Anda di halaman 1dari 8

Tugas 1

Nama : Marthin Lumban Gaol


NIM : 14S14009

1. Mengapa ekosistem digunakan sebagai dasar untuk melakukan kajian lingkungan?


Jawaban :
Ekosistem pada umumnya digunakan sebagai dasar dalam melakukan kajian lingkungan
karena ekosistem dapat diidentifikasi dalam sekala luas yang memiliki fungsi ekologis bila
dikaitkan dengan kehidupan flora, fauna, dan kehidupan manusia. Dari berbagai kepentingan
fungsi terhadap komponen ekologi tersebut maka terdapat beberapa fungsi yang dapat
diemban dari suatu ekosistem Berbagai fungsi tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Ekosistem lahan sesungguhnya memiliki potensi alami yang sangat peka terhadap
setiap sentuhan pembangunan yang merubah pengaruh perilaku air (hujan, air sungai,
dan air laut) pada bentang lahan itu.
b. Ekosiste lahan sesungguhnya bersifat terbuka untuk menerima dan meneruskan
setiap material (“slurry”) yang terbawa sebagai kandungan air, bak yang bersifat hara
mineral, zat atau bahan beracun maupun energy lainnya, sehingga membahayakan.
c. Ekosistem lahan sesungguhnya berperan penting dalam mengatur keseimbangan
hidup setiap ekosistem darat di hulu dan sekitarnya serta setiap ekosistem kelautan
di hilirnya.
Bertolak dari pemahanan akan arti penting fungsi-fungsi ekologis maupun fungsi ekonomi
yang diperankan oleh ekosistem lahan itu, maka upaya untuk melestarikan keberadaan mutu
dan fungsi ekosistem lahan patut di realisasikan.

2. Apakah yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan dan pembangunan berwawasan


lingkungan?
Jawaban :
 Pencemaran lingkungan adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi dan atau
komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga
melampaui baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.
 Pembangunan berwawasan lingkungan Pembangunan berwawasan lingkungan
merupakan usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan
memerhatikan faktor lingkungan yang bertujuan untuk merupakan agar masyarakat
yang memanfaatkan sumber daya alam tidak merusak lingkungan. Untuk itu dalam
pengelolaan sumber daya alam perlu memerhatikan keadaan lingkungan agar
ekosistem lingkungan tidak terganggu

3. Apakah yang dimaksud dengan ANDAL, PIL, PEL, SEL, RKL dan RPL
Jawaban :
 ANDAL adalah dokumen yang berisi telaahan secara cermat terhadap dampak
penting dari suatu rencana kegiatan.
 PIL (Penyajian Informasi Lingkungan) adalah suatu proses untuk memperkirakan
kemungkinan terjadinya dampak yang akan digunakan untuk menetapkan apakah
proyek yang diusulkan tersebut perlu Andal atau tidak. Perundangan di indonesia
menyebutkan bahwa PIL adalah suatu telaahan secara garis besar tentang rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan; rona lingkungan tempat kegiatan, kemungkinan
timbulnya dampak lingkungan oleh kegiatan tersebut dan rencana tindakan
pengendalian dampak negatifnya.
 PEL (Penyajian Evaluasi Lingkungan) adalah suatu aktivitas penelaahaan seperti PIL,
hanya bedanya PEL dilakukan pada proyek yang sudah berjalan sedang PIL dilakukan
pada proyek yang masih dalam perencanaan.
 SEL (Studi Evaluasi Lingkungan) adalah analisis dampak lingkunan yan dilakukan pada
proyek atau aktivitas manusia yang sudah berjalan. Dalam analisis ini rona
lingkungan sebelum proyek berjalan sudah tidak dapat dijumpai.
 RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah, mengendalikan
dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup yang bersifat negatif serta
memaksimalkan dampak positif yang terjadi akibat rencana suatu kegiatan.
 RPL adalah dokumen yang memuat program-program pemantauan untuk melihat
perubahan lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak yang berasal dari
rencana kegiatan yang akan digunakan untuk mengevaluasi efektifitas upaya-upaya
pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan.

4. Jelaskan langkah-langkah proses AMDAL.


Jawaban :
 Proses Penapisan
Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi wajib AMDAL adalah proses
untuk menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau
tidak. Di Indonesia, proses penapisan dilakukan dengan sistem penapisan satu
langkah.
Ketentuan apakah suatu rencana kegiatan perlu menyusun dokumen AMDAL atau
tidak dapat dilihat pada Keputusan Menteri Negara LH Nomor 17 Tahun 2001 tentang
Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib dilengkapi dengan AMDAL.
 Proses Pengumuman
Setiap rencana kegiatan yang diwajibkan untuk membuat AMDAL wajib
mengumumkan rencana kegiatannya kepada masyarakat sebelum pemrakarsa
melakukan penyusunan AMDAL. Pengumuman dilakukan oleh instansi yang
bertanggung jawab dan pemrakarsa kegiatan.
Tata cara dan bentuk pengumuman serta tata cara penyampaian saran, pendapat dan
tanggapan diatur dalam Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000 tentang
Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL.
 Proses Pelingkupan
Pelingkupan merupakan suatu proses awal (dini) untuk menentukan lingkup
permasalahan dan mengidentifikasi dampak penting (hipotetis) yang terkait dengan
rencana kegiatan.
Tujuan pelingkupan adalah untuk menetapkan batas wilayah studi, mengidentifikasi
dampak penting terhadap Iingkungan, menetapkan tingkat kedalaman studi,
menetapkan lingkup studi, menelaah kegiatan lain yang terkait dengan rencana
kegiatan yang dikaji. Hasil akhir dan proses pelingkupan adalah dokumen KA-ANDAL.
Saran dan masukan masyarakat harus menjadi bahan pertimbangan dalam proses
pelingkupan.
 Proses penyusunan dan penilaian KA-ANDAL
Setelah KA-ANDAL selesai disusun, pemrakarsa dapat mengajukan dokumen kepada
Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal
penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk
memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
 Proses penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL
Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang
telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL). Setelah selesai disusun, pemrakarsa
dapat mengajukan dokumen kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan
peraturan, lama waktu maksimal penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar
waktu yang dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali
dokumennya.

5. Dokuman AMDAL terdiri dari KA-ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL. Jelaskan masing-masing
dokumen tersebut, arti dokumen, isi masing-masing dokumen, maksud dan tujuan
dokumen-dokumen tersebut.
Jawaban :
 KA-ANDAL ( Kerangka Acuan – Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah ruang
lingkup studi analisis dampak lingkungan hidup yang merupakan hasil pelingkupan
yang disepakati oleh pemrakarsa/penyusun AMDAL dan Komisi AMDAL.
Isi dokumen : Isi dokumen berupa izin tata ruang, izin prinsip lokasi, peta-peta
terkait,dll.
Tujuan :
 Merumuskan lingkup dan kedalaman studi ANDAL
 Mengarahkan studi ANDAL agar berjalan secara efektif dan efisien sesuai
dengan biaya, tenaga, dan waktu yang tersedia
Fungsi dokumen KA-ANDAL :
Sebagai rujukan penting bagi pemrakarsa, instansi yang membidangi rencana usaha
atau kegiatan, dan penyususnan studi AMDAL tentang lingkup dan kedalaman studi
ANDAL yang akan dilakukan dan Sebagai salah satu rujukan bagi penilai dokumen
ANDAL untuk mengevaluasi hasil studi ANDAL.
 ANDAL adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan
penting suatu rencana usaha dan atau kegiatan (PP.No.27 Th 1999 pasal 1)
Isi dokumen :Berisi tentang hasil identifikasi, prediksi, evaluasi, dan mitigasi terhadap
dampak lingkungan dari rencana usaha atau kegiatan.
Tujuan :
 Mengidentifikasi rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan,
terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan
hidup.
 Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena
dampak besar dan penting.
 Memprakirakan dan mengevaluasi rencana usaha dan atau kegiatan yang
menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
 Merumuskan RKL dan RPL
Fungsi pedoman penyusunan : Pedoman penyusunan ANDAL digunakan sebagai dasar
penyususnan ANDAL baik AMDAL kegiatan tunggal, AMDAL kegiatan
terpadu/multisektor maupun AMDAL kegiatan dalam kawasan.
 RKL ( Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup ) adalah dokumen yang memuat upaya-
upaya mencegah, mengendalikan, dan mengulangi dampak besar yang penting,
lingkungan hidup yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif yang timbul
sebagai akibat dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan.
Isi dokumen : berisikan upaya dari si pemrakarsa untuk meminimalisir dampak
lingkungan
Tujuan :
 Pengelolaan Lingkungan yang bertujuan untuk menghindari dan mencegah
dampak negatif lingkungan hidup melalui pemilihan atas alternatif, tata letak
(tata ruang mikro) lokasi, dan rancang bangun proyek.
 Pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menanggulangi,
meminimisasi, atau mengendalikan dampak negatif baik yang timbul disaat
usaha dan atu kegiatan beroperasi, maupun hingga saat usaha dan atau
kegiatan berakhir ( misalnya : rehabilitasi lokasi proyek)
 Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat meningkat dampak positif
sehingga dampak tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik
kepada pemrakarsa maupun pihak lain terutama masyarakat yang turut
menikmati dampak positif tersebut.
 Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat memberikan pertimbangan
ekonomi lingkungan sebagai dasar untuk memberikan kompensasi atas
sumber daya tidak dapat pulih, hilang atau rusak (baik dalam arti sosial
ekonomi dan atau ekologi) sebagai dasar untuk memberikan kompensasi atas
sumber daya tidak dapat pulih, hilang atau rusak (baik dalam arti sosial
ekonomi dan atau ekologi) sebagai akibat usaha dan atau kegiatan
 RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup) adalah upaya pemantauan komponen
lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting akibat dari rencana usaha
dan atau kegiatan.
Isi dokumen :
 Dampak yang dipantau
 Sumber dampak
 Parameter yang dipantau
 Tujuan pemantauan lingkungan hidup
 Metode pemantauan lingkungan hidup
 Lokasi pengelolaan lingkungan hidup
 Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup
 Institusi pemantauan lingkungan hidup
 Pelaporan hasil pemantauan lingkungan hidup
Tujuan :RPL digunakan untuk memahami fenomena-fenomena yang terjadi pada
berbagai tingkatan, mulai dari tingkat proyek ( untuk memahami perilaku dampak
yang timbul akibat usaha dan atu kegiatan), sampai ketingkat kawasan atau bahkan
regional tergantung pada skala keacuhan terhadap masalah yang dihadapi.

6. Jelaskan kurun waktu penyusunan AMDAL, batas waktu legalisasi dan masa berlaku
dokumen AMDAL.
Jawaban :
Kurun waktu penyusunan AMDAL adalah, berdasarkan waktu prosedur pembuatan AMDAL,
seperti proses penentuan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL. Proses
penilaian oleh Komisi penilai AMDAL, lama waktu penilaian 75 hari dan proses penyusunan
ANDAL,RKL dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA- ANDAL yang telah disepakati hasil
penilaian komisi AMDAL. Proses penilaian ANDAL,RKL,RPL adalah 75 hari.
Batas Waktu berlakunya dokumen AMDAL: pada dasarnya dokumen AMDAL berlaku
sepanjang umur usaha atau kegiatan. Namun, dokumen AMDAL dinyatakan kadaluarsa
apabila kegiatan fisik utama suatu rencana usaha atau kegiatan tidak dilaksanakan dalam
jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak diterbitkannya keputusan kelayakan lingkungannya.

7. Sebutkan minimal 5 penyebab pemanasan global dan dampak yang ditimbulkan oleh
pemanasan global.
Jawaban :
 Meningkatnya gas karbon monoksida dari kendaraan bermotor
Penyebab pemanasan global ini disebabkan oleh aktivitas manusia sendiri, semakin
padat nya penduduk yang ada di seluruh dunia dan populasi manusia terus
bertamabah maka jumlah kendaraan bermotor juga akan selalu bertambah.
Efek kendaraan bermotor sangat berpengaruh bagi pemanasan global karena gas
yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor adalah gas karbon monoksida yang sangat
berbahaya bagi kesehatan manusia serta gas karbon monoksida juga menyebabkan
efek rumah kaca.
 Boros nya pemakaian listrik
Boros menggunakan listrik juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Karena adanya penguapan pada listrik jika listrik terlalu sering digunakan. Seharusnya
pemakaian listrik digunakan secara efisien sesuai dengan keperluan sehingga tidak
menyebabkan pemanasan global, walaupun tidak terlalu berpengaruh namun bisa
menambah gas karbondioksida sehingga cepat terjadinya pemanasan global. Tak
heran di sepanjang jalan pernah kita lihat ada kampanye di tv atau di jalanan yang
menghimbau untuk hemat listrik. Karena walaupun sedikit pengaruhnya jika semakin
banyak justru akan merusak lingkungan sekitar dan merugikan diri sendiri membuat
lingkungan sekitar menjadi tercemar.
 Konsep rumah modern
Konsep rumah modern akan menyebabkan pemanasan global. Karena perkembangan
di dunia ini semakin berkembang, manusia lebih memilih untuk mendesain rumah
yang banyak terdiri dari kaca. Hal ini menyebabkan cahaya matahari akan memantul
ke udara lagi sehingga hal tersebut dapat menimbulkan efek rumah kaca, karena
cahaya yang mengenai bangunan tidak akan menyerap cahaya sehingga cahaya akan
dipantulkan lagi ke udara yang akan menyebabkan pengaruh lebih cepat terjadinya
pemanasan global.
 Kekurangan pepohonan
Kekurangan pepohonan dapat menimbulkan pemanasan global, karena pepohonan
juga dapat membantu untuk mengatasi suhu panas dan menghirup karbondioksida
yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Pepohonan memiliki fungsi penting
bagi lingkungan, karena pohon bisa membuat lingkungan menjadi sejuk, mengurangi
polusi, dan jauh dari pencemaran udara.
Setelah kita sudah menjelaskan mengenai penyebab pemanasan global. Kita akan
mengulas juga mengenai dampak yang akan ditimbulkan karena adanya pemanasan
global.
 Luas hutan yang semakin menurun
Luas hutan yang semakin menurun juga menyebabkan pemanasan global, karena
seringnya ada pembakaran hutan yang secara liar membuat lahan hutan semakin
berkurang. Karena hutan yang berperan penting sekali unutk makhluk hidup, hutan
merupakan paru-paru dunia.
Efek hutan yang semakin berkurang adalah cuaca semakin memburuk karena tidak
ada yang membantu karbondioksida menjadi oksigen, pernafasan pun menjadi
terganggu karena cuaca yang kurangnya masukan oksigen sehingga menyebabkan
terjadinya pencemaran udara.

8. Perhatikan lingkungan sekitar saudara, masalah lingkungan apa saja yang terjadi dan
bagaimana upaya saudara mengatasi masalah tersebut.
Jawaban :
Adapun masalah lingkungan yang ada di sekitar saya yakni masih adanya sampah berserakan
di jalan raya dan saluran drainase yang tidak memadai sehingga pada proses pembuangan
limbah masih bermuara di Danau Toba sehingga Danau Toba tercemar.
Upaya saya mengatasi permasalahan ini yakni:
 Melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai sampah di jalan, dan
mengupayakan untuk menghimbau agar masyakat yang melintasi jalan tersebut
untuk membuang sampah ke tempat yang disediakan
 Mengirim masukan ke pemerintah setempat melalui dinas terkait untuk melakukan
pembangunan saluran drainase yang memadai dan tidak bermuara ke Danau Toba,
melainkan mengupayakan untuk mendaur ulang limbah itu sehingga limbah tersebut
dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar
 Mengajak masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan di Danau Toba.

9. Apa yang saudara ketahui tentang hujan asam dan efek rumah kaca? Bagaimana efek
yang ditimbulkan oleh hujan asam dan efek rumah kaca?
Jawaban :
 Hujan asam
Hujan asam adalah segala jenis hujan yang memiliki pH dibawah 5,6 yangterjadi akibat
pencemaran udara. Pencemaran udara ini dapat terjadi secara alami maupun akibat
aktivitas manusia. Udara yang tercemar mengandung bahan-bahan antara lain karbon
monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), Hidrocarbon (HC), karbon dioksida (CO2),
sulfur dioksida (SO2), dan lain-lain. Hujan yang dimaksud disini bukan hanya hujan
yang turun sebagai butiran air saja tetapi dapat berupa salju maupun kabut. Istilah
hujan asam juga digunakan sebagai istilah umum untuk mendeskripsikan semua
material asam baik kering maupun basah yang jatuh dari atmosfer. Sehingga dikenal
adanya deposisi basah dan deposisi kering.
 Efek rumah kaca
Efek rumah kaca adalah akibat efek panas yang dipantulkan ke permukaan bumi yang
terperangkap oleh gas-gas yang ada di lapisan atmosfer sehingga mengalami
pemberhentian dan tidak dapat diteruskan kembali ke luar angkasa dan akibatnya
akan panas cahaya matahari tersebut akan dipantulkan kembali ke permukaan bumi.
Efek rumah kaca juga memberikan manfaat bagi bumi serta makhluk hidup yang ada
di bumi, namun jika pemanasan global terlalu berlebihana akan mengakibatkan efek
yang tidak baik bagi kehidupan makhluk hidup yang ada dibumi.

10. Jelaskan karakterisasi limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) menurut PP 74/2001.
Jawaban :
 mudah meledak (explosive);
 pengoksidasi (oxidizing);
 sangat mudah sekali menyala (extremely flammable);
 sangat mudah menyala (highly flammable);
 mudah menyala (flammable);
 amat sangat beracun (extremely toxic);
 sangat beracun (highly toxic);
 beracun (moderately toxic);
 berbahaya (harmful);
 korosif (corrosive);
 bersifat iritasi (irritant);
 berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment);
 karsinogenik (carcinogenic);
 teratogenik (teratogenic);
 mutagenik (mutagenic).
DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan
Berbahaya dan Beracun

Ilmugeografi.com (https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/iklim/penyebab-pemanasan-global)

Samhis Setiawan – gurupendidikan.co.id (http://www.gurupendidikan.co.id/pembangunan-


berwawasan-lingkungan-pengertian-hakikat-tujuan-ciri/)

E-journal Universitas Atmajaya Yogyakarta (http://e-journal.uajy.ac.id/7291/2/HK110482.pdf)

Yulianti Azza – Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Blog(http://analisis-dampak-lingkungan-


amdal.blogspot.co.id/2014/02/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html)

Open Courseware UI:


(http://ocw.ui.ac.id/pluginfile.php/388/mod_resource/content/0/naskah%20sesi%20910-
AMDAL.pdf)

Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat: (http://dlh.jabarprov.go.id/index.php/faq/119-amdal/173-


bagaimana-prosedur-amdal)

Triansyah – Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)


(https://triansyah05.wordpress.com/2015/01/06/analisis-dampak-lingkungan-amdal/)

Trainingproper – Prosedur Amdal (http://www.trainingproper.com/prosedur-amdal/)

Pusat Sumber Belajar IPA Online – (https://prodiipa.wordpress.com/kelas-vii/hujan-asam/c-apakah-


itu-hujan-asam/)