Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


1.1.1 Pengenalan Instrumen

Instrumen adalah alat-alat dan komponen yang dipakai untuk pengukuran dan
pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks. Instrumen
bisa berarti alat untuk menghasilkan efek suara, seperti pada instrumen musik
misalnya, namun secara umum instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama: sebagai alat
pengukuran, sebagai alat analisis, dan sebagai alat kontrol atau kendali.

Instrumen sebagai alat pengukuran meliputi instrumen survey atau statistik,


instrumen pengukuran suhu, dan lain-lain. Contoh dari instrumen sebagai alat analisis
banyak dijumpai di bidang kimia dan kedokteran. Sementara contoh instrumen
sebagai alat kendali banyak ditemukan dalam bidang elektronika, industri dan pabrik-
pabrik.

Instrumen sebagai alat ukur merupakan bagian awal dari bagian-bagian


selanjutnya yaitu bagian kendalinya, dan bisa berupa pengukur dari semua jenis
besaran fisis, kimia, mekanis, maupun besaran listrik.

1.1.2 Pengenalan Kontrol

Kontrol artinya mengatur, menyetel atau menyelaraskan atau


mengkoordinasikan, tetapi kata “kontrol” mempunyai arti yang berbeda-beda bagi
setiap orang, tergantung penggunaannya.

Untuk membuat suatu sistem kontrol otomatis kita harus mengetahui


komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan untuk membentuk suatu sistem
kontrol otomatis yang baik. Pada laporan ini akan menjelaskan komponen-komponen
yang diperlukan dalam sistem kontrol otomatis ini. Berikut adalah komponen-
komponen yang diperlukan dalam sistem kontrol otomatis:
1. Arduino,

1
2. LDR,
3. Project Board,
4. Kabel Jumper,
5. Motor Servo,
6. Resistor, dan
7. Adaptor

A. TUJUAN
1. Mengenalkan kepada Mahasiswa tentang komponen Instrumen dan
Kontrol Otomatis
2. Menegetahui fungsi dari komponen Instrumen dan Kontrol Otomatis
3. Mengetahui cara kerja dari komponen Instrumen dan Kontrol
Otomatis
B. MANFAAT

Manfaat dalam melakukan praktikum ini adalah memberitahukan kepada


Mahasiswa tentang komponen Intrumen dan Kontrol Otomatis serta fungsi dan
kegunaan dari masing-masing komponen tersebut. Sehingga setiap Mahasiswa dapat
merancang sebuah alat yang berbasis kontrol otomatis.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 ARDUINO

Kemajuan teknologi yang sangat pesat memungkinkan adanya berbagai usaha


untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi manusia. Perkembangan ilmu
pengetahuan teknologi yang modern ini telah membawa manusia kepada peradaban
yang lebih baik. Seiring majunya jaman yang sering melakukan penelitian, hingga
terciptanya sistem kecerdasan buatan bernama arduino. (Rezky Septian Akbar, 2015)

Kelebihan Arduino diantaranya adalah tidak perlu menggunakan perangkat


chip programmer karena didalamnya sudah ada bootloader yang akan menangani
upload program dari komputer, Arduino sudah memiliki sarana komunikasi USB,
sehingga pengguna laptop yang tidak memiliki port serial atau RS323 bisa
menggunakannya. Bahasa pemrograman relatif mudah karena software Arduino
dilengkapi dengan kumpulan library yang cukup lengkap, dan Arduino memiliki
modul siap pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada board Arduino. Misalnya
shield GPS, Ethernet, SD Card, dan lain-lain (Helmi Guntoro, 2013).

Arduino terbagi dalam 8 jenis, yaitu:

1. Arduino Uno

Arduino Uno adalah sebuah rangkaian yang dikembangkan dari


mikrokontroller berbasis ATmega328. Arduino Uno memiliki 14 kaki digital input /
output, dimana 6 kaki digital diantaranya dapat digunakan sebagai sinyal PWM
(Pulse Width Modulation). Sinyal PWM berfungsi untuk mengatur kecepatan
perputaran motor. Arduino Uno memiliki 6 kaki analog input, kristal osilator dengan
kecepatan jam 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah konektor listrik, sebuah kaki
header dari ICSP, dan sebuah tombol reset yang berfungsi untuk mengulang program
(Ai Fitri Silvia, 2014).

3
2. Arduino Mega

Arduino adalah papan rangkaian elektronik (electronic board) open source


yang didalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler
berbasis ATMega 2560. Sensor ini terdiri dari rangkaian pemancar ultrasonik yang
dinamakan transmiter dan penerima ultrasonik yang disebut receiver. Alat ini
digunakan untuk mengukur gelombang ultrasonik. Arduino juga membutuhkan
sensor ultrasonik yang berfungsi sebagai pendeteksi tinggi badan seseorang dan seven
segment yang berfungsi sebagai display hasil pengukuran.

3. Arduino Leonardo

Arduino Leonardo adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega32u4


(datasheet ATmega32U4). Arduino Leonardo memiliki 20 digital pin input/output
(yang mana 7 pin dapat digunakan sebagai output PWM dan 12 pin sebagai input
analog), 16 MHz kristal osilator, koneksi micro USB, jack power suplai tegangan,
header ICSP, dan tombol reset.

4. Arduino Fio

Arduino Fio adalah papan mikrokontroler dengan mikrokontroler


ATmega328P bekerja pada tegangan 3.3V dan 8 MHz. Arduino ini memiliki 14
digital pin input / output (dimana 6 dapat digunakan sebagai output PWM), 8 input
analog, resonator on-board, tombol reset, dan lubang untuk pemasangan pin header.
berbeda dengan arduino lainya, arduino fio memiliki koneksi untuk baterai Lithium
Polymer. Arduino Fio juga mempunyai Soket XBee tersedia di bagian bawah papan.

5. Arduino Nano

Arduino Nano adalah papan pengembangan (development board)


mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P dengan bentuk yang sangat mungil.
Secara fungsi tidak ada bedanya dengan Arduino Uno. Perbedaan utama terletak pada
ketiadaan jack power DC dan penggunaan konektor Mini-B USB (Rendy Franata,
2014).

4
6. Arduino Mini
Ardunio Mini yaitu papan sirkuit mikrokontroler yang menggunakan Atmel
ATmega328. Papan sirkuit ini didesain sedemikian rupa sehingga memberikan
ukuran papan sirkuit yang relatifkecil untuk dapat digunakan pada berbagai macam
pengembangan. Ada dua versi Mini Pro, yaitu yang berjalan pada 3,3 Volt dengan
clock speed 8Mhz, dan berjalan pada 5 Volt dengan clock 16Mhz. Bentuk dari
Arduino Mini Pro. (Setyo Eko P, 2016)

7. Arduino Mikro

Arduino Mikro adalah board mikrokontroler berdasarkan ATmega32u4 (lihat


datasheet), yang dikembangkan bersama dengan Adafruit. Ini memiliki 20 digital pin
input / output (yang 7 dapat digunakan sebagai output PWM dan 12 input analog
sebagai), osilator 16 MHz kristal, koneksi USB mikro, header ICSP, dan tombol
reset.

8. Arduino Etherner
Untuk menghubungkan arduino dengan jaringan Ethernet, maka dibutuhkan
sebuah shield tambahan yakni arduino Ethernet shield, di mana pada shield ini dapat
dihubungkan sebuah kabel RJ45 sehingga dapat terhubung dengan jaringan Ethernet
(Ambatoho Ronald, 2013)

2.2 LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR)


LDR adalah suatu komponen elektronika yang memiliki hambatan yang dapat
berubah sesuai perubahan intensitas cahaya. LDR adalah singkatan dari Light
Dependent Resistor atau Resistor yang terpengaruh cahaya. Hambatan dari LDR akan
berkurang seiring semakin besarnya intensitas cahaya yang mengenai permukaannya
(Monilia Sitophila)
2.3 PROJECT BOARD

5
Project Board atau sering juga disebut Bread board adalah papan yang
digunakan untuk menempatkan dan menyusun piranti/komponenkomponen
elektronika menjadi rangkaian elektronika tanpa penyolderan.

2.4 KABEL JUMPER


Kabel Jumper adalah istilah dalam dunia elektronika untuk menghubungkan
antara dua titik atau lebih. Kabel Jumper, digunakan untuk menyalurkan energi
listrik. Sebuah kabel listrik terdiri dari isolator dan konduktor isolator adalah bahan
pembungkus kabel yang biasa terbuat dari plastik atau karet, sedangakan konduktor
terbuat dari tembaga.

2.5 MOTOR SERVO

Motor servo adalah sebuah motor dengan system closed feedback di mana
posisi dari motor akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang ada di
dalam motor servo. Motor ini terdiri dari sebuah motor, serangkaian gear,
potensiometer, dan rangkaian kontrol.

2.6 RESISTOR
Resistor adalah,komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi
jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor
bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hokum Ohm diketahui,
resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan
resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω
(Omega).

2.7 ADAPTOR

Adaptor adalah sebuah rangkaian yang berguna untuk menyuplai arduino


dengan tegangan dari baterai/adaptor 9V pada saat arduino sedang tidak
disambungkan kekomputer. Jika arduino sedang disambungkan kekomputer dengan

6
USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, Jika tidak perlu memasang
baterai/adaptor pada saat memprogram arduino.

7
8
BAB III
METODOLOGI

3.1 WAKTU DAN TEMPAT

3.1.1 Waktu : Jumat, 31 Maret 2017

3.1.2 Tempat : Laboratorium Fisika, Fakultas Teknologi Pertanian,


Universitas Jambi

3.2 ALAT DAN BAHAN

3.2.1 Alat :

1. Arduino Uno,
2. Kabel Jumper,
3. Project Board,
4. USB

9
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL

4.1.1 ARDUINO
1. Arduino Uno

Gambar 1. Arduino Uno

2. Arduino Mega

Gambar 2. Arduino Mega

3. Arduino Leonardo

Gambar 3. Arduino Leonardo


4. Arduino Fio

10
Gambar 4. Arduino Fio
5. Arduino Nano

Gambar 5. Arduino Nano

6. Arduino Mini

Gambar 6. Arduino Mini

7. Arduino Mikro

Gambar 7. Arduino Mikro


8. Arduino Ethernet

11
Gambar 8. Arduino Ethernet
4.1.2 LDR (Light Dependent Resistor

Gambar 9. LDR (Light Dependent Resistor)

4.1.3 PROJECT BOARD

Gambar 10. Project Board

12
4.1.4 KABEL JUMPER

Gambar 11. Kabel Jumper

4.1.5 MOTOR SERVO

Gambar 12. Motor Servo

4.1.6 RESISTOR

Gambar 13. Resistor

13
4.1.6 ADAPTOR

Gambar 14. Adaptor

4.1.6 USB

Gambar 15. USB

4.2 PEMBAHASAN

4.2.1 ARDUINO
1. Arduino Uno

Berdasarkan perkembangan teknologi khusususnya bidang elektronika


telekomunikasi dan industri, terdapat suatu sistem mikrokontroler terbaru yaitu
Arduino Uno yang dapat dimanfaatkan untuk dikomunikasikan dengan smartphone
Android melalui modul Bluetooth HC-05, sehingga bisa digunakan untuk aplikasi
membuka pintu gerbang tanpa menggunakan cara yang konvensional, namun cukup
diakses melalui smartphone Android saja.

14
Arduino Uno adalah sebuah rangkaian yang dikembangkan dari
mikrokontroller berbasis ATmega328. Arduino Uno memiliki 14 kaki digital input /
output, dimana 6 kaki digital diantaranya dapat digunakan sebagai sinyal PWM
(Pulse Width Modulation). Sinyal PWM berfungsi untuk mengatur kecepatan
perputaran motor. Arduino Uno memiliki 6 kaki analog input, kristal osilator dengan
kecepatan jam 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah konektor listrik, sebuah kaki
header dari ICSP, dan sebuah tombol reset yang berfungsi untuk mengulang program
(Ai Fitri Silvia, 2014).

Arduino Uno berfungsi sebagai pusat pengolah data atau dapat dikatakan
sebagai CPU (Central Proccesing Unit), yang mana tugasnya mengolah semua data
yang masuk dan data yang keluar. Bagian ini akan memeriksa input dari keypad
berupa kode password, dan memberikan perintah ke bagian LED, dan relay (Helmi
Guntoro, 2013).

2. Arduino Mega

Arduino adalah papan rangkaian elektronik (electronic board) open source


yang didalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler
berbasis ATMega 2560. Sensor ini terdiri dari rangkaian pemancar ultrasonik yang
dinamakan transmiter dan penerima ultrasonik yang disebut receiver. Seven
segment secara umum adalah untuk menampilkan informasi secara visual mengenai
data-data yang sedang diolah oleh suatu rangkaian digital. Alat ini digunakan
untuk mengukur gelombang ultrasonik. Arduino juga membutuhkan sensor
ultrasonik yang berfungsi sebagai pendeteksi tinggi badan seseorang dan seven
segment yang berfungsi sebagai display hasil pengukuran.

Komponen utama di dalam papan Arduino adalah sebuah microcontroller 8


bit dengan merk ATmega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corpo ration. Berbagai
papan Arduino menggunakan tipe ATmega yang berbeda-beda tergantung dari
spesifikasinya, sebagai contoh Arduino Uno menggunakan ATmega328 sedangkan
Arduino Mega 2560 yang lebih canggih menggunakan ATmega2560. Untuk

15
memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam sebuah
microcontroller, pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh diagram blok
sederhana dari microcontroller ATmega328 (Lamhot Sagala).

Gambar 16. Blok Diagram dari ATmega328

3. Arduino Leonardo

Arduino Leonardo adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega32u4


(datasheet ATmega32U4). Arduino Leonardo memiliki 20 digital pin input/output
(yang mana 7 pin dapat digunakan sebagai output PWM dan 12 pin sebagai input
analog), 16 MHz kristal osilator, koneksi micro USB, jack power suplai tegangan,
header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung
mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer melalui kabel USB
atau power dihubungkan dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk mulai
mengaktifkannya.

Leonardo berbeda dari semua papan Arduino yang lainnya karena


ATmega32u4 secara terintegrasi (built-in) telah memiliki komunikasi USB, sehingga
tidak lagi membutuhkan prosesor sekunder (tanpa chip ATmega16U2 sebagai
konverter USB-to-serial). Hal ini memungkinkan Arduino Leonardo yang terhubung

16
ke komputer digunakan sebagai mouse dan keyboard, selain bisa digunakan sebagai
virtual (CDC) serial/COM port.

4. Arduino Fio

Arduino Fio adalah papan mikrokontroler dengan mikrokontroler


ATmega328P bekerja pada tegangan 3.3V dan 8 MHz. Arduino ini memiliki 14
digital pin input / output (dimana 6 dapat digunakan sebagai output PWM), 8 input
analog, resonator on-board, tombol reset, dan lubang untuk pemasangan pin header.
berbeda dengan arduino lainya, arduino fio memiliki koneksi untuk baterai Lithium
Polymer. Arduino Fio juga mempunyai Soket XBee tersedia di bagian bawah papan.

Arduino Fio ditujukan untuk aplikasi nirkabel. Pengguna dapat meng-upload


sketsa dengan kabel FTDI atau Sparkfun breakout board. Selain itu, dengan
menggunakan modifikasi USB-to-XBee adaptor seperti XBee Explorer USB,
pengguna dapat meng-upload sketsa nirkabel menggunakan kabel.

Arduino Fio dirancang oleh Shigeru Kobayashi dan SparkFun Electronics,


dan diproduksi oleh SparkFun Electronics.

Ukuran dari arduino cukup kecil dengan panjang 2,6 inch dan lebar 1,1 inch.
membuat arduino ini cukup laris di pasaran Mikrokontroler dan Robotika.

Arduino Fio didukung dengan kabel FTDI atau breakout board yang
terhubung ke enam pin header (seperti yang tertera pada sisi bawah), atau dengan
pasokan 3.3V diatur pada pin 3V3 atau baterai Lithium Polymer pada pin BAT.

Tegangan pada Fio adalah sebagai berikut:


 BAT. Untuk memasok baterai Lithium Polymer untuk papan.
 3V3. The diatur 3,3 volt
 GND. Pin Ground

17
5. Arduino Nano

Arduino Nano adalah papan pengembangan (development board)


mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P dengan bentuk yang sangat mungil.
Secara fungsi tidak ada bedanya dengan Arduino Uno. Perbedaan utama terletak pada
ketiadaan jack power DC dan penggunaan konektor Mini-B USB.

Disebut sebagai papan pengembangan karena board ini memang berfungsi


sebagai arena prototyping sirkuit mikrokontroller. Dengan menggunakan papan
pengembangan, anda akan lebih mudah merangkai rangkaian elektronika
mikrokontroller dibanding jika anda memulai merakit ATMega328 dari awal di
breadboard.

Arduino Nano yang difasilitasi micro USB dapat dijalankan dengan


menghubungkan ke power supply 5V atau power bank. Kemudian semua komponen
tersebut dirangkai menjadi satu dengan Arduino Nano yang bekerja sebagai otak
untuk memproses s emua kegi atan yang berlangsung (Rendy Franata, 2014).

6. Arduino Mini

Arduino Mini ditujukan untuk pengguna tingkat lanjut yang membutuhkan


fleksibilitas, biaya rendah, dan ukuran kecil. Muncul dengan minimum komponen
(tidak ada on-board USB atau pin header) untuk menjaga biaya turun. Ini adalah
pilihan yang baik untuk papan Anda ingin meninggalkan board tertanam dalam
proyek. Harap dicatat bahwa ada dua versi dari board: satu yang beroperasi pada 5V
(seperti kebanyakan papan Arduino), dan salah satu yang beroperasi pada 3.3V.

7. Arduino Mikro

Arduino Mikro adalah board mikrokontroler berdasarkan ATmega32u4, yang


dikembangkan bersama dengan Adafruit. Ini memiliki 20 digital pin input / output,
osilator 16 MHz kristal, koneksi USB mikro, header ICSP, dan tombol reset. Arduino

18
Mikro mirip dengan Arduino Leonardo bahwa ATmega32u4 telah built-in USB
komunikasi, Dengan menghilangkan kebutuhan untuk prosesor sekunder. Hal ini
memungkinkan Micro muncul ke komputer yang terhubung sebagai mouse dan
keyboard, selain virtual (CDC) serial / COM port.

8. Arduino Etherner
Arduino Ethernet adalah, Untuk menghubungkan arduino dengan jaringan
Ethernet, maka dibutuhkan sebuah shield tambahan yakni arduino Ethernet shield, di
mana pada shield ini dapat dihubungkan sebuah kabel RJ45 sehingga dapat terhubung
dengan jaringan Ethernet (Ambatoho Ronald, 2013)

4.2.2 LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR)

LDR adalah suatu komponen elektronika yang memiliki hambatan yang dapat
berubah sesuai perubahan intensitas cahaya. LDR adalah singkatan dari Light
Dependent Resistor atau Resistor yang terpengaruh cahaya. Hambatan dari LDR akan
berkurang seiring semakin besarnya intensitas cahaya yang mengenai permukaannya
(Monilia Sitophila).

Secara umum LDR bekerja berdasarkan pengaruh dari intensitas cahaya yang
datang pada bagian sensor. Besarnya intensitas cahaya akan mempengaruhi besarnya
nilai resistansi pada LDR. Pada saat cahaya pada permukaan LDR redup, resistansi
LDR rendah. Sedangkan pada saat cahaya terang, nilai resistansinya semakin kecil.
Pengaruh intensitas cahaya terhadap resistansi LDR ini bersifat menurun secara
eksponensial (Trisha Gustiya, 2015).

4.2.3 PROJECT BOARD


Project Board atau sering juga disebut Bread board adalah papan yang
digunakan untuk menempatkan dan menyusun piranti atau komponen-komponen
elektronika menjadi rangkaian elektronika tanpa penyolderan. Hubungan antar
komponen yang satu dengan komponen elektronika yang lain pada breadboard
dilakukan melalui kawat atau kabel. Dengan menggunakan papan rangkaian ini kita

19
dapat dengan mudah memasang, merubah, dan memperbaiki suatu rangkaian yang
dianggap belum sempurna atau mengalami salah hubung sehingga kesalahan-
kesalahan fatal tidak terjadi. Dengan menggunakan Project board kita dapat
memasang komponen elektronika secara tidak permanen.
Pada project board, untuk menghubungkan antar komponen tidak perlu di
solder karena pada papan ini sistem hubungnya (interkoneksi) yang dapat menjepit
komponen. Komponen atau kawat penghubung dengan mudah dapat dilepas dan di
tancapkan kembali berulang kali. Keistimewaan lainnya dari Project board dapat
dipakai untuk menampung berbagai macam komponen elektronika yang berbeda,
antara lain:
1. IC(intregated Circuit)
2. Transistor
3. Dioda, dan
4. Komponen lainnya (Muchlas, 2014).

4.2.4 KABEL JUMPER


Kabel Jumper adalah istilah dalam dunia elektronika untuk menghubungkan
antara dua titik atau lebih. Kabel Jumper, digunakan untuk menyalurkan energi
listrik. Sebuah kabel listrik terdiri dari isolator dan konduktor isolator adalah bahan
pembungkus kabel yang biasa terbuat dari plastik atau karet, sedangakan konduktor
terbuat dari tembaga.
Kabel jumper adalah komponen yang wajib ada saat belajar rangkaian
elektronika dan komponen penghubung rangkaian Arduino dengan breadboard. Hal-
hal yang jadi masalah pada kabel jumper antara lain jumlahnya yang tidak banyak
dan kabel jumper gampang rusak karena saat beli kualitas tidak diperhitungkan.

4.2.5 MOTOR SERVO

Motor servo adalah sebuah motor dengan system closed feedback di mana
posisi dari motor akan diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang ada di

20
dalam motor servo. Motor ini terdiri dari sebuah motor, serangkaian gear,
potensiometer, dan rangkaian kontrol.

Potensio meter berfungsi untuk menentukan batas sudut dari putaran servo.
Sudut dari sumbu motor servo diatur berdasarkan lebar pulsa yang dikirim melalui
kaki sinyal dari kabel motor. Tampak pada Gambar 17. dengan pulsa 1,5 ms pada
periode selebar 20 ms maka sudut dari sumbu motor akan berada pada posisi tengah.
Semakin lebar pulsa off maka akan semakin besar gerakan sumbu ke arah jarum jam
dan semakin kecil pulsa off maka akan semakin besar gerakan sumbu ke arah yang
berlawanan dengan jarum jam (Satria M Nuswantara)

Gambar 17. Teknik PWM mengatur servo.

Secara umum terdapat 2 jenis motor servo. Yaitu:

1. Motor Servo Standard .

Servo motor tipe standar hanya mampu berputar 180 derajat. Motor servo
standard sering dipakai pada sistim robotika misalnya untuk membuat " Robot Arm"
(Robot Lengan).

21
2. Motor Servo Continous. sedangkan Servo motor continuous dapat berputar
sebesar 360 derajat. motor servo Continous sering dipakai untuk Mobile
Robot.

Pada badan servo tertulis tipe servo yang bersangkutan. Motor servo standar
yang kali ini dipakai memiliki 3 buah kabel yaitu:

 Kabel Power berwarna merah yang merupakan kabel power yang


berfungsi untuk mengkoneksikan dengan tegangan 5V pada board
arduino.
 Kabel ground yang berwarna coklat atau hitam merupakan kabel
ground yang nantinya akan dihubungkan dengan ground yang ada
pada board arduino.
 Kabel kuning yang merupakan kabel kontrol atau kabel pin signal
servo yang akan dihubungkan dengan pin 9 pada board arduino.

Keunggulan dari penggunaan motor servo adalah:

 Tidak bergetar dan tidak ber-resonansi saat beroperasi.


 Daya yang dihasilkan sebanding dengan ukuran dan berat motor.
 Penggunaan arus listik sebanding dengan beban yang diberikan.
 Resolusi dan akurasi dapat diubah dengan hanya mengganti encoder yang
dipakai.
 Tidak berisik saat beroperasi dengan kecepatan tinggi.

4.1.6 RESISTOR
Resistor adalah,komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi
jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor
bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Dari hokum Ohm diketahui,
resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan
resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω
(Omega).

22
4.2.7 ADAPTOR
Power supply (Adaptor) adalah suatu alat listrik yang dapat menyediakan
energi listrik untuk perangkat listrik ataupun elektronika lainnya. Pada dasarnya
Power Supply atau Adaptor ini memerlukan sumber energi listrik yang kemudian
mengubahnya menjadi energi listrik yang dibutuhkan oleh perangkat elektronika
lainnya. Oleh karena itu, Power Supply kadang-kadang disebut juga dengan istilah
Electric Power Converter merupakan gambar schematic power supply.
Adaptor digunakan untuk memberikan tegangan board arduino dengan sebuah
batre pada saat arduino sedang tidak tersambung dengan komputer. Jika arduino
disambungkan ke komputer dengan USB maka arduino mendapatkan suplay
tegangan dari USB. Sehingga tidak perlu memasang batre atau adaptor saat
memprogram arduino.

4.2.8 USB
USB ini berfungsi sebagai penghubung arduino uno kekomputer untuk
dimasukan program kedalam arduino uno tersebut.

23
BAB V
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Kesimpulan dari praktikum instrumen dan kontrol otomatis adalah:


 Mahasiswa dapat mengetahui apa saja tersebut memiliki fungsi dan tujuan
dari setiap komponen-komponen sistem kontrol
 Dalam pemakaian komponen arduino harus memiliki bahasa pemograman
yang pasti, jika salah maka bahasa pemograman tersebut tidak jalan dan harus
diulang kembali.
 Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara penggunaan dari komponen–
komponen sistem kontrol

24
DAFTAR PUSTAKA

Adam Wahyu, Sagala Lamhot. Sistem Absensi Pegawai Menggunakan Teknologi


Rfid. Program Studi Teknik Informatika, STMIK LPKIA.

Akbar, R. S., 2015. Pengukur Tinggi Badan Berbasis Arduino. Jurnal Ilmiah
Mikrotek Vol. 1, No. 4.

Guntoro Helmi, Dkk. 2013. Rancang Bangun Magnetic Door Lock Menggunakan
Keypad Dan Solenoid Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno. Electrans, VOL.12,
NO.1.

Gustiya Trisha., dkk. 2015. Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) Berbasis
Mikrokontroler At Mega 328 Sebagai Alat Pendeteksi Kekeruhan Air. Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung.

Nuswantara, S. N., dkk. Perancangan Proses Otomatis Pada Sistem Kontrol Servo
Valve Untuk Pencampuran Fluida Warna Berbasis Mikrokontroler. Jurnal Teknik
Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

Saputra, Y. E., Jusak. 2014. Rancang Bangun Wireless Sensor Network Untuk
Monitoring Pencemaran Air Sungai Menggunakan Topologi Mesh Network. Journal
of Control and Network Systems. Vol 3, No 2.

Silvia, A.F., dkk. 2014. Rancang Bangun Akses Kontrol Pintu Gerbang Berbasis
Arduino Dan Android. Electrans, VOL.13, NO.1.

Sitophila, Monilia., dkk. Rancang Bangun Atap Sirip Otomatis Menggunakan LDR
Dan Sensor Tetes Air Hujan Berbasisis Mikrokontroler. Universitas Negeri Malang.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang

25
LAMPIRAN

26