Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

REMATIK

A. Kegiatan
Penyuluhan kesehatan tentang penyakit rematik

B. Tujuan
1.Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan peserta mengerti dan
mengenal tentang penyakit rematik
2.Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta dapat :
a. Mengerti dan memahami pengertian penyakit rematik
b. Mengerti dan memahami penyebab penyakit rematik
c. Mengerti dan memahami tanda dan gejala penyakit rematik
d. Mengerti dan memahami penanganan pada penyakit rematik
e. Mengerti dan memahami pencegahan penyakit rematik

C. Sasaran
Lansia yang mempunyai keluhan/penyakit rematik

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. Media dan Alat


Leaflet

F. Waktu
Hari/Tanggal : jukmat, 21 april 2017
Waktu : 09.00 wit – 09.30 wit
Tempat : WISMA RAMAI, PSTW “MANULA” KENDARI

G. Pelaksanaan
No Kegiatan Pendidik Peserta Waktu
1 Pembukaan  Memberi salam  Menjawab salam 5 menit
 Menjelaskan  Mendengarkan dan
tujuan memperhatikan

2 Kegiatan inti  Menjelaskan  Mendengarkan dan 15 menit


pengertian memperhatikan
penyakit remathoid  Mendengarkan dan

arthritis memperhatikan

 Menjelaskan  Mendengarkan dan

penyebab penyakit memperhatikan

remathoid arthritis  Mendengarkan dan

 Menjelaskan tanda memperhatikan

dan gejala penyakit  Mendengarkan dan

remathoid arthritis memperhatikan

 Menjelaskan
penanganan pada
penyakit remathoid
arthritis
 Menjelaskan
pencegahan
penyakit remathoid
arthritis
3 Penutup  Tanya jawab  Bertanya dan 10 menit
 Menutup dan menjawab
mengucapkan  Menjawab salam
salam

H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Standar
 Kesiapan peserta mengikuti penyuluhan tentang penyakit rematik
 Media dan alat dipahami.
 Tempat sesuai dengan kegiatan.
2. Evaluasi Proses
 Kegiatan penyuluhan dilakukan sesuai dengan waktu yang direncanakan.
 Perawat dan peserta kooperatif dan aktif dalam mengikuti penyuluhan.
3. Evaluasi Akhir
Setelah mengikuti penyuluhan maka peserta akan dapat:
 Menjelaskan kembali tentang pengertian penyakit rematik
 Menjelaskan kembali tentang penyebab penyakit rematik
 Menjelaskan kembali tentang tanda dan gejala penyakit rematik
 Menjelaskan kembali tentang penanganan pada penyakit rematik
 Menjelaskan kembali tentang pencegahan penyakit rematik

Lampiran
MATERI
REMATIK (RHEUMATOID ARTHRITIS)
A. Definisi
Rematik merupakan penyakit yang menyerang anggota gerak, yaitu sendi,
otot, tulang dan jaringan sekitar sendi.
B. Etiologi
Sampai sekarang ini penyebab pasti masih belum diketahui tetapi ada
yang mengatakan karena mycoplasma, virus dan sebagainya. Tetapi ada
beberapa pendapat yang menyebutkan bahwa penyebab rematik terdiri dari:
 Primer : Keturunan dan ketidakseimbangan hormon
 Sekunder : Mengkonsumsi makanan tinggi purin, obat-obatan dan
alkohol,
C. Patofisiologi
Proses patofisiologi yang rumit pada rheumatoid arthritis adalah reaksi
tipe II (imune compleks) dan tipe IV (sel mediated). Jika tidak dapat dicegah,
perubahan patologik pada rematoid arthritis melalui 4 tahap, yaitu: synovitis,
pannus formation, fibrous ankylosis dan bony ankylosis.
Tahap 1:
Melibatkan sendi yang mengalami imflamasi dengan tipe inflamasi yang
proliferative (berkembang buak), yang berawal dalam kapsul sendi, terutama
di dalam membran sinovial (synovitis). Jaringan mengental dalam edema dan
kongesti.

Tahap 2:
Panus berkembang secara bertahap. Lapisan jaringan yang terinflamasi ini
menghasilakn jaringan yang berisi butiran halus yang berasal dari membran
synovial berlanjut sampai ke permukaan sendi di bagian dalam sendi. Sendi ini
jadi terlihat kemerah-merahan, kasar dan melekat rapat sekali dengan dasar
kartilago oleh pernyerbuan dan pemecahan, dengan mengganggu nutrisi
kartilago. Bertambahnya kerusakan memungkinkan terjadinya butiran halus
pannus yang berkembang pada area yang berekatan dan dalam tulang
suchondrial, dengan lebih parah lagi merusak/ menghancurkan kapsul sendi
sebuah tulang subchondrial.
Tahap 3:
Fibrous ankylosis, dengan subluxation dan penyimpangan dari sendi yang
dipengaruhi, jaringan yang berisi butiran halus menjadi di serang dengan
jaringan kasar fibrous dan diubah menjadi jaringan parut (scar) yang
menghambat atau mencegah pergerakan sendi.

Tahap 4:
Bony ankylosis (penyatuan tulang yang tetap) itu bisa berkembang seperti
jaringan fibrous mengeras dan mengubahnya menjadi jaringan osseous.

D. Tanda dan Gejala


Sebagai pedoman umum yang dipakai kriteria dari ARA (American
Reumatism Assosiation) untukmenegakkan diagnosa adalah:
1. Adanya rasa kaku pada pagi hari (morning stiffness), penderita merasa
kaku dari bangun tidur sampai sekurang-kurangnya 2 jam bahkan kadang-
kadang sampai jam 11 rasa kaku tersebut mulai berkurang
2. Pembangkakan pada jaringan lunak (soft tissue swelling) bukan
pembesaran tulang (Hyper ostosis) berlangsung sekurang-kurangnya 6
minggu.
3. Nyeri sendi yang terkena bila digerakkan (joint terdenness on moving)
sekurang-kurangnya didapati satu sendi.
4. Nyeri pada sendi bila digerakkan (pada sendi terkena), sekurang-
kurangnya pada sebuah sendi yang lain.
5. Poli arthritis yang simetris dan serentak (symetrical poliarthritis
simultaneously), serentak disini diartikan jarak antara sakit pada satu sendi
disusul oleh sendi yang lain harus kurang dari 6 minggu.
6. Didapati adanya nodulus rheumatikus subkutan
7. Didapati adanya kelainan radiologik pada sendi yang terkena, sekurang-
kurangnya dengan kalsifikasi.
8. Test factor rema positif (Rheuma factor test positif)
9. Pengendapan mucin yang kurang pekat (poor mucin clot)

Sering penderita mengeluh rasa sakit dan pembengkakkan pada sendi-


sendi kecil (jari tangan) dimulai sendi metakarpofalangeal dan disertai dengan
bengkak yang khas pada pergelangan tangan bagian dorsal.

E. Pemeriksaan Diagnostik
Ada 3 macam test yang dapat dan biasa dilakukan pada rematoid arthritis
guna menegakkan diagnosa pasti yaitu:
1. Pemeriksaan patologi anatomia (PA)
Didapati adanya hipertrofi dari villi pada sendi, penebalan jaringan
sinovial, adanya sebukan sel-sel radang mendadak dan menahun, jaringan
fibrosit dan pusat-pusat nekrosis.
2. Pemeriksaan laboratorium
 Anemia akibat adanya inflamasi yang kronik
 Pada hitung jenis leukosit, polimorfunuklear persentasenya meningkat
 Kadar albumin serum turun dan Test faktor remu (RF), biasanya positif
pada 70-80% penderita RA terutama bila RA masih aktif
 C-reactive protein; biasanya positif pada penderita RA sejenisnya
 Laju endap darah (LED) biasanya meninggi pada RA
 Sering dijumpai lekositosisglobulin naik
3. Pemeriksaan radiologi
Didapati tanda-tanda dekalsifikasi (sekurang-kurangnya) pada sendi
yang terkena

F. Pengobatan
Penatalaksanaan rematoid arthritis dibagi atas:
1. Medikametosa
 Pengobatan simptomatik; pengobatan yang hanya untuk mengurangi
tanda dan gejala, biasanya mengurangi rasa sakit. Obat yang sering
dipakai adalah simple analgesik, anti inflamasinonsteroisd, anti
inflamasi golongan steroid
 Pengobatan remitif; pengobatan yang mempengaruhi perjalanan
penyakit. Biasanya di gunakan immuno suppressant, obat simtomatik,
alkylating agent, chelating agent, anti malaria, antelmetik.
2. Fisioterapi
Bertujuan untuk mencegah kecacatan lebih lanjut dan pemulihan
kembali bila sudah terjadi kecacatan
3. Pembedahan
Dilakukan bila pengobatan sudah dilakukan dan belum berhasil,
pembedahan biasanya bersifat ortopedik
4. Psikoterapi
Biasanya diberikan psikoterapi superficial agar timbul semangat dan
keuletan untuk berobat dan mental penderita supaya kuat/ tabah
menghadapi penyakitnya.

Tujuan pengobatan secara umum adalah:


 Mencegah deformitas
 Menghilangkan rasa sakit
 Mengusahakan agar dapat tetap bekerja dan hidup seperti biasa baik
dirumah maupun ditempat kerja, terutama dalam memenuhi
kebutuhan sehari-hari
 Memperbaiki (mengoreksi) deformitas yang sudah terjadi.

G. Pencegahan
Cara mencegah rematik dan mengurangi nyeri sendi ada beberapa cara,
yaitu:
 Olahraga teratur
Olahraga teratur dapat meningkatkan fleksibilitas sendi
 Makanan yang dianjurkan yaitu makanan yang kaya vitamin C dan E
serta Kalsium, seperti jahe, nenas, jeruk, minyak zaitun, apel, bwang
putih, ikan, mangga , pepaya, anggur
· Makanan yang dihindari yaitu
 Produk Kacang-kacangan seperti susu kacang, kacang buncis
 Organ Dalam Hewan seperti; usus, hati, limpa, paru, otak, jantung, dll
 Makanan kaleng seperti, sarden, kornet sapi, dll
 Makanan yang dimasak menggunakan santan kelapa
 Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, air kelapa muda, alpokat,
dan produk olahan melinjo

DAFTAR PUSTAKA

Manjoer A, dkk, 1999, Kapita Selekta kedokteran Jilid 1 Edisi 3, Jakarta: Media
Aesculapius FK UI
Prince S.A., & Wilson L.M., 1995, Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit Buku 2 Edisi 4, Jakarta: EGC
Smeltzer S.C., & Bare B.G., 2001, Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah Brunner
& Suddarth Edisi 8 Volume 3, Jakarta: EGC
Ochie, Diambil tanggal 19 april 2017, Radang Sendi sent on 10-06-2004
http://www.restro.co.id/sehat.php?go?90=sht%2fmenukhusus25.htm
Wijayakusuma M.H., 2005, Mengusir Rematik & Asam Urat Tinggi dengan Makanan
Sehat , http://ciptapangan.com/tips.detail.php?tips-id=182&detal-page=4 diambil
tanggal 19 april 2017