Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan
dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar
menjadi lebiah baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Lamongan, 09 Maret 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................

KATA PENGANTAR ..................................................

DAFTAR ISI ................................................................

BAB I : PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG .........................................


1.2. RUMUSAN MASALAH ....................................
1.3. TUJUAN .............................................................
1.4. MANFAAT ........................................................

BAB II : PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN .................................................

2.2. JENIS-JENIS ..................................................

2.3. PENYEBARAN ..............................................

2.4. EFEK NARKOBA ...........................................

2.5. FAKTOR PENYALAHGUNAAN ....................................

BAB III : PENUTUP

3.1. KESIMPULAN ...............................................................

3.2. SARAN .........................................................................

DAFTAR PUSTAKA............................................................
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Istilah Narkoba sudah tidak asing di telinga masyarakat indonesia pada khususnya bahkan
masyarakat dunia pada umumnya. Narkoba namanya melejit dikalangan kita karena benda tersebut
merupakan benda yang dapat menolong mereka yang sedang mengalami masalah dalam
kehidupannya, menurut mereka narkoba merupakan pahlawan dalam kehidupannya.

Narkoba sudah meresahkan masyarakat kita di Indonesia terutama apabila benda tersebut
disalah gunakan maka akan berakibat fatal, dapat mengakibatkan kematian bagi para penggunanya.
Selain menyebabkan kematian, Narkoba juga akan merusak sistem saraf bagi para penggunanya
sehingga menyebabkan para pecandu sering merasakan gangguan pada sistem syarafnya. Efek negatif
secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban
dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh
beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya.
Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker),
banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya
(terutama pada para seniman dan musisi.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu
ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang
menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan
Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian
maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua
unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak
belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang
menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat
kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia
itu.

Namun meski demikian, masih saja banyak yang tetap menggunakan Narkoba tanpa
menghiraukan dampak-dampak negatif yang akan menyerang dirinya. Mereka malah senang
bersahabat dengan benda terlarang tersebut, bagi mereka Narkoba merupakan sahabat tanpa jiwa yang
memiliki kekuatan dalam menolong mereka ketika mereka membutuhkannya. Hal itu mungkin saja
wajar terjadi sebab Narkoba memiliki efek candu, jadi apabila sudah sekali memakai atau
mengkonsumsi maka ia akan sulit keluar dari lingkaran Narkoba tersebut.
Kasus pecandu narkoba dari tahun ke tahun semakin meningkat, yang lebih parah lagi kasus
pecandu Nakoba dari kalangan remaja. Hal tersebut menjadi kekhawatiran para orang tua, guru dan
pihak lainnya, mereka khawatir dengan hal tersebut karena jika para penerus bangsa ini kebanyakan
para pecandu Narkoba maka masa depan bangsa ini akan suram. Maka dari itu perlu adanya
sosialisasi yang benar mengenai Narkoba dan upaya pencegahan pengguna Narkoba yang efektif agar
hal tersebut tidak merajalela.

1.2. Rmusan Masalah


a. Apa pengertian dari Narkoba?
b. Apa saja jenis-jenis Narkoba
c. Bagaimana penyebaran Narkoba di masyarakat?
d. Efek apa yang timbul dari penggunaan Narkoba?
e. Apa saja yang menjadi faktor penyalahgunaan Narkoba?

1.3. Tujuan
a. Agar dapat mengetahui pengertian dari Narkoba
b. Untuk mengetahui jenis-jenis dari Narkoba
c. Untuk mengetahui mengenai penyebaran Narkoba di masyarakat
d. Untuk mengetahui efek apa saja yang timbul dari penggunaan Narkoba
e. Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab penyalahgunaan Narkoba

1.4. Manfaat

Untuk menambah wawasan mengenai Narkoba dan mengetahui bagaimana bahaya nya
mengonsumsi atau pun menggunakan Narkoba dari efek-efek negatif yang ditimbulkan dari Narkoba
tersebut. Sehingga kita mampu menbentengi diri dari penggunaan atau penyalahgunaan dari Narkoba
tersebut.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat berbahaya. Napza adalah singkatan dari
Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Nikotik secara etimologi berasal dari bahasa
Yunani yang artinya ‘kelenger’, merujuk pada sesuatu yang bisa membuat seseorang tak sadarkan diri
(fly), sedangkan dalam bahasa Inggris narcotic lebih mengarah ke obat yang membuat penggunanya
kecanduan.

Narkotika secara farmakologik adalah opioida, tetapi menurut UU no 22, tahun 1997
narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun
semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Seiring
berjalannya waktu keberadaan narkoba bukan hanya sebagai penyembuh namun justru
menghancurkan. Awalnya narkoba masih digunakan sesekali dalam dosis kecil dan tentu saja
dampaknya tak terlalu berarti. Namun perubahan jaman dan mobilitas kehidupan membuat narkoba
menjadi bagian dari gaya hidup, dari yang tadinya hanya sekedar perangkat medis, kini narkoba mulai
tenar digaungkan sebagai dewa dunia, penghilang rasa sakit. Yang dimaksud dengan narkotika
meliputi :

 Golongan Opiat : heroin, morfin, madat, dan lain-lain. Golongan Kanabis : ganja, hashish.
 Golongan Koka : kokain, crack.

Alkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian
yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan distilasi atau fermentasi tanpa distilasi,
baik dengan cara memberikan perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau
tidak, maupun yang diproses dengan cara

Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Zat Adiktif Lainnya adalah bahan lain bukan
narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 meliputi ectasy, shabu-shabu,


LSD, obat penenang/obat tidur, obat anti depresi dan anti psikosis.

2.2. Jenis-Jenis Narkoba


Adapun jenis-jenis Narkoba :

A. Narkotika

Menurut UU nomor 35 tahun 2009 Narkotika dibagi menjadi golongan sebagai berikut :

 Golongan I : Narkotika golongan satu hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat
tinggimengakibatkan ketergantungan. Contoh: Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja,
Jicing, Katinon, MDMDA/Ecstasy, dan lebih dari 65 macam jenis lainnya.
 Golongan II : Narkotika golongan dua, berkhasiat untuk pengobatan digunakan sebagai
pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Morfin,
Petidin, Fentanil, Metadon, Dll.
 Golongan III : Narkotika golongan tiga adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan,
tetapi bermanfaat dan berkhasiat untuk pengobatan dan penelitian. Golongan 3 narkotika ini
banyak digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta
mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein, Buprenorfin,
Etilmorfina, Kodeina, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dan ada 13 (tiga belas) macam
termasuk beberapa campuran lainnya.
B. Psikotropika

Menurut UU nomor 5 tahun 1997, Psikotropika dibagi menjadi 4 golongan, meliputi :

 Golongan I : mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan ketergantungan dan
dinyatakan sebagai barang terlarang. Contoh: ekstasi (MDMA = 3,4-Methylene-Dioxy Methil
Amphetamine), LSD (Lysergic Acid Diethylamid), dan DOM.
 Golongan II : mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan ketergantungan. Contoh:
amfetamin, metamfeamin (sabu), dan fenetilin.
 Golongan III : mempunyai potensi sedang dalam menyebabkan ketergantungan, dapat
digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh: amorbarbital,
brupronorfina, dan mogadon (sering disalahgunakan).
 Golongan IV : mempunyai potensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan, dapat
digunakan untuk pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh: diazepam, nitrazepam,
lexotan (sering disalahgunakan), pil koplo (sering disalahgunakan), obat penenang (sedativa),
dan obat tidur (hipnotika).
2.3. Penyebaran Narkoba
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh
penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung
jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik,
tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang
tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya
pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk
menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP
pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah
penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat
mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

2.4. Efek Penggunaan Narkoba


 Halusinogen : efek dari narkoba bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat
mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang
sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD.
 Stimulation : efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung
dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih
bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang
dan gembira untuk sementara waktu.
 Depresan : efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas
fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan
tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
 Adiktif : Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi
karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena
secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak, contohnya ganja, heroin
, putaw. Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam
tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan
akhirnya kematian.
 Psilocin : sebuah obat halusinogen yang diperoleh dari jamur (Psilocybe mexicana). Efek
yang timbul seperti dilatasi pupil, kegelisahan atau gejolak, euforia, terbuka dan mata tertutup
visual (menengah umum pada dosis tinggi), sinestesia (mis. pendengaran melihat warna dan
suara), meningkat suhu tubuh, sakit kepala, berkeringat dan menggigil, dan mual.
 Sabu-sabu : adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan untuk kasus parah
gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian. Efek fisik dapat mencakup anoreksia,
hiperaktif, pupil melebar, kemerahan, kegelisahan, mulut kering, sakit kepala, takikardia,
Bradycardia, tachypnea, hipertensi, hipotensi, hipertermia, diaphoresis, diare, sembelit,
penglihatan kabur, pusing, berkedut, insomnia, kesemutan, jantung berdebar , aritmia,
jerawat, pucat, kejang-kejang, serangan jantung, stroke, dan kematian dapat terjadi.
2.5. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan Narkoba dapat dipengaruhi oleh beberapa hal sebagi berikut :

A. Lingkungan Soial
 Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin lalu setelah itu
ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman
keras atau bahan berbahaya lainnya.
 Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mungkin
juga karena kurangnya rasa kasih saying dari keluarga ataupun karena akibat dari broken
home.
 Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang
berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli
narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.
B. Kepribadian
 Rendah diri : perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat ataupun di lingkungan
sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan
narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan
mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan
berani
 Emosional dan mental : Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan-
aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan
menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental
seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya
menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya.
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Narkoba atau yang lebih dikenal dengan Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari
tanaman maupun bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan
penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri,
dan dapat menimbulkan ketergantungan. Sedangkan Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah
maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Narkoba terdiri
dari beberapa jenis dan golongan, mulai dari yang memiliki tingkat ketergantungan tertinggi hingga
terendah dan juga berdasarkan dari kegunaan yang dimilikinya.

Penyebaran Narkoba sudah tidak dapat dipungkiri lagi kecepatannya, mulai dari anak SMA
bahkan anak SD pun sudah banyak yang terjerumus kealam lingkaran Narkoba. Padahal dampak
negatif dari Narkoba banyak sekali, misalnya kerusakan organ maupun syaraf bahkan dapat
menyebabkan kematian. Namun karena ada efek adiktif maka orang yang sudah terlanjur
menggunakan atau mengkonsumsi narkoba sulit untuk keluar dari lingkaran Narkoba
tersebut.Penyalahgunaan Narkoba dapat dipngaruhi oleh beberpa faktor baik dari lingkungan sosial
maupun dari kepribadian. Oleh karena itu diperlukan peran orang tua untuk mengatasinya.

3.2. Saran

Untuk mengatasi masalah Narkoba terutama yang menjerat para remaja diperlukan peran
orang tua didalamnya, sebab bisa saja karena kurangnya perhatian dari orang tua mengakibatkan buah
hati mereka lari kepada Narkoba entah untuk mengambil simpati ataupun yang lainnya. Peran orang
tua juga dibutuhkan untuk mengontrol maupun mengawasi pergaulan dari buah hatinya, agar tak salah
dalam memilih teman dan ikut terjerumus dalam lingkaran Narkoba tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

1. https://id.wikipedia.org/wiki/Psikotropika (diakses pada 9 maret 2018)


2. https://www.go-dok.com/mengenal-jenis-golongan-dan-dampak-narkoba/ (diakses pada 9
maret 2018)
3. https://id-id.facebook.com/notes/aksi-peduli-anak-bangsa-bebas-narkoba/penggolongan-jenis-
jenis-narkoba/10150094696383326/ (diakses pada 9 maret 2018)
4. https://www.merdeka.com/pendidikan/3-golongan-narkotika-berbahaya-yang-harus-
dihindari.html/ (diakses pada 9 maret 2018)
5. http://www.davishare.com/2015/01/makalah-lengkap-tentang-narkoba.html/ (diakses pada 9
maret 2018)