Anda di halaman 1dari 3

Plan of Development Oil Expo 2014

Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran


Jl. Raya Bandung/Sumedang Km 21, Jatinangor 45363
Ph/Fax (022)-7796545

BAB IX
ABANDONMENT AND RESTORATION SITE

Diakhir masa produksi dari pengembangan Lapangan PT. Kijang , kami


akan menonaktifkan dan meninggalkan lokasi menurut aturan dan standar legislasi
yang berlaku. Pemberhentian meliputi pembongkaran, dekontaminasi dan
pemindahan alat-alat pemprosesan dan struktur fasilitas; pemindahan instalasi
dipermukaan; dan re-contouring tanah dan penanaman vegetasi untuk mencegah
erosi tanah. Atas konsultasi dan koordinasi dengan SKKMIGAS, rencana
pemberhentian yang komplit dan komprehensif telah disiapkan, penentuan kegiatan
yang dilakukan selama tahap penonaktifan dan penutupan telah disiapkan oleh
Ditjen Migas.
Rencana pemberhentian akan mengacu pada ketetapan pada Production
Sharing Contract yang telah dibuat sebelumnya, legislasi yang dipakai, seperti:
1. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 45 Tahun 2006 tentang
pengelolaan lumpur bor, limbah lumpur dan serbuk bor pada kegiatan pengeboran
minyak dan gas bumi.

2. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 30 Tahun 2009 tentang tata laksana
perizinan dan pengawasan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun serta
pengawasan pemulihan akibat pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun
oleh pemerintah daerah.

3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 33 Tahun 2009 tentang tatacara


pemulihan lahan terkontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun.

9.1 Plugging and Abandonment of Wells


Operasi penutupan sumur difokuskan pada perlindungan air bawah
permukaan agar tidak terkontaminasi oleh formasi yang terdapat hidrokarbon, dan
melindungi tanah. Sumur yang ditutup untuk mencegah migrasi fluida karena
terbawa wellbore. Pada lokasi yang produktif akan diisolasi dengan semen. Alat-
Plan of Development Oil Expo 2014
Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung/Sumedang Km 21, Jatinangor 45363
Ph/Fax (022)-7796545

alat yang terdapat di bawah permukaan akan dipindahkan dan bagian perforasi dari
sumur bor dibersihkan juga. Pada akhirnya, casing akan terputus dibawah
permukaan, ditutup dan ditimbun.

9.2 Site Clean Up and Remediation


Dengan Asumsi tidak ada lagi fasilitas lapangan yang digunakan, semua
struktur termasuk saat produksi, pengolahan, penampungan, pemompaan dan
struktur terkait akan dibongkar. Secara umum, perbaikan lokasi meliputi:
1. Drilling Site Surface
Wellhead dan well pads akan dipindahkan dan strukturnya dibongkar untuk
didaur ulang, dijual kembali, atau dibuang dengan semestinya.
2. Flowlines and Gathering Station
Flowline akan dikeringkan, dibersihkan dan diisi dengan inert substansi, ditutup
dan dipindahkan. Semua Gathering Station (stasiun pengumpulan) akan
dibongkar dan ditutup dengan aturan yang berlaku. Komponen yang dapat
digunakan kembali akan didaur ulang untuk penggunaan dimasa mendatang
atas izin pemerintah.
3. Main Production
Fasilities Fasilitas produksi utama dan struktur yang berkaitan akan dibongkar
dan dipindahkan. Semua fasilitas yang ada diatas tanah seperti tubing akan
dimanfaatkan lagi dengan semestinya. Bangunan dan infrastruktur pendukung
lainnya (Operation center, power plant, jetty dll) akan dibongkar dan dibuang
secara tepat, atau kepemilikannya akan dipindahtangankan ke pemerintah untuk
digunakan untuk kepentingan lainnya. Tindakan akan diambil untuk menjamin
tidak potensi air permukaan atau bawah permukaan terkena kontaminasi, tidak
ada dan tidak ada bencana dikemudian hari seperti erosi.

4. Disposal of Contaminated Materials and Residues


Setiap tempat dengan potensi kontaminasi hidrokarbon akan diidentifikasi,
dikarakteristikan, dan dikaji untuk menanggulangi kontaminasi. Tanah yang
Plan of Development Oil Expo 2014
Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung/Sumedang Km 21, Jatinangor 45363
Ph/Fax (022)-7796545

terkontaminasi akan dipindahkan dan diisi dengan tanah yang bersih, atau
dipindahkan sesuai dengan standar regulasi yang berlaku. Material-material
yang berbahaya akan dikelompkokan, diberi tanda dan dipindahkan ketempat
yang tepat.
5. Site Reclamation
Tempat-tempat yang telah dinonaktifkan akan diperbaharui dengan
recontouring dan direstorasi sehingga vegetasi yang ditanam dapat
menstabilkan. Untuk memfasilitasi penghijauan, langkah-langkah
penanggulangan yang mungkin dilakukan termasuk pemupukan dan
pembenihan.. Benih-benih yang akan ditanam akan disesuaikan dengan kondisi
tanah lokal dan zona iklim di daerah tersebut.
6. Monitoring
Pemantauan akan dilakukan saat mulai memasuki fase penonaktifan. Kami akan
bertanggungjawab untuk memantau aspek lingkungan dan sosial ekonomi dari
usaha penonaktifan lapangan. Penganganan resmi dari Ditjen Migas akan
memantau proses penonaktifan untuk memeriksa apakah secara regulasi
memenuhi syarat yang berlaku.