Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Kedokteran keluarga
Kedokteran keluarga merupakan cabang ilmu medis yang menyediakan pelayanan
kesehatan secara kontinu dan komprehensif, serta upaya pencegahan untuk setiap
anggota keluarga tanpa membedakan jenis kelamin, usia, jenis masalah penyakit baik
biologis, perilaku, maupun sosial [AAFP, 2016]. Berdasarkan pedoman umum
Indonesia sehat, pendekatan keluarga merupakan salah satu upaya kesehatan
masyarakat untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan, pendekatan ini
mengintegrasikan upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan
masyarakat (UKM) secara berkesinambungan [Kementerian Kesehatan RI, 2016].
Hal ini berarti bahwa pelayanan kesehatan harus dilakukan terhadap seluruh
tahapan siklus hidup manusia, sejak masih dalam kandungan, sampai lahir menjadi
bayi, tumbuh menjadi anak balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa muda (usia
produktif), dan akhirnya menjadi dewasa tua atau usia lanjut. Untuk dapat
melaksanakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan terhadap seluruh tahapan
siklus hidup manusia, maka fokus pelayanan kesehatan harus pada keluarga.
2.2 Prinsip
Prinsip – prinsip pelayanan kedokteran keluarga menurut Azwar :
1. Pelayanan yang holistik dan komprehensif
Pelayanan yang menyeluruh memiliki 5 aspek yaitu aspek personal, klinis,
internal, eksternal, dan fungsional. Sedangkan pelayanan komprehensif adalah
pelayanan yang berpusat pada 5 level of prevention yang terdiri dari health
promotion, general and spesific protection, early diagnosis, disability
limitation, dan rehabilitation.
2. Pelayanan yang kontinu
Merupakan barisan pertama yang pertama kali menangani keluhan dan
penyakit pasien dan ditangani sesuai kompetensinya. Pelayanan medis yang
harus dipantau secara terus-menerus dengan menggunakan rekam medis yang
akurat dan sistem rujukan yang terkendali.
3. Pelayanan yang mengutamakan pencegahan
Seorang dokter diharapkan dapat melakukan usaha pencegahan untuk
menekan kesakitan dan kematian pada suatu komunitas. Memberikan
penjelasan mengenai beberapa aspek yang dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan seperti penyuluhan kesehatan, vaksinasi,
menyelenggarakan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA).
4. Pelayanan yang bersifat koordinatif dan kolaboratif
Pelayanan dapat dilakukan lintas bidang sehingga memberikan pelayanan
yang sesuai dengan kebutuhan serta meningkatkan efisiensi bagi pasien.
5. Penangan personal bagi setiap pasien sebagai bagian integral dari keluarga
Pelayanan diberikan kepada masing-masing orang tanpa keterikatan dengan
keluarga sehingga memungkinkan masing-masing anggota keluarga memiliki
dokter keluarga yang berbeda.
6. Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan
tempat tinggal
7. Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum
Perilaku dokter dalam prakteknya harus sadar etika tanpa memandang status
sosial, agama, ras, jenis kelamin, jenis penyakit ataupun sistem orang yang
sakit. Selain itu, seorang dokter keluarga harus sadar hukum dan tetap bekerja
dalam batas-batas kewenangannya berdasarkan hukum yang berlaku.
8. Pelayanan yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan
Audit medis dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang bertujuan untuk
membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
9. Sadar biaya dan mutu
Pengobatan yang diberikan kepada pasien harus memenuhi standar pelayanan
medis dan menggurangi pemeriksaan yang kurang diperlukan sehingga pasien
mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan tanpa mengurangi mutu dari
pelayanan tersebut.