Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

RUMAH SEHAT

1. Pokok bahasan: Pentingnya Rumah Sehat


2. Sub pokok bahasan:
a. Pengertian Rumah Sehat
b. Apa Saja Parameter Rumah Sehat
c. Apa Saja Kriteria Rumah Sehat
d. Manfaat Rumah Tangga Sehat
e. Bagaimana Cara Menjaga Rumah Tetap Sehat
3. Sasaran : Masyarakat Desa Ambuulanu Kecamatan Pondidaha
4. Waktu : 30 menit
5. Tempat : Rumah Warga
6. Hari/tanggal : Senin, 10 April 2017
7. Tujuan penyuluhan:
a. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya dan manfaat rumah tangga sehat
pada masyarakat sehingga lingkungan dan rumah warga tetap terjaga sehat
b. Tujuan intruksional khusus
- Menjelaskan Pengertian Rumah Sehat
- Menjelaskan Parameter Rumah Sehat
- Menjelaskan Apa saja Kriteria Rumah Sehat
- Menjelaskan Manfaat Rumah Tangga Sehat
- Menjelaskan Bagaimana Cara Menjaga Rumah Tetap Sehat

8. Kegiatan

No Langkah- Wa ktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan sasaran


langkah
1. Pendahuluan 3’ a. Memberikan salam a. Menjawab salam
b. Memperkenalkan diri b. Menjawab pertanyaan
c. Menjelaskan maksud
dan tujuan

2. Penyajian 10’ a. Menjelaskan Pengertian Mendengarkan dengan


Rumah Sehat seksama
b. Menjelaskan Apa saja
Kriteria Rumah Sehat
c. Menjelaskan Manfaat
Rumah Tangga Sehat
d. Menjelaskan
Bagaimana Cara
Menjaga Rumah Tetap
Sehat
3. Evaluasi 10’ a. Tanya jawab Partisipasi aktif
b. Menanyakan kembali
4. Penutup 2’ Memberi salam Menjawab salam

9. Metode : Ceramah dan tanya jawab


10. Media : Leaflet
11. Materi : terlampir
12. Evaluasi :
Melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan secara langsung disesuaikan
dengan tujuan pemberian informasi. Adapun beberapa hal yang dapat ditanyakan
dalam proses evaluasi adalah :
1. Pengertian rumah sehat
2. Parameter rumah sehat
3. Kriteria rumah sehat
3. Manfaat rumah tangga sehat
4. Menjaga rumah tetap sehat

Lampiran
RUMAH SEHAT

A. Pengertian Rumah Sehat


Rumah sehat adalah rumah yang layak dihuni, tidak harus berwujud rumah
mewah dan besar sehingga penghuni/masyarakat mmperoleh derajat kesehatan yang
optimal. Rumah sehat dapat diartikan sebagai tempat berlindung, bernaung, dan tempat
untuk beristirahat, sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik,
rohani, maupun sosial
B. Parameter Rumah Sehat
Kepmenkes RI No. 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan
perumahan. Dalam penilaian rumah sehat menurut Kepmenkes tersebut diatas,
parameter rumah yang dinilai meliputi ling kup 3 (tiga) kelompok komponen
penilaian, yaitu : (1) kelompok komponen rumah, meliputi langit-langit, dinding,
lantai, jendela kamar tidur, jendela kamar keluarga, dan ruang tamu, ventilasi, sarana
pembuangan asap dapur, pencahayaan; (2) kelompok sarana sanitasi, meliputi sarana
air bersih, sarana pembuangan kotoran, sarana pembuangan air limbah, dan sarana
pembuangan sampah; dan (3) kelompok perilaku penghuni, meliputi perilaku
membuka jendela kamar tidur, membuka jendela ruang keluarga dan tamu,
membersihkan halaman rumah, membuang tinja bayi/anak ke kakus, dan membuang
sampah pada tempatnya.
C. Kriteria Rumah Sehat
Kriteria rumah sehat yang diajukan oleh dalam Entjang (2000) dan Wicaksono
(2009) yang dikutip dari Winslow antara lain:
1. Harus dapat memenuhi kebutuhan fisiologis
2. Harus dapat memenuhi kebutuhan psikologis
3. Harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan
4. Harus dapat menghindarkan terjadinya penularan penyakit
Hal ini sejalan dengan kriteria rumah sehat menurut American Public Health
Asociation (APHA), yaitu:
1. Memenuhi kebutuhan dasar fisik
Sebuah rumah harus dapat memenuhi kebutuhan dasar fisik, seperti:
a. Rumah tersebut harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat dipelihara atau
dipertahankan temperatur lingkungan yang penting untuk mencegah
bertambahnya panas atau kehilangan panas secara berlebihan. Sebaiknya
temperatur udara dalam ruangan harus lebih rendah paling sedikit 4°C dari
temperatur udara luar untuk daerah tropis. Umumnya temperatur kamar 22°C -
30°C sudah cukup segar.
b. Rumah tersebut harus terjamin pencahayaannya yang dibedakan atas cahaya
matahari (penerangan alamiah) serta penerangan dari nyala api lainnya
(penerangan buatan). Semua penerangan ini harus diatur sedemikian rupa
sehingga tidak terlalu gelap atau tidak menimbulkan rasa silau.
c. Rumah tersebut harus mempunyai ventilasi yang sempurna sehingga aliran
udara segar dapat terpelihara. Luas lubang ventilasi tetap, minimum 5% dari
luas lantai ruangan, sedangkan luas lubang ventilasi insidentil (dapat dibuka
dan ditutup) minimum 5% luas lantai sehingga jumlah keduanya menjadi 10%
dari luas lantai ruangan. Ini diatur sedemikian rupa agar udara yang masuk
tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit.
d. Rumah tersebut harus dapat melindungi penghuni dari gangguan bising yang
berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan baik langsung
maupun dalam jangka waktu yang relatif lama. Gangguan yang dapat muncul
antara lain gangguan fisik seperti kerusakan alat pendengaran dan gangguan
mental seperti mudah marah dan apatis.
e. Rumah tersebut harus memiliki luas yang cukup untuk aktivitas dan untuk
anak-anak dapat bermain. Hal ini penting agar anak mempunyai kesempatan
bergerak, bermain dengan leluasa di rumah agar pertumbuhan badannya akan
lebih baik, juga agar anak tidak bermain di rumah tetangganya, di jalan atau
tempat lain yang membahayakan.
2. Memenuhi kebutuhan dasar psikologis
Rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat terpenuhi kebutuhan dasar
psikologis penghuninya, seperti:
a. Cukup aman dan nyaman bagi masing-masing penghuni.Adanya ruangan
khusus untuk istirahat bagi masing-masing penghuni, seperti kamar tidur untuk
ayah dan ibu. Anak-anak berumur di bawah 2 tahun masih diperbolehkan satu
kamar tidur dengan ayah dan ibu. Anak-anak di atas 10 tahun laki-laki dan
perempuan tidak boleh dalam satu kamar tidur. Anak-anak di atas 17 tahun
mempunyai kamar tidur sendiri.
b. Ruang duduk dapat dipakai sekaligus sebagai ruang makan keluarga, dimana
anak-anak sambil makan dapat berdialog langsung dengan orang tuanya.
c. Dalam memilih letak tempat tinggal, sebaiknya di sekitar tetangga yang
memiliki tingkat ekonomi yang relatif sama, sebab bila bertetangga dengan
orang yang lebih kaya atau lebih miskin akan menimbulkan tekanan batin.
d. Dalam meletakkan kursi dan meja di ruangan jangan sampai menghalangi lalu
lintas dalam ruangan.
e. W.C. (Water Closet) dan kamar mandi harus ada dalam suatu rumah dan
terpelihara kebersihannya. Biasanya orang tidak senang atau gelisah bila terasa
ingin buang air besar tapi tidak mempunyai W.C. sendiri karena harus antri di
W.C. orang lain atau harus buang air besar di tempat terbuka seperti sungai atau
kebun.
f. Untuk memperindah pemandangan, perlu ditanami tanaman hias, tanaman
bunga yang kesemuanya diatur, ditata, dan dipelihara secara rapi dan bersih,
sehingga menyenangkan bila dipandang.
3. Melindungi dari penyakit
Rumah tersebut harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat melindungi
penghuninya dari kemungkinan penularan penyakit atau zat-zat yang
membahayakan kesehatan. Dari segi ini, maka rumah yang sehat adalah rumah
yang di dalamnya tersedia air bersih yang cukup dengan sistem perpipaan seperti
sambungan atau pipa dijaga jangan sampai sampai bocor sehingga tidak tercemar
oleh air dari tempat lain. Rumah juga harus terbebas dari kehidupan serangga dan
tikus, memiliki tempat pembuangan sampah, pembuangan air limbah serta
pembuangan tinja yang memenuhi syarat kesehatan.
4. Melindungi dari kemungkinan kecelakaan
Rumah harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat melindungi penghuni dari
kemungkinan terjadinya bahaya atau kecelakaan. Termasuk dalam persyaratan ini
antara lain bangunan yang kokoh, tangga yang tidak terlalu curam dan licin,
terhindar dari bahaya kebakaran, alat-alat listrik yang terlindung, tidak
menyebabkan keracunan gas bagi penghuni, terlindung dari kecelakaan lalu lintas,
dan lain sebagainya (Azwar, 1990; CDC, 2006; Sanropie, 1989).
D. Manfaat Rumah Tangga Sehat
1. Manfaat Bagi Rumah Tangga :
a. Setiap anggota keluarga menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit.
b. Anak-anak akan tumbuh sehat dan cerdas, sehingga kualitas generasi penerus
lebih bermutu.
c. Anggota keluarga lebih giat bekerja, berarti produktifitas kerja bisa
ditingkatkan.
d. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi
keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
2. Manfaat Bagi Masyarakat :
a. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat secara mandiri dan
menyeluruh
b. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan
disekitarnya
c. Masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan kesehatan yang ada.
d. Masyarakat mampu mengembangan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat
(UKBM) seperti posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans
desa dan lain-lain.
E. Menjaga Rumah Tetap Sehat
1. Sapu rumah setiap hari
2. Bersihkan sarang laba-laba minimal seminggu sekali
3. Buka jendela setiap hari agar udara bisa keluar masuk
4. Cuci lantai rumah (pel) minimal seminggu sekali
5. Buang sampah pada tempatnya
6. Taruhlah barang-barang pada tepatnya, jangan berserakan

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. 2 Manfaat Utama Rumah Tngga Sehat. http://puskelinfo.wordpress.
com/2009/11/18/2-manfaat-utama-rumah-tangga-sehat/, diperoleh tanggal 24
Januari 2012.
Prabu. 2009. Rumah Sehat. http://putraprabu.wordpress.com/2009/01/03/rumah-sehat/,
diperoleh tanggal 24 Januari 2012.
P2KP. 2010. Tentang Rumah Sehat. http://www.p2kp.org/wartadetil.asp?mid
=3049&catid=2&, diperoleh tanggal 24 Januari 2012.
Tarigan. 2011. BAB II Tinjauan Pustaka. repository.usu.ac.id/bitstream/
123456789/22479/.../Chapter%20II.pdf, diperoleh tanggal 24 Januari 2012.