Anda di halaman 1dari 2

HIPERURISEMIA-GOUT ARTHRITIS

No. Dokumen :
Ditetapkan Oleh :
Tgl. Terbit : Kepala BLUD Puskesmas
Kecamatan Menteng
BLUD SOP No. Revisi :0
PUSKESMAS Mulai Berlaku
KECAMATAN
Halaman (drg. AlamasHidayati)
MENTENG :2
NIP196709181993032007

1. Pengertian Hiperurisemia adalah kondisi kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,0 mg/dl
pada pria dan pada wanita 6 mg/dl. Sedangkan Gout adalah radang sendi yang
diakibatkan deposisi kristal monosodium urat pada jaringan sekitar sendi.

2. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penanganan Hiperurisemia dan Gout
Arthritis di Lingkungan Puskesmas Kecamatan Menteng
3. Referensi Panduan Pelayanan Klinis Bagi Dokter Di Pelayanan Kesehatan Primer
4. Alat dan
bahan
5. Langkah –
langkah 1. Perawat memanggil pasien sesuai nomor urut
2. Perawat melakukan kajian awal pasien yaitu anamnesa awal, pemeriksaan
tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan), dan
antropometri
3. Perawat menyerahkan rekam medis pasien ke meja dokter
4. Dokter memanggil pasien masuk ke dalam ruangan pemeriksaan
5. Dokter melakukan anamnesa terarah sesuai keluhan yang mungkin terjadi
pada gout arthritis yaitu bengkak pada sendi disertai rasa panas dan
kemerahan, nyeri sendi mendadak, biasanya timbul pada malam hari,
dapat disertai demam, menggigil dan nyeri badan, pada serangan pertama
terjadi pada satu sendi dan dapat menghilang walau tanpa pengobatan,
adanya faktor resiko seperti usia, jenis kelamin, obesitas, alkohol,
hipertensi, gangguan fungsi ginjal, penyakit metabolik, pola diet, dan
riwayat mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin dosis rendah, diuretik,
dan obat-obat TBC.
6. Dokter melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda gout
arthritis yaitu ditemukannya pembengkakan sendi monoartikuler yang
melibatkan sendi metatarsophalang 1 atau sendi tarsal lainnya, sendi yang
bengkak tampak kemerahan, dapat dijumpai adanya tofus.
7. Dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan xray
dan kadar asam urat dalam darah. Dari hasil pemeriksaan xray
menunjukkan tampak pembengkakan asimetris pada sendi dan kista
subkortikal tanpa erosi, dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan
kadar asam urat yang tinggi yaitu >7mg/dl pada pria dan >6mg/dl pada
wanita.
8. Dokter menegakkan diagnosis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik
dan penunjang
9. Dokter merencanakan penatalaksanaan komprehensif untuk pasien yang
meliputi :
a. Mengatasi serangan akut dengan analgetik (PCT 3x500mg) selama 3
hari, Kolkisin (efektif pada 24 jam pertama setelah serangan nyeri
HIPERURISEMIA-GOUT ARTHRITIS

No. Dokumen : MTG/SOP/UKP/BPU-

Tgl. Terbit :

BLUD PUSKESMAS SOP No. Revisi :0


KECAMATAN Mulai Berlaku
MENTENG
Halaman :3

timbul) dosis oral 0,5-0,6mg per hari dengan dosis maksimal 6mg
selama 3 hari, NSAID Natrium Diklofenak 25-50mg/hari selama 3 hari,
kortikosteroid sistemik jangka pendek (bila NSAID dan kolkisin tidak
berespon baik) seperti prednison 2-3x5mg selama 3 hari
b. Program pengobatan untuk mencegah serangan berulang dengan
analgetik, kolkisin dosis rendah
c. Mengelola hiperurisemia (menurunkan kadar asam urat) dan
mencegah komplikasi lain :
1. Obat-obat penurun asam urat
Agen penurun asam urat (tidak digunakan selama serangan
akut). Pemberian Allupurinol dimulai dari dosis terendah 100 mg,
kemudian bertahap dinaikkan bila diperlukan, dengan dosis
maksimal 800 mg/hari. Target terapi adalah kadar asam urat < 6
mg/dl.
2. Modifikasi gaya hidup dengan minum cukup (8-10 gelas/hari),
mengelola obesitas dan menjaga berat badan ideal, hindari
konsumsi alkohol, dan pola diet sehat (rendah purin)
10. Dokter dapat merujuk pasien ke RS apabila pasien mengalami komplikasi
atau pasien memiliki penyakit komorbid, atau bila nyeri tidak teratasi
setelah pemberian terapi yang adekuat
11. Dokter menyarankan kapan pasien harus kembali kontrol

6. Unit Terkait BPU, Layanan 24 jam


7. Kompetensi
Dokter umum, perawat
Pelaksana
8. Pengawasan
Audit status untuk melihat kesesuaian diagnosis dan terapi
Internal
9. Dokumen
Rekam Medis Pasien
terkait
10. Riwayat Perubahan Dokumen
No. Yang Dirubah Isi Perubahan Tgl Mulai Diberlakukan