Anda di halaman 1dari 2

HIPERTENSI

No. Dokumen :
Ditetapkan Oleh :
Tgl. Terbit : Kepala BLUD Puskesmas
Kecamatan Menteng
BLUD SOP No. Revisi :0
PUSKESMAS Mulai Berlaku
KECAMATAN
Halaman (drg. AlamasHidayati)
MENTENG :2
NIP196709181993032007

1. Pengertian Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah ≥ 140/90 mmHg dalam minimal
2 kali pemeriksaan dalam waktu yang berbeda
2. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penanganan Hipertensi di Lingkungan
Puskesmas Kecamatan Menteng
3. Referensi Panduan Pelayanan Klinis Bagi Dokter Di Pelayanan Kesehatan Primer
4. Alat dan Tensimeter baik digital maupun manual
bahan
5. Langkah –
langkah 1. Perawat memanggil pasien sesuai nomor urut
2. Perawat melakukan kajian awal pasien yaitu anamnesa awal, pemeriksaan
tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan), dan
antropometri
3. Perawat menyerahkan rekam medis pasien ke meja dokter
4. Dokter memanggil pasien masuk ke dalam ruangan pemeriksaan
5. Dokter melakukan anamnesa terarah sesuai keluhan yang mungkin terjadi
pada hipertensi apabila ditemukan tekanan darah pasien ≥ 140/90 mmHg,
seperti sakit kepala, gelisah, jantung berdebar, leher kaku, penglihatan
kabur, nyeri dada, riwayat penyakit hipertensi dan kardiovaskuler dalam
keluarga, pola hidup sehari-hari dan penyakit komorbid lainnya.
6. Dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan kemungkinan
komplikasi hipertensi termasuk: keadaan umum, nadi (frekuensi dan
kualitas nadi), ada tidak pembengkakan jantung, ada tidaknya ronki, ada
tidak edema kaki, ascites, ada tidak kelumpuhan ekstrimitas dan ada tidak
gangguan penglihatan.
7. Dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang bila diperlukan seperti
EKG, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan profil lipid, ureum, kreatinin,
urinalisa, maupun rontgen thorax.
8. Dokter menegakkan diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik
dan penunjang (bila ada), dengan kriteria Hipertensi sesuai JNC VIII yaitu
Normotensi apabila tekanan darah <120/<80 mmHg, Pre-hipertensi
apabila tekanan darah 120-139/80-89 mmHg, Hipertensi stage I apabila
tekanan darah 140-159/90-99 mmHg dan Hipertensi stage II apabila
tekanan darah ≥160/≥100 mmHg
9. Dokter merencanakan terapi hipertensi untuk pasien yang meliputi :
a. Perubahan Gaya Hidup
b. Untuk Hipertensi stage I diberikan diuretik ( HCT 12,5-50mg/hari) atau
penghambat ACE (captopril 3 x 12,5-50 mg/hari)
c. Untuk Hipertensi stage II yang target terapinya tidak tercapai selama 2
minggu dapat diberikan kombinasi HCT+Captopril atau
HIPERTENSI

No. Dokumen :

Tgl. Terbit :

BLUD PUSKESMAS SOP No. Revisi :0


KECAMATAN Mulai Berlaku
MENTENG
Halaman :2

HCT+Amlodipin atau HCT+Beta blocker


10. Dokter dapat merujuk pasien ke RS apabila pasien hipertensi dengan
komplikasi atau terdapat resistensi hipertensi atau pasien mengalami
hipertensi emergensi ( sistolik >180mmHg)
11. Dokter menyarankan kapan pasien harus kembali kontrol

6. Unit Terkait BPU, Layanan 24 jam, Rawat Inap


7. Kompetensi
Dokter umum, perawat
Pelaksana
8. Pengawasan
Audit status untuk melihat kesesuaian diagnosis dan terapi
Internal
9. Dokumen
Rekam Medis Pasien
terkait
10. Riwayat Perubahan Dokumen
No. Yang Dirubah Isi Perubahan Tgl Mulai Diberlakukan