Anda di halaman 1dari 8

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

DISUSUN OLEH
Adelson Saputra D. Latief 614417035 (Agribisnis)

Abdul Agus Adam 614417036 (Agribisnis)

Goval Yusuf 614417092 (Agribisnis)

Nirvana Suci Q. Pakaya 614417039 (Agribisnis)

Nur Ain Ahmad 614417029 (Agribisnis)

Melin Kaina 614417003 (Agribisnis)

Renita Viladewi 512417001 (PTB)

Djunriati Ishak 614417101 (Agribisnis)

Serly Anggowa 614417082 (Agribisnis)


KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT dengan karunia dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pancasila Sebagai Ideologi Negara
ini dan dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah-
curahkan kepada seorang reformis sejati, pembawa risalah suci yakni Nabi Muhammad SAW
yang telah membawa umat manusia keluar dari kubangan lumpur jahiliyah menuju jalan yang
diridhai oleh Allah SWT.
Adapun maksud dan tujuan penyusunan makalah ini selain untuk menyelesaikan tugas
yang diberikan oleh dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para
mahasiswa khususnya bagi kami penyusun makalah.
Kami selaku penyusun makalah telah berusaha untuk dapat menyusun makalh dengan
baik, namun kami pun menyadari bahwa kami memiliki keterbatasan sebagai manusia biasa.
Oleh karena itu, jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi teknik penulisan
hingga isi, maka kami memohon maaf dan kritik serta saran dari dosen pengajar bahkan
semua pembaca untuk dapat menyempurnakan makalah ini, terlebih juga dalam pengetahuan
kami bersama. Dan kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami
khususnya, serta bagi setiap pembaca pada umumnya.

Gorontalo, September 2017


DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah Pancasila merupakan dasar Negara Repupblik Indonesia secara resmi disahkan
oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, dan tercantum dalam pembukaan UUD 1945.
Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang menjadi alas untuk berpijak dan mampu
memberikan kekuatan untuk berdiri menjadi Negara yang kokoh.Pancasila sebagai dasar
Negara bearti pancasila dijadikan dasar, pedoman, dan petunjuk dalam mengatur kehidupan
bersama serta mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara.
Pancasila sebagai ideologi bangsa berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa.
Oleh karena nilai-nilai pancasila harus direalisasikan dalam aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.hal ini berdasarkan pada suatu kenyataan secara filosofis dan
objektif bahwa bangsa Indonesia dalam hidup berbangsa dan bernegara mendasarkan pada
nilai-nilai yang tertuang dalam sila-sila pancasila.
Pengamalan nilai pancasila sangat penting dalam kehidupan bernegara, karena pancasila
merupakan sendi, asas dan aturan hukum tertinggi. Namun, pada saat sekarang ini
pengamalan nilai-nilai pancasila tidak tertanam pada jati diri bangsa Indonesia, kesetian
warga Negara Indonesia terhadap negaranya terlihat sangat kurang terutama dalam tingkah
laku dalam melakukan pelanggaran hukum, dan rasa nasionalisme yang mulai memudar.
Dengan demikian pancasila sebagai ideologi bangsa diharapkan mampu untuk menyaring
pengaruh dari luar dan memperkokoh kekuatan bangsa.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah
yaitu:
1. Apa pengertian ideologi?
2. Apa makna ideologi bagi Negara?
3. Bagaimana peranan pancasila sebagai ideologi?
4. Bagaimanakah pancasila sebagai ideologi terbuka?
5. Bagaimanakah perbandingan ideologi pancasila dengan ideologi liberalme dan ideologi
sosialisme?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Dapat mendeskripsikan pengertian ideologi.
2. Dapat mengetahui makna ideologi bagi Negara.
3. Dapat menjelaskan peranan pancasila sebagai ideologi.
4. Dapat menjelaskan pancasila sebagai ideologi terbuka.
5. Dapat membandingkan ideologi pancasila dengan ideologi liberalme dan ideologi sosialisme.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata Yunani Idein yang berarti melihat, atau idea yang bearti raut
muka, perawakan, gagasan, buah pikiran dan Logia yang bearti ajaran. Dengan demikian
ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran (science des ideas). Kata
ideologi sering juga dijumpai untuk pengertian mutlak gagasan tertentu, sifatnya tertutup
dimana teori-teori bersifat pura-pura dengan kebenaran tertentu, tetapi menyembunyikan
kepentingan kekuasaan tertentu yang bertentangan dengan teorinya.dalam hal ini ideologi
diasosiasikan kepada hal yyang bersifat negatif.
Menurut Poespowardojo (dalam Kaelan, 2010:119) ideologi mencerminkan cara berpikir
masyarakat, bangsa maupun Negara, namun juga membentuk masyrakat menuju cita-citanya.
Pada dasarnya ideologi dapat dijadikan sebagai sumber motivasi dan semangat dalam
berbagai kehidupan Negara. Manusia dalam kehidupan bernegara senantiasa memiliki cita-
cita harapan, ide-ide serta pemikiran yang secara bersama merupakan suatu orientasi
yang bersifat dasar dalam kehidupan bernegara. dalam kompleks ilmu pengetahuan yang
berupa ide-ide atau gagasan-gagasan, serta cita-cita tersebut merupakan suatu nilai yang
dianggap benar dan dijadikan suatu landasan bagi seluruh warga Negara untuk memahami
dan menentukan sikap dasar untuk bertindak dalam hidupnya.

B. Makna Ideologi bagi Negara

Pancasila sebagai ideologi nasional mengandung nilai-nilai budaya Indonesia, yaitu


cara berpikir dan cara kerja perjuangan. Pancasila bersifat integralistik, yaitu paham tentang
hakikat Negara yang dilandasi dengan konsep kehidupan bernegara, pancasila yang
melandasi kehidupan bernegara, menurut Supomo adalah dalam kerangka Negara
integralistik, untuk membedakan paham-paham yang digunakan oleh pemikir kenegaraan
lainnya. Untuk memahami konsep pancasila bersifat integralistik, maka terlebih dahulu kita
harus melihat beberapa teori (paham) mengenai dasar Negara, yaitu sebagai berikut :

1. Teori Perorangan (Individualistik)


Pada intinya, menurut teori ini, Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang
disusun atas kontrak antara seluruh orang dalam msyarakat itu (social contract)
2. Teori golongan (class theory)
Teori ini diajarkan, antara lain Karl Marx (1818-1883). Menurut Karl Marx, Negara
merupakan penjelmaan dari pertentangan-pertentangan kekuatan ekonomi.
3. Teori kebersamaan (integralistik)
Teori integralistik semula diajarkan oleh Spinoza, Adam Muhler, dan lain-lain yang
mengemukakan bahwa Negara adalah suatu susun masyarakat yang integral di antara semua
golongan dan semua bagian dari seluruh anggota masyarakat. Persatuan masyarakat itu
merupakan persatuan masyarakat organis pancasila bersifat integralistik karena :
a) Mengandung semangaat kekeluargaan dalam kebersamaan
b) Adanya semangat kerja sama (gotong-royong)
c) Memelihara persatuan dan kesatuan
d) Mengutamakan musyawara untuk mufakat.

C. Peranan Pancasila Sebagai Ideologi

Pancasila sebagai ideologi mencerminkan seperangkat nilai terpadu dalam kehidupan


politik Indonesia, yaitu sebagai tata nilai yang dipergunakan sebagai acuan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menurut Madjid (dalam Ibrahim, 2010:140-141)
bagi bangsa dan Negara Indonesia, ideologi yang paling tepat ialah pancasila. Setiap bangsa
mempunyai etos atau suasana kejiwaan yang menjadi karakteristik utama bangsa itu termasuk
bangsa Indonesia. Etos itu kemudian dinyatakan dalam bentuk berbagai perwujudan seperti
jati diri, kepribadian, ideologi dan seterusnya. Perwujudan di zaman modern ini adalah dalam
bentuk perumusan formal yang sisteematik yang kemudian menghasilkan ideologi.
Berkenaan dengan bangsa Indonesia, pancasila dapat dipandang sebagai perwujudan etos
nasional dalam bentuk perumusan formal, sehingga sangat lazim dan semestinya pancasila
disebut sebagai ideologi nasional.
Berdasarkan paparan diatas dapat dikemukakan bahwa ideologi bangsa Indonesia ialah
sila-sila pancasila, sebagai hasil rumusan para pendiri bangsa tentang etos dan suasana
kejiwaan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa memiliki fungsi sebagai nilai-
nilai dasar bersama dimana segenap tingkah laku rakyat dan Negara harus mengacu
kepadanya. Sebagai sebuah ideologi, pancasila adalah sebuah gagasan yang berorientasi
futuristik yang berisi keyakinan yang jelas yang membawa komitmen untuk diwujudkan atau
berorientasi pada tindakan.
Menurut Afrani (1996:45) ideologi mempunyai peranan sebagai pernyataan kepentingan
bangsa dan sekaligus sebagai alat pengekang jika nilai-nilai dirasakan akan terancam.
Peranan pancasila untuk kepentingan bangsa merupakan suatu identitas nasional bangsa
Indonesia yang ditandai dengan karakter bersamanya. Selain itu pancasila juga mempunyai
peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam hal sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam
kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi bangsa
Indonesia di manapun mereka berada. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, maka
pancasila dipergunakan sebagai pandangan hidup sehari-hari dan digunakan sebagai petunjuk
arah semua kegiatan didalam semua bidang. Dalam pelaksanaannya tidak boleh bertentangan
dengan norma-norma kehidupan.#

D. Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka


Menurut Tjarsono (2013: 885-886) fungsi pancasila berdasarkan tahapan nya antara lain
sebagai berikut:
a. Pancasila sebagai ideologi pemersatu
b. Pancasila sebagai ideologi pembangunan
c. Pancasila sebagai ideologi terbuka
Berdasarkan tahapan tersebut dapat disimpulkan bahwa pancasila mempunyai peran dan
fungsi yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa
menjadikan pijakan bagi bangsa Indonesia dalam mengambil tindakan serta merupakan filter
terhadap perubahan zaman, sehingga tetap menjaga nilai-nilai dasar yang ada pada
masyarakat Indonesia.
Ciri khas ideologi terbuka adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar,
melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri,
Oleh sebab itu, ideologi terbuka adalah milik dari semua rakyat, masyarakat dapat
menemukan dirinya di dalamnya. Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi
dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal.