Anda di halaman 1dari 1

Pelayanan KB mendukung percepatan penurunan jumlah kematian

ibu dengan mencegah kehamilan 4 terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu
sering dan terlalu banyak) dan kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan
yang tidak diinginkan (KTD) ini dapat terjadi pada; PUS dengan unmet
need, kegagalan dan Drop Out (DO) KB; kasus perkosaan dan remaja seks
pra-nikah. Terjadinya kehamilan pada keadaan tersebut sering berakhir
dengan tindakan aborsi yang tidak aman (unsafe abortion) yang dapat
membahayakan nyawa ibu yang merupakan salah satu penyebab masih
tingginya jumlah kematian ibu.13
Pelaksanaan pelayanan KB di puskesmas perlu ditempatkan dalam
konteks kesehatan reproduksi, yang berarti program KB bukan semata-mata
bertujuan mengatasi masalah kependudukan, tetapi juga perlu untuk
pemenuhan hak reproduksi masyarakat dan individu terutama perempuan.13
Untuk menunjang dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan
dalam bidang KB maka para medis maupun kader harus sering
memperkenalkan atau menyebarluaskan informasi mengenai pemakaian
KB, dimana tujuan pemakaiannya merencanakan kelahiran seorang anak
sehingga kelak tidak memberatkan ekonomi keluarga. Perencanaan anak
menjadi penting karena terkait pula dengan masa depan anak yang menjadi
tanggung jawab orang tua berkaitan dengan pendidikan, gizi, bahkan dari
segi ekonomi keluarga.13