkan
semua kemungkinan perluasan instalasi di masa depan
Definisi ini penting untuk memastikan bahwa pengaturan pendinginan untuk trafo memadai.

4.5 Petunjuk penggunaan peralatan MV


Tujuan bab ini adalah memberikan panduan umum tentang bagaimana menghindari atau
mengurangi degradasi peralatan MV di situs yang terkena kelembaban dan polusi.

Kondisi servis normal untuk peralatan MV ruang tertutup


Semua peralatan MV mematuhi standar spesifik dan dengan IEC 62271-1 standar "Spesifikasi
umum untuk switchgear tegangan tinggi dan kontrol", yang menentukan kondisi normal untuk
instalasi dan penggunaan peralatan tersebut. Misalnya, mengenai kelembapan, standar
menyebutkan:
Kondisi kelembaban adalah sebagai berikut:

- Nilai rata-rata kelembaban relatif, diukur selama periode 24 jam tidak melebihi 90%;
- Nilai rata-rata tekanan uap air, selama 24 jam tidak melebihi 2.2 kPa;
- Nilai rata-rata kelembaban relatif, selama periode satu bulan tidak melebihi 90%;
- Nilai rata-rata tekanan uap air, selama periode satu bulan tidak melebihi 1,8 kPa;
Di bawah kondisi ini, kondensasi kadang-kadang dapat terjadi.

CATATAN 1: Kondensasi dapat diperkirakan dimana terjadi perubahan suhu mendadak


dalam periode kelembaban tinggi.

CATATAN 2: Untuk menahan efek kelembaban dan kondensasi yang tinggi, seperti
kerusakan insulasi atau korosi pada bagian logam, switchgear yang dirancang sedemikian rupa
kondisi dan diuji dengan benar harus digunakan.

CATATAN 3: Kondensasi dapat dicegah dengan desain khusus gedung atau perumahan,
dengan ventilasi yang sesuai dan pemanasan stasiun atau dengan menggunakan dehumifying
peralatan.

Sebagaimana ditunjukkan dalam standar, kondensasi kadang-kadang dapat terjadi bahkan di


bawah kondisi normal. Standar berlanjut untuk menunjukkan langkah-langkah khusus tempat
gardu yang bisa diimplementasikan untuk mencegah kondensasi.

Digunakan dalam kondisi parah


Dalam kondisi parah tertentu mengenai kelembaban dan polusi, sebagian besar di luar kondisi
pemakaian normal yang disebutkan di atas, didesain dengan benar listrik peralatan dapat
mengalami kerusakan karena korosi pada bagian logam dan permukaan degradasi bagian
isolasi.
Tindakan remedial untuk masalah kondensasi
- Hati-hati merancang atau mengadaptasi ventilasi substasi.
- Hindari variasi suhu.
- Hilangkan sumber kelembaban di lingkungan gardu.
- Pasang sistem pendingin udara.
- Pastikan pemasangan kabel sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tindakan remedial untuk masalah polusi


- Lengkapi ventilasi ventilasi bukaan dengan chevron-type baffle untuk mengurangi masuk
debu dan polusi
- Jauhkan ventilasi gardu minimum yang diperlukan untuk evakuasi transformator panas
untuk mengurangi masuknya polusi dan debu.
- Gunakan bilik MV dengan tingkat proteksi yang cukup tinggi (IP).
- Gunakan sistem pendingin udara dengan filter untuk membatasi masuknya polusi dan
debu.
- Secara teratur membersihkan semua jejak polusi dari logam dan bagian insulasi.

Ventilasi
Ventilasi ventilasi umumnya diperlukan untuk menghilangkan panas yang dihasilkan oleh
transformer dan memungkinkan pengeringan setelah periode basah atau lembab. Namun,
sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ventilasi yang berlebihan dapat secara drastic
meningkatkan kondensasi Ventilasi karenanya harus disimpan pada tingkat minimum yang
dibutuhkan. Selanjutnya, ventilasi tidak boleh menghasilkan variasi suhu mendadak itu dapat
menyebabkan titik embun tercapai.
Untuk alasan ini:

Ventilasi alami harus digunakan bila memungkinkan. Jika ventilasi paksa perlu, penggemar
harus beroperasi terus menerus untuk menghindari fluktuasi suhu. Pedoman untuk mengukur
masuknya udara dan keluar dari gardu-gardu induk disajikan selanjutnya.

Metode perhitungan
Sejumlah metode perhitungan tersedia untuk memperkirakan ukuran yang diperlukan bukaan
ventilasi substasiun, baik untuk desain gardu baru atau adaptasi substasiun yang sudah ada
yang masalah kondensasi telah terjadi. Metode dasar didasarkan pada disipasi transformator.
Area permukaan pembukaan ventilasi yang diperlukan S dan S 'dapat diperkirakan
menggunakan formula berikut:

dimana:
S = Lebih rendah (masuk udara) area pembukaan ventilasi [m²] (permukaan grid dikurangi)
S '= Area keluar ventilasi udara terbuka (udara keluar) [m²] (pemotongan permukaan jaringan)
P = Total daya hilang [W]
P adalah jumlah daya yang dihamburkan oleh:

- Transformator (disipasi tanpa beban dan karena beban)


- Switchgear LV
- Switchgear MV
H = Tinggi antara titik tengah pembukaan ventilasi [m]
Lihat Gambar. B29

catatan:
Formula ini berlaku untuk suhu rata-rata tahunan 20 ° C dan maksimum ketinggian 1.000 m.
Harus dicatat bahwa formula ini hanya dapat menentukan satu urutan besarnya bagian S dan
S ', yang dikualifikasikan sebagai seksi termal, yaitu sepenuhnya terbuka dan hanya perlu
untuk mengevakuasi energi panas yang dihasilkan di dalam MV / LV cabang. Bagian-bagian
praktis tentu saja lebih besar menurut teknologi yang diadopsi larutan. Memang, aliran udara
nyata sangat bergantung:
- pada bentuk bukaan dan solusi yang diadopsi untuk memastikan perlindungan bilik indeks
(IP): kisi-kisi logam, lubang berlubang, kisi-kisi chevron, ...
- pada ukuran komponen internal dan posisinya dibandingkan dengan bukaan: transformator
dan / atau retensi posisi dan dimensi kotak minyak, saluran aliran antara komponen, ...
- dan pada beberapa parameter fisik dan lingkungan: di luar ruangan suhu, ketinggian,
besarnya kenaikan suhu yang dihasilkan.

Pemahaman dan optimalisasi fenomena fisik terlampir adalah tunduk pada studi aliran yang
tepat, berdasarkan undang-undang dinamika fluida, dan direalisasikan dengan perangkat lunak
analitik khusus.

Contoh:
Disipasi transformator = 7,970 W
Disipasi arus balik LV = 750 W
Disipasi MV switchgear = 300 W
Ketinggian antara titik tengah pembukaan ventilasi adalah 1,5 m.
Perhitungan:
Daya Disipasi P = 7,970 + 750 + 300 = 9,020 W

Lokasi pembukaan ventilasi


Untuk mendukung evakuasi panas yang dihasilkan oleh transformator melalui konveksi alami,
lubang ventilasi harus ditempatkan di bagian atas dan bawah dinding dekat transformator.
Panas yang dihamburkan oleh switchboard MV dapat diabaikan. Untuk menghindari masalah
kondensasi, bukaan ventilasi gardu harus ditempatkan sejauh mungkin dari switchboard (lihat
Gambar. B 30).

4. Gardu Distribusi dengan Pengukuran Teganga Rendah


 Jenis ventilasi terbuka
Untuk mengurangi masuknya debu, polusi, kabut, dll, lubang ventilasi gardu harus dilengkapi
dengan baffle chevron-blade. Selalu pastikan baffle menghadap pada arah yang benar (lihat
Gambar B31).

 Variasi suhu di dalam Kubikel


Untuk mengurangi variasi temperatur, selalu pasang heater anti-kondensasi di dalam kubikel
tegangan menengah jika kelembaban relatif rata-rata dapat tetap tinggi selama waktu yang
lama. Heater harus beroperasi terus-menerus, 24 jam sehari sepanjang tahun.
 Variasi suhu di dalam gardu induk
Langkah-langkah berikut dapat diambil untuk mengurangi variasi suhu di dalam gardu:

1. Memperbaiki isolasi termal gardu untuk mengurangi efek variasi suhu di luar terhadap
suhu di dalam.
2. Sebisa mungkin hindari pemanasan gardu. Jika pemanasan diperlukan, pastikan
peraturan sistem atau termostat cukup untuk menghindari perubahan suhu berlebihan
(misalnya tidak lebih dari 1 ° C). Jika sistem pengaturan suhu tersebut tidak tersedia,
tinggalkan pemanasan terus menerus, 24 jam.
3. Hilangkan udara dingin dari parit kabel di bawah kubikel atau dari tempat terbuka di
gardu (di bawah pintu, atap, dll.).

 Lingkungan dan kelembaban gardu induk


Berbagai faktor di luar gardu induk dapat mempengaruhi kelembaban di dalamnya, seperti :

1. Tanaman
Hindari pertumbuhan tanaman yang berlebihan di sekitar gardu.
2. Substation waterproofing
Atap gardu tidak boleh bocor. Hindari atap yang rata karena membuat waterproofing
sulit untuk diimplementasikan dan dipelihara.

 Kelembaban dari parit kabel


Pastikan parit kabel kering dalam semua kondisi. Solusi parsial adalah menambahkan pasir ke
bagian bawah parit kabel.

 Proteksi dan pembersihan polusi


Polusi berlebihan menyebabkan arus bocor, kerusakan dan flashover pada isolator. Untuk
mencegah kerusakan peralatan MV oleh polusi, kita harus melindungi peralatan untuk
melawan polusi atau secara teratur membersihkan kontaminasi yang dihasilkan.

 Proteksi
Switchgear dalam ruangan dapat dilindungi oleh selungkup yang cukup tinggi untuk melindung

 Pembersihan
Jika tidak terlindungi sepenuhnya, peralatan tegangan menengah harus dibersihkan secara
teratur untuk mencegah terjadinya kerusakan karena polusi. Pembersihan adalah proses yang
kritis. Penggunaan produk yang tidak sesuai bisa merusak peralatan.

5. Gardu Induk Distribusi dengan Pengukuran Tegangan Menengah


5.1 Umum
 Fungsi Gardu
Sesuai dengan kerumitan instalasi dan cara pembagian beban, maka gardu induk:
1. Mungkin ada satu ruangan yang berisi panel switch dan metering MV, bersama dengan
transformator (s) dan papan distribusi tegangan rendah utama,
2. Atau mungkin memasok satu atau lebih kamar transformator, yang meliputi distribusi
LV local papan, dipasok pada tegangan menengah dari switchgear di gardu utama.
Gardu ini dapat dipasang, baik di dalam ruangan, atau luar ruangan

 Sambungan ke jaringan MV
Koneksi di MV bisa berupa:

1. Kabel kabel tunggal atau saluran udara


2. Melalui dua saklar pemecah beban yang saling bertautan
3. Melalui dua sakelar pemutusan beban dari unit utama ring.

 Pengukuran
Sebelum proyek instalasi dimulai, perjanjian utilitas pasokan listrik tentang pengaturan
metering harus disetujui. Sebuah panel metering akan digabungkan dalam switchboard
tegangan menengah. Transformator tegangan dan transformer arus, yang memiliki akurasi
metering yang diperlukan, dapat disertakan di panel pemutus sirkuit income utama atau dapat
dipasang secara terpisah di panel pengukuran.

 Ruangan trafo
Jika pemasangan meliputi sejumlah ruang trafo, persediaan tegangan menengah dari gardu
mungkin dengan pengumpan radial sederhana yang terhubung langsung ke transformer, atau
oleh pengumpan ke masing-masing ruangan atau juga dengan cincin utama, sesuai dengan
ketersediaan pasokan yang diinginkan.

 Generator local emergency


Generator local emergency dimaksudkan untuk menjaga pasokan listrik, jika terjadi masalah
pada sistem catu daya.

 Kapasitor
Kapasitor akan dipasang dengan:
1. Bank tegangan menengah di gardu induk utama
2. Pada tegangan rendah di ruang trafo

 Trafo
Untuk alasan keamanan pasokan tambahan, trafo dapat diatur operasi pergantiannya secara
otomatis, atau paralel.

 Diagram single line


Diagram yang ditunjukkan pada Gambar B32 halaman berikutnya mewakili:

1. Berbagai metode koneksi tegangan menengah, berikut ada empat jenis:


 Layanan Single-line
 Layanan Single-line (dilengkapi ekstensi untuk membentuk ring utama)
 Layanan pasokan duplikat
 Layananan ring utama
2. Perlindungan umum tegangan menengah dan fungsi pengukuran tegangan menengah
3. Perlindungan sirkuit tegangan menengah outgoing
4. Perlindungan sirkuit distribusi tegangan rendah
5.2 Pilihan Panel
Gardu dengan pengukuran tegangan menengah mencakup, panel yang dirancang khusus untuk
pengukuran, untuk otomatis atau manual perubahan dari satu sumber ke sumber lainnya.

 Pengukuran dan proteksi umum


Kedua fungsi ini dapat dicapai bila dua panel:

1. Satu panel berisi VT


2. Panel circuit breaker tegangan menengah utama berisi CT untuk pengukuran dan
proteksi

Proteksi umum biasanya melawan arus berlebih (kelebihan beban dan arus pendek) dan
kesalahan grounding.

 Gardu (termasuk generator)

1. Generator dalam operasi yang berdiri sendiri


Jika instalasi membutuhkan supply yang besar, satu set generator tegangan menengah dapat
digunakan. Dalam kasus itu, instalasi harus memasukkan pergantian yang otomatis. Untuk
menghindari kemungkinan operasi paralel generator dengan powersupply, maka panel khusus
dengan pergantian otomatis diperlukan (lihat Gambar. B33).

 Proteksi
Alat proteksi khusus dimaksudkan untuk melindungi generator itu sendiri. Dengan
catatan bahwa, daya short circuit generator sangat rendah dibandingkan dengan catu
daya.

 Kontrol
Regulator tegangan yang mengendalikan alternator umumnya untuk merespon
pengurangan tegangan pada terminalnya secara otomatis dapat meningkatkan arus
eksitasi dari alternator, sampai tegangan kembali normal. Ketika alternator harus
beroperasi secara paralel, AVR (Automatic Voltage Regulator) dialihkan ke "operasi
paralel" di mana rangkaian kontrol AVR sedikit dimodifikasi untuk memastikan
pembagian kvars dengan mesin parallel yang lain.

Ketika sejumlah alternator beroperasi paralel di bawah kendali AVR, sebuah


kenaikan arus eksitasi salah satu dari mereka praktis tidak akan berpengaruh pada level
tegangan. Bahkan, alternator yang dimaksud hanya akan beroperasi pada faktor daya
yang lebih rendah daripada sebelumnya. Faktor daya dari semua mesin lain secara
otomatis akan meningkat.
2. Generator beroperasi secara paralel dengan catu daya
Untuk menghubungkan generator yang ditetapkan, perjanjian utilitas catu daya biasanya
diperlukan. Umumnya peralatan (panel, relay proteksi) harus disetujui oleh utilitas. Catatan
berikut menunjukkan beberapa pertimbangan dasar untuk proteksi dan kontrol.

 Proteksi
Untuk mempelajari rangkaian generator, catu daya memerlukan beberapa data sebagai berikut
:

1. Daya diinjeksikan ke rangkaian


2. Mode koneksi
3. Arus hubung singkat dari generator
4. Tegangan unbalance dari generator
Tergantung pada mode rangkaian, fungsi proteksi khusus yang terpisah diperlukan:

1. Proteksi under voltage dan over voltage


2. Proteksi under frekuensi dan over frekuensi
3. Proteksi overvoltage zero sequence
4. Maksimum timekopling
5. Reverse daya nyata

Untuk alasan keamanan, switchgear yang digunakan untuk pelepasan juga harus disediakan
dengan karakteristik pemisah (yaitu isolasi total dari semua konduktor aktif antara generator
dan catu daya).

 Kontrol
Ketika generator di gardu beroperasi secara paralel dengan semua sistem catu daya, tegangan
sistem dikurangi untuk mengoperasikan sistem tegangan menengah dalam suatu rentang dari
± 5% dari tegangan nominal. Dimana pola aliran beban memerlukannya, maka AVR diatur
untuk mempertahankan tegangan dalam rentan ± 3% agar tegangan naik dengan arus eksitasi
naik.

Alternator hanya akan beroperasi pada daya yang lebih rendah,Sehingga meningkatkan arus
output sampai akhirnya terputus oleh relay proteksi arus lebihnya. Ini masalah yang sering
terjadi dan biasanya diatasi dengan penyediaan "powerfactor konstan” kontrol swith on pada
AVR.

Dengan ini, AVR secara otomatis menyesuaikan arus eksitasi untuk mencocokkan tegangan
pada power sistem, sementara untuk mempertahankan faktor daya alternator konstan pada nilai
yang telah ditentukan sebelumnya. Dan jikaa alternator terpisah dari sistem tenaga, AVR harus
secara otomatis (cepat) beralih kembali ke kontrol "tegangan konstan".
5.3 Operasi Paralel Trafo
Kebutuhan untuk pengoperasian dua atau lebih trafo secara paralel sering terjadi akibat:

1. Over load, yang melebihi kapasitas dari trafo


2. Kurangnya ruang (tinggi) untuk satu trafo besar
3. Ukuran keamanan (kemungkinan dua transformator gagal pada saat yang bersamaan)
4. Mengganti ukuran standart trafo di seluruh instalasi

 Total daya (kVA)


Total daya (kVA) tersedia ketika dua atau lebih trafo rating dayanya (kVA) bernilai sama
terhubung secara paralel, dengan ketentuan bahwa persentase impedansi sama dan rasio
tegangannya sama identik.

Trafo yang rating dayanya (kVA) tidak sama akan pembagian beban secara praktis tidak persis)
sebanding dengan ratingnya, dengan ketentuan bahwa rasio tegangan identik dan persentase
impedansi adalah sama atau mendekati.

Dalam kasus ini, total lebih dari 90% dari penjumlahan dua rating ialah normal. Disarankan
pada tafo yang mempunyai rating kVA yang berbeda lebih besar dengan perbandingan2: 1.

 Kondisi yang diperlukan untuk operasi paralel


Semua unit paralel harus dipasok dari jaringan yang sama. Arus sirkulasi yang dipertukarkan
antara sirkuit sekunder trafo paralel akan sangat kecil dengan ketentuan bahwa:

1. Kabel sekunder dari transformer ke titik paralel memiliki panjang dan karakteristik yang
sama
2. Produsen trafo diberitahu tentang fungsi yang akan ditujukan untuk transformer, sehingga:

a. Konfigurasi berliku (bintang, delta, bintang zig-zag) dari beberapa trafo memiliki
perubahan fasa yang sama antara tegangan primer dan sekunder
b. Impedansi hubung singkat sama, atau berbeda kurang dari 10%
c. Perbedaan tegangan antara fase yang sesuai tidak boleh melebihi 0,4%
d. Semua informasi tentang kondisi penggunaan, siklus beban yang diharapkan harus
diberikan kepada produsen dengan tujuan untuk mengoptimalkan beban dan rugi beban
 Perencanaan Lilitan (winding)
Seperti pada 4.4 “konfigursi karakteristik lilitan listrik” hubungan antara lilitan primer,
sekunder dan tersier tergantung pada :
- Tipe lilitan ( delta,bintang, zig zag)
- Hubungan antar fasa lilitan
bergantung pada akhir dari lilitan dengan entuk bintang (sebagai contoh) lilitan bintang
akan menghasilkan tegangan akan dipindahkan 180 derajat jika akhir lilitan menjadi
satu dengan titik awal lilitan. Hal yang sama, perubahan 180 derajat terjadi pada dua
kemungkinan cara menghubungkan koil fasa to fasa ke bentuk lilitan delta, saat 4
kombinasi berbeda pada zig zag memungkinkan.
- Perpindahan fasa pada tegangan fasa sekunder dengan tujuan untuk mencocokkan
dengan tegangan fasa primer.
Seperti pada catatan sebelumnya, perpindahan ini ( jika tidak nol) akan selalu menjadi
kelipatan 30 derajat dan akan tergantung pada dua factor yang telah disebutkan di atas,
lilitan tipe viz dan hubungan (polaritas) pada fasa lilitan.
Berikut adalah tipe lilitan yang paling sering dipakai pada trafo distribusi yaitu
hubungan Dyn 11, seperti pada gambar B34.

GArdu induk MV/LV dibuat berdasarkan nilai magnitude beban dan jenis pada sistem
daya yang ditanyakan.
Gardu induk dibangun di tempat public, seperti di taman, pemukiman atau pada tempat-
tempat pribadi, yang mana pada kasus ini sistem daya harus berada dalam temoat yang
tertutup/tidak terjangkau. Hal ini dipastikan dengan lokasi gardu induk, yang mana pada
setiap satu dinding terdiri atas satu pintu akses.
6.1 Perbedaan Jenis Gardu Induk
Gardu induk dapat diklasifikasikan berdasarkan susunan meter-meter (LV atau MV)
dan tipe suplainya ( saluran udara atau jaringan kabel bawah tanah)
Gardu induk kemungkinan dipasang di :
- Di ruangan tertutup khusus yang diangun untuk tujuan tertentu di dalam sebuah
bangunan, atau
- Sebuah instalasi ruangan terbuka yaitu :
- Dibangun pada sebuah tanah berpagar setengah terbuka atau tidak, dengan peralatan
berada di ruangan tertutup (trafo dan panel distribusi)
- Pada tanah menjulang dengan peralatan di ruang terbuka (panel distribusi dan trafo)
- Pada tiang menjulang dengan peralatan di ruang terbuka (panel distribusi dan trafo)
Pemasangan gardu induk menyediakan perincian yang sederhana, cepat dan pilihan
yang dapat bersaing.
6.2 Gardu induk dalam
Gambar 3.5 menunjukkan ciri-ciri peralatan yang direkomendasikan untuk gardu induk
pengukuran LV .
Catatan : penggunaan damar pada trafo kering tidak memerlukan pelindung api. Akan
tetapi, pembersihan secara berkala sangat diperlukan.

Pelayanan koneksi dan peralatan interkoneksi


Pada tegangan tinggi
- Hubungan ke sistem MV dibuat dan dipertanggung jawabkan oleh pihak yang
berwenang
- Hubungan antara panel distribusi MV dan trafo dibuat :
- Dengan batang tembaga pendek dimana trafo berada di dalam panel yang
merupakan bagian dari switchboard MV
- Dengan kabel tembaga tunggal dengan isolasi sintetis, memungkinkan untuk
digunakan pada steker trafo
Pada tegangan rendah
- Hubungan antara terminal LV trafo dan panel distribusi mungkin adalah :
- Kabel tembaga tunggal
- Batang tembaga solid ( lingkaran atau persegi) dengan isolasi pengurang panas
Metering/Pengukuran
- Pengukuran trafo pada umumnya digunakan didalam proteksi pada terminal trafo
daya LV,
- Secara alternative, trafo dibangun secara terpisah di ruangan tertutup didalam
cabinet distribusi LV
- Alat ukur dipasang pada panel yang bebas dari getaran
- Ditempatkan sedekat mungkin dengan trafo
- Dan dapat dengan mudah diakses oleh pihak yang ahli

Rangkaian Pentanahan
Gardu induk harus terdiri dari :
- Sebuah electrode pembumian untuk bagian konduktor yang terbuka pada peralatan
listrik gardu induk dan metal yang tidak terkait adalah :
- Sekat logam pelindung
- Tangkai penguat pada dasar beton gardu induk
Pencahayaan Gardu Induk
Suplai untuk rangkaian pencahayaan dapat diambil dari hulu atau hilir pada
incoming circuit breaker LV. Pada kasus lain, proteksi yang tepat untuk arus lebih
sangat dibutuhkan. Sebuah rangkaian otomatis terpisah direkomendasikan untuk
tujuan pencahayaan darurat.
Saklar operasi, push button, dll, secara normal lokasinya berdekatan pada pintu
masuk.
Pencahayaan seharusnya dilaksanakan untuk sebagai berikut :
- Gagang operasi panel distribusi dan posisi indicator harus cukup terang
- Semua tombol pengukuran dan semua petunjuk harus dapat dengan mudah dibaca
Peralatan untuk operasi dan keselamatan
Berdasarkan peraturan keselamatan setempat, secara umum gardu induk dilengkapi
dengan:
- Peralatan untuk memastikan keamanan terdiri dari :
- Kursi pembatas dan penyekat kaki ( dari bahan sintetis atau karet)
- Sepasang sarung tangan
- Sebuah peralatan pendeteksi tegangan untuk peralatan MV
- Perlengkapan pembumian (berdasarkan tipe panel distribusi)
- Peralatan pemadam api ( terdiri dari bubuk atau karbon dioksida)
- Tanda peringatan, dan alarm keselamatan :
- Terpasang pada setiap pintu akses, sebuah peringatan bahaya dan peringatan
disertai dengan perintah-perintah pertolongan pertama pada korban kecelakaan
listrik.
6.3 Gardu Induk Ruang Terbuka Dengan Pemasangan Pagar Setengah Jadi
Gardu induk ruang terbuka dengan pemasangan setengah jadi
Sebuah gardu induk MV/LV setengah jadi sesuai denga persetujuan standar IEC 62271-
202 terdiri dari :
- Peralatan berdasarkan standar IEC
- Sebuah lampiran pengujian, pada saat pendesainan, pengujian baterai harus
dijalankan, seperti pada gambar 3.7 :
- Suhu proteksi
- Pengujian
- Klasifikasi temperature
- Material yang tidak mudah terbakar
- Resistansi mekanik
- Level suara
- Level isolasi
- Penahan percikan api
- Pengujian rangkaian pembumian
- Penyimpanan minyak

Manfaat utamanya adalah :


- Keselamatan :
- Untuk umum dan kenaikan level produksi
- Biaya efektif :
- Diuji, diproduksi di pabrik
- Waktu pengiriman :
- Pengiriman siap untuk dihubungkan
Standar IEC 62271-202 terdiri dari 4 desain pada gambar B38
- Gardu induk berjalan
Pengoperasian terlindungi dari cuaca buruk
- Gardu induk tidak berjalan:
Luas tanah terlindungo dan pengoperasian ruangan terbuka
- Gardu induk tersembunyi/terkubur
Penglihatan terbatas
- Gardu induk bawah tanah
Tercampur dengan lingkungan
Gardu Induk Ruang Terbuka Tanpa Pemasangan Pagar
Jenis dari gardu tersebut paling sering digunakan di beberapa Negara, didasarkan pada
peralatan tahan cuaca
Gardu induk ini terdiri dari sebuah pagar dimana terdapat 3 atau lebih alas tiang beton
yang dibangun untuk :
- Sebuah unit cincin utama, atau satu atau lebih fuse atau circuit breaker
- Satu atau lebih trafo
- Satu atau lebih panel distribusi LV
Gardu induk kutub
Penggunaan tanah lapang
Gardu induk jenis ini biasa digunakan untuk menyuplai masyarakat pedesaan dari
jaringan distribusi MV
Undang-Undang
Tipe ini, kebanyakan, proteksi trafo MV dan konsumen dilengkapi dengan fuse
Lightning arrester juga dibutuhkan, bagaimanapun, untuk melindungi trafo dan
konsumen ditunjukkan pada gambar B40
Susunan umum peralatan
Seperti yang telah ditulis sebelumnya, lokasi dari gardu induk harus mudah diakses,
tidak hanya untuk personil tetapi juga untuk penanganan peralatan (menjangkau trafo)
dan ketangkasan pada kendaraan berat