Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

“ISOLASI MIKROBA”

GOLONGAN A2

NAMA NPM
ZULFIKAR ALVIN NAUFAL 17025010023
LIA ISWINDARI MUKAROMAH 17025010028

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN" JAWA


TIMUR

2018

SURABAYA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
praktikum Mikrobiologi untuk memenuhi tugas praktikum Mikrobiologi

Dengan selesainya penyusunan proposal ini, maka kami ingin


menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kami mampu


menyelesaikan laporan praktikum ini dengan baik.

2. Orang tua kami tercinta yang telah banyak memberikan dukungan baik
secara moril maupun materil.

3. Ibu Dr. Ir. Arika Purnawati, M.P. selaku dosen pengampu laboratorium
Mikrobiologi yang membimbing kami dalam menyelesaikan laporan
praktikum ini.

4. Saudara M. Hipti selaku asisten pembimbing laboratorium yang memberi


kami arahan untuk melakukan praktikum dan segala teknisnya.

Dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari para pembaca. Kami berharap laporan praktikum ini
bermanfaat bagi semua pihak.

Surabaya, 4 Maret 2018

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i

DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

DAFTAR TABEL ................................................................................................. iii

i
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iv

MATERI III : MEDIA PERTUMBUHAN MIKROBA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1

1.2 Tujuan Praktikum ................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 3

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat .............................................................................. 5

3.2 Alat dan Bahan .................................................................................... 5

3.3 Prosedur Kerja .................................................................................... 6

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan ................................................................................ 8

4.2 Pembahasan ......................................................................................... 10

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ......................................................................................... 13

5.2 Saran .................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 14

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Hasil pengamatan praktikum acara "Pengenalan Alat" ........................ 5

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1.1 Media PDA pada tanggal 13 Maret 2018 ................................... 8

ii
Gambar 4.1.2 Media PDA pada tanggal 14 Maret 2018 ..................................... 8

Gambar 4.1.3 Media PDA pada tanggal 15 Maret 2018 ..................................... 9

Gambar 4.1.4 Media NA pada tanggal 13 Maret 2018 ....................................... 9

Gambar 4.1.5 Media NA pada tanggal 14 Maret 2018 ....................................... 9

Gambar 4.1.6 Media NA pada tanggal 15 Maret 2018 ..................................... 10

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mikroorganisme merupakan mahluk hidup yang populasinya sangat besar


dan kompleks. Spesiesnya yang memungkinkan ada di bagian-bagian tubuh
manusia, hewan, dan tumbuhan. Bukan hanya ada di mahluk hidup,
mikroorganisme juga terdapat di tanah, udara, udara.

Mikroba dapat kita jumpai pada seluruh lingkungan normal maupun


ekstrim. Setiap mikroba membutuhkan kondisi lingkungan yang berhubungan
dengan karakter morfologi dan biokimia (metabolisme) yang dimilikinya. Oleh
karena itu, lingkungan hidup akan mikroba akan berbeda - beda dan ada kalanya
hanya spesifik untuk mikroba tertentu.
Mikroba memiki berbagai peran penting dalam sebutir ekosistem. Peran
ini dapat diemban dalam kapasitasnya sebagai komite tunggal (sel atau koloni)
maupun dalam pemahamannya sebagai kelompok yang memiliki kebutuhan dan
keterkaitan dengan konteks lain.
Isolasi adalah metode yang digunakan untuk lingkungan atau privasi dari
lingkungan, atau kultur murni atau biakan murni.
1.2 Tujuan Praktikum

Tujuan dilaksanakannya praktikum supaya praktikan dapat memisahkan


mikroba dari biakan campuran sehingga diperoleh biakan murni.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Teknik isolasi mikroba adalah suatu usaha untuk menumbuhkan


mikrooorganisme di luar dari lingunan alaminya. Pemisahan mikroorganisme di
luar lingkungannya ini bertujuan untuk memperoleh biakan bakteri yang sudah
tidak tercampur lagi dengan bkteri lainnya yang disebut dengan biakan murni.

1
Prinsip dari isolasi mikoba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan
mokroba lainnya yng berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini
dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat, sel-sel mikroba
akan membentk koloni sel yang tetap pada tempatnya (Nur, dan Asnani, 2007).
Pentingya mengisolasi suatu mikroba dari lingkungan, seperti pada
makanan (substrat padat), minuman (substrat cair), dan pada diri sendiri karena
banyaknya mikroba yang sulit untuk diamati atau dibedakan secara langsung
menggunakan panca indera. Sehingga dengan isolasi akan mempermudah untuk
melihat dan mengamati bentuk-bentuk pertumbuhan mikroba pada beberapa
medium serta dapat melihat morfologi dari mikroba tersebut. Selain teknik
pertumbuhan mikroba, dikenal juga teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang
merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama
ke medium yang baru dengan tujuan mendapatkan biakan murni tanpa adanya
kontaminasi dari mikroba yang tidak diinginkan (Ghoni, 2013).
Tujuan dari pemindahan biakan untuk menuasai teknik pemindahan biakan
bakteri dari satu wadak ke wadah lain, secara aseptik sehingga hanya biakan
murni yang diharapkan yang akan tumbuh. Hal ini sangat penting dalam tahap
awali isolasi mikroba terutama yang berasal dari stok kultul (bukan dari substrat).
Kegagalan dalam hal pemindahan biakan dapat menyebabkan kontaminasi dari
pertumbuhan mikroba yang tidak diharapkan (Dwyana, 2012)
Mikroorganisme dibiakan di laboratorium pada medium yang terdiri dari
bahan nutrient. Biasanyan medium yang dipakai bergantung kepada banyak faktor
seperti, apa jenis miroorganisme yang akan ditumbuhkan. Pembenihan untuk
pertumbuhan bakteri supaya dapat tetap dipertahankan harus mengandung semua
zat makanan yang diperlukan oleh organisme tersebut. Faktor lain seperti pH,
suhu, dan pendinginan harus dikendalikan dengan baik (Buckle, 2007).
Populasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini sangatlah besar
dan cukup kompleks. Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita.
Mereka terdapat dalam jumlah yang cukup basar. Sebagai contoh, sekali kita
bersin dapat mnebarkan beribu- ribu mikroorganisme. Satu gram tinja dapat
mengandung jutaan bakteri. Alam di sekitar kita, baik itu tanah, air, maupunudara
juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.Penelitian yang layak mengenai

2
mikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan
populasi campuran yang rumit ini, atau yang biasanya dikenal dengan istilah
biakan campuran, menjadi spsies yang berbeda- beda yang bikenal dengan istilah
biakan murni. Biakan murni in teerdiri dari satu populasi sel yang semuanya
berasal dari satu sel induk (Pelczar, 1986).
Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang
dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian.
Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat- alat yang akan
digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril.
Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi, yaitu masuknya
mikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam
medium adalah benar- benar biakan murni.

Cara-cara Menyendirikan Species


Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara, yaitu :
1) Dengan pengenceran
2) Dengan penuangan
3) Metode Untuk Menanam Biakan Didalam Medium

Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam
medium diantaranya adalah :

Metode Cawan Gores


Metode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu.
Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan
yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores yang dilakukan
dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang
diinginkan. Dua macam kesalahan yang umum sekali dilakukan adalah tidak
memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik- baiknya untuk digores
sehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung
untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan
sel- sel yang digores.

3
Metode Cawan Tuang
Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan
keterampilan yang terlalu tinggi. Proses pemisahan/pemurnian dari
mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis,
misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi
yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal
dengan Isolasai Mikroba.

Cara Mengisolasi Mikroba


Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu :
a) Isolasi Pada Agar Cawan
b) Isolasi Pada Medium Cair
c) Isolasi Sel Tunggal

Teknik Pengambilan Sampel


Sebelum melakukan isolasi terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel.
Berikut merupakan prosedur pengambilan sampel :
1. Sampel tanah
Jika mikroorganisme yang diinginkan kemungkinan berada di dalam tanah, maka
cara pengambilannya disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan. Misal jika yang
diinginkan mikroorganisma rhizosfer maka sampel diambil dari sekitar perakaran
dekat permukaan hingga ujung perakaran.
2. Sampel air
Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. Jika beerasal
dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol
melawan arus air. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang, botol
dapat dicelupkan dengan tali, jika ingin mengambil sampel dari air keran maka
sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar.

Isolasi Dengan Cara Pengenceran (Dilution)


1) Teknik Preparasi Suspensi

4
Sampel yang telah diambil kemudian disuspensikan dalam akuades steril.
Tujuan dari teknik ini pada prinsipnya adalah melarutkan atau melepaskan
mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah penanganannya.
Macam-macam preparsi bergantung kepada bentuk sampel :
a. Swab (ulas), dilakukan menggunakan cotton bud steril pada sampel yang
memiliki permukaan luas dan pada umumnya sulit dipindahkan atau sesuatu pada
benda tersebut. Contohnya adalah meja, batu, batang kayu dll. Caranya dengan
mengusapkan cotton bud memutar sehingga seluruh permukaan kapas dari cotton
bud kontak dengan permukaan sampel. Swab akan lebih baik jika cotton bud
dicelupkan terlebih dahulu ke dalam larutan atraktan semisal pepton water.
b. Rinse (bilas) ditujukan untuk melarutkan sel-sel mikroba yang menempel pada
permukaan substrat yang luas tapi relatif berukuran kecil, misalnya daun bunga
dll. Rinse merupakan prosedur kerja dengan mencelupkan sampel ke dalam
akuades dengan perbandingan 1 : 9 (w/v). Contohnya sampel daun diambil dan
ditimbang 5 g kemudian dibilas dengan akuades 45 ml yang terdapat dalam
beaker glass.
c. Maseration (pengancuran), sampel yang berbentuk padat dapat ditumbuk
dengan mortar dan pestle sehingga mikroba yang ada dipermukaan atau di dalam
dapat terlepas kemudian dilarutkan ke dalam air. Contoh sampelnya antar alain
bakso, biji, buah dll. Perbandingan antar berat sampel dengan pengenceran
pertama adalah 1 : 9 (w/v). Untuk sampel dari tanah tak perlu dimaserasi.
2) Teknik Pengenceran Bertingkat
Tujuan dari pengenceran bertingkat yaitu memperkecil atau mengurangi
jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan. Penentuan besarnya atau
banyaknya tingkat pengenceran tergantung kepada perkiraan jumlah mikroba
dalam sampel. Digunakan perbandingan 1 : 9 untuk sampel dan pengenceran
pertama dan selanjutnya, sehingga pengenceran berikutnya mengandung 1/10 sel
mikroorganisma dari pengenceran sebelumnya.
3) Teknik Penanaman
a. Teknik penanaman dari suspensi
Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat.
Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya

5
untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung
pengenceran terakhir.

A. Spread Plate (agar tabur ulas)


Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di
permukaan agar diperoleh kultur murni.
B. Pour Plate (agar tuang)
Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (>45oC) untuk dituang bersama
suspensi bakteri ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan
memadat. Hal ini akan menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan
agar saja melainkan sel terendam agar (di dalam agar) sehingga terdapat sel yang
tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan ada yang tumbuh di dalam agar yang
tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen.
C. Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)
Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau
meremajakan kultur ke dalam medium baru.
a) Goresan Sinambung
Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni
tunggal, melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru.
b) Goresan T
Cara kerja : Bagi cawan menjadi 3 bagian menggunakan spidol marker. Inokulasi
daerah 1 dengan streak zig-zag. Panaskan jarum inokulan dan tunggu dingin,
kemudian lanjutkan streak zig-zag pada daerah 2 (streak pada gambar). Cawan
diputar untuk memperoleh goresan yang sempurna. Lakukan hal yang sama pada
daerah 3.
c) Goresan Kuadran (Streak quadrant)
Cara kerja : Hampir sama dengan goresan T, namun berpola goresan yang berbeda
yaitu dibagi empat. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih
mengandung banyak sel mikroorganisma. Goresan selanjutnya dipotongkan atau
disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya
terpisah-pisah menjadi koloni tunggal.

6
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Hari & Tanggal : Senin, 9 April 2018

Pukul : 11.00 - 13.00

Tempat : Laboratorium Kesehatan Tanaman Fakultas Pertanian.

3.2 Alat dan Bahan

3.2.1 Alat

Alat yang kami gunakan dalam praktikum yaitu:

1. Laminar Air Flow (LAF)


2. Lampu Bunsen
3. Korek
4. Mikro Pipet dan Tip
5. Tabung Reaksi dan Rak
6. Vortex
7. Neraca analitik
8. Gelas ukur
9. Cawan petri
10. Gelas Beaker
3.2.2 Bahan
Bahan yang kami gunakan dalam praktikum yaitu:
1. Mikroba dari sampel udara, sampel dari tanah, dan sampel dari
air kolam
2. Media PDA (dalam cawan petri)
3. Media NA (dalam cawan petri)
4. Alkohol 70%

7
5. Spiritus
6. Aquades

3.3 Langkah Kerja

1. Mengambil sampel berupa air sebanyak 1ml, tanah sebesar 1 gr dan


udara.

2. Menuangkan aquades sebanyak 10ml pada masing-masing tabung


reaksipertama pada tanah dan air, 9 ml pada setiap tabung setelahnya
hingga tabung reaksi kedelapan.

3. Menuangkan 1 gram tanah dan 1 ml air pada masing-masing tabung


reaksi pertama.

4. Meletakkan tabung reaksi pertama pada vortex hingga larutan menjadi


homogen.

5. Mengambil 1ml pada tabung reaksi pertama, memasukan larutan 1 ml


kedalam tabung reaksi selanjutnya.

6. Meletakkan tabung reaksi kedua pada vortex hingga homogen dan


melakukan hal yang sama hingga tabung reaksi terakhir atau kedelapan.

7. Menuangkan media yang telah cair berupa PDA dan NA pada cawan
petri didalam Laminan Air Flow dan menunggu hingga media menjadi
padat.

8. Mengambil cawan petri yang sudah padat dan membiarkan terbuka pada
udara diluar ruangan selama 5 menit untuk sampe dari udara,

9. Mengambil 1ml larutan pada tabung reaksi dari sampel tanah dan air
pada pengenceran keempat dan ketujuh menggunakan mikropipet.

10. Menteskan 1 ml larutan pada media, meratakan pada setiap media yang
ada.

8
11. Melakukan proses wraping/plating pada setiap media yang telah
berisikan tanah, air dan udara.

9
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Tabel 4.1 Hasil pengamatan praktikum acara "Isolasi Mikroba"

Sumber Jumlah koloni mikroba yang tumbuh


No UI Keterangan
isolasi Jamur Bakteri Lainnya
1 Penangkapan 1
dari udara 2
2 Sampel dari 1
tanah 2
3 Sampel dari 1
air kolam 2

4.2 Pembahasan

Pada percobaan ini kami membuat medium untuk pertumbuhan bakteri.


Pertumbuhan mikoorganisme tergantung dari tersedianya air. Bahan-bahan yang
terlarut dalam air, yang digunakan oleh mikroorganisme untuk membentuk bahan
sel dan memperoleh energi, adalah bahan makanan. Pada dasarnya suatu larutan
tempat biakan sekurang-kurangnya harus memenuhi syarat-syarat yang di
dalamnya harus tersedia semua unsur yang ikut serta pada pembentukan bahan sel
dalam bentuk berbagai senyawa yang dapat dioloah.

Media yang digunakan untuk keperluan mikrobiologi harus dalam keadaan


steril, artinya di dalam bahan tersebut tidak didapatkan pertumbuhan mikroba
yang tidak diharapkan baik di dalam bentuk spora atu bentuk lainnya. Pemilihan
media yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba.
Kesesuaian suhu, pH, kecukupan nutrien pada media merupakan beberapa syarat
untuk mikroba tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada
pembuatan media untuk berbagai macam organisme seperti bakteri harus

10
menggunakan bahan yang mengandung banyak protein dengan berbagai
konsentrasinya sehingga dapat menumbuhkan bakteri.

Pembuatan medium Potato Dekstrosa Agar (PDA) adalah dengan


mencampurkan ekstrak kentang rebus yang suplai vitamin, mineral, protein, asam
lemak, dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh mikroba jamur sebanyak 60 gram
kentang, dekstrosa sebanyak 5 gram sebagai penyuplai karbohidrat berupa
monosakarida sederhana yang dibutuhkan oleh mikroba jamur, dan agar sebanyak
4 gram dengan aquades 200 ml dan dilanjutkan dengan perebusan dan
pengadukan. Tujuan dari pemanasan dan pengadukan adalah untuk melarutkan
agar dan menjadikan larutan tersebut homogen. Kemudian larutan dimasukkan ke
dalam botol kaca dan dilakukan pengsterilan menggunakan autoklaf agar tidak
ada kontaminan dalam media. Hal ini sesuai dengan prosedur pembuatan media
oleh Vanderzant dan Splittstoesser (1992) bahwa sterilisasi diperlukan untuk
persiapan pembuatan media pembiakan mikroorganisme dalam rangka
menghindari kontaminasi dari mikroorganisme lain. Pembuatan medium Nutrien
Agar (NA) memiliki proses yang hampir sama dengan pembuatan medium PDA,
dimana NA menggunakan bahan utama bubuk nutrient yang mengandung beef
extract, pepton, vitamin, NaCL, serta agar instan yang dibutuhkan oleh mikroba
bakteri sebanyak 5 gram gram dengan aquades 200 ml dan dilanjutkan dengan
perebusan dan pengadukan. Tujuan dari pemanasan dan pengadukan adalah untuk
melarutkan agar dan menjadikan larutan tersebut homogen. Kemudian larutan
dimasukkan ke dalam botol kaca dan dilakukan pengsterilan menggunakan
autoklaf agar tidak ada kontaminan dalam media. Hal ini sesuai dengan prosedur
pembuatan media oleh Vanderzant dan Splittstoesser (1992) bahwa sterilisasi
diperlukan untuk persiapan pembuatan media pembiakan mikroorganisme dalam
rangka menghindari kontaminasi dari mikroorganisme lain.

Setelah dilakukan pengamatan selama 3 hari, dapat diketahui bahwa kedua


medium terlihat belum memiliki tanda-tanda adanya kontaminasi. Hal ini
menunjukkan bahwa masih belum adanya aktivitas mikroba. Secara teori, media
yang telah disterilkan dan leher botolnya telah disumbat dapat meminimalisir
adanya bakteri dalam media. Meski demikian, pengamatan yang sebenarnya

11
adalah dengan menggunakan mikroskop karena mikroba adalah makhluk
mikroskopis.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari pengamatan yang telah kami lakukan, kami dapat menarik


kesimpulan bahwa :

1. Jenis medium secara umum dapat digolongkan berdasarkan bahan


penyusunnya yaitu medium alamiah dan medium sintetis

2. Pada umumnya, pembuatan medium semi alamiah bahan umum


yang digunakan yaitu agar untuk merapatkan medium dan aquadest
sebagai pelarut. Pada medium Potato Dekstrosa Agar menggunakan
kentang dan dekstrosa sebagai sumber karbohidrat dan unsur penting

12
lainnya bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur, dan pada
Nutrient Agar menggunakan daging dan pepton sebagai sumber protein
dan unsur penting lainnya bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan
bakteri.

5.2 Saran
Adapun saran yang dapat saya ajukan yaitu :
1. Sebaiknya pemanasan dan pengadukan dilakukan dengan hotplate
stirrer agar air yang menguap tidak terlalu banyak dan dapat diatur suhu
dan kecepatan pengadukannya.
2. Diharap rekan praktikan lainnya lebih peduli terhadap proses
pembuatan media.

DAFTAR PUSTAKA

Kusnadi. 2003. Mikrobiologi. JICA, Malang.


Mila. 2005. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Erlangga, Jakarta.
Suriawiria, 2005 Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Jakarta :Papas Sinar
Sinanti.
Khaeruni, A dan V. N. Satrah. 2014. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Dasar.
Fakultas pertanian UHO: Kendari.
Label. J. 2008. Mikrobiologi: Pembuatan Medium. Erlangga: Jakarta.
Irianto. K. 2006. Mikrobiologi Jilid I. Yrama Widya: Bandung.
Sandra. 2013. Mikrobiologi Umum. Erlangga: Jakarta.
Sugianto. 2012. Pembuatan Medium. UGM: Yogyakarta.
Vanderzant, C., and D. F. Splittstoesser (eds.). 1992. Compendium of methods for
the microbiological examination of food, 3rd ed. American Public Health
Association, Washington, D.C.

13