Anda di halaman 1dari 9

Nama Della Aulia Salma

NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

DATA HASIL PRAKTIKUM


Praktikum7. Pengamatan Keanekaragaman Hayati Pada Ekosistem Perairan

A. Data sampel cair

No Sampel Asal Sampel

1 Air selokan

2 Air limbah tahu

3 Air sungai

4 Air kolam

5 Air selokan

B. Parameter fisik sampel cair

No sampel Warna Bau Suhu Kekeruhan

1 Hijau kecoklatan ++ 28ºC ++

2 Kekuningan +++ 28ºC ++

3 Bening kecoklatan ++ 27ºC ++

4 Bening kekeruhan + 28ºC +

5 Bening kekeruhan +++ 28,5ºC ++

C. Parameter kimia sampel cair


Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

No sampel pH

1 7,41

2 3,83

3 6,58

4 7,83

5 7,33

D.Parameter biologi sampel cair


Gambarkan jumlah dan bentuk morfologi dari sampel limbah cair yang diamati!

Asal sampel : Air selokan

Perbesaran : 100 x

Keteranagn : alga

Jumlah :1

Warna : Hijau kecoklatan

Bentuk : Panjang

Sampel 1

Asal sampel : Air limbah tahu

Perbesaran : 100x

Keterangan : Alga

Jumlah :1

Warna : Bening kehitaman

Bentuk : Memanjang
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

Sampel 2

Asal sampel : Air sungai

Perbesaran : 400 x

Keterangan : Terdapat alga dan zooplankton

Jumlah : ± 20-50

Warna : Abu-abu dan coklat

Bentuk : Bulat, lonjong

Sampel 3

Asal sampel : Air kolam

Perbesaran : 400 x

Keterangan : Terdapat alga / ganggang hijau dan coklat

Jumlah : Lebih dari 10

Warna : Hijau, coklat

Bentuk : Hijau, tidak beraturan


Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

Sampel 4

Asal sampel : Air selokan

Perbesaran : 400 x

Keterangan : Alga

Jumlah : > 10

Warna : Hijau

Bentuk : Bulat

Sampel 5

Pertanyaan:

1. Jelaskan mengenai perbedaan karakteristik fisik dari setiap sampel limbah cair yang diamati!
Hubungkan antara parameter fisik tersebut dengan asal sampel cair!

Berdasarkan data praktikum yang dilakukan, memakai beberapa sampel yakni air
selokan, air limbah industri tahu, air kolam, dan air sungai. Setiap sampel memiliki
karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan berdasarkan parameter fisik yaitu warna, bau,
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

suhu dan kekeruhan. Pada sampel air selokan warna air adalah hijau kecoklatan, airnya
berbau, memiliki suhu 28ºC dan airnya keruh. Pada sampel air limbah tahu warna air
adalah kekuningan, airnya berbau menyengat, memiliki suhu 28ºC dan airnya keruh. Pada
sampel air sungai warna air adalah bening kecoklatan, airnya berbau, memiliki suhu 27ºC
dan airnya keruh. Pada sampel air kolam warna air adalah bening kekeruhan, airnya tidak
berbau, memiliki suhu 28ºC dan airnya sedikit keruh.

Warna pada air dapat disebabkan oleh macam-macam bahan kimia atau organic,
perbedaan reaksi maupun interaksi mikroorganisme bahan sampel. Air yang mempunyai
bau mengindikasikan ada terjadi proses dekomposisi bahan-bahan organik oleh
mikroorganisme dalam air. Air yang baik mempunyai temperatur normal, kurang lebih
30 dari suhu kamar (270C). Suhu air yang melebihi batas normal menunjukan indikasi
terdapat bahan kimia yang terlarut dalam jumlah yang cukup besar atau sedang terjadi
proses dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme. Kekeruhan diakibatkan oleh
partikel partikel yang terkoloid dan tersuspensi (Krisnandi, 2009).

2. Sampel air limbah diteliti berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Jelaskan mengenai
analisis air limbah yang berkaitan dengan parameter fisik dan kimia!

Berdasarkan data praktikum yang dilakukan, analisis parameter fisik meliputi warna,
suhu, bau dan kekeruhan. Pada sampel air selokan warna air adalah hijau kecoklatan,
airnya berbau, memiliki suhu 28ºC dan airnya keruh. Pada sampel air limbah tahu warna
air adalah kekuningan, airnya berbau menyengat, memiliki suhu 28ºC dan airnya keruh.
Pada sampel air sungai warna air adalah bening kecoklatan, airnya berbau, memiliki suhu
27ºC dan airnya keruh. Pada sampel air kolam warna air adalah bening kekeruhan, airnya
tidak berbau, memiliki suhu 28ºC dan airnya sedikit keruh. Warna air limbah tahu yang
didapatkan berupa warna kekuningan. Warna dapat digunakan sebagai parameter tercemar
atau tidaknya perairan. Suhu perairan yang tercemar limbah akan lebih tinggi (Hadi,
2007).

Jenis bau yang diamati. Bau pada suatu perairan dapat disebabkan karena adanya
dekomposisi zat-zat organik pada suatu perairan yang menghasilkan gas. Pada kekeruhan
juga terdapat perbedaan pada setiap sampel, kekeruhan akan mempengaruhi masuknya
sinar matahari yang masuk (Candra, 2007).

Analisis parameter kimia meliputi nilai pH(derajat keasaman). Pada sampel air
limbah yang diamati nilai pH nya yakni 3,83. Pada air limbah tahu pH menunjukkan
bahwa air limbah pabrik tahu yang diamati bersifat asam karena kurang dari 7. Pada
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

sampel air kolam memiliki pH 7,83. Pada sampel air selokan memiliki pH 7,33 . Pada
sampel air sungai memiliki pH 6,58. Salah satu kriteria kualitas air adalah derajat
keasaman(pH). Pada dasarnya air yang baik adalah air yang tidak tercemar. Dalam kondisi
yang demikian berarti air bersifat netral, sedangkan apabila di dalam perairan terdapat zat
pencemar akan dapat berakibat sifat air berubah menjadi asam atau basa. Beberapa sifat
fisis yang dipersyaratkan untuk air limbah yang boleh dibuang ke sungai antara lain yaitu
nilai pH limbah cair adalah ukuran kemasaman atau kebasaan limbah. Air yang tidak
tercemar memiliki pH antara 6.5-7.5 Air yang memiliki pH lebih kecil dari pH normal
akan bersifat masam, sedangkan air yang memilki pH lebih besar dari pH normal akan
bersifat basa (Arsyad, 2008).

3. Sampel air limbah diteliti berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Jelaskan mengenai
analisis air limbah yang berkaitan dengan parameter biologi!

Analisis air limbah berdasarkan parameter biologi yang dilakukan pada praktikum ini
pada sampel air selokan terdapat alga yang jumlahnya lebih dari 10, berwarna hijau
kecoklatan dan berbentuk panjang. Pada sampel air limbah tahu terdapat alga berwarna
bening kehitaman, berbentuk memanjang. Pada sampel air sungai terdapat ganggang dan
zooplankton yang jumlahnya antara 20 sampai dengan 50 berwarna abu-abu dan coklat,
berbentuk bulat maupun lonjong. Pada sampel air kolam terdapat alga atau ganggang
berwarna hijau atau coklat berjumlah lebih dari 10 berbentuk bulat tidak beraturan.

Parameter biologi dapat ditentukan dengan adanya kolifrom, ganggang dan bakteri.
Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup didalam saluran
pencernaan manusia. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran
dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri
patogen. Contoh bakteri coliform adalah, Escherichia coli dan Enterobacter aerogenes.
Jadi, coliform adalah indikator kualitas air. Makin sedikit kandungan coliform, artinya,
kualitas air semakin baik Ganggang (Alga) merupakan protista mirip tumbuhan bersifat
fotoautotrof yang dapat membuat makanannya sendiri dengan cara fotositentis. Ganggang
menimbulkan air sawah, air kolam, air danaum, atau akuarium tampak berwarna hijau
(Kusnaedi, 2010).

4. Organisme apa saja yang mungkin terdapat pada setiap sampel cair? Jelaskan alasan anda!

Berdasarkan data hasil praktikum, pada sampel air selokan didapati alga, pada sampel
air limbah tahu terdapat alga, pada sampel air sungai terdapat alga dan zooplankton, pada
sampel air kolam terdapat alga ataupun ganggang. Bakteri Coliform tinggal di tanah atau
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

vegetasi dan dalam saluran pencernaan hewan. Koliform berasal dari pasokan air dari
pembuangan limbah langsung ke sungai atau danau, atau dari aliran air dari daerah
berhutan, padang rumput, septic tank, dan tanaman limbah ke sungai atau air tanah. Alga
adalah tumbuhan kecil yang hidup di air yang jika dalam jumlah yang besar dapat
mempengaruhi rasa, warna, dan bau pada air. Pertumbuhan alga yang berlebihan dapat
dikontrol dengan penambahan tembaga sulfat. Organisme makroskopik seperti ganggang
dan rumput dapat menurunkan kualitas air dalam hal rasa, warna, dan bau, namun dapat
dihilangkan dalam proses purifikasi (Kusnaedi, 2010).

5. Bagaimana hubungan nilai pH dengan masing-masing sampel cair yang diamati? Mengapa
demikian? Hubungkan dengan tempat asal sampel diambil!

Pada pecobaan keanekaragaman hayati ekosistem perairan sampel yang digunakan,


yaitu air kolam, air selokan, air sungai, dan air limbah tahu didapatkan nilai pH yang
berbeda.Hal ini disebabkan oleh perbedaan tenmpat pengambilan sampel. Hubungan nilai
pH dengan masing-masing sampel yang diamati dilakukan untuk mengetahui seberapa
tercemarnya perairan tersebut dengan dilakukan nya parameter kimia,memakai ph meter.
Pada air limbah tahu diperoleh pH 3,83 limbah ini terkesan asam, karena dari tempat asal
yaitu pembuatan tahu cenderung menjadikan bahan bersifat asam. Pada air kolam
didapatkan pH 7,83 cenderung bersifat netral, Pada air selokan didapatkan pH 7,41
cenderung bersifat basa, Pada air sungai didapatkan ph sebesar 6,58 bersifat asam
disebabkan air sungai terkontaminasi dengan ssegala macam lilmbah (Candra, 2007).

Hubungan nilai pH dengan masing-masing sampel cair yang diamati, dilakukan untuk
mengetahui seberapa tercemarnya perairan tersebut yang telah dilakukan dengan parameter
kimia dengan menggunakan pH meter. Pengukuran pH penting untuk mengetahui keadaan
larutan sehingga dapat diketahui kecenderungan reaksi kimia yang terjadi serta
pengendapan materi yang menyangkut reaksi asam basa (Candra, 2007).

6. Bagaimana hubungan antara bentuk dan morfologi organisme yang ditemukan pada sampel air
limbah dengan parameter fisik dan kimia sampel? Mengapa demikian?

Bentuk dan morfologi organisme pada limbah disebabkan oleh adanya adaptasi dengan
komponen abiotik yang terdapat pada habitat 4 ekosistem air sampel tersebut. Pada praktikum
diperoleh hasil dari parameter kimia dan fisik, masing masing mikroorganisme pada sampel
dengan bentuk yang berbeda. Hubungan antara bentuk dan morfologi organisme yang
ditemukan pada sampel air limbah dengan parameter fisik dan kimia masing-masing sampel
berasal dari daerah yang berbeda. Selain dari faktor tempat yang berbeda, bentuk dan
morfologi organisme disebabkan karena faktor fisik, kimia, juga biologi. Hal ini
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4

menyebabkan bentuk struktur, morfologi, dan perbedaan pola hidup yang berbeda.
Berdasarkan Data Hasil Praktikum yang dilakukan, diperoleh ciri-ciri pada sampel yaitu
habitatnya pada air tawar, suhu mengalami penurunan, dengan kandungan garam kurang dari
1% (Normaningsih, 2009).

7. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi bervariasinya organisme pada setiap sampel cair hasil
pengamatan anda!

Faktor-faktor yang mempengaruhi bervariasinya organisme pada setiap sampel adalah


 Kecepatan arus air mempengaruhi pergerakan suatu organisme dan juga berpengaruh
pada organisme misalnya ikan dan juga mikroorganisme yang terdapat dalam ekosistem
terebut. Kecepatan ini mempengaruhi perpindahan dan migrasi biota perairan (Hadi,
2007).
 Kandungan bahan kimia yang terdapat pada suatu perairan dalam suatu ekosistem, dapat
mempengaruhi kehidupan makhluk hidup yang ada pada ekosistem perairan tersebut.
Pencemaran bahan kimia pada suatu perairan misalnya, mengakibatkan air tercemar
(Hadi, 2007).
 Sinar matahari mempengaruhi keanekaragaman hayati pada ekosistem perairan. Sinar
matahari merupakan sebuah hal yang penting dari pengendalian ekosistem. Adanya sinar
matahari berpengaruh pada kandungan oksigen, kelembapan, uap air, dan suhu
lingkungan di sekitar ekosistem perairan (Hadi, 2007).

Kesimpulan

Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem perairan ialah variasi yang terdapat pada ekosistem
perairan satu dengan yang lain akibat adanya perbedaan abiotik yang menyebabkan jenis
makhluk hidup beradaptasi berbeda beda. Parameter pengukuran yang digunakan dalam
raktikum kali ini memakai parameter fisik, kimia dan biologi. Pada parameter fisik yang diamati
adalah warna, suhu, bau dan kekeruhan. Pada parameter kimia diukur nilai derajat keasaman
sampel. Pada parameter biologi diamati mikroorganisme yang terdapat dalam sampel tersebut.
Pada sampel air selokan warna air adalah hijau kecoklatan, airnya berbau, memiliki suhu 28ºC
airnya keruh, terdapat alga. Pada sampel air limbah tahu warna air adalah kekuningan, airnya
berbau menyengat, memiliki suhu 28ºC airnya keruh terdapat alga . Pada sampel air sungai
warna air adalah bening kecoklatan, airnya berbau, memiliki suhu 27ºC airnya keruh, terdapat
alga dan zooplankton. Pada sampel air kolam warna air adalah bening kekeruhan, airnya tidak
berbau, memiliki suhu 28ºC,airnya sedikit keruh dan terdapat alga atau ganggang.
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Jurusan THP
Kelas G
Kelompok G4