Anda di halaman 1dari 9

RESUME BAB I

Analisis Kinerja Laporan


Keuangan Perusahaan

Nama : Vidia Ainnie

NIM : 1502120667

Tugas Matakuliah Analisis Laporan Keuangan

1.1 Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan


Laporan Keuangan merupakan informasi yang menggambarkan kondisi perusahaan
dalam hal keuangan dalam periode tertentu yang mana informasi tersebut sebagai acuan tentang
kinerja perusahaan (Irham Fahmi).
Tujuan laporan keuangan berdasarkan SAK:

1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan
2. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar
pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa
lalu.
3. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggung
jawaban atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

1.2 Analisis Rasio Keuangan


Tujuan analisis rasio keuangan adalah untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi
perusahaan.
1.2.1 Analisis Rasio Likuiditas Perusahaan
Current Ratio Quick Ratio

Current Assets Current Assets−Inventory


¿ ¿
Current Liabilities Current Liabilities
1
Cash Ratio

Cash+marketable securities
¿
Current Liabilities

Tujuan:
 Current Ratio: Rasio ini menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditor jangka
pendek dipenuhi oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang
sama dengan jatuh tempo utang.
 Quick Ratio: Rasio ini mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya.
 Cash Ratio: Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancarnya
dengan kas atau yang setara dengan kas.

1.2.2 Analisis Struktur Keuangan


Struktur keuangan adalah bagaimana cara perusahaan mendanai aktivanya.

Struktur Keuangan – Utang Lancar = Struktur Modal

Rasio leverage yang umum digunakan:

Ratio Utang Ratio Utang terhadap Ratio laba terhadap beban bunga
ekuitas
Total Debt Earning before interest ∧taxes
¿ ¿
Total Assets Total Debt Interest Charge
¿
Total Equity

Ratio Penutupan Beban Tetap

Income Before Taxes+ Interest Charge+lease Obligation


¿
Interest Charge+lease Obligation

Tujuan:
 Rasio Utang: Rasio ini memperlihatkan proporsi antara kewajiban yang dimliki dan
seluruh kekayaan yang dimiliki.

2
 Rasio Utang Terhadap Ekuitas: Rasio ini menunjukkan kemampuan modal sendiri
perusahaan tersebut untuk memenuhi seluruh kewajibannya.
 Rasio laba terhadap beban bunga: Rasio ini mengukur sejauh mana laba operasi boleh
turun tanpa menyebabkan kegagalan dalam pemenuhan kewajiban membayar bunga
pinjaman.
 Rasio Penutupan Beban Tetap: Rasio ini memperhitungkan kewajiban perusahaan
seandainya perusahaan melakukan leasing aktiva dan memperoleh utang jangka panjang
berdasarkan kontrak sewa beli.

1.2.4 Analisis Aktivitas Perusahaan


Rasio aktivitas bertujuan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan
semua sumber daya yang ada pada pengendaliannya.

Rasio Perputaran Persedian Rasio Perputaran Persedian

COGS Sales
¿ atau ¿
Average Inventory Inventory

Periode Penagihan Rasio Perputaran Aktiva Tetap


Rasio Perputaran Modal Kerja
Rata-rata Net
Sales
¿ Sales
Receivables Net Working Capital ¿ ¿ Assets ¿
¿
Sales per day

Periode Perputaran Total


Aktiva

Sales
¿
Total Assets

Tujuan:
 Rasio Perputaran Persediaan: Mengukur efisiensi persediaan barang dagang.
 Rasio Penagihan Rata-rata: Mengukur efisiensi pengelolaan piutang perusahaan, rata-
rata jangka waktu penagihan.

3
 Rasio perputaran modal kerja: Menunjukkan banyaknya penjualan (dalam rupiah)
yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja.
 Rasio perputaran aktiva tetap: Mengevaluasi kemampuan perusahaan menggunakan
aktivanya secara efektif untuk meningkatkan pendapatan.
 Rasio perputaran total aktiva: Menunjukkan bahwa aktiva yang dimiliki terlalu besar
dibandingkan dengan kemampuan untuk menjual.

1.2.5 Analisis Kemampulabaan Perusahaan


Kemampulabaan merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan
manajemen.

Marjin Laba Kotor Marjin Laba Bersih Marjin Laba Bersih

Sales−COGS Net Income EBIT


¿ ¿ ¿
Sales Sales Total Assets

Operating Pofit Margin Perputaran Aktiva Hasil pengembalian atas total


aktiva
EBIT Sales
¿ ¿
Sales Total Assets Net Income
¿
Total Assets

Hasil pengembalian atas


ekuitas

Net Income
¿
Net Worth

1.2.6 Analisis Penilaian Pasar


Rasio penilaian adalah ukuran yang paling komprehensif untuk menilai hasil kerja
perusahaan, karena rasio tersebut mencerminkan kombinasi pengaruh rasio- risiko dan rasio
pengembalian.
Rasio Harga Pasar terhadap
Nilai buku Rasio ini menggambarkan penilaian
Market Value pasar keuangan terhadap
¿
manajemenBook Value

4
dan organisasi yang sedang berjalan.
1.3 Analisis Du Point
Analisis ini merupakan pendekatan terpadu terhadap analisis rasio keunagan. Analisis ini
menggabungkan rasio-rasio aktivitas dan profit marjin, dan menunjukkan bagaimana rasio-rasio
tersebut berinteraksi untuk menentukan profitabilitas aktiva-aktiva yang dimiliki perusahaan.

1.4 Analisis Rasio Keuangan Bank


1.4.1 Rasio Likuiditas

Quick Ratio Investing Policy Ratio Banking Ratio

Cash Assets Securities Total Loan


¿ ¿ ¿
Total Deposits Total Deposits Total Asset s

Cash Ratio

Cash Assets
¿
Pinjaman yang harus segera dibayar

1.4.2 Rasio Rentabilitas


Rasio ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam mengahsilkan laba selama
periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas manajemen dalam
menjalankan operasional perusahaannya.
Operating income−operating expense
Gross Profit Margin ¿
operating expense
Net Income
Net Profit Margin =
operating income
Net Income
Return on Equity Capital =
Equity Capital

1.4.3 Rasio Risiko Usaha Bank


Assets Risk Ratio Deposits Risk Ratio Interest Rate Risk Ratio

Equity Capital Equity Capital Interest Sensitivity Assets


¿ ¿ ¿
Risk Assets Total Deposits Interest Sensitivity liabilities

5
1.4.4 Rasio Permodalan (Solvabilitas)
Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, maka modal bank terdiri dari:
1. Modal Inti
a. Modal Disetor: Adalah modal yang disetor secara efektif oleh pemiliknya
b. Agio saham: Adalah selisih lebih setoran modal yang diterima oleh bank sebagai
akibat harga saham yang melebihi nilai nominalnya.
c. Cadangan umum: cadangan yang dibentuk dari penyisihan laba yang ditahan/ dari
laba bersih setelah dikurangi pajak dan mendapat persetujuan rapat umum
pemegang saham/ rapat anggota sesuai dengan ketentuan pendirian/ anggaran
dasar masing-masing bank.
d. Cadangan tujuan: bagian laba setelah dikurangi pajak yang disisihkan untuk
tujuan tertentu dan telah mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham/
rapat anggota.
e. Laba yang ditahan: saldo laba bersih setelah dikurangi pajak yang oleh umum
pemegang saham/ rapat anggota diputuskan untuk dibagikan.
f. Laba tahun lalu: laba bersih tahun lalu setelah dikurangi pajak dan ditetapkan
penggunaannya oleh rapat umum pemegang saham rapat anggota.
g. Laba tahun berjalan: laba yang diperoleh dalam tahun buku berjalan dikurangi
taksiran utang pajak.
h. Bagian kekayaan bersih anak perusahaan yang laporan keuanganya
dikonsolidasikan: modal inti anak perusahaan setelah dikompensasikan dengan
nilai penyertaan bank pada anak perusahaan tersebut.
2. Modal Pelengkap
a. Cadangan evaluasi aktiva tetap: cadangan yang dibentuk dari selisih penilaian
kembali asset tetap yang telah mendapat persetujuan direktorat jendral pajak.
b. Cadangan penghapusan aktiva yang diklasifikasikan: cadangan yang dibentuk
dengan cara membebani laba tahun berjalan dengan maksud untuk menampung
kerugian yang mugkin timbul sebagai akibat tidak diterimanya kembali sebagian
atau seluruh aktiva produktif.

3. Modal Kuasi

6
Modal kuasi adalah modal yang didukung oleh instrument/ warkat yang memiliki sifat
seperti modal/ utang dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Tidak dijamin oleh bank bersangkutan, dipersamakan dengan modal dan telah
dibayar penuh.
b. Tidak dapat dilunasi/ ditarik atas inisiatif pemilik, tanpa persetujuan Bank
Indonesia.
c. Mempunyai kedudukan yang sama dengan modal dalam hal ini jumlah kerugian
bank melebihi retained earning dan cadangan-cadangan yang termasuk modal
inti, meskipun bank belum dilikuidasi.
d. Pembayaran bunga ditangguhkan apabila bank dalam keadaan rugi/ labanya tidak
mendukung untuk membayar bunga tersebut.
4. Pinjaman Subordinasi
Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Ada perjanjian tertulis antara bank dan pemberi pinjaman.
b. Mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Bank Indonesia.
c. Tidak dijamin oleh Bank yang bersangkutan dan telah dibayar penuh.
d. Minimal berjangka waktu 5 tahun.
e. Pelunasan sebelum jatuh tempo harus mendapat persetujuan dari BI dan dengan
pelunasan tersebut permodalan bank tetap sehat.
f. Hak tagihannya dalam hal terjadi likuidasi berlaku dari segala pinjaman yang ada.

Rasio Permodalan terdiri dari:

Primary Ratio Capital Ratio

Equity Capital Equity Capital


¿ ¿
] Total Assets Total Loans

Mengukur kemampuan permodalan pada bank Mengukur kemampuan permodalan untuk


utuk menutup penurunan aktivanya akibat menutupi kemungkinan kegagalan yang ada dalam
berbagai hal yang tidak dapat dihindarkan. proses pemberian kredit.

Capital Adequacy Ratio


Current Liabilities to Equity Ratio
Equity Capital
¿ Utang Lancar
Total Loans+Securities ¿
Ekuitas
Mengukur kemampuan permodalan yang ada
Mengetahui berapa besar perbandingan antara
untuk menutup kemungkinan kerugian didalam
utang lancer dan ekuitas suatu bank.
perkredita dan perdagangan surat-surat berharga. 7
Tujuan analisis rasio ini:

1. Ukuran kemampuan bank tersebut untuk menyerap kerugian-kerugian yang tidak dapat
dihindarkan.
2. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai kegiatan usahanya sampai batas tertentu.
3. Alat pengukuran besar kecilnya kekayaan bank tersebut yang dimiliki oleh para
pemegang sahamnya.
4. Dengan modal yang mencukupi, memungkinkan manajemen bank yang bersangkutan
untuk bekerja dengan efisiensi yang tinggi.

1.2.5 Rasio Efisiensi Usaha

Tujuan rasio ini adalah untuk mengukur kinerja manajemen suatu bank apakah telah
menggunakan semua faktor produksinya dengan tepat guna dan hasil guna. Adapun beberapa
rumus yang dapat dipakai untuk mengukur usaha tersebut sebagai berikut:

Leverage Multiplier Ratio Assetss Utilization Ratio

Total Assets Operating Income+ Non operating income


¿ ¿
Total Equity Capital Total Assets

Mengukur kemampuan manajemen Mengukur kemampuan manajemen suatu bank di


suatu bank untuk mengelola aktiva dalam memanfaatkan aktiva yang dikuasai untuk
yang dikuasinya. memperoleh total income.

Fixed Assets Turnover Ratio Interest Expense Ratio

Pendapatan usaha bank Interest paid


¿ ¿
Aktivatetap Total Deposits

1.5 Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan

Keterbatasan analisis rasio antara lain:

1. Kesulitan dalam mengidentifikasi kategori industri dari perusahaan yang dianalisis


apabila perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha.

8
2. Rasio disusun dari data akuntansi dan data tersebut dipergunakan oleh cara penafsiran
yang berbeda dan bahkan bisa merupakan hasil manipulasi.
3. Perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan perhitungan berbeda, misalnya
perbedaan metode penyusutan atau metode penilaian persediaan.
4. Informasi rata-rata industri adalah data umum dan bisa merupakan perkiraan.

1.6 Analisis Horizontal dan Vertikal

 Analisis Horizontal : analisis dengan cara membandingkan neraca dan laporan laba rugi
beberapa tahun terakhir secara berurutan.
 Analisis Vertikal : analisis yang dilakukan dengan jalan menghitung proporsi pos-pos
dalam neraca dengan suatu jumlah tertentu dari Neraca atau proporsi dari unsur-unsur
tertentu laporan laba rugi dengan jumlah tertentu dari laporan laba rugi.

1.7 Analisis Kinerja dengan Metode EVA

EVA adalah salah satu cara utuk menilai kinerja keuangan yang mana merupakan
indicator tentang adanya penambahan nilai dari suatu investasi.

EVA = EBIT – Pajak – Biaya modal