Anda di halaman 1dari 14

AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN

WESTERN CHEMICAL CORPORATION :


DIVISIONAL PERFORMANCE MEASUREMENT

Disusun Oleh :

YOLINA PERMATA JUNAIDI

01044881719014

Dosen Pengajar :
Emylia Yuniarti, S.E.,M.Si.,Ak.,CA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PROGRAM PPAk

2018
A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

 Western Chemical Corporation (WCC) adalah Perusahaan yang bergerak


dalam industri kimia.
 Perusahaan merayakan ulang tahun ke-75 pada tahun 1995, dan masuk
dalam Fortune 300 Chemical Company.
 Perusahaan mempunyai beberapa pabrik di berbagai belahan dunia
diantaranya pabrik di Praha, Pabrik di Polandia dan Pabrik di Malaysia.

B. ISSUE YANG ADA DI PERUSAHAAN

 Informasi tentang kinerja keuangan operasi luar negeri WCC (entitas anak
/ cabang / joint venture) dipersiapkan oleh akuntan yang sama (divisi
akuntan di pusat) – Sentralisasi.
 Terdapat beberapa bentuk afiliasi dan perjanjian kepemilikan baru yang
digunakan dalam bentuk usaha international saat ini untuk meminimalisasi
resiko dan investasi.
 Cara alternatif untuk mengukur kinerja keuangan operasi luar negeri
WCC.

C. LATAR BELAKANG

Western Chemical Corporation (WCC) merupakan perusahaan yang


memproduksi produk–produk kimia. Pada tahun 1995, WCC telah berumur 75
tahun dan masuk dalam Fortune 300 Chemical Company. WCC sudah
menjalankan usahanya di berbagai negara dan memiliki reputasi yang baik
dikarenakan kualitas yang diberikan ke konsumennya. WCC memiliki 4.900
pekerja dan memiliki lebih dari 35 pabrik di 19 negara.
WCC menjalankan produksinya di berbagai negara menggunakan berbagai
pengaturan kepemilikan. Beberapa pabrik sepenuhnya dimiliki WCC yang
beroperasi di beberapa site dan pabrik lainnya dioperasikan sebagai joint venture
dengan afiliasi lokal. Tiga dari pabrik ini adalah ilustrasi berguna sebagai latar
belakang untuk membahas masalah yang dihadapi perusahaan dalam mengukur
kinerja usaha internasional. Semua telah dibangun dan telah mulai beroperasi pada
periode 1991-1993.
Salah satu pabrik kimia di pinggiran Praha di Republik Ceko dioperasikan
sebagai sebuah joint venture dengan mitra lokal. Total investasi di pabrik tersebut
adalah antara $35 sampai $40 juta, termasuk modal kerja. WCC mempertahankan
controlling interest dalam joint venture tersebut dalam mengoperasikan pabrik.
Perusahaan telah menginvestasikan sekitar $5 Juta dalam joint venture dan saldo
investasi lainnya berasal dari mitra usaha dan pinjaman lokal. Pabrik serupa juga
terdapat di Polandia yang dimiliki 100% oleh WCC, dengan total investasi modal
$40 sampai $45 juta termasuk modal kerja. Pabrik ketiga berada di Malaysia yang
juga dimiiki 100% oleh WCC. Pabrik ini dibangun untuk menambah kapasitas
produksi di wilayah Pasifik, tetapi pabrik ini dianggap sebagai bagian dari
kapasitas produksi perusahaan yang melayani pasar global. WCC telah
menginvestasikan sekitar $ 35 Juta di pabrik ini.

D. PERMASALAHAN DAN PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN

1. Permasalahan
a. Informasi tentang kinerja keuangan operasi luar negeri WCC (entitas anak
/ cabang / joint venture) dipersiapkan oleh akuntan yang sama (divisi
akuntan di pusat) – sentralisasi.
b. Manajemen WCC belum mengetahui cara terbaik untuk mengukur kinerja
operasi anak perusahaan di Luar Negeri. Hal ini dikarenakan adanya
perbedaan struktur kepemilikan yang mengakibatkan pelaporan keuangan
yang berbeda yang menyebabkan net income berbeda.

2. Pengukuran Kinerja Perusahaan di Luar Negeri


Dari laporan keuangan WCC di Praha, didapatkan informasi bahwa
anak perusahaan memperoleh EBIT sebesar $869.000. Setelah itu EBIT akan
dikurangkan interest yang akan dibayarkan kepada pihak eksternal, dimana
interest terjadi dikarenakan adanya pinjaman yang dilakukan dalam joint
venture ini sekitar 60-80% dari total investasi. Selain pembayaran bunga,
anak perusahaan juga diharuskan melakukan pembayaran fee kepada WCC
yang merupakan induk perusahaan sebesar $867.000 atas persetujuan
technical yang dimiliki dalam joint venture ini yang diperoleh dari persentase
atas pendapatan sebesar 8%.
Sehingga, pendapatan setelah dikurangi dengan interest dan fee
membuat anak usaha WCC di Praha mengalami kerugian sebesar $646.000.
Fee yang dibayarkan kepada induk atas joint venture di Praha karena induk
telah berinvestasi untuk technical knowledge dan sistem teknologi. Namun
jika anak perusahaan memiliki utang, itu bukanlah tanggung jawab
perususahaan induk. Kebijakan ini hanya melihat keuntungan yang dimiliki
induk WCC saja dan tidak melihat kerugian yang dialami oleh anak usaha di
Praha sebab Return on Ivestment induk WCC akan mengalami kenaikan akibat
adanya pembayaran fee.
Kondisi anak perusahaan WCC di Polandia, kepemilikannya dimiliki
penuh oleh induk (WCC). Sehingga tidak diperlukan adanya pembayaran
interest dan fee ke induk WCC. Sehingga perlakuan laporan keuangan di
Polandia berbeda dengan di Praha.
Pabrik yang berada di Malaysia didirikan sebab WCC kekurangan
output produksi untuk melayani permintaan dari konsumennya. Pendirian
pabrik ini ditekankan bukan untuk memenuhi permintaan dari produk yang
menghasilkan marjin yang tinggi untuk WCC. Dalam laporan keuangan anak
perusahaan di Malaysia tidak ada pengurangan atas interest dan fee untuk
induk WCC.
Atas sampel ketiga pabrik diatas, maka manajemen WCC
berkesimpulan untuk menggunakan Economic Value Added (EVA) sebagai
metode pengukuran kinerja anak perusahaan WCC. Untuk pengukuran EVA
tidak hanya berfokus pada perhitungan angka untuk region of manufacture
namun dibandingkan pula dengan region of sale. Hal ini sudah diterapkan
pada laporan keuangan di area Malaysia.
E. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang menyebabkan permasalahan dalam perhitungan performa di
WCC?
2. Apakah ada metode alternatif dalam menghitung performa anak
perusahaan yang bisa menghindarkan WCC dari permasalahan yang ada
saat ini?
3. Apa kekuatan dan kelemahan dalam implementasi EVA sebagai
salahsatu metode pengukuran performa anak perusahaan WCC?
4. Bagaimana seharusnya performa anak perusahaan WCC dihitung?
5. Apa yang akan dijelaskan mengenai investasi yang ada di pabrik Praha,
Polandia, dan Malaysia?

F. PEMBAHASAN
1. Apa yang menyebabkan permasalahan dalam perhitungan performa di WCC?
Jawab:
a. Informasi tentang kinerja keuangan operasi luar negeri WCC (entitas anak
/cabang/joint venture) dipersiapkan oleh akuntan yang sama (divisi
akuntan di pusat) – Sentralisasi.
 Sentralisasi dalam proses penyusunan laporan keuangan akan menjadi
tidak objektif karena adanya perbedaan standar untuk setiap negara
dalam penyusunan laporan keuangannya.
 Akuntan di WCC perlu menguasai hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam proses penyusunan laporan keuangan di masing-masing operasi
luar negeri WCC.
 Proses penyusunan laporan keuangan harus menggunakan standar yang
sama yang diakui international atau menggunakan standar entitas induk
WCC dengan melakukan penyesuaian yang diperlukan dengan
melakukan translasi laporan keuangan dari masing- masing operasi luar
negeri WCC ke entitas induk WCC.
b. Terdapat beberapa bentuk afiliasi dan perjanjian kepemilikan baru yang
digunakan dalam bentuk usaha international saat ini untuk
meminimalisasi resiko dan investasi.
 Bentuk usaha, hukum, dan struktur kepemilikan dalam operasi luar
negeri WCC berpengaruh terhadap kinerja keuangan masing-masing
operasi luar negeri WCC. Berikut asumsi atas masing-masing pabrik
yang berada di luar negeri.

Tabel 1 – Struktur Kepemilikan


Keterangan Prague Poland Malaysia
Foreign exchange (60) 34 -
Struktur Kepemilikan Joint Venture Entitas Anak Cabang
Operating income 869 1.428 (4.832)
Net income (loss) (1.178) 1.462 (4.832)
Atrributable to WCC (646) 1.462 (4.832)
Non Controlling Interest (532) - -
Tujuan Independen Independen Part of WCC
Komersial Komersial Support

 Pabrik di Praha merupakan hasil dari joint venture antara WCC dengan
investment partner. Laba (rugi) yang dihasilkan tidak sepenuhnya
menjadi hak WCC. Dengan asumsi bahwa joint venture untuk pabrik
di Praha ini mempunyai struktur kepemilikan 50%:50%, maka WCC
hanya akan menanggung rugi sebesar 50% dari $1.178.000 atau setara
dengan
$589.000. WCC juga mempunyai perjanjian dengan investment partner
bahwa WCC akan memperoleh management fee dengan syarat
merupakan bagian dari penjualan. Jika kita kaitkan antara rugi yang
diatribusikan kepada WCC sebesar $532.000 dengan management fee
yang diperoleh WCC sebesar $867.000 maka secara tidak langsung
WCC memperoleh laba sebesar $221.000. Penilaian kinerja untuk
pabrik di Praha akan menjadi sulit karena adanya berbagai kondisi
tersebut.

Keterangan Prague
Before After
Net income (loss) (1.178) (1.178)
Atrributable to WCC before (646) (646)
Management fee by WCC - 867
Atrributable to WCC (646) 221
Tabel 2 – Prague Factory Before and After

 Pabrik di Poland dimiliki 100% oleh WCC. Laba (rugi) yang


dihasilkan sepenuhnya menjadi hak WCC.Namun, tidak adanya
interest expense dan management fee yang dibebankan pada pabrik ini
membuat laba bersih menjadi lebih baik dibanding kedua pabrik
lainnya. Pabrik di Poland membeli material dari pabrik lain milik WCC
dimana didalamnya sudah termasuk laba yang sudah diambil oleh
pabrik penjual (transfer pricing). Pabrik di Poland kemungkinan juga
bisa menambah laba bersihnya menjadi sekitar $2 juta - $3 juta jika
saja mereka membeli material (bahan baku) dengan harga pasar.
Namun, jika WCC membebankan management fee sebesar 8% dari
penjualan (setara $2.603.000) dan interest expense atas utang sebesar
$30.000.000 maka bisa dipastikan pabrik di Poland juga akan
mengalami kerugian sebesar $2 juta - $3 juta. Penilaian kinerja untuk
pabrik di Poland akan menjadi tidak konsisten dengan pabrik lainnya
karena adanya berbagai kondisi tersebut.
Tabel 3 – Poland Factory Before and After

Keterangan
Before After
Net income (with transfer pricing in 1.462 $2 juta - $3 juta
cost of sales)
Management fee by WCC - (2.603)
Estimate interest expense - $2,4 juta
Estimate net income (loss) 1.462 ($2 juta-$3 juta)

 Bisa disimpulkan bahwa penilaian kinerja atas operasi luar negeri


WCC akan sulit dilakukan karena adanya berbagai kondisi yang tidak
seragam antara pabrik satu dengan yang lainnya. Konsistensi,
keseragaman dan persamaan standar penilaian harus ada supaya
objektifitas penilaian kinerja tercapai.
Tabel 4 – Malaysia Factory Before and After

Malaysia
Keterangan
Before After
Region manufactured (4.832) -
Region sale - 2.564

2. Apakah ada metode alternatif dalam menghitung performa anak perusahaan


yang bisa menghindarkan WCC dari permasalahan yang ada sst ini?
Jawab:
 Return on Investment (ROI)
ROI = operating income / operating assets
Tabel 5 – Return on Investment
Keterangan Prague Polandia Malaysia
Operating income 478 1.428 (4.832)
Operating assets / Working capital 5.000 5.000 5.000
Return on Investment 9,6% 28,6% -96,6%
Operating income atas pabrik di Praha berdasarkan pada loss atrributable
to WCC dengan persentase sebesar 55%.
 Residual Income
Residual Income = Operating Income – [Minimum rate of return X
Operating assets]
Tabel 6 – Residual Income
Keterangan Prague Polandia Malaysia
Operating income 478 1.428 (4.832)
Minimum Return (1.428) (1.428) (1.428)
Operating assets / Working 5.000 5.000 5.000
capital
Target of ROI 28,6% 28,6% 28,6%
Residual Income (950) - (6.260)
Target ROI menggunakan asumsi pabrik Polandia dengan beberapa
pertimbangan, antara lain: ROI paling tinggi, kepemilikan penuh oleh
WACC, bentuk hukum Perusahaannya.

 WCC bisa menggunakan Economic Value Added (EVA) dalam mengukur


kinerja operasi luar negerinya. EVA merupakan laba operasi setelah pajak
dikurangi dengan total annual cost of capital.
EVA menggunakan asumsi WACC sebesar 12% yang digunakan pabrik
Malaysia. Berikut rumus dalam mencari perhitungan EVA:

EVA = After-tax operating income – Capital charges


Tabel 7 – Perhitungan Economic Value Added
Keterangan Prague Poland Malaysia
Operating income 478 1.428 (4.832)
Taxes - - -
NOPAT 478 1.428 (4.832)
Capital charges (4.200) (4.800) (3.600)
Estimated WACC 12% 12% 12%
Invested Capital 35.000 40.000 30.000
EVA (3.722) (3.372) (8.432)

3. Apa kekuatan dan kelemahan dalam implementasi EVA sebagai salahsatu


metode pengukuran performa anak perusahaan WCC?
Jawab:
a. Evaluasi atas pendekatan penilaian kinerja WACC
 Konsistensi dan kinerja keuangan yang dapat diperbandingkan
Laporan kinerja keuangan masing-masing pabrik, mempunyai berbagai
kondisi yang berbeda. Misal, pabrik Praha mempunyai management
fee yang harus dibayar ke WCC, terdapat transfer pricing dalam cost of
sales pabrik Polandia, dan pabrik Malaysia yang dibangun hanya untuk
mendukung operasi di kawasan Pasifik bukan untuk mencari
keuntungan tersendiri. Jika WCC ingin membebankan management
fee, maka semua pabrik juga harus dibebankan, semua pabrik juga
harus menggunakan nilai transaksi yang wajar (arm’s lenght
transaction) dalam semua jenis transaksinya untuk pelaporan kinerja
keuangan internal (walaupun tidak untuk pelaporan eksternal), dan
seterusnya.

 Standar pelaporan kinerja keuangan internal


Perusahaan perlu menerapkan keseragaman standar atas pelaporan
kinerja keuangan internal kepada seluruh pabrik yang dimiliki.
Pelaporan kinerja keuangan terhadap pihak internal dan eksternal harus
dibedakan.

 Pemisahan sumber invested capital secara jelas


Invested capital bisa bersumber dari ekuitas internal perusahaan dan
juga bisa berasal dari pinjaman eksternal. Semakin besar invested
capital yang bersumber dari pinjaman eksternal maka akan menjadi
semakin besar pula WACC yang diperoleh sebagai pengurang EVA.
Sumber cost of capital dari pinjaman ekternal juga berpotensi membuat
adanya aliran cash flow out dari Perusahaan. Cost of capital yang
berasal investasi internal Perusahaan memang akan mengurangi EVA
tetapi, secara tidak langsung sebenarnya tidak ada potensi aliran cash
flow out dari Perusahaan.

b. Keunggulan dan kelemahan EVA:


Keunggulan EVA:
1) EVA memfokuskan penilaiannya pada nilai tambah dengan
memperhitungkan beban biaya modal sebagai konsekuensi investasi;
2) Perhitungan EVA relatif mudah dilakukan hanya yang menjadi
persoalan adalah perhitungan biaya modal yang memerlukan data yang
lebih banyak analisa yang mendalam;
3) EVA dapat digunakan secara mandiri tanpa memerlukan data
pembanding seperti standar atau perusahaan lain, sebagaimana konsep
penilaian dengan menggunakan analisa ratio.
Kelemahan EVA:
1) Sulit menentukan biaya modal secara obyektif. Hal ini disebabkan
karena dana untuk investasi dapat berasal dari berbagai sumber dengan
tingkat biaya modal yang berbeda dan bahkan biaya modal mungkin
merupakan biaya peluang;
2) EVA terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat
mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan
mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham tertentu,
padahal factor-faktor lain terkadang justru lebih dominan;
3) Konsep ini sangat tergantung pada transparansi internal dalam
perhitungan EVA secara akurat. Dalam kenyataannya seringkali
perusahaan kurang transparan dalam mengemukakan kondisi
internalnya;

4. Bagaimana seharusnya performa anak perusahaan WCC dihitung?


Jawab:
 Standarisasi dan konsistensi diperlukan dalam pelaporan kinerja keuangan
internal WCC. Pemisahaan akuntan penyusun laporan keuangan untuk
internal dan pihak eksternal. Berikut asumsi kami atas kinerja keuangan
dan penilaian EVA yang seharusnya dilakukan WCC:
Tabel 8 – Asumsi Kinerja Keuangan Ketiga Pabrik
Keterangan Prague Poland Malaysia
Revenue 11.510 32.536 14.930
Cost of Sales (9.541) (27.005) (12.392)
Gross Margin 1.969 5.531 2.538
Operating Expense (891) (891) (3.775)
Other Income (Charges) (209) (209) (121)
Operating Profit 869 4.431 (1.358)

Interest (1.120) (2.700) (2.700)


Fee (867) (2.603) (1.194)
Foreign exchange (60) 34 -
Income before Tax (1.178) (838) (5.252)
Tax -
Net Income (1.178) (838) (5.252)

 Sales dan cost of sales


Perhitungan menggunakan dasar gross margin pabrik Praha, dimana cost
of sales dan gross margin terhadap sales masing-masing sebesar 83% dan
17%. Asumsi ini digunakan atas dasar bahwa pabrik Praha tidak ada isu
transfer pricing di sales maupun cost of sales sehingga akan menjadi
lebih objektif sebagai dasar perhitungan sales dan cost of sales pabrik
lainnya.
 Management fee dan interest expense
Management fee menggunakan basis 8% dari total sales seperti yang ada
di pabrik Praha sedangkan interest expense merupakan bunga atas utang
merupakan bagian dari invested capital yang dilakukan WCC.
 Dengan adanya perubahan asumsi di atas maka EVA juga akan berubaha
mengikuti perubahan
opearting profit dan capital charge nya. Berikut asumsi perhitungan EVA
yang baru:
Tabel 9 – Asumsi EVA
Keterangan Prague Poland Malaysia
Operating income 478 4.431 (1.358)
Taxes - - -
NOPAT 478 4.431 (1.358)
Capital charges (4.200) (4.800) (3.600)
Estimated WACC 12% 12% 12%
Invested Capital 35.000 40.000 30.000
EVA (3.722) (369) (4.958)
5. Apa yang akan dijelaskan mengenai investasi yang ada di pabrik Praha,
Polandia, dan Malaysia?
Jawab:
a. Bentuk usaha, hukum, dan struktur kepemilikan dalam operasi luar negeri
WCC.
Samantha Chu perlu menjelaskan bentuk usaha, hukum, dan struktur
kepemilikan di masing- masing pabrik dan pengaruhnya terhadap kinerja
keuangan pabrik tersebut.

b. Tujuan pendirian masing-masing pabrik.


 Pabrik di Praha didirikan atas kerja sama dengan investment partner
untuk tujuan komersial umum dengan beberapa syarat misal, WCC
mendapat management fee serta memperoleh persentasi tertentu dari
penjualan dengan menanggung atau menjamin utang yang dimiliki
pabrik di Praha, yang pasti berpengaruh terhadap kinerja keuangan
pabrik tersebut. Laba ataupun rugi atas pabrik ini akan ditanggung
bersama sesuai hak dan kewajiban masing-masing antara WCC dengan
investment partner.
 Pabrik di Polandia merupakan pabrik yang beroperasi penuh sebagai
suatu Perusahaan dengan tujuan komersial, karena dimiliki penuh
maka tidak ada management fee yang dibebankan oleh WCC. Laba
ataupun rugi atas pabrik ini sepenuhnya menjadi hak WCC.
 Pabrik di Malaysia didirikan bertujuan untuk mendukung kapasitas
produksi di kawasan Pasifik. Pabrik di Malaysia tidak mencari
keuntungan sendiri melainkan mendukung seluruh kawasan untuk
mendapat keuntungan lebih besar.

c. Perbaikan proses pelaporan kinerja keuangan masing-masing pabrik.


 Proses pelaporan keuangan yang dilakukan oleh akuntan yang sama
baik untuk pelaporan terhadap pihak internal dan eksternal akan
diperbaiki. Mulai tahun depan proses pelaporan keuangan untuk pihak
internal dan eksternal akan dilakukan oleh akuntan yang berbeda
supaya lebih fokus.
 Proses pelaporan juga akan memiliki standar yang berbeda, untuk
pihak eksternal menggunakan standar umum yang memenag sudah ada
dan diatur sedangkan untuk pelaporan internal akan menggunakan
standar manajemen WCC karena berkaitan dengan kinerja masing-
masing pabrik.