Anda di halaman 1dari 2

III.

ASUHAN KEPERAWATAN POST OPERASI

1. Data Pasien

Pasien keluar OK pindah ke RR jam 20.10 menggunakan brankar, kesadaran : dalam


pengaruh narkose

TTV : TD : 145/81 mmHg, HR : 85 x/mnt, RR : 22 x/mnt, S: 360C, SpO2 : 99%

TFU : 1 jari di atas pusat, kontraksi : baik

Pasien terpasang infuse RL dengan oxytosin 40 IU 20 tpm di tangan kiri, terpasang kateter
urine no 18.

Kulit teraba hangat, terdapat luka operasi vertical di daerah abdomen ± 20 cm.

Pengkajian resiko jatuh

Skala MORSE (Morse Fall Scale / MFS)

No. Risiko Skala Tgl 04 Februari 2017


1. Riwayat jatuh selama perawatan / dalam 3 Tidak 0 0
bulan terakhir Ya 25
2. Diagnosis medis sekunder > 1 Tidak 0
Ya 15 15
3. Alat bantu jalan :
 Tidak ada/tirah baring/dibantu perawat 0
 Penopang / tongkat/walker 15 15
 Furniture 30
4. Memakai terapi per IV / heparin (saline) Tidak 0
lock/dipasang alat medis (mis. Folley Ya 20 20
kateter)
5. Cara berjalan / berpindah :
 Normal / tirah baring / immobilisasi 0
 Lemah 10 10
 Terganggu 20
6. Status mental :
 Orientasi sesuai kemampuan diri 0 0
 Tidak menyadari keterbatasan diri 15
Total 60

Ttd penilai dan nama jelas


Skor resiko jatuh berkisar dari 0 – 125

Skor 0 – 24 : Tidak beresiko ; Skor 25 – 45 : Resiko rendah – sedang ;

Skor > 46 : Resiko tinggi

2. Analisa Data

No. Data Etiologi Masalah

1. DS : - Narkose umum Resiko tinggi jatuh


DO : pasien dalam pengaruh
obat anastesi, total penilaian penggunaan obat anestesi
skala morse 55 (resiko tinggi
penurunan kesadaran
jatuh)
resiko tinggi jatuh

2. DS : Pasien mengatakan nyeri Proses pembedahan Nyeri


pada daerah luka operasi, nyeri
meningkat jika digerakan dan Terputusnya Kontinuitas
berkurang jika didiamkan, Jaringan
skala nyeri 5 (1-10)
Mengeluarkan Mediator Nyeri
DO : pasien meringis
(Bradikinin,Histamin,dan
Prostaglandin)

Merangsang Pusat Nyeri

Dihantarkan ke Hipotalamus

Impuls di Interprestasikan

Nyeri