Anda di halaman 1dari 7

Nama Della Aulia Salma

NIM 175100107111030
Kelas D
Kelompok D5

C. Hasil Percobaan Dan Pengamatan :


1. Uji Molisch

a. Tuliskan data hasil uji Molisch

Senyawa Hasil Uji Keterangan


Glukosa + Cincin ungu ditengah-tengah batas sampel
Sukrosa - Ungu
Pati + Cincin ungu ditengah-tengah batas sampel

b. Bahas dan bandingkan data-data hasil uji Molisch dari beberapa sampel dalam percobaan ini!
Prinsip dari uji Molisch ialah adanya reaksi dehidrasi karbohidrat dengan asam sulfat dan
alfa naftol yang akan membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Asam sulfat berfungsi
mendehidrasi karbohidrat dan bereaksi dengan alfa naftol membentuk cincin fufural warna ungu.
Uji positif dari uji ini adalah terbentuknya cincin berwarna ungu.

Reaksi nya ialah:


Karbohidrat + H2SO4 Hidroksi metil furfural
Hidroksi metil furfural + α-naftol cincin furfural ungu

Mekanisme dari reaksi ini ialah karbohidrat dihidrolisis menjadi monosakarida. Heksosa
direaksikan dengan asam sulfat menjadi hidroksimetilfurfural, pereaksi molisch yang terdiri dari
alfa naftol akan bereaksi dengan hidroksimetilfurfural membentuk cincin furfural berwarna ungu.
Terbentuknya kompleks bewarna ungu ini karena pengaruh hasil dehidrasi monosakarida
(furfural) dengan α-naftol dari pereaksi Mollisch.

Analisa Prosedur
Langkah awal ialah menyiapkan alat dan bahan berupa tabung reaksi, pipet ukur 1 ml,
pipet tetes, bulb, rak tabung reaksi, reagen molisch, H2SO4, glukosa 5%, sukrosa 5%, pati 1%.
Setelah itu beri label pada tabung reaksi, Pertama-tama, memasukkan 1 ml sampel ke dalam
masing-masing tabung reaksi menggunakan pipet ukur. Kemudian masukkan tabung reaksi yang
berada di tabung reaksi ke dalam lemari asam, di dalam lemari asam setiap sampel di dalam
tabung reaksi di tetesi 2 tetes reagen molisch menggunakan pipet tetes dan dikocok dengan hati-
hati, setelah itu tambahkan 1 ml H2SO4 menggunakan pipet ukur 1 ml dan saat dimasukkan,
ujung pipet ukur harus menempel pada dinding tabung reaksi supaya H2SO4 mengalir dan tidak
menetes karena dapat menyebabkan ledakan. Mengamati perubahan yang terjadi pada sampel dan
mencatat hasil.
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Kelas D
Kelompok D5

Pembahasan sampel
Berdasarkan data hasil percobaan terdapat sampel yang menghasilkan hasil uji positif
yaitu sampel glukosa dan pati yang menghasilkan cincin ungu ditengah-tengah batas sampel,
sementara sukrosa menghasilkan warna ungu namun tidak membentuk cincin dan hasil uji
negative. Hal ini sudah sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa sukrosa, glukosa dan pati
merupakan suatu karbohidrat sehingga dapat bereaksi positif pada uji molisch. Warna ungu yang
terbentuk pada ketiga sampel tersebut disebabkan oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam
sulfat (H2SO4). Asam sulfat pekat bertugas menghidrolisis ikatan pada sakarida menghasilkan
furfural. Furfural ini kemudian bereaksi dengan alfa-naftol membentuk cincin warna ungu
(Sinaga,2012).

2. Uji Yodium

a. Tuliskan data hasil uji Yodium!


Senyawa Hasil Uji Keterangan
Dekstrin - Coklat tua
Sukrosa - Coklat muda pekat
Glukosa - Coklat muda
Pati + Biru kehitaman

b. Bahas dan bandingkan data-data hasil uji Yodium dari beberapa sampel dalam percobaan ini!

Prinsip dari uji yodium adalah larutan yodium dalam bentuk triiodida akan masuk ke
struktur helikal pada pati sehingga membentuk warna biru tua atau biru kehitaman. Hasil uji
positif sampel ditandai dengan adanya perubahan warna sampel menjadi biru tua.
Reaksi yang terjadi pada uji iodin ini adalah
H2O2(aq) + 3 I-(aq) + 2 H+ → I3- + 2 H2O
I3-(aq) + 2 S2O32-(aq) → 3 I-(aq) + S4O62-(aq)
Mekanisme yang terjadi pada uji iodin ini adalah KI akan membentuk kompleks triiodida
dalam air lalu masuk kedalam struktur helikal pati dan membentuk warna biru pekat.

Analisa Prosedur
Langkah awal ialah menyiapkan alat dan bahan berupa cawan petri, pipet tetes, kertas
hvs,larutan yodium 5 %, glukosa 5%, sukrosa 5%, pati 1% dan dekstrin 5 %. Gambar lingkaran
pada kertas hvs dan beri nama sampel, letakkan cawan petri diatas kertas yang telah diberi nama
sampel. Setelah itu meneteskan 1 tetes sampel di atas cawan petri. Kemudian ditambahkan 1 tetes
larutan yodium di atas masing-masing sampel. Mengamati perubahan warna yang terjadi dan
mencatat hasil
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Kelas D
Kelompok D5

Pembahasan Sampel
Berdasarkan data hasil percobaan. Pada sampel sukrosa dan glukosa berubah warna
menjadi coklat muda. Pada dekstrin berubah menjadi coklat kehitaman. Sedangkan pada sampel
pati sampel berubah warna menjadi biru kehitaman sehinnga menunjukkan hasil uji positif.
Hanya pati saja yang menghasilkan uji positif sementara glukosa, sukrosa dan dekstrin hasil
ujinya negative.
Berdasarkan literatur yang ada, sampel polisakarida akan menunjukkan hasil positif
dengan adanya indicator perubahan warna menjadi biru kehitaman. Pati termasuk dalam
golongan polisakarida yang memiliki rantai helikal lebih panjang sehingga makin banyak
senyawa iodin dalam helikal dan menimbulkan warna biru kehitaman (Sandjaja, 2009).

3. Uji Barfoed

a. Tuliskan data hasil Barfoed test!


Senyawa Hasil Uji Keterangan
Glukosa + Endapan merah bata
Laktosa
Fruktosa + Endapan merah bata
Maltosa + Endapan merah bata
Sukrosa - -

b. Bahas dan bandingkan data-data hasil uji Barfoed dari beberapa sampel dalam
percobaan ini!
Prinsip dari uji barfoed adalah monosakarida dan disakarida pereduksi dicampurkan dengan
reagen barfoed (campuran CuCH3COO dan CH3COOH) sehingga menghasilkan Cu2O berwarna
merah bata. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi monosakarida dan disakarida pereduksi
dalam suasana percobaan asam.
Reaksinya ialah
R-CHO + 2 Cu2+ + 2 H2O  R-COOH + Cu2O + 4 H+
Mekanisme dari uji barfoed ini adalah monosakarida dan Disakarida (gula pereduksi)
dicampurkan dengan reagen Barfoed (Cu2+ direaksikan dengan asam asetat dalam suasana asam
akan direduksi lebih cepat oleh gula reduksi dan menghasilkan Cu2O berwarna merah bata.
Reaksi pada monosakarida lebih cepat daripada senyawa disakarida karena pada senyawa
disakarida harus diubah dahulu menjadi monosakarida (Sinaga, 2012).

Analisa Prosedur
Langkah awal ialah menyiapkan alat dan bahan berupa tabung reaksi, rak tabung reaksi,
pipet ukur 1 ml, pipet tetes, bulb, gelas beaker 250 ml, penangas air, reagen barfoed, glukosa 5%,
fruktosa 5%, maltosa 5%, dan sukrosa 5%. Setelah itu beri label pada tabung reaksi, Pertama-
tama, memasukkan masing-masing 5 tetes sampel ke dalam tabung reaksi menggunakan pipet
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Kelas D
Kelompok D5

tetes. Lalu tambahkan 1 ml reagen barfoed ke dalam masing-masing tabung reaksi yang telah
berisi sampel. Mencatat dan memfoto sampel sebelum dipanaskan, lalu memanaskan setiap
tabung reaksi kedalam penangas air. Mengamati perubahan pada sampel yang terjadi dan
mencatat hasil.

Pembahasan sampel
Berdasarkan data hasil percobaan, sampel yang menghasilkan uji positif ialah glukosa,
fruktosa, dan maltose karena menghasilkan endapan merah bata. Sementara sukrosa tidak
mengalami perubahan warna saat dipanaskan sehingga hasil uji negative.
Hal tersebut sudah sesuai dengan literature yang menyatakan bahwa glukosa, fruktosa dan
maltose termasuk kedalam golongan monosakarida dan disakarida gula pereduksi sehinga ketika
diuji dengan reagen barfoed menghasilkan endapan Cu2O warna merah bata. Sukrosa bereaksi
negatif karena sukrosa tersusun atas glukosa dan fruktosa yang berikatan sehingga tidak lagi
terdapat gugus aldehid maupun keton yang bermutasi menjadi rantai terbuka serta tidak juga
terdapat gula pereduksi (Sinaga, 2012).

4. Uji Benedict

a. Tuliskan data hasil Benedict test!


Senyawa Hasil Uji Keterangan
Sebelum Setelah Pemanasan
Pemanasan

Glukosa Biru Merah bata +


Fruktosa Biru Merah bata +
Sukrosa Biru Biru -

b. Bahas dan bandingkan data-data hasil uji Benedict dari beberapa sampel dalam percobaan ini!
Prinsip dari uji benedict adalah larutan CuSO4 dalam suasana basa akan direaksikan
dengan gula pereduksi sehingga CuO tereduksi menjadi Cu2O berwarna merah bata. Tujuan dari
Uji Benedict adalah untuk mengidentifikasi gula pereduksi (monosakarida dan disakarida)

Reaksinya ialah

(James,2008).
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Kelas D
Kelompok D5

Mekanisme dari uji benedict ini ialah tembaga sulfat dalam reagen benedict akan bereaksi
dengan monosakarida dan gula pereduksi menghasilkan endapan warna merah bata,
monosakarida dan gula reduksi dapat bereaksi dengan reagen benedict karena mengandung
aldehid dan keton. Hasil positif ditunjukkan dengan perubahan warna larutan menjadi merah
bata.

Analisa Prosedur
Langkah awal ialah menyiapkan alat dan bahan berupa tabung reaksi, rak tabung reaksi,
penjepit tabung reaksi, pipet ukur 1 ml, pipet tetes, bulb, gelas beaker 250 ml, bunsen, korek api,
reagen benedict glukosa 5%, fruktosa 5%, dan sukrosa 5%. Pertama-tama memasukkan ke dalam
tabung reaksi masing-masing 2 tetes sampel menggunakan pipet tetes. Lalu menambahkan 1 ml
reagen benedict menggunakan pipet ukur 1 ml. Menyalakan bunsen dan memanaskan setiap
tabung reaksi di atas bunsen menggunakan penjepit tabung reaksi hingga terjadi perubahan warna
pada sampel dan mencatat hasil perubahan yang terjadi.

Pembahasan Sampel
Berdasarkan data hasil percobaan, sampel glukosa dan sampel fruktosa menghasilkan
endapan warna merah bata, sedangkan sampel sukrosa tidak mengalami perubahan warna. Hasil
uji positif pada glukosa dan fruktosa menghasilkan endapan merah bata. Hal ini sudah sesuai
dengan literatur glukosa dan fruktosa memiliki gugus pereduksi bebas sehingga dapat bereaksi
positif dalam uji benedict, sedangkan sukrosa tidak memiliki gugus pereduksi bebas karena
sukrosa terdiri dari glukosa dan fruktosa yang berikatan sehingga tidak ada gugus pereduksinya
(Rauter, 2016).
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Kelas D
Kelompok D5

PERTANYAAN
1. Bagaimana mengidentifikasi gula pereduksi sampel pada uji Benedict?

Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan
maltosa. Kehadiran gula pereduksi pada sampel ketika direaksikan dengan reagen benedict
ditandai dengan adanya endapan merah bata (Sinarga, 2012).

2. Bagaimana mengidentifikasi adanya pati dalam sampel dengan uji Yodium?

Untuk mengidentifikasi adanya pati dalam sampel ditandai dengan adanya perubahan warna pada
sampel menjadi biru kehitaman setelah sampel ditetesi reagen youdium. Adanya perubahan
warna pada sampel disebabkan karena dalam larutan pati terdapat unit-unit glukosa yang
membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya
(Winarno, 2008).
Nama Della Aulia Salma
NIM 175100107111030
Kelas D
Kelompok D5

KESIMPULAN

Tujuan dari praktikum kali ini ialah mengetahui prinsip dasar uji kualitatif karbohidrat dan
mengetahui perbedaan prinsip dari masing-masing metode yakni uji molisch, uji yodium, uji
barfoed, dan uji benedict.
Prinsip dari uji Molisch ialah adanya reaksi dehidrasi karbohidrat dengan asam sulfat dan alfa
naftol yang akan membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Prinsip dari uji yodium adalah
larutan yodium dalam bentuk triiodida akan masuk ke struktur helikal pada pati sehingga
membentuk warna biru tua atau biru kehitaman. Prinsip dari uji barfoed adalah monosakarida dan
disakarida pereduksi dicampurkan dengan reagen barfoed (campuran CuCH 3COO dan
CH3COOH) sehingga menghasilkan Cu2O berwarna merah bata. Prinsip dari uji benedict adalah
larutan CuSO4 dalam suasana basa akan direaksikan dengan gula pereduksi sehingga CuO
tereduksi menjadi Cu2O berwarna merah bata.
Berdasarkan data hasil percobaan. Pada uji molisch akan menunjukkan hasil uji positif jika
terdapat cincin ungu pada batas sampel, sampel yang menunjukkan hasil uji positif ialah glukosa
dan pati. Uji Yodium mengidentifikasi kandungan polisakarida pada suatu sampel. Jika dalam
suatu sampel positif mengandung polisakarida maka sampel akan berubah warna menjadi biru
kehitaman, hasil uji positif pada uji yodium ditunjukkan oleh sampel pati. Uji barfoed akan
menunjukkan hasil positif jika terbentuk endapan merah bata. Senyawa karbohidrat yang
menunjukkan hasil positif pada uji ini di antaranya glukosa,fruktosa dan maltosa. Uji benedict
akan menunjukkan hasil positif jika terdapat endapan merah bata. Sampel yang menunjukkan
hasil positif ditunjukkan oleh glukosa dan fruktosa.