Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PENGANTAR KRIPTOGRAFI

Diususun oleh:

Fahmi Yuliono (15.01.071.033/2015)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMATIKA
UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan nikmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul ”Pengantar Kriptografi”.
Terselesainya makalah ini tidak lepas dari dukungan beberapa pihak yang telah
memberikan kepada penulis berupa motivasi, baik materi maupun moril. Oleh karena
itu, penulis bermaksud mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang
tak dapat saya sebutkan satu persatu, semua yang telah membantu terselesaikannya
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini belum mencapai
kesempurnaan, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penulis
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Sumbawa Besar, 15 Maret 2018

Fahmi Yuliono

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………... 2


DAFTAR ISI ……………………………………………………….............. 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kriptografi ................................................................................ 5
2.2 Sejarah Kriptografi ..................................................................................... 6
2.3 Kriptografi Kunci Simetri dan Asimetri ..................................................... 7
BAB III KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan ................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………. 9

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat memungkinkan manusia dapat


berkomunikasi dan saling bertukar informasi/data secara jarak jauh. Antar kota antar
wilayah antar negara bahkan antar benua bukan merupakan suatu kendala lagi dalam
melakukan komunikasi dan pertukaran data. Seiring dengan itu tuntutan akan sekuritas
(keamanan) terhadap kerahasiaan informasi yang saling dipertukarkan tersebut semakin
meningkat. Begitu banyak pengguna seperti departemen pertahanan, suatu perusahaan
atau bahkan individu-individu tidak ingin informasi yang disampaikannya diketahui oleh
orang lain atau kompetitornya atau negara lain. Oleh karena itu dikembangkanlah cabang
ilmu yang mempelajari tentang cara-cara pengamanan data atau dikenal dengan istilah
Kriptografi.

Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama yakni enkripsi dan dekripsi.
Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi
bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan
algoritma tertentu. Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali
bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal.

Kriptografi (atau kriptologi; dari Yunani κρυπτός, kryptos, “tersembunyi,


rahasia”; dan γράφω, gráphō, “Saya menulis”, atau-λογία, -logia, masing-masing) adalah
studi praktek dan menyembunyikan informasi. Kriptografi modern mengambil disiplin
ilmu matematika, ilmu komputer, dan rekayasa. Aplikasi kriptografi termasuk kartu
ATM, password komputer, dan perdagangan elektronik. Kriptografi mungkin masih
menjadi suatu istilah yang asing bagi sebagian orang di berbagai Negara

Namun sebenarnya kriptografi amat mudah dijumpai meskipun mungkin hanya


sebagian kecil dari masyarakat di dunia yang mampu merasakan langsung kegunaan dari
kriptografi tersebut. Dalam makalah ini akan dijelaskan pengantar kriptografi, teori-teori
yang berhubungan dengan kriptografi, pengaplikasiannya dalam kehidupan masyarakat,
dan prinsip apa yang digunakan sehingga kriptografi mampu diaplikasikan dalam suatu
barang elektronik terutama dalam bidang keamanan dan proteksi.

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kriptografi

Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita
[bruce Schneier – Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula
pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan
dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas
data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone – Handbook
of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh
kriptografi.

Kata “seni” di dalam definisi di atas berasal dari fakta sejarah bahwa pada masa-
masa awal sejarah kriptografi, setiap orang mungkin mempunyai cara yang unik
untuk merahasiakan pesan. Cara-cara unik tersebut mungkin berbeda-beda pada
setiap pelaku kriptografi sehingga setiap cara menulis pesan rahasia pesan
mempunyai nilai estetika tersendiri sehingga kriptografi berkembang menjadi sebuah
seni merahasiakan pesan (kata “graphy” di dalam “cryptography” itu sendiri sudah
menyiratkan sebuah seni).

Pada perkembangan selanjutnya, kriptografi berkembang menjadi sebuah disiplin


ilmu sendiri karena teknik-teknik kriptografi dapat diformulasikan secara matematik
sehingga menjadi sebuah metode yang formal.

Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek
keamanan informasi yaitu :

- Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi
dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk
membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
- Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara
tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan
untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain
penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang
sebenarnya.
- Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara
kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling
berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan
melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan
lain-lain.
- Non-repudiasi., adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap
pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.

5
2.2 Sejarah Kriptografi

Kriptografi mempunyai sejarah yang panjang. Informasi yang lengkap mengenai


sejarah kriptografi dapat ditemukan di dalam buku David Kahn yang berjudul The
Codebreakers. Buku yang tebalnya 1000 halaman ini menulis secara rinci sejarah
kriptografi mulai dari penggunaan kriptografi oleh Bangsa Mesir 4000 tahun yang
lalu (berupa hieroglyph yang tidak standard pada priamid) hingga penggunaan
kriptografi pada abad ke-20. Secara historis ada empat kelompok orang yang
berkontribusi terhadap perkembangan kriptografi, dimana mereka menggunakan
kriptografi untuk menjamin kerahasiaan dalam komunikasi pesan penting, yaitu
kalangan militer (termasuk intelijen dan mata-mata), kalangan diplomatik, penulis
buku harian, dan pencinta (lovers). Di antara keempat kelompok ini, kalangan militer
yang memberikan kontribusi paling penting penting karena pengiriman pesan di
dalam suasana perang membutuhkan teknik enkripsi dan dekripsi yang rumit. Sejarah
kriptografi sebagian besar merupakan sejarah kriptografi klasik, yaitu metode
enkripsi yang menggunakan kertas dan pensil atau mungkin dengan bantuan alat
mekanik sederhana.

Secara umum algoritma kriptografi klasik dikelompokkan menjadi dua kategori,


yaitu algoritma transposisi (transposition cipher) dan algoritma substitusi
(substitution cipher). Cipher transposisi mengubah susunan huruf-huruf di dalam
pesan, sedangkan cipher substitusi mengganti setiap huruf atau kelompok huruf
dengan sebuah huruf atau kelompok huruf lain. Sejarah kriptografi klasik mencatat
penggunaan cipher transposisi oleh tentara Sparta di Yunani pada permulaan tahun
400 SM. Mereka menggunakan alat yang namanya scytale). Scytale terdiri dari
sebuah kertas panjang dari daun papyrus yang dililitkan pada sebuah silinder dari
diameter tertentu (diameter silender menyatakan kunci penyandian). Pesan ditulis
secara horizontal, baris per baris). Bila pita dilepaskan, maka huruf-huruf di dalamnya
telah tersusun secara acak membentuk pesan rahasia. Untuk membaca pesan,
penerima pesan harus melilitkan kembali melilitkan kembali kertas tersebut ke
silinder yang diameternya sama dengan diameter silinder pengirim. Sedangkang
algoritma substitusi paling awal dan paling sederhana adalah Caesar cipher, yang
digunakan oleh raja Yunani kuno, Julius Caesar. Caranya adalah dengan mengganti
setiap karakter di dalam alfabet dengan karakter yang terletak pada tiga posisi
berikutnya di dalam susunan alfabet.

Kriptografi modern dipicu oleh perkembangan peralatan komputer digital.


Dengan komputer digital, cipher yang lebih kompleks menjadi sangat mungkin untuk
dapat dihasilkan. Tidak seperti kriptografi klasik yang mengenkripsi karakter per
karakter (dengan menggunakan alfabet tradisionil), kriptografi modern beroperasi
pada string biner. Cipher yang kompleks seperti DES (Data Encryption Standard)
dan penemuan algoritma RSA adalah algoritma kriptografi modern yang paling
dikenal di dalam sejarah kriptografi modern. Kriptografi modern tidak hanya
berkaitan dengan teknik menjaga kerahasiaan pesan, tetapi juga melahirkan konsep
seperti tanda-tangan digital dan sertifikat digital. Dengan kata lain, kriptografi
modern tidak hanya memberikan aspek keamanan confidentiality, tetapi juga aspek
keamanan lain seperti otentikasi, integritas data, dan nirpenyangkalan sebagaimana
sudah dijelaskan di atas.

6
2.3 Kriptografi Kunci Simetri dan Asimetri

Berdasarkan kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi, kriptografi dapat
dibedakan lagi menjadi kriptografi kunci simetri dan kriptografi kunci asimetri. Pada
sistem kriptografi kunci simetri, kunci untuk enkripsi sama dengan kunci untuk
dekripsi. Jika kunci untuk enkripsi tidak sama dengan kunci untuk dekripsi, maka
dinamakan sistem kriptografi asimetri.

7
BAB III
KESIMPULAN

3.1. Kesimpulan
Kriptografi merupakan salah satu dari media komunikasi dan informasi kuno yang
masih dimanfaatkan hingga saat ini. Kriptografi di Indonesia disebut persandian yaitu
secara singkat dapat berarti seni melindungi data dan informasi dari pihak-pihak yang
tidak dikehendaki baik saat ditransmisikan maupun saat disimpan. Sedangkan ilmu
persandiannya disebut kriptologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tehnik
melindungi data dan informasi tersebut beserta seluruh ikutannya.Pengguna diberikan ID
dan password untuk mengakses sistem yang ada.
Password dienkripsi untuk mencegah terjadinya akses illegal terhadap sistem
misalnya pencurian data-data penting oleh mereka yang tidak berhak. Demikian juga
enkripsi pada file-file penting dapat dilakukan (misalnya file yang berisi data keuangan).
Metode enkripsi yang digunakan dapat berbentuk enkripsi kunci simetris, misalnya
menggunakan algoritma DES, RSA, dll. Untuk mendapatkan algoritma enkripisi ini tidak
dibutuhkan biaya karena telah dipublikasikan secara umum. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa kriptografi masih merupakan sistem yang efektif dalam hal keamanan
dan proteksi serta dapat digunakan secara luas di berbagai bidang usaha dan teknologi.

8
DAFTAR PUSTAKA

A. Sadikin, Rifki. 2012. Kriptografi untuk Keamanan Jaringan. Yogyakarta.


B. A. Forouzan and D. Mukhopadhyay. 2011. Cryptography And Network
Security (Sie). McGraw-Hill Education
Munir, Rinaldi. 2003. Kriptogafi. Bandung : Informatika.
Mollin, Richard, “An Introduction to Cryptography, Second Edition (Discrete
Mathematics and Its Applications)”, Chapman & Hall/CRC, 2006, pp.9-13.
Rahardjo, Budi, “Panduan Menulis dan Mempresentasikan Karya Ilmiah: Thesis, Tugas
Akhir, dan Makalah”, ITB, 2005.
Robshaw, Matthew, “Algebraic Aspects of the Advanced Encryption Standard
(Advances in Information Security)”, Springer-Verlag, 2005,pp.21-23.
W. Stallings. 2014. Cryptography and Network Security : Principle and
Practices–Sixth Edition, Pearson Education Inc.