Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

GANGGUAN KERJA DAN PENYAKIT KERJA AKIBAT


SENYAWA ETANOL

Dosen Pengampu
Nanang Hermawan,ST

Nadya Paramita Rahayu (17010138)

Sekolah Tinggi Teknologi Industri Dan Farmasi


Bogor
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya
saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul gangguan kesehatan dan Penyakit kerja
akibat etanol . Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah kesehatan dan
keselamatan kerja
.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi
sempurnanya makalah ini.

Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua

Bogor , 7 maret 2018

Penulis
Daftar Isi
HALAMAN JUDUL ……………………………………………..…. i
KATA PENGANTAR ……………………………………………… ii
DAFTAR ISI …………………………………………………….…. iii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………...........1


 A. Latar Belakang ………………………………………….. 1
 B. Rumusan Masalah ……………………………………… 2
 C. Tujuan Penulisan ……………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………….......


 A. Pereaksi Etanol…………………………………........….. 3
 B. Bahaya Senyawa Etanol ……………… …………… .. 5
 C Bagaimana Etanol meracuni Tubuh …………………... 9
 D. Pertolongan Pertama Terkena Etanol……...……….... 13
 E.Pencegahan Penyakit Kerja.........................................15
 F. Kasus Keracunan Etanol.............................................16.
BAB III PENUTUP ………………………………………………...
 A. Simpulan …………………………………………...……. 17
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………….... 18
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bahaya potensial kimia banyak mengancam kesehatan pekerja baik berasal dari
proses kerja, lingkungan kerja langsung ataupun lingkungan sekitar tempat kerja.

Pekerja-pekerja yang rentan terhadap paparan kimia sadalah yang dalam pekerjaan
sehari harinya mengalami kontak dengan bahan bahan kimia

Sebagai tenaga farmasi , kita akan sering berhadapan dengan bahan bahan kimia
berbahaya dan beracun. Pekerjaan seperti ini rentan terkena paparan atau pajanan
daribahan bahan kimia tersebut . Faktor kimia meliputidebu, asap, kabut, gas, uap, zat kimia
dan racun.

Paparan kimia di tempat kerja terkadang sulit untuk dihindari,. Oleh karena itu,
seorang ahli laboratorium atau tenaga farmasi dapat melakukan upaya pencegahan
paparan kimiawi .

Sebuah hal yang subtansi dari kehidupan kita adalah pentingnya pekerjaan, karena
dengan bekerja kita dapat menghidupi kehidupan kita secara jasmani, namun kadang
dengan pekerjaan membuat seluruh organ-organ tubuh jenuh dengan aktifitas yang sering
kita lakukan. Sehingga organ tubuh mengalami sutu hal yang membuat kita merasa sakit,
untuk memahami lebih dalam kami akan mendefinisikan penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan.

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja,
bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian penyakit akibat kerja
merupakan penyakit yang artifisual atau man made disease.

Sedangkan penyakit akibat kerja karena paparan kimia adalah penyakit yang disebabkan
paparan kimia yangterjadi akibat kontak langsung dengan bahan kerja, proses kerja
danlingkungan kerja

Tedapat beberapa penyebab PAK yang umu terjadi di tempat kerja, berikut beberapa
jenisnya yang digolongkan berdasarkan penyebab dari penyakit yang ada di tempat kerja
salah satunya adalah faktor kimia

Hazards kimia adalah zat yang jumlahnya banyak beredar di sektor industri. Sehingga
maka pengaruhnya terhadap kesehatan pun sangatbervariasi. Mulai dari yang dapat
menimbulkan gangguan, luka, alergi sampai menimbulkan penyakit, malah dalam
konsentrasi tertentubahan kimia yang masuk ke dalam tubuh dapatlangsung menimbulkan
kematian. Faktor kimia meliputidebu, asap, kabut, gas, uap, zat kimia dan racun.

1
Contoh lain dari penyakit akibat kerja adalah akibat senyawa alkohol Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan, alkohol membunuh 3,3 juta orang di seluruh dunia
setiap tahun.oleh karena itu makalah ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai penyakit
kerja akibat etanol

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Penyakit Akibat Kerja ?

3. Apa yang dimaksud dengan senyawa etanol?

5. Bagaimana dampak etanol bagi kesehatan manusia ?

6. Bagaimana pertolongan pertama apabila terkena paparan etanol ?

7. Bagaimana upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari terkena

Paparan etanol?

C. Tujuan Penulisan
1) Agar mengetahui pengertian dari penyakit akibat kerja, serta penyakit akibat kerja
karena paparan kimia
2) Mengetahui tentang senyawa etanol
3) Mengetahui dampak etanol bagi manusia dan lingkungan
4) Dapat mengetahui penyakit kerja akibat etanol
5) Dapat mengetahui pertolongan pertama bila terkena paparan etanol
6) Bagimana upaya pencegahan terjadinya penyakit kerja akibat etanol

2
BAB 2 PEMBAHASAN

1. PEREAKSI ETANOL
A. Pengertian Senyawa Etanol

Etanol, (C2H5OH) disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau
alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna,
dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Etanol merupakan senyawa yang sering digunakan dalam industri kimia antara lain
sebagai pelarut (40%), untuk membuat asetaldehid (36%), eter, glikol eter, etil asetat dan
kloral (9%)

Etanol dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dengan kandungan hidrokarbon tinggi


ethanol (disebut juga etil-alkohol atau alkohol saja), adalah alkohol yang paling sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini
banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanandan minuman.

Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Bahan ini dapat
memabukkan jika diminum bila dalam minuman beralkohol atau arak, selain digunakan
di dalam arak, etanol juga digunakan sebagai bahan api bagi menggantikan gasolin ,
Etanol sering ditulis dengan rumus EtOH. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau
rumus empiris C2H6O.

B. Sifat Etanol

a. Sifat Fisika Etanol

3
Cairan tidak berwarna dengan bau khas; Rumus molekul: CH3CH2OH; Berat
molekul 46.1; Titik didih 79°C; Titik leleh -114°C; Kelarutan: bercampur dengan air,
eter, aseton, etanol, kloroform; Tekanan uap (20°C): 5.8 kPa; Titik nyala 13°; Kerapatan
0,79; pKa 15.9 pada suhu 25 °C

b. Sifat Pelarut Etanol

Etanol adalah pelarut serbaguna karena dapat larut dengan air dan dengan banyak
jenis pelarut organik termasuk asam asetat, aseton, benzena, karbon tetraklorida,
kloroform, dietil eter, etilena glikol, gliserol, nitrometana, piridin, dan toluena. Etanol
juga dapat larut dengan hidrokarbon alifatik ringan seperti pentana dan heksana serta
dengan klorida alifatik seperti trikloroetan dan tetrakloroetil.

c. Sifat Mudah Terbakar Etanol

40% larutan etanol dalam air akan terbakar jika dipanaskan sampai sekitar 26 °C. Titik
nyala etanol murni adalah 16,60 °C, kurang dari rata-rata suhu kamar. Minuman
beralkohol yang memiliki konsentrasi etanol rendah dapat terbakar jika terkena api atau
percikan listrik. Titik nyala anggur biasa yang mengandung 12,5% etanol adalah sekitar
52 °C. Efek wajan yang terbakar pada saat koki memasak disebut Flam

4
2. Bahaya Senyawa Etanol Bagi Kesehatan

A. Paparan Jangka Pendek

Efek Etanol pada Sistem Saraf Pusat

A. DEPRESI SSP

Depresan adalah senyawa yang dapat mendepres atau menekan system tubuh. Depresan Sistem
Syaraf Pusat (SSP) adalah senyawa yang dapat mendepres atau menurunkan aktivitas fungsional dari
sistem syaraf pusat (SSP). Akibat dari penurunan aktivitas fungsional sistem syaraf pusat adalah
menurunnya fungsi beberapa organ tubuh. Depresan sistem syaraf pusat (SSP) ini bekerja dengan
menekan pusat kesadaran, rasa nyeri, denyut jantung dan pernafasan

Etanol adalah depresan yang dapat mempengaruhi sistem saraf pada manusia dan memiliki
efek psikoaktif karena kemampuannya untuk mengubah kesadaran manusia. etanol akan menekan
sistem saraf pusat secara tidak teratur tergantung dari jumlah yang dicerna, dikatakan pula bahwa
etanol secara akut akan menimbulkan oedema pada otak serta oedema pada saluran gastrointestinal
.Kadar etanol di dalam darah diatas 0,4% dapat menyebabkan kematian; kadar 0,3% dapat
menyebabkan kelumpuhan dan pingsan; kadar 0,14% dapat menurunkan aliran darah ke otak; kadar

5
0,1% dapat menyebabkan mual, muntah, gangguan fungsi sensorik dan motorik, dan gangguan
kognisi; dan kadar 0,05% dapat menyebabkan euphoria, banyak bicara, dan relaksasi.

Efek Etanol pada Proses Metabolisme

SIROSIS HATI

sirosis hepatis merupakan penyakit liver kronis di mana sel-sel dan jaringan hati yang
sehat diganti dengan jaringan parut yang tidak memiliki fungsi seperti hati yang normal. Kerusakan
yang disebabkan oleh sirosis tidak dapat kembali normal dan akhirnya kerusakan bisa meluas
sehingga hati berhenti berfungsi. Ini kondisi yang disebut dengan gagal hati.

kondisi di mana hati secara perlahan-lahan mengalami kerusakan yang berlangsung secara terus
menerus dalam jangka waktu yang panjang (kronis). Sel-sel dan jaringan hati yang rusak kemudian
berubah menjadi jaringan parut sehingga fungsi hati semakin lama akan semakin menurun. ehari
dapat menyebabkan peradangan dan perlemakan pada hati, hal ini dapat menjadi penyebab sirosis
hati.

Etanol dalam tubuh manusia diubah menjadi asetaldehida oleh alkohol dehidrogenasi dan diubah
menjadi asetil KoA oleh asetaldehida dehidrogenase. Asetil KoA adalah produk akhir dari
metabolisme karbohidrat dan lemak dan menghasilkan 7 kkal per gram konsumsi. Namun,
asetaldehida yang lebih beracun dari etanol merupakan penyebab utama efek samping minuman
beralkohol dan terbukti dapat meningkatkan risiko terjadinya sirosis hati dan kanker.

Selama metabolisme alkohol, alkohol berebut dengan lemak untuk menggunakan NAD. NAD
biasanya digunakan untuk metabolisme lemak di hati. Hal ini menyebabkan lemak menumpuk di hati
yang disebut “lemak hati”. Jika terus-menerus terjadi, maka akan terjadi kematian sel dalam hepatosit.
Sel-sel ini kemudian diganti dengan jaringan parut yang mengarah ke kondisi yang disebut sirosis
hati.

Efek Etanol pada Proses pernafasan

Penyakit sistem pernapasan

Terhirupnya uap etanol dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi pada saluran
pernapasan. Batuk, sakit kepala, rasa lelah, mengantuk.jika keracunan berat etanol maka akan
menyevbabkan depresi sistem pernapasan, aspirasi paru. pneumonitis dan edema paru

6
Efek Etanol pada organ pankreas

Penyakit di pankreas

Konsumsi etanol dalam jumlah besar menyebabkan pankreatitis akut maupun kronis.
Pankreatitis alkoholik akut ditandai dengan timbulnya sakit perut secara tiba-tiba, mual, muntah dan
peningkatan kadar enzim pankreas pada serum maupun urin. Computed tomography dapat
membantu penetapan diagnosa. Serangan pankreatitis akut umumnya tidak berakibat fatal, namun
pankreatitis hemoragik dapat menyebabkan syok, gagal ginjal, gagal nafas, dan kematian. Perawatan
untuk kondisi ini dapat meliputi penggantian cairan intravena dan analgesik opioid. Etiologi
pankreatitis akut mungkin berhubungan dengan efek metabolik toksik langsung alkohol pada sel-sel
asinar pankreas.

Efek Etanol pada kulit

Penyakit pada kulit

Alkohol juga menyebabkan dehidrasi yang pada gilirannya membuat kulit menjadi kerinng
Alkohol dapat memperburuk kondisi seseorang yang sudah menderita masalah kulit kering seperti
eksim dan psoriasis. Segera setelah minum sejumlah besar alkohol, kulit di wajah dan tubuh
cenderung memerah Hal ini disebabkan karena alkohol membuat pembuluh darah melebar sehingga
menyebabkan permukaan kulit menjadi merah,

Efek Etanol pada saluran pencernaan

Penyakit pada saluran pencernaan

Rasa terbakar pada saluran cerna, sakit kepala, rasa bingung, pusing, hilang kesadaran, mual,
muntah, hipoglikemia, serta gangguan keseimbangan asam basa dan eletrolitpoglikemia, dan
hipotermia . Rasa terbakar pada saluran cerna, sakit kepala, rasa bingung, pusing, hilang kesadaran,
mual, muntah, hipoglikemia, serta gangguan keseimbangan asam basa dan eletrolitpoglikemia, dan
hipotermia

7
B . Paparan Jangka panjang
A. Dosis besar etanol dapat menggunggu proses pengkodean memori dan menyebabkan
amnesia anterograde, kondisi ini sering disebut sebagai alcoholic blackouts, dimana individu
tersebut akan kesulitan mengingat seluruh atau sebagian pengalaman saat mengkonsumsi etanol
berlebih. Lebih lanjut konsumsi etanol dosis tinggi ini juga menyebabkan terganggunya pola
tidur, gelisah saat tidur atau mudah terbangun saat tidur. Lebih lanjut konsumsi etanol dosis
tinggi juga dapat menyebabkan apnea. Efek tertunda dari konsumsi dosis besar etanol pada SSP
dapat berupa mabuk pada keesokan harinya, sindrome sakit kepala, rasa haus yang berlebihan,
mual dan gangguan kognitif.

B. Fetal Alcohol Syndrome (FAS)


Minum alkohol dalam jumlah banyak pada waktu hamil dapat menimbulkan kelainan pada janin.
Pengaruh tadi beraneka ragam bergantung pada banyaknya dan waktu minuman beralkohol itu
dikonsumsi. Diperkirakan efek tersebut pada muka berupa fisura palpebra yang pendek, bibir
atas yang hipoplastik dengan vermilion yang tipis, filtrum yang berkurang atau menghilang,
gagguan pertumbuhan, defek pada jantung dan tulang.

C. Penyakit pada kulit

Jika kulit terpapsr dalam jangka panjang maka lapisan lemak pada kulit akan hilang dan
menyebabkan kulit iritasi

8
3. Bagaimana Etanol Dapat Meracuni Tubuh

A. Prevalensi Kejadian Toksisitas

Linder (1992) menyatakan bahwa asetaldehid, yang merupakan senyawa antara alkohol
dan asetat, bersifat patogen jika dikonsumsi secara berlebihan. Lu (1995) menyatakan bahwa
hipoksia atau zat penyebab hipoksia (CO2 dan CO) dapat bersifat teratogen dengan
mengurangi O2 dalam proses metabolisme yang membutuhkan O2.
Hal tersebut dapat menyebabkan oedema dan hematoma yang pada akhirnya dapat
menyebabkan kelainan bentuk. Menurut Alfin-Slater dan Aftergood (1980); Linder (1992),
konsumsi alkohol akan menyebabkan meningkatnya kadar laktat dalam darah. Peningkatan
laktat dalam darah dapat menekan ekskresi asam urat dalam urin dan menyebabkan
peningkatan asam urat dalam plasma (Lieber, 1992)
Secara pasti mekanisme toksisitas etanol belum banyak diketahui. Beberapa hasil penelitian
dilaporkan bahwa etanol berpengaruh langsung pada membran saraf neuron dan tidak pada
sinapsisnya (persambungan saraf).

Pada daerah membran tersebut etanol mengganggu transport ion. Pada penelitian invitro
menunjukkan bahwa ion Na+, K+– ATP ase dihambat oleh etanol. Pada konsentrasi 5 – 10%
etanol memblok kemampuan neuron dalam impuls listrik, konsentrasi tersebut jauh lebih
tinggi daripada konsentrasi etanol dalam sistem saraf pusat secara invivo.

Pengaruh etanol pada sistem saraf pusat berbanding langsung dengan konsentrasi etanol
dalam darah. Daerah otak yang dihambat pertama kali ialah sistem retikuler aktif. Hal
tersebut menyebabkan terganggunya sistem motorik dan kemampuan dalam berpikir.
Disamping itu pengaruh hambatan pada daerah serebral kortek mengakibatkan terjadinya
kelainan tingkah laku. Gangguan kelainan tingkah laku ini bergantung pada individu, tetapi
pada umumnya penderita turun daya ingatnya. Gangguan pada sistem saraf pusat ini sangat
bervariasi biasanya berurutan dari bagian kortek yang terganggu dan merambat ke bagian
medula

9
Tabel 1. Gejala yang diakibatkan oleh toksisitas etanol

B. Mekanisme Toksisitas
Efek toksik sangat bervariasi dalam sifat, organ sasaran, maupun mekanisme kerjanya.
Umumnya toksikan hanya mempengaruhi satu atau beberapa organ saja. Hal tersebut dapat
disebabkan lebih pekanya suatu organ, atau lebih tingginya kadar bahan kimia dan
metabolitnya di organ Toksisitas merupakan sifat bawaan suatu zat, bentuk dan tingkat
manifestasi toksiknya pada suatu organisme bergantung pada berbagai jenis factor. Faktor
yang nyata adalah dosis dan lamanya pajanan.
Faktor yang kurang nyata adalah species dan strain hewan, jenis kelamin, umur, serta
status gizi dan hormonal. Faktor lain yang turut berperan yaitu faktor fisik, lingkungan dan
sosial. Di samping itu, efek toksik suatu zat dapat dipengaruhi oleh zat kimia lain yang
diberikan bersamaan. Efek toksik dapat berubah karena berbagai hal seperti perubahan
absorpsi, distribusi, dan ekskresi zat kimia, peningkatan atau pengurangan biotranformasi,
serta perubahahan kepekaan reseptor pada organ sasaran (Lu, 1995).
Adapun mekanisme keracunan dari etanol yaitu (1) depresi SSP merupakan efek utama
keracunan etanol. Etanol memiliki efek aditif dengan depresan SSP lainnya seperti
barbiturate, benzodiazepine, antidepresi dan antipsikotik, (2) Hipoglikemia obat dapat terjadi
karena gangguan gluconeogenesis pada pasien dengan kondisi kehabisan simpanan glikogen,
(3) Keracunan etanol dapat menyebabkan pasien cenderung pada trauma dan kondisi
kekacauan metabolic sering terlihat pada pasien alkoholik (Gunawan, 2007)

10
Apabila konsentrasi etanol dalam darah 100 mg/dL (0,7 kg etanol murni) cukup untuk
menghambat gluconeogenesis dan menyebabkan hipoglikemia, namun belum menyebabkan
koma dan pada peminum baru, kadar 300 mg/dL sudah dapat menyebabkan oma, namun
pada alkoholik kronik pada 500-600 mg/dL, pasien masih dalam keadaan sadar yang ditandai
dengan gejala muntah, delirium dan depresi SSP (Gunawan, 2007)

C. Toksikologi Etanol
• Data pada Manusia LDL0 oral-manusia 1,4 g/kg bb.(10) Etanol pekat (95-99%) pada
dosis 1 ml/kg (1 g/kg bb) menghasilkan konsentrasi etanol di dalam darah sebesar
100-150 mg/dL (21-32 mmol/L) yang menyebabkan keracunan ringan hingga sedang
pada orang dewasa. Konsentrasi etanol dalam darah antara 150-300 mg/dL (32.6-65.2
mmol/L) menyebabkan munculnya gejala keracunan yang umum.

11
4. Pertolongan Pertama Terhadap Korban Paparan Etanol

1. Terhirup

Segera pindahkan korban dari area paparan. Bila perlu gunakan kantong masker berkatup atau

pernafasan penyelamatan. Jika kesuliatan bernafas beri oksigen Segera bawa ke rumah sakit atau
fasilitas kesehatan terdekat angan memasukkan sesuatu kedalam mulut korban yang pingsan, jika

bahan ini tertelan dalam jumlah banyak segera cari pertolongan medis

2. Kontak dengan Kulit

Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci dengan sabun atau
detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai dipastikan tidak ada bahan kimia yang

tertinggal (selama 15-20 menit). Bila perlu segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan

terdekat

3. Kontak dengan Mata

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%) selama
15-20 menit, atau sekurangnya 1 liter untuk setiap mata dan dengan sesekali membuka kelopak

mata atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia yang tertinggal. Segera bawa ke

rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat

12
4. Tertelan

Segera hubungi Sentra Informasi Keracunan atau dokter setempat. Jangan sekali-kali
merangsang muntah atau memberi minum bagi pasien yang tidak sadar/ pingsan. Bila terjadi

muntah, jaga agar kepala lebih rendah daripada panggul untuk mencegah aspirasi. Bila korban dalam

keadaan sadar dan terjaga, miringkan kepala ke samping. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas

kesehatan terdekat.

6. PENATALAKSANAAN PADA KORBAN KERACUNAN

1. Resusitasi dan Stabilisasi

a. Penatalaksanaan jalan napas, yaitu membebaskan jalan napas untuk menjamin


pertukaran udara
b. Penatalaksanaan fungsi pernapasan , untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara
memberikan pernapasan buatan untuk menjamin cukupnya kebutuhan oksigen dan
pengeluaran karbon dioksida
c. Penatalaksanaan sirkulasi, bertujuan untuk mengembalikan fungsi sirkulasi darah d.
Jika ada kejang, berikan benzodiazepin sebagai terapi lini pertama pada pasien
kejang. Pemeriksaan kadar gula darah harus ditentukan dengan cepat untuk
pengambilan tindakan selanjutnya

2.Dekontaminasi

13
A. Dekontaminasi Mata

a. Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan miring ke sisi mata
yang terkena atau terburuk kondisinya.
b. Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan sejumlah air
bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% diguyur perlahan selama 15-20 menit atau
sekurangnya satu liter untuk setiap mata.
c. Hindarkan bekas air cucian mengenai wajah atau mata lainnya.
d. Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit - Jangan biarkan pasien
menggosok matanya
e. Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas
kesehatan terdekat atau konsul ke dokter mata.

B. Dekontaminasi Kulit

a. Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat.


b. Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin atau hangat
serta sabun minimal 10 menit.
c. Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau kertas secara
lembut. Jangan digosok.
d. Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi atau muntahannya dan
buanglah dalam wadah/ plastik tertutup.
e. Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan menggunakan sarung
tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya.
f. Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.
A.

14
5. CARA PENANGANAN ETANOL

1. Pencegahan

 Jauhkan dari panas/nyala api/api terbuka/ permukaan panas – Dilarang merokok


 Tutup wadah penyimpanan dengan rapat
 wadah dan peralatan diletakkan di tanah atau diikat.
 Gunakan peralatan/ alat listrik/saluran udara/pencahayaan yang tahan terhadap
ledakan
 Gunakan alat-alat yang tidak mencetuskan api
 Lakukan tindakan pencegahan untuk menghilangkan muatan statis
 Jangan menghirup debu / asap / gas / embun / uap / semprotan
 Cuci seluruh tangan setelah menyentuh bahan ini
 Hindari makan, minum, atau merokok saat menggunakan bahan ini
 Gunakan sarung tangan/pakaian pelindung / pelindung mata / pelindung wajah

6. Pencegahan Penyakit Kerja Akibat Etanol

1. Ventilasi Senyawa ini harus disimpan di tempat kering, bersuhu dingin, dan
memiliki saluran udara yang baik.
2. Perlindungan Mata; Gunakan kacamata pelindung yang telah diuji dan memenuhi
standar peraturan yang berlaku atau sesuai standar NIOSH atau EN166
3. Pakaian: Gunakan pakaian pelindung lengkap yang melindungi dari bahan kimia,
pakaian pelindung antistatik tahan api, jenis baha pelindung yang digunakan harus
dipilih berdasarkan konsentrasi dan sumbah bahan berbahaya yang ada di tempat
kerja.
4. Sarung Tangan : Gunakan sarung tangan pelindung yang memenuhi standar
peraturan yang berlaku atau sesuai spesifikasi EU 89/686/EEC dan standar EN374.
5. Respirator Paparan hingga 3300 ppm : APF = 10 : Gunakan respirator penyuplai
udara APF = 50 : Gunakan alat pernafasan mandiri dengan penutup wajah penuh
Kondisi gawat darurat atau pada kondisi dimana konsentrasi paparan tidak
diketahui : APF = 10.000 : Gunakan alat pernafasan mandiri dengan penutup wajah
dan dijalankan berdasarkan kebutuhan tekanan atau mode tekanan positif lainnya.
APF = 10.000 : Gunakan respirator penyuplai udara yang memiliki penutup wajah
dan dijalankan berdasarkan kebutuhan tekanan atau mode tekanan positif lainnya
dikombinasikan dengan bantuan alat pernapasan mandiri tekanan positif.

15
10. CONTOH KASUS PENYAKIT AKIBAT ETANOL

Empat Pekerja Tewas , Prosedur K3 Pabrik Gula Perlu Dibenahi

Sebanyak empat pekerja lepas Pabrik Gula (PG) Kebon Agung Malang tewas setelah
menghirup gas beracun, Sabtu, 28 Desember 2013. Korban tewas adalah Hariyanto,
Pujiono, Pujianto, dan Armi, warga Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota
Kediri.

Keempat korban tersebut mengalami sesak nafas setelah membersihkan sisa gula di
palung pendingin di pabrik tersebut. Menurut saksi, awalnya salah satu dari pekerja
tersebut mengalami kejang-kejang di lantai. Pekerja lainnya ikut berupaya menolongnya
namun juga mengalami hal serupa.

Para pekerja tersebut merupakan pekerja lepas (outsorcing) dari sebuah CV di Kediri.
Menurut Kepala TU PG Kebon Agung, CV tersebut telah berpengalaman dalam
membersihkan sisa gula pendingin. Menurut beliau, para pekerja juga telah dilengkapi
oleh alat keselamatan seperti masker, dan lainnya.

Sesak nafas para pekerja tersebut diduga adanya gas etanol dari sisa produksi gula.
Sekedar diketahui, jika gula dapat mengalami proses fermentasi menjadi etanol. Adanya
konsentrasi gas etanol yang tinggi menyebabkan para pekerja tersebut mengalami sesak
nafas. Gas etanol yang dihasilkan dari fermentasi gula seharusnya dialirkan keluar ruangan
dan masuk pengolahan limbah. Namun, hingga saat ini belum diketahui mengapa terjadi
peristiwa seperti ini.

Prosedur K3 perlu dibenahi

16
Peristiwa kecelakaan semacam ini tidak sekali terjadi. Sekitar dua minggu lalu
seorang pekerja Pabrik Gula Krebet Malang terjatuh di penggilingan. Pekerja tersebut
tewas dengan luka yang cukup parah. Terulangnya peristiwa kecelakaan seperti ini
membuktikan ada yang salah dengan prosedur K3 di lingkungan pabrik gula.

Kondisi semacam itu tidak diimbangi oleh standar keselamatan kerja yang memadai.
Banyak diantara para pekerja yang saya amati tidak mengenakan perangkat keselamatan
kerja, semisal masker, sepatu bot, maupun helm. Perangkat tersebut hanya dikenakan para
pekerja yang memiliki jabatan tinggi, semisal mandor, kepala bagian pengolahan, kepala
QC, dan sebagainya. Para pekerja biasa rata-rata tidak mengenakan alat keselamatan
tersebut. Saya tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi. Padahal, para pekerja tersebut
merupakan ujung tombak pabrik yang berperan penting dalam proses produksi. Selain itu,
jarang sekali ditemukan tanda peringatan di tempat kerja, berupa gambar, kata-kata,
maupun himbauan. Sangat kontras dengan slogan-slogan untuk mendapat hasil produksi
maksimal. Padahal adanya tanda peringatan sedikit banyak meminimalisir kecelakaan kerja.

17
BAB 3 PENUTUP

Kesimpulan

Etanol, (C2H5OH) disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol
saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan
merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Etanol sangan berbahaya bagi kesehatan diantaranya Menyebabkan iritasi mata,


Menyebabkan iritasi saluran pernapasan, Jika tertelan menyebabkan pusing, kantuk, dan
perasaan mual Menyebabkan iritasi, berbahaya jika terserap kulit dalam jumlah banyak
Jika tertelan menyebabkan defresi, kantuk, menunjukkan gejala-gejala keracunan.

Etanol berpengaruh langsung pada membran saraf neuron dan tidak pada sinapsisnya
(persambungan saraf) , Apabila konsentrasi etanol dalam darah 100 mg/dL (0,7 kg etanol
murni) cukup untuk menghambat gluconeogenesis dan menyebabkan hipoglikemia,
namun belum menyebabkan koma dan pada peminum baru, kadar 300 mg/dL sudah dapat
menyebabkan oma, namun pada alkoholik kronik pada 500-600 mg/dL, pasien masih
dalam keadaan sadar yang ditandai dengan gejala muntah, delirium dan depresi SSP

Karena sifat etanol yang mudah terbakar maka Jauhkan dari panas/nyala api/api
terbuka/ permukaan panas Tutup wadah penyimpanan dengan rapat

Dan untuk menghindari kecelakaan kerja akibat etanol maka diwajibkan untuk
memkaia alat pelindung seperti masker / respirator ,jas lab ,dan sarung tangan

18
Daftar Pustaka

https://www.yumpu.com/en/document/view/29368017/ethanol-msds-smfl

https://toksikologiumi.wordpress.com/tag/ethanol/

http://ik.pom.go.id/v2014/katalog/ETANOL.pdf

https://nitamustika16.wordpress.com/2014/12/26/mekanisme-toksisitas-
etanol-dan-cara-penanganan/

http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/2016/PerKa_BPOM_No_
14_Tahun_2016_tentang_Keamanan_Mutu_Alkohol.pdf

https://environmentalsanitation.wordpress.com/2012/01/26/dampak-negatif-
etanol-bagi-lingkungan/

http://virtual.co.id/bahaya-senyawa-etano/

http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2014/12/etanol-artikel-lengkap.html

http://e-journal.uajy.ac.id/2151/3/2BL00991.pdf

19