Anda di halaman 1dari 4

PENGERTIAN POSDCORB

1. Planing (perencanaan)
Proses menetapkan secara garis besar apa yang perlu dilakukan dan metode yang
digunakan untuk melakukannya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan bagi
organisasi (working out in broad outline the things that need to be done and the
methods for doing them to accomplish the purpose set for the enterprise).
Menurut Drs.Malayu Hasibuan
Planing atau perencanaan adalah sebuah keputusan yang menjadi pedoman untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.

2. Organizing (pengorganisasian)
a. Penciptaan dari struktur otoritas formal dimana sub bagian kerja dapat diatur,
dirumuskan, dan dikoordinasi, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. (the establishment of the formal structure of authority through which work
subdivisions are arranged, defined and coordinated for the defined objective).
c. Mengatur struktur dan proses-proses organisasional dengan cara pantas dan
penting untuk mencapai tujuan-tujuan akhir.
d. Pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas yang berkaitan yang berkaitan
dengan penyusunan struktur yang dirancang untuk membantu pencapaian
tujuan-tujuan telah ditentukan. Pengorganisasian merupakan suatu proses
mengorganisasikan orang-orang untuk melaksanakan misi utama mereka.

3. Staffing (pengadaan tenaga kerja)


Kegiatan yang berhubungan dengan penentuan siapa-siapa yang melakukan seluruh
pekerjaan sesuai dengan tugasnya bidang dan keahliannya masing-masing dalam
organisasi tersebut serta merekrut dan mempekerjakan personalia untuk melaksanakan
pekerjaan agen yang penting.
Bila organizing menyusun wadah yang legaal tempat menampung segala kegiatan
maka staffing berhubungan dengan penentuan tenaga-tenaga pelaksananya.Dengan
kata lain menentukan fungsi personil keseluruhan akan menduduki tiap posisi serata
memelihara kondisi yang favorabel.

4. Directing (pemberian bimbingan)


Directing yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha-usaha bimbingan,
memberikan guidance, saran-saran , perintah-perintah , instruksi-instruksi agar tujuan
yang telah ditentukan semula dapat dicapai.Selainitu directing adalah kegiatan yang
berhubungan dengan usaha-usaha bimbingan, memberikan guidance, saran-saran,
perintah-perintah, instruksi-instruksi, agar tujuan yang telah ditentukan semula dapat
dicapai.

5. Coordinating (pengkoordinasian)
Koordinasi adalah sinkronisasi yang teratur (orderly synchronization) dari usaha-
usaha (efforts) untuk mencapai pangaturan waktu (timing) dan terpimpin (directing)
dalam hasil pelaksanaan yang harmonis dan bersatu untuk menghasilkan tujuan yang
telah ditetapkan (stated objective).[8]. Selain itu pengkoordinasian yaitu kegiatan
yang berhubungan dengan usaha menyatukan dan mengarahkan kegiatan dari seluruh
echelon organisasi itu agar dalam setiap gerak dan langkahnya tertuju pada tujuan.
Dengan kata lain adanya interelasi dari berbagai corak kerja

6. Reporting (pelaporan)
Pelaporan adalah kegiatan berhubungan dengan laporan dari setiap kejadian, lancer
tidaknya aktivitas, apakah ada kemajuan atau tidak. Ini kebalikan dari directing yang
datang dari atasan kebawahan sedang ini dari bawah keatas. Disini terjadi “two-way
traffic”[9]. Kegiatan eksekutif menyampaikan informasi tentang apa yang sedang
terjadi kepada alasannya, termasuk menjaga agar dirinya dan bawahannya tetap
mengetahui informasi lewat laporan-laporan, penelitian, dan inspeksi ( keeping those
to whom the excutive is responsible informed as to what is going on, which those
includes keeping himself and his subordinates inform through record , research,
inspection).

7. Budgeting (penganggaran)
Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui
perencanaan fiskal dan akutansi. Allen Schick mengungkapkan adanya tiga tujuan
anggaran: pengawasan, manajemen, dan perencanaan. Sedangkan fungsi anggaran
berdasarkan perjalankan historisnya terdiri dari empat macam yaitu: fungsi kontrol,
fungsi manajemen, fungsi perencanaan, dan fungsi evaluasi. penyusunan anggaran
belanja yaitu bagaimana uang itu digunakan, untuk keperluan apa, berapa banyaknya,
termasuk kepada pos mana, kemudian dari sumber-sumber apa saja keuangan didapat.

CONTOH PENERAPAN POSDCORB

1. Perencanaan (Planning)
Salah satu tugas kepala perpustakaan ialah membuat perencanaan.Rencana adalah
tindakan yang direncanakan atau diproyeksikan pada masa mendatang.Perencanaan
memerlukan pengetahuan yang luas serta pengalaman. Hasilnya akannampak pada
keputusan apa saja yang dilakukan serta metode pelaksanaan untukl mencapai
sasaran.
Perencanaan yang sistematis mencakup langkah seperti:
a. Pengenalan masalah serta langkah yang diperlukan untuk mengatasinya
b. Mengumpulkan informasi mengenai masalah yang dihadapi
c. Menilai berbagai pemecahan alternative serta metode pelaksanaan untuk
memecahkan masalah
d. Pengambilan keputusan untuk bertindak
e. Evaluasi pemecahan masalah berdasarkan pengalaman

2. Pengorganisasian (Organizing)
Organisasi berarti menyusun struktur kekuasaan formal, dengan batasan jelas dan
dikoordinasi untuk mencapai objek tertentu.Objek ini dicapai dengan gabungan
usaha berbagai spesialis dalam organisasi. Menyangkut perpustakaan, pola organisasi
perpustakaan berbeda antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lain tergantung
pada :
a. Tujuan Perpustakaan
b. Sifat pemakai
c. Jenis staf perpustakaan
d. Jenis dokumen
e. Gedung perpustakaan
f. Sikap pemimpin terhadap perpustakaan
g. Pandangan hidup kepala perpustakaan.
Dalam pemilihan pola organisasi perpustakaan, biasanya dipilih antara administrasi
dan jasa terpusat (sentralisasi) dengan desentralisasi.

3. Kepegawaian (Staffing)
Kepegawaian merupakan keseluruhan fungsi personil yang mencakup:
a. Kesempatan kerja dan pelatihan karyawan
b. Pemantapan lingkungan kerja yang menyenangkan untuk melaksanakan tugas.
Tujuan program staffing adalah menempatkan karyawan yang efisien dalam jumlah
cukup, yang masing-masing mempu melaksanakan tujuan perpustakaan. Dan perlu
dikembangkan lingkungan yang memadai sehingga karyawan merasa mampu
mengembangkan kemampuan mereka sebaik mungkin.Filosofi perpustakaan,
kebijakan, dan prosedur menyangkut program staffing perlu dipahami dan
dilaksanakan sebaik mungkin pada semua tingkat manajemen.

4. Pelaksanaan (Directing)
Pelaksanaan tidak akan berlangsung terkecuali telah diambil keputusan memulai
pelaksanaan serta melanjutkannya. Pelaksanaan ini memerlukan
pengarahan.Pengarahan merupakan tugas berkesinambungan dari pengambilan
keputusan dan menyatukannya dalam perintah umum dan khusus serta melaksanakan
perintah ini.Administrasi perpustakaan seperti kepala perpustakaan atau wakilnya
diharapkan terus-menerus mengeluarkan perintah yang mendasari kebijakan
perpustakaan. Pengarahan atau directing merupakan proses komplek menyangkut
semua yang dilaksanakan dengan semestinya oleh semua karyawan. Pengarahan
merupakan salah satu tantangan bagi para manajer.
Pengambilan keputusan merupakan bagian penting dari pengarahan. Pengambilan
keputusan mencangkup langkah seperti berikut:
a. Mencari kesempatan yang tepat untuk mengambil keputusan (kegiatan
inteligensi),
b. Mencari berbagai kemungkinan tindakan (kegiatan desain), dan
c. Memilih berbagai tindakan (kegiatan pilihan).

5. Koordinasi (Coordinating)
Pengkoordinasianmenyangkut pengaitan berbagai bagian organisasi untuk mencapai
pelaksanaan (operator) yang harmonis. Ini merupakan penyesuaian terus-menerus
akan berbagai bagian organisasi satu dengan lainnya; dengan demikian semua
prosedur, operasi, dan kegiatan mengarah ke sumbangan maksimum terhadap
organisasi. Pada sistem perpustakaa, pengkoordinasian mungkin mengacu pada
organisasi sebagai keseluruhan atau terhadap setiap unit. Sebagai contoh bila
kegiatan pengkatalogan dengan referensi tidak dikoordinasi maka akan terdapat
kegiatan yang tidak salaing megisi sehingga tidak sesuai dengan tujuan
perpustakaan. Misalnya bagian pengkatalogan perlu menjelaskan akses pada catalog
melalui pengarang, judul, dan subjek (disertai penjelasan daftar tajuk subjek yang
digunakan). Berdasarkan informasi ini maka bagian referensi akan membantu
pemakai serta pihak referensi sendiri bagaiamane menemukan informasi secara
cepat, tepat dan murah pada catalog perpustakaan.
Bahwa semakin besar organisasi perpustakaan semakin besar keperluan
koordinasi.Koordinasi hendaknya tumbuh dari kesadaran staf perpustakaan dan
bersifat sukarela, bukannya dipaksakan.

6. Pelaporan (Reporting)
Gulick menyatakan bahwa reporting adalah …keeping those to whom executive is
responsible informed as to what is going on, which thus includes keeping himself
and his subordinates informed through records, research and inspection. Melalui
pelaporan maka kepala perpustakaan melaporkan unjuk kerja dan kebutuhan
perpustakaan terhadap pimpinan yang lebih tinggi.Dengan menggunakan dokumen
dan hasil penelitian, kepala perpustakaan mengumpulkan data.Berdasarkan data ini,
kepala perpustakaan mampu menunjukkan pada pimpinan seberapa jauh kinerja
perpustakaan sekaligus membuktikan efesiensi keseluruhan perpustakaan.
Pelaporan pada umumnya mungkin dapat disebut sebagai hubungan masyarakat atau
public relations.Kegiatan hubungan kemasyarakatan ini merupakan penghubung
antara masyarakat dengan perpustakaan.
Pelaporan sering digunakan sebagai proses untuk menilai prosedur dan jasa
perpustakaan. Pustakwan menggunakan pelaporan sebagai media karena pelaporan
merupakan proses terus-menerus. Biaya pelaporan lazimnya diambilkan dari biaya
perpustakaan sehingga tidak memberatkan beban pustakawan.

7. Penganggaran (Badgeting)
Penganggaran merupakan alat manajemen yang efektif selama penentuan dan
pembuatan anggaran, berbagai kebutuhan dan sumber perpustakaan dapat ditinjau
dan dinilai.Perencanaan cermat, akntansi dan control amat diperlukan dalam
penganggaran.Kepala perpustakaan harus menguji kebutuhan perpustakaan atas
dasar kontinuitas, artinya tidak terpaku pada kegiatan tahun per tahun.Dengan
demikian kepala perpustakaan harus mampu membimbing, mengarahkan, dan ikut
serta dalam menentukan anggaran.